Claim Missing Document
Check
Articles

The Relationship Between Health Education and Knowledge Elderly People About Hypertension at the Sayur Matua Elderly Posyandu, Saran Padang Village, Simalungun Regency Marbun, Meyana; Purba, Yeni Trisna; Febiola, Marcellyn
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 2 No. 2 (2023): January-May
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v2i2.1517

Abstract

Hypertension is the leading cause of heart failure, stroke, and kidney failure. Hypertension is a risk factor for morbidity and mortality, influenced by emotional disturbances, obesity, excessive alcohol consumption, excessive coffee consumption, and heredity. The majority of respondents were aged 65–70 years (38.4%), while a minority were aged over 70 years (30.3%). The majority of respondents were female (67.7%), while a minority were male (32%). The majority of respondents have jobs as retired civil servants, namely 23 people (23.2%), traders/entrepreneurs, namely 23 people (23.2%), farmers, namely 23 people (23.2%), while the minority are private employees, namely 12 people (12.2%). The majority of respondents have junior high school education, namely 36 people (36.4%), high school education, namely 36 people (36.4%), while the minority have college education, namely 13 people (13.1%). The majority of respondents have received health education, namely 54 people (54.5%), while the minority have never received health education, namely 45 people (45.5%). The majority of respondents have sufficient knowledge, namely 44 people (44.4%), while the minority have insufficient knowledge, namely 20 people (20.2%). From the results of the chi-square test of the cross-table of health education with knowledge, the p value is 0.000. It can be concluded that health education has a relationship with the knowledge of the elderly about the relationship of health education with the knowledge of the elderly about how to prevent hypertension at the Sayur Matua Elderly Posyandu, Saran Padang Village, Dolok Silau District, Simalungun Regency in 2020, because the p value <0.05.
Analysis of the Relationship between Knowledge of Adolescent Girls and Cervical Cancer Prevention Efforts in Class X of Dharma Bakti Private High School, Tanah Jawa, Simalungun Regency Saragih, Astri Ulina; Purba, Yeni Trisna; Halawa, Lidwina Priskahati
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 1 No. 2 (2022): January-May
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v1i2.1518

Abstract

Cervical cancer is the most common gynecological disease. It's a disease feared by all women because it's the leading cause of death among women in developing countries, including Indonesia. From the results of the study on the relationship between the knowledge of young women and efforts to prevent cervical cancer in Class X of Dharma Bakti Private High School, Tanah Jawa, Simalungun Regency, the following conclusions can be drawn: Young women in Class X of Dharma Bakti Private High School, Tanah Jawa, Simalungun Regency have good knowledge, this is indicated by the frequency distribution of the level of knowledge of young women about cervical cancer, 39 respondents (78%) who know the causes, methods of transmission, symptoms, development, examination, treatment, and efforts to prevent cervical cancer, while the level of knowledge of young women who are not good about efforts to prevent cervical cancer is 11 respondents (22%). Young women in Class X of Dharma Bakti Private High School, Tanah Jawa, Simalungun Regency are able to know how to prevent cervical cancer, this is indicated by 42 respondents (84%) trying to stay away from the causes of cervical cancer and are able to prevent it, but there are still 8 respondents (16%) who do not know the efforts to prevent cervical cancer. The level of knowledge of young women with efforts to prevent cervical cancer in Class X of Dharma Bakti Private High School, Tanah Jawa, Simalungun Regency has a significant relationship where there is a chi square test result, namely ρ <0.05 (0.01).
Analysis of the Relationship between Environmental Sanitation and the Incidence of Diarrhea in Toddlers at the Khairani Siregar BPM Clinic, Batu VI Housing Complex, Simalungun Regency Friani, Sri Rahma; Purba, Yeni Trisna; Riza, Nor
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 3 No. 2 (2024): January-May
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v3i2.1519

