Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGOLAHAN KULIT KAKAU DENGAN KAPANG UNTUK PAKAN Haetami, Kiki; Abun, Abun; Aisyah, Aisyah
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i1.7521

Abstract

Pakan merupakan elemen yang sangat penting, berfungsi sebagai sumber utama energi dan nutrisi, namun juga menjadi komponen dengan biaya terbesar dalam pakan. Tingginya harga pakan komersial mendorong upaya alternatif pemanfaatan limbah industri perkebunan, salah satunya kulit kakao. Metode fermentasi dengan menggunakan mikroorganisme strain Aspergillus niger, berpotensi dapat meningkatkan kandungan gizi limbah kulit kakao dengan memecah senyawa kompleks pada bahan asal tanaman. Hasil kajian menunjukkan bahwa fermentasi kulit kakao dengan dapat mengubah substrat serat kasar, dan dapat memperbaiki nilai gizi sehingga meningkatkan efektivitas penggunaannya sebagai pakan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji potensi pemanfaatan limbah kulit kakao yang telah difermentasi potensinya sebagai bahan pakan ternak dan ikan, dengan menyoroti manfaatnya dalam mendukung keberlanjutan ekonomi dan lingkungan.
Introduksi Pengolahan Limbah Ikan Patin Secara Mikrobiologis dan Pemanfaatannya dalam Pembuatan Pakan Bebek Peking Abun, Abun; Rusmana, Denny; Setiyatwan, Hendi; Saefulhadjar, Deny; Ramdan, Rahmad Fany
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i3.56055

Abstract

Unggas lokal (bebek Peking) memberikan kontribusi penting untuk ketahanan pangan nasional dewasa ini.  Kendala yang dihadapi pada budidaya bebek Peking terkait dengan penyediaan pakan berkualitas dan sistem pemeliharaan.  Perlu upaya pemeliharaan bebek Peking secara intensif melalui perbaikan manajemen pakan.  Upaya yang dilakukan adalah pemanfaatan limbah ikan (sebagai bahan pakan sumber protein) dengan pengolahan secara mikrobioliogis menggunakan jasa mikroba LBS (Lactobacillus curvatus, Bacillus subtilis, dan Saccharomyces cerevisiae) sebagai prebiotik yang ditambahkan kedalam ransum.  Prebiotik LBS berfungsi sebagai emulsifier dalam meningkatkan absorpsi dan metabolisme nutrisi pada saluran pencernaan bebek Peking, serta mengurangi polusi/ cemaran lingkungan sehingga dapat meningkatkan produktifitas bebek Peking.  Kegiatan pengabdian pada masyarakat dilakukan di Desa Margaasih Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung. Sumber daya alam berupa hasil palawija di lingkungan desa belum termanfaatkan secara optimal untuk dijadikan sebagai bahan pakan. Dirasa perlu untuk memanfaatkan seoptimal mungkin potensi wilayah sebagai sumber bahan pakan dengan penggunaan Prebiotik LBS dalam formula ransum bebek Peking.  Kegiatan penyuluhan dihadiri oleh kelompok tani “Sugih Mukti”,  peternak bebek, dan tokoh masyarakat.  Materi yang disajikan adalah pengenalan imbuhan pakan berupa prebiotik LBS (fre test 18%, post test 57%, perubahan 214%), pengenalan bahan pakan (fre test 43%, post test 72%, perubahan 68%), pengetahuan kebutuhan nutrien untuk bebek Peking (fre test 41%, post test 73%, perubahan 80%), membuat ransum bebek Peking (fre test 35%, post test 71%, perubahan 104%), dan budidaya bebek Peking intensif (fre test 698%, post test 89%, perubahan 29%).
Introduksi Prebiotik Bacillus licheniformis, Lactobacillus sp., dan Saccharomyces cerevisiae dalam Pembuatan Pakan Ayam Lokal Di Desa Margaasih Abun, Abun; Rusmana, Denny; Setiyatwan, Hendi; Saefulhadjar, Deny; Ramdan, Rahmad Fany
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i3.56056

Abstract

Ayam lokal merupakan sumber daya genetik ternak yang memberikan kontribusi penting untuk ketahanan pangan nasional.  Kendala yang dihadapi terkait dengan penyediaan pakan berkualitas dan sistem pemeliharaan.  Oleh sebab itu, perlu upaya pemeliharaan ayam lokal secara intensif melalui perbaikan manajemen pakan.  Upaya yang dilakukan adalah memanfaatan jasa mikroba BLS (Bacillus licheniformis , Lactobacillus sp., dan Saccharomyces cerevisiae) sebagai prebiotik yang ditambahkan kedalam ransum.  Prebiotik BLS berfungsi sebagai emulsifier dalam meningkatkan absorpsi dan metabolisme nutrisi pada saluran pencernaan, serta mengurangi polusi/ cemaran lingkungan sehingga dapat meningkatkan produktifitas ayam.  Masyarakat di Desa Margaasih Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung, belum menjadikan usaha bidang peternakan, khususnya ayam lokal menjadi sektor utama untuk menghasilkan pendapatan. Sumber daya alam berupa hasil palawija di lingkungan desa belum termanfaatkan secara optimal untuk dijadikan sebagai bahan pakan. Oleh sebab itu, dirasa perlu untuk memanfaatkan seoptimal mungkin potensi wilayah sebagai sumber bahan pakan dengan penggunaan Prebiotik BLS dalam formula pakan ayam.  Kegiatan penyuluhan dihadiri oleh kelompok tani “Sugih Mukti”,  peternak ayam, dan tokoh masyarakat.  Materi yang disajikan adalah pengenalan imbuhan pakan berupa prebiotik BLS (pre-test 19%, post tes 52%/perubahan 171%), pengetahuan bahan pakan dan kandungan nutriennya (pre-test 42%, post tes 69%/perubahan 64%), pengetahuan kebutuhan nutrien untuk ayam lokal (pre-test 41%, post tes 73%/perubahan 80%), penggunaan prebiotik BLS dalam formula pakan dan produksi pakan ayam lokal (pre-test 30%, post tes 58%/perubahan 94%), dan budidaya ayam lokal secara intensif (pre-test 63%, post tes 86%/perubahan 35%).  Perlu adanya tindak lanjut kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat untuk pengembangan kelompok tani-ternak ayam lokal serta pemasaran produknya.
Testing The Physical Properties of Various Onggok Balance with Tofu Making Liquid Waster as Alternative Feed Ingredients Farisy, Daffa Al; Abun, Abun; Hernaman, Iman
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v12i3.p307-316

Abstract

Onggok is a by-product of tapioca flour processing which can be utilized by adding tofu making liquid waste. This study is to determine the difference and the best balance on physical properties, namely specific gravity, stack density, and stack compaction density. Carried out at the Laboratory of Animal Nutrition and Animal Feed Chemistry, Padjadjaran University. The study used an experimental method with a Complete Randomized Design (RAL) using five treatments and four repeats consisting of P0 (2 kg onggok: 0 liters of tofu liquid waste), P1 (2 kg ongdok: 2 liters of tofu liquid waste), P2 (2 kg onggok: 1 liter of tofu liquid waste), P3 (2 kg onggok: 700 ml of tofu liquid waste), and P4 (2 kg ongdok:  500 ml of tofu liquid waste). The results showed a noticeable effect (P<0.05) of physical properties testing. The P2 treatment produced the highest value in the specific gravity test of 1.111 g/mL, the P1 treatment produced the highest value in the pile density test of 0.237 g/mL, and the result of the stack compaction density in P1 of 0.282 g/mL. This study concluded that the addition of tofu making liquid waste can increase pile density and pile compaction density
Pemanfaatan Umbi-Umbian sebagai Bahan Pengisi dalam Pengembangan Pakan Ikan Berbasis Nutrisi Alami: Utilization of Tubers as Filler Ingredients in the Development of Natural Nutrition-Based Fish Feed Haetami, Kiki; Budiana, Yoga Nugraha; Abun, Abun
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 6 No. 2 (2025): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v6i2.13186

Abstract

Freshwater fish feeds are typically high in protein (>25%), creating a need for cost-effective carbohydrate fillers that do not compromise growth performance. Tuber crops (cassava, taro, sweet potato, potato) are promising carbohydrate sources; however, antinutritional factors and processing methods largely determine their success. This review searched literature on Google Scholar. Inclusion criteria were studies on aquaculture fish species that reported at least one performance outcome (growth/SGR, FCR, PER) or digestibility, and that specified the tuber organ/material and the applied processing. Exclusion criteria were non-aquatic studies, studies without performance/digestibility data, and non-scholarly secondary sources. Two reviewers screened independently, with disagreements resolved by consensus. A narrative/thematic synthesis was conducted. Fermentation and/or heat processing consistently reduced antinutritional factors and improved starch digestibility. In tilapia and catfish, carbohydrate substitution from tubers was generally safe at ~20–30% of diet carbohydrates without significant deterioration in SGR/FCR when adequate processing was applied; higher inclusion levels depend on species, life stage, and detoxification intensity. Tuber crops are therefore promising filler ingredients, particularly when preceded by fermentation. Practically, a 20–30% substitution can serve as a starting point for formulation, followed by optimization by species and production stage. Keywords: Tuber crops; Filler materials; Spare protein; Processing; Aquaculture.
Representation of Morality in the KKN Film in the Dance Village Director Awi Suryadi Abun, Abun; Anwari, Anwari
Jurnal Al Nahyan Vol. 2 No. 1 (2025): Al-Nahyan : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islan STAIMAS Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jan.v2i1.193

Abstract

Film is one of the mass communication media that is often used to reflect the social life of the community. As part of the mass media, film serves as an effective communication tool. For example, the film KKN in Penari Village tells the story of six people who are carrying out KKN in a village that is quite remote. The film highlights moral conflicts, behavioral patterns, values, social and cultural influences, and ethical conflicts. This research aims to answer two main questions: (1) How are the signs of morality depicted in the film "KKN di Desa Penari"? (2) What is the meaning of the signs of morality in the film? This study uses a qualitative interpretive approach by applying a semiotic analysis method based on Ferdinand De Saussure's theory. The results of the analysis show that this film depicts various moral values, including: listening to parental advice, maintaining manners, respecting local customs and culture, helping, asking for God's help, appreciating the gifts of others, and so on. These values reflect ethical and moral principles that are important in social and spiritual life, helping individuals to live according to the values they believe in.