Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENCEGAHAN PENYAKIT DIABETES MELITUS PADA MASYARAKAT Aulia, Fajar; Aramico, Basri; Hasnur, Hanifah
Jambura Health and Sport Journal Vol 7, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v7i1.30395

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit yang cukup serius. Penyakit ini terjadi terkait tidak optimalnya kerja pankreas untuk memproduksi insulin. Diabetes adalah penyebab kematian nomor enam di dunia, sehingga menjadi fokus utama para pemimpin global dalam upaya mengatasi permasalahan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai berbagai faktor yang berkaitan dengan upaya pencegahan diabetes melitus di kalangan masyarakat yang dilayani oleh Puskesmas Ulee Kareng, Banda Aceh, pada tahun 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari seluruh pegawai Puskesmas Ulee Kareng, sedangkan sampel yang diambil berjumlah 100 responden melalui teknik Accidental Sampling. Penelitian dilaksanakan antara 18 Maret hingga 10 Juni 2024, dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Analisis data dilakukan menggunakan software SPSS dengan uji univariat dan bivariat. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara edukasi (P = 0.015), pemantauan gula darah (P = 0.021), aktivitas fisik (P = 0.000), dan pola makan (P = 0.000) dengan upaya pencegahan diabetes melitus di masyarakat wilayah Puskesmas Ulee Kareng, Banda Aceh, pada tahun 2024. Temuan ini mengindikasikan bahwa semua variabel tersebut berkontribusi terhadap pencegahan diabetes melitus. Oleh karena itu, bagi individu yang menderita diabetes melitus, penting untuk tetap aktif secara fisik, mengonsumsi makanan sehat, dan melakukan kontrol gula darah secara teratur, dengan harapan dapat menurunkan angka kejadian diabetes melitus di wilayah Puskesmas Ulee Kareng, Banda Aceh.
HUBUNGAN BEBAN KERJA MENTAL DAN BEBAN KERJA FISIK TERHADAP PATIENT SAFETY PADA PERAWAT DAN BIDAN DI UPTD PUSKESMAS AEK HABIL KOTA SIBOLGA TAHUN 2024 Utama, Imam; Abdullah, Asnawi; Hasnur, Hanifah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42822

Abstract

Keselamatan pasien adalah masalah global yang dipengaruhi faktor sistem dan manusia, menyebabkan kelelahan dan penurunan kualitas layanan perawat serta bidan. Penelitian ini mengukur beban kerja mental dan fisik terhadap keselamatan pasien pada perawat dan bidan di Puskesmas Aek Habil, Kota Sibolga. Menggunakan desain cross-sectional, sampel terdiri dari 25 perawat dan 23 bidan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi pada 1–6 Juli 2024, dianalisis dengan uji chi-square menggunakan SPSS. Hasil penelitian di Puskesmas Aek Habil menunjukkan bahwa perawat dan bidan yang berjenis kelamin perempuan 89,58% dan laki-laki 10,42%. Perawat dan bidan yang berumur di bawah 30 Tahun 22,90% dan berumur di atas 30 tahun 77,10%. Perawat dan bidan yang sudah menikah 75% dan belum menikah 25%. Perawat dan bidan yang mengalami beban kerja mental ringan 4,17%, beban kerja mental sedang 64,58% dan beban kerja mental berat 31,25%. Perawat dan bidan yang mengalami beban kerja fisik ringan 2,08%, beban kerja fisik sedang 41,67% dan beban kerja fisik berat 56,25%. Perawat dan bidan memiliki penerapan Patient Safety baik 70,83% Sedangkan penerapan Patient Safety kurang baik 29,17%. Dari analisis bivariat diperoleh hasil tidak ada hubungan antara Patient Safety terhadap beban kerja mental (P = 0,177), jenis kelamin (P = 0,083), status pernikahan (P = 0,121) dan ada hubungan antara Patient Safety terhadap umur (P = 0,040), beban kerja fisik (P = 0,001). Perawat dan bidan di Puskesmas Aek Habil rata-rata mengalami beban kerja mental sedang dan beban kerja fisik berat. Diperlukan upaya menjaga kondisi kerja agar stres tetap terkendali sehingga pelayanan tetap optimal.
STUDI EKSPLORATIF TERHADAP MANAJEMEN PELAKSANAAN PROGRAM PENCEGAHAN STUNTING DI PUSKESMAS MONTASIK KABUPATEN ACEH BESAR TAHUN 2024 Fatani, Syahril; Amin, Fauzi Ali; Hasnur, Hanifah
Jurnal Sains Riset Vol 15, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v15i1.2938

Abstract

This research aims to assess the implementation of the stunting prevention program at the Montasik Community Health Center by focusing on input, process, and output aspects. This research was conducted with a qualitative approach using in-depth interview methods which took place from 13-26 June 2024. This research involved 30 informants, including the Head of the Community Health Center, officers in charge of the stunting program, Village Midwives, Posyandu Cadres, as well as mothers who regularly and not routinely bring children to Posyandu. The research results show that in the input aspect, the Montasik Community Health Center runs a national program regulated by the Ministry of Health and the Ministry of Home Affairs, through the regent's regulatory policies. Funding for this program comes from the Ministry of Health's Non-Fisik DAK, which covers various health initiatives. In conclusion, the stunting prevention program at the Montasik Community Health Center has been implemented according to national guidelines by involving various related parties.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menilai pelaksanaan program pencegahan stunting di Puskesmas Montasik dengan menitik beratkan pada aspek input, proses, dan output. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode wawancara mendalam yang berlangsung pada 13-26 Juni 2024. Penelitian ini melibatkan 30 informan, termasuk Kepala Puskesmas, petugas penanggung jawab program stunting, Bidan Desa, Kader Posyandu, serta ibu yang rutin maupun tidak rutin membawa anak ke Posyandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek input, Puskesmas Montasik menjalankan program secara nasional yang diatur oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri, melalui kebijakan peraturan bupati. Pendanaan program ini bersumber dari DAK Nonfisik Kementerian Kesehatan, yang mencakup berbagai inisiatif kesehatan. Kesimpulannya, program pencegahan stunting di Puskesmas Montasik telah dilaksanakan sesuai pedoman nasional dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
The Relationship Between Service Quality and Patients' Revisit Interest at Beutong Public Health Centre, Beutong Subdistrict, Nagan Raya District Susanti, Lia; Hasnur, Hanifah; Akbar, Fahrisal
Buletin Farmatera Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bf.v10i1.22766

Abstract

Abstract: The significant decline in the number of patient visits at Beutong Public Health Centre, Beutong Subdistrict, Nagan Raya District, which reached 73% between 2021 and 2022, serves as a critical backdrop for this study. This research aims to analyse the factors influencing healthcare service quality and patients' revisit interest by focusing on five key service dimensions: reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles. The study is descriptive-analytical and was conducted at the Beutong Public Health Centre from March to April 2024. The sample consisted of 100 respondents selected using purposive sampling based on inclusion criteria. Data were collected through questionnaires and secondary data from the health centre and analysed using SPSS version 24. The results showed that all five dimensions of healthcare service—reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles—influence patients' revisit interest. Specifically, the assurance variable had the most significant impact, with 77% of respondents indicating positive revisit interest. Reliability influenced 69% of respondents, empathy 68%, tangibles 63%, and responsiveness 53%. However, statistical analysis revealed that only assurance had a statistically significant effect (p 0.05), while reliability, responsiveness, empathy, and tangibles did not show significant influence (p 0.05). Based on these findings, it is recommended that Beutong Public Health Centre improve healthcare service quality by focusing on enhancing staff reliability through regular training, strengthening responsive communication channels to address patient complaints, improving staff credibility and professionalism through certification and continuous training, and upgrading the physical facilities of the health centre. 
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE QUALITY OF SERVICE AND PATIENT SATISFACTION OF BPJS PARTICIPANTS IN THE RAUDHAH 2-7 INPATIENT ROOM OF DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH GENERAL HOSPITAL IN 2023 Prastama, Myranda; Agustina, Agustina; Hasnur, Hanifah
Psikoislamedia: Jurnal Psikologi Vol. 10 No. 1 (2025): PSIKOISLAMEDIA: JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v10i1.28551

Abstract

This study examines the relationship between the quality of health services and the satisfaction of BPJS patients in the Raudhah 2-7 inpatient ward at Dr. Zainoel Abidin General Hospital in 2023. A descriptive-analytic design with a cross-sectional approach was employed, involving 63 respondents selected through accidental sampling. Data was collected using questionnaires and interviews and analyzed using the Chi-Square test with SPSS version 22. The findings reveal a patient satisfaction rate of 69.8%, with significant associations between patient satisfaction and the dimensions of reliability (p = 0.000), responsiveness (p = 0.000), and empathy (p = 0.000). No significant associations were found with assurance (p = 0.076) and tangible aspects (p = 0.341). It is recommended that healthcare providers enhance service quality to improve patient comfort and satisfaction.
FACTORS ASSOCIATED WITH ELECTRIC CIGARETTES USE IN STUDENTS AT SMAN 1 TAKENGON IN 2021 Yana, Nada; Hasnur, Hanifah; Sepatini, Riza
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v9i1.2073

Abstract

Background: Every year the percentage of teenagers who smoke increases, in 2011, 3.1% of teenagers smoked e-cigarettes and 1.7% of them were still found smoking tobacco cigarettes. In 2012, the percentage of teenagers using e-cigarettes increased quite drastically by 6.5%, with details of 4.1% using e-cigarettes and 2.6% using e-cigarettes (vapes) with tobacco cigarettes, while 2% of them used tobacco cigarettes. The research aims to determine factors that can influence the use of electronic cigarettes (vape) among students at SMAN 1 Takengon. Method: Analytical descriptive research using a cross- sectional design. The sample was taken by accidental sampling with a total of 40 male students. Data collection uses a questionnaire. Analysis uses univariate and bivariate analysis. Results: Bivariate analysis shows that there is a relationship between the affordability of e-cigarettes in accessing purchasing e-cigarettes (p= 0.004) and the use of e-cigarettes, and there is no relationship between knowledge, attitudes, perceptions, pocket money, and peers towards the use of e-cigarettes. Recommendation: It is recommended that the Central Aceh Regency Health Serviceto increase outreach and guidance activities  regarding the dangers of using e-cigarettes, the need for a firm stance from the Central Aceh Regency government in paying attention to age limits for the sale of e-cigarettes.
SURVEY OF THE IMPACT OF THE COVID-19 PANDEMIC ON SMOKING BEHAVIOR IN ACEH Septiani, Riza; Jannah, Miftahul; Laila, Nurnarita; Hasnur, Hanifah; Presilawati, Febyolla; Na’imah, Na’imah; Gusweni, Mira
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 9, No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v9i2.1986

Abstract

Background: The COVID-19 pandemic has significantly impacted the decline in human quality of life across various aspects. The direct impact of the COVID-19 pandemic is evident in the health aspect, such as the high number of positive cases and deaths due to COVID-19. One of the groups considered vulnerable to Coronavirus infection is smokers.  This research aims to understand the impact of the COVID-19 pandemic on smoking habits and changes in smoking patterns, as well as smoking behavior (cigarette consumption, smoking areas, access, and ease of purchasing cigarettes) during the COVID-19 pandemic in Aceh. Method: This research employs descriptive analytics using a Cross-sectional approach. The sampling technique used in this study is Convenience/Accidental sampling with a sample of 255 respondents. The instrument used was an online survey in Google Form format distributed through WhatsApp, and the data were analyzed using Univariate analysis. Results: The survey indicates that concerning the intention to quit smoking, 22% of respondents stated that during the COVID-19 period, they had already tried to quit smoking, and another 48% of respondents intended to quit, although they had not succeeded yet. Based on the  number of cigarettes consumed, 54% of respondents had reduced smoking, and 26% of respondents intended to reduce but found it challenging. Regarding respondents' knowledge about cigarettes and COVID-19, 90% of respondents had good to fairly good knowledge about preventing the spread of COVID-19, 69% of respondents had received information from various media, with the majority receiving information from social media and print media. Concerning access to purchasing cigarettes, 77% of respondents directly purchased from stalls, shops, or local stores, and the majority bought cigarettes every day or every 2-3 days. In terms of respondents' perceptions of cigarettes and COVID-19, 22% of respondents stated that cigarettes were a risk factor for COVID-19, 1% considered cigarettes to be a protective factor, and 77% were undecided. Conclusion: The survey indicates a change in the  number of cigarettes consumed by respondents before and after the COVID-19 pandemic. Therefore, there is a need to  maximize of health promotion related to cigarettes and COVID-19, as well as strengthened the implementation of smoke-free areas (KTR - Kawasan Tanpa Rokok) and smoke-free homes. Consistent implementation of smoke-free areas is expected to improve public health, especially in controlling the risk factors for diseases and deaths caused by smoking and enhancing a healthy and clean living culture within society.
Analisis Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lampaseh Handayani, Sri Uli; Ramadhaniah, Ramadhaniah; Hasnur, Hanifah
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 4 (2024): Agustus 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i4.1343

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika di bandingkan dengan balita normal pada umumnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Lampaseh. Penelitian observasional analitik dengan desain case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang mengalami stunting berusia 0-59 bulan sebanyak 100 balita tahun 2023. Karena penelitian case control maka sampel dalam penelitian ini menggunakan perbandingan 1:1, maka jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 200 orang terdiri dari 100 balita yang mengalami stunting sebagai kasus (case) dan sebanyak 100 balita yang tidak mengalami stunting sebagai control (control). Pengambilan sampel pada kelompok kontrol dilakukan secara propotional sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil diperoleh pengetahuan ibu rendah sebesar 34,5%, kesehatan lingkungan tidak baik sebesar 24%, pola asuh keluarga tidak baik sebesar 50%, dan variabel pendapatan suami kurang sebesar 44,5%. Hasil analisis bivariat didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu (p value 0,001), kesehatan lingkungan (p value 0,000), pola asuh keluarga (p-value=0,001), dan pendapatan suami (p-value=0,000), kondisi hunian (p-value=0,000), dengan kejadianstunting pada balita. Kesimpulan penelitian dari analisa multivariat diperoleh variabel pendapatan suami (p-value 0,001; OR= 32; 95%CI: 930 - 183) adalah faktor paling berhubungan dengan stunting.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Membayar Iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Mandiri Rahmatillah, Rahmatillah; Lastri, Surna; Hasnur, Hanifah
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 1 (2025): Februari 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i1.1735

Abstract

Pemberian pelayanan kesehatan bagi peserta mandiri BPJS sangat ditentukan oleh kepatuhan dalam membayar iuran setiap bulannya. Namun pada kenyataannya peserta BPJS mandiri masih banyak yang menunggak dalam pembayaran iuran ruti setiap bulannya, sehingga berdampak pada penurunan pendapatan BPJS setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan membayar iuran BPJS Mandiri di wilayah Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2024. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain cross-sectional study, populasi pada penelitian ini adalah seluruh masyarakat peserta BPJS Mandiri di Pidie Jaya Tahun 2024 berjumlah 212 orang. Jumlah sampel diambil berdasarkan rumus Slovin yaitu 68 responden dengan tekik proportional sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil uji statistik diketahui bahwa ada hubungan antara akses pembayaran (p value=0,009), pengetahuan (p value=0,011), pendapatan (p value=0,046), kemampuan membayar (p value=0,025), kepuasan pelayanan kesehatan (p value=0,030) dengan kepatuhan membayar iuran BPJS Mandiri.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Higienis Saat Menstruasi Pada Siswa Tunagrahita Mawaddah; Agustina; Hasnur, Hanifah
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 4 No 3 (2025): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v4i3.250

Abstract

Latar belakang: Remaja putri tunagrahita memiliki keterbatasan dalam memahami dan menjaga kebersihan diri selama menstruasi, yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan reproduksi. Minimnya informasi dan belum adanya penyuluhan khusus di SLBN Banda Aceh menjadikan kebutuhan intervensi edukatif sangat penting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan remaja putri tentang higienis saat menstruasi pada siswa tunagrahita di SLBN Banda Aceh. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Subjek penelitian adalah 30 siswi tunagrahita di SLBN Banda Aceh yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pilihan ganda sebanyak 19 item untuk mengukur pengetahuan tentang hygiene menstruasi sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan reproduksi. Penyuluhan dilakukan melalui metode ceramah, leaflet, dan presentasi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan responden setelah dilakukan penyuluhan. Sebelum intervensi, seluruh responden (100%) berada pada kategori pengetahuan kurang, namun setelah intervensi, 60% meningkat ke kategori baik. Hasil uji paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti penyuluhan kesehatan reproduksi berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan tentang hygiene menstruasi pada remaja putri tunagrahita. Simpulan: Penelitian ini terdapat peningkatan pengetahuan remaja putri tunagrahita setelah diberikan penyuluhan kesehatan reproduksi. Penyuluhan yang diberikan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri saat menstruasi.