Abstract

Diarrhea is still a health problem and a cause of death in toddlers. Poor environmental sanitation can affect the high incidence of diarrhea. According to the World Health Organization (WHO) in 2021 diarrhea is the second leading disease that causes death in toddlers and causes 525,000 toddlers to die each year. The research design used was correlational analytic with a cross-sectional approach. The population in this study were mothers who had toddlers who experienced diarrhea at BPM Khairani Perumnas Batu VI, Simalungun Regency, totaling 38 people. The sampling technique was total sampling. Data collection was carried out by filling out questionnaires and data analysis using univariate analysis and bivariate analysis with the Chi-Square statistical test. From the results of the study, it was obtained based on drinking water sources that the Chi-Square test results were obtained with a P value of 0.001 (<0.05). Based on the ownership of toilets, the Chi Square test results showed a p-value = 0.002 (≤ 0.05) and based on the type of house floor, the p-value = 0.002 (≤ 0.05). It can be concluded that there is a significant relationship between drinking water sources, family toilet ownership and type of house floor with the incidence of diarrhea in toddlers. It is hoped that health workers will further maximize health programs, one of which is regarding increasing public knowledge, especially mothers who have toddlers, about environmental sanitation to prevent the incidence of diarrhea in toddlers.
Pemberdayaan Ibu melalui Edukasi Kebutuhan Gizi Selama Kehamilan di Puskesmas Panei Tongah Tahun 2024 Purba, Yeni Trisna; Riska Wani Eka Putri; Sondang Sidabutar; Keysha Iszmi Erhan
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia dan KEK masih menjadi masalah utama pada kehamilan. KEK dan anemia yang terus berlanjut selama kehamilan berdampak pada kesehatan ibu dan janin dan menyebabkan komplikasi persalinan prematur, berat badan lahir rendah, peningkatan risiko kematian bayi baru lahir, kelainan kongenital. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk peningkatan kesehatan ibu hamil melalui pemberian edukasi kebutuhan gizi selama kehamilan di Puskesmas Panei Tongah. Ibu hamil yang mengikuti edukasi sebanyak 16 orang dan 2 orang kader kesehatan. Pelaksanaan kegiatan dimulai dari advokasi ke Puskesmas Panei Tongah, survei lokasi dan pelaksanaan kegiatan, dimulai dari tanggal 10-20 Juni 2024. Hasil diperoleh setelah diberikan edukasi terdapat perubahan pemahaman ibu hamil, dimana sebelum diberikan edukasi jumlah yang pengetahuan kurang 10 orang (62.5%). Setelah diberikan edukasi mayoritas ibu hamil memahami tentang kebutuhan gizi yaitu sebanyak 12 orang (75%). Pengetahuan yang meningkat baik ini diharapkan memberikan pengaruh terhadap tindakan ibu hamil dalam pemenuhan gizi dalam konsumsi makanan sehari-hari. Oleh sebab itu disarankan kepada petugas kesehatan di Puskesmas Panei Tongah untuk tetap memberikan edukasi secara kontiniu dan memonitor ibu hamil status gizi ibu hamil untuk mencegah terjadinya kejadian KEK dan anemia selama kehamilan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI IBU HAMIL DALAM KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SINGOSARI, KECAMATAN SIANTAR BARAT, KOTA PEMATANG SIANTAR Marbun, Meyana; Br Barus, Rovina; Purba, Yeni Trisna; Febriani, Winda
Jurnal Reproductive Health Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v7i2.6315

Abstract

Kehamilan adalah momen yang dinantikan setiap wanita sebagai awal peran menjadi seorang ibu. Namun, kehamilan juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan, kegelisahan, dan kehati-hatian dalam beraktivitas karena kondisi kandungan yang harus dijaga. Menurut UU No 36 tahun 2009 tentang kesehatan, upaya peningkatan kesehatan ibu bertujuan untuk menjaga kesehatan ibu dan anak serta mengurangi angka kematian ibu. Salah satu bentuk pelayanan kebidanan adalah kelas ibu hamil, di mana para ibu belajar bersama, berdiskusi, dan berbagi pengalaman seputar kesehatan ibu dan anak (KIA) secara menyeluruh, terjadwal, dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kelas ibu hamil. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Singosari pada bulan Oktober s/d Desember. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III yang memeriksakan kehamilan di UPTD Puskesmas Singosari dan seluruh populasi menjadi sampel (total populasi) yaitu 38 responden. Hasil penelitian bahwa ada pengaruh pengetahuan ibu terhadap pelaksanaan senam hamil dengan nilai p 0,000, ada pengaruh dukungan suami dengan pelaksanaan senam hamil dengan nilai p 0,000. Rekomendasi agar suami terus mendampingi istri dalam melakukan pemeriksaan kehamilan dan rutin mengikuti senam hamil sehingga persalinan ibu lancar dan ibu merasa nyaman dengan kehamilannya.
HUBUNGAN KONSELING DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DI PMB MARIA SILALAHI, TANJUNG PINGGIR, SIANTAR MARTOBA, PEMATANG SIANTAR Purba, Yeni Trisna; Putri, Riska Wani Eka; Sidabutar, Sondang; Erhan, Keysha Iszmi
Jurnal Reproductive Health Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v8i1.6319

Abstract

Keluarga Berencana (KB) merupakan suatu upaya yang dilakukan secara sadar dan terencana oleh individu atau pasangan suami istri untuk mengatur kehamilan, demi mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera. Salah satu faktor penting dalam keberhasilan program KB adalah konseling, yaitu pendekatan komunikasi interpersonal dalam pendidikan kesehatan yang bertujuan membantu individu memahami informasi, mengeksplorasi perasaan dan kebutuhan, serta mengambil keputusan yang tepat. Melalui konseling, petugas kesehatan membantu klien memahami fakta-fakta tentang kontrasepsi, mengidentifikasi harapan dan kebutuhan mereka, serta mendukung mereka dalam membuat pilihan yang sesuai dengan kondisi dan keinginannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konseling dengan pengambilan keputusan menggunakan alat kontrasepsi di Praktek Mandiri Bidan Maria Silalahi. Penelitian ini menggunakan desain analitik cross sectional dengan 40 responden. Analisa data dilakukan menggunakan uji chi square. Hasil menunjukkan ada hubungan antara konseling tentang kontrasepsi dengan pengambilan keputusan menggunakan kontrasepsi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan pengetahuan pasangan ibu usia subur tentang alat kontrasepi sehingga dapat menentukan kontrasepsi apa yang cocok dipakainya. Bagi petugas kesehatan agar memberikan konseling bagi ibu (wanita usia subur) sebelum menggunakan kontrasepsi dan membantu ibu dalam menentukan kontrasepsi apa yang cocok.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SIKAP IBU TERHADAP ASI EKSKLUSIF DAN PEMBERIAN MP-ASI DINI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDAMANIK, KECAMATAN SIDAMANIK, KABUPATEN SIMALUNGUN Utami, Ria Lusi; Purba, Yeni Trisna; Br. Ginting, Isa Harfika; Febriani, Winda
Jurnal Reproductive Health Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v9i2.6321

Abstract

Latar belakang: ASI adalah makanan terbaik untuk bayi karena mengandung nutrisi lengkap yang mudah dicerna. Pemberian makanan bayi harus memperhatikan waktu, frekuensi, jenis, jumlah, dan cara pengolahan. Salah satu kebiasaan yang kurang tepat adalah pemberian makanan padat atau tambahan terlalu dini, yang dapat mengganggu ASI eksklusif dan meningkatkan risiko penyakit pada bayi karena sistem pencernaan bayi belum matang. Tujuan: untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan sikap ibu terhadap ASI Eksklusif dan pemberian MP-ASI dini di wilayah kerja Puskesmas Sidamanik Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun. Metode: Studi ini menggunakan deskriptif korelasi dengan desain cross sectional dengan populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan sejumlah 120 orang. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling berjumlah 70 responden. Hasil: Di kelompok intervensi, 54,8% responden tidak menjumpai mual muntah sesudah mengonsumsi permen jahe, sedangkan pada kelompok kontrol 74,2% masih mengalami emesis ringan. Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p value=0,000). yang didapat adalah berdasarkan dukungan keluarga mayoritas tidak mendukung (61,4%), sikap mayoritas cukup (65,7%), hubungan tidak mendapat dukungan tetapi tetap memberikan ASI (37,1), mendapat dukungan dan memberikan ASI (32,9%), hubungan sikap responden mayoritas cukup (40%) dan sikap baik (30%). Pada responden disarankan tidak memberikan MP-ASI terlalu dini pada bayi dan sebaiknya berikan ASI Eksklusif sampai usia 6 bulan tanpa makanan atau minuman lain.
Korelasi Pengetahuan Remaja Putri Dengan Pencegahan Kanker Serviks Di SMA Swasta Taman Siswa Tapian Dolok Tahun 2025 Hayati, Mustika; Pakpahan, Romauli; Perangin angin, Riskawani Eka Putri; Purba, Yeni Trisna
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12044

Abstract

Kanker serviks tergolong sebagai salah satu jenis penyakit ginekologi. Jumlah penduduk global yang menderita penyakit tersebut tiap tahunnya mencapai lebih dari 500.000 penduduk sejak tahun 2020. Hampir 90% dari angka tersebut dialami oleh penduduk negara berkembang termasuk di Indonesia di mana 95% penderita kanker serviks meninggal dunia dengan jumlah total penderita yaitu 260.000 perempuan. Bahwa dari 50 orang siswi di kelas X SMA Swasta Taman Siswa Tapian Dolok Tahun 2025, didapatkan 39 responden (78 %) yang memiliki pengetahuan baik dan 11 responden (22 %) dengan tingkat pengetahuan baik dan 11 orang atau 22% mempunyai tingkat pengetahuan yang kurang baik karena kamu terkait definisi, gejala penyebab tanda koil para penularan mengobati dan mencegah timbulnya kanker serviks. Dan juga menunjukkan sebagian besar diketahui bahwa yang pernah mencegah kanker serviks sebesar 42 responden (84 %) dan yang tidak mencegah sebesar 8 responden (16%). Berdasarkan hasil studi, sekