Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

EDUCATORS AND COLLEGE STUDENTS ABILITY IN ENVIRONMENTAL CARE ATTITUDE Nelly Yusra; Sakilah; Rian Vebrianto; Yovita; Umar Faruq
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46217

Abstract

This study aimeds to describe the lecturers’ and college students’ ability in environmental care attitude in Pekanbaru. This research is a descriptive qualitative research which was designed through a survey method. The samples were selected using purposive sampling, obtaining 100 people consisting of 16 teachers, 7 lecturers, and 77 students in Pekanbaru. Data were collected through questionnaires and further analyzed based on the Miles and Huberman model including data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. The results showed that the average score of the environmental care attitude of the lecturers was 90% with a good category. Meanwhile, the average score of the environmental care attitude of the college students was 89.5% in the good category. Thus, it can be concluded that this indicates that educators and students have a good environmental care attitude.
Makna Dan Proses Ritual Kematian Pada Masyarakat Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT) Paulus Jeriano; Marthinus; Rofinus; Yovita; Veroyanti
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 07 Juli (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian bagi masyarakat Manggarai di Flores, Nusa Tenggara Timur, dipahami sebagai peristiwa suci berupa perpindahan arwah ke alam leluhur ata latang, bukan akhir kehidupan. Penelitian kualitatif dengan jenis studi kepustakaan ini bertujuan mendeskripsikan makna filosofis, 10 tahapan, dan fungsi sosial-budaya ritual kematian Manggarai dari Haeng Nai hingga Teing Hang Ata Tu’a. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap buku adat, jurnal ilmiah, skripsi/tesis, blog budaya, dan dokumen Gereja. Hasil penelitian menunjukkan secara filosofis, kematian adalah perubahan bentuk kehidupan. Arwah tetap terhubung dengan keluarga lewat leluhur sebagai mediator ke Tuhan. Simbol woja padi dan latung jagung mengandung doa dan harapan keluarga. Proses ritual terdiri dari 10 tahap dalam 4 fase: Awal Haeng Nai–Po’e Woja, Penguburan Tekang Tana, Pasca Kubur Saung Ta’a, dan Puncak Kelas/Paka Di’a, Pangga, Teing Hang. Puncak Kelas dan Pangga menjadi syarat sah arwah menjadi leluhur. Fungsi ritual adalah merekatkan solidaritas woe dan anak rona, mencegah petaka menurut kepercayaan adat, serta menjadi media komunikasi spiritual. Di era modern ritual beradaptasi dengan mempersingkat durasi karena faktor ekonomi, namun makna inti ngasang ke liang tetap dijaga. Sinkretisme dengan agama Katolik membuktikan fleksibilitas budaya Manggarai. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan pelestarian budaya dan pendidikan lokal bagi generasi muda Manggarai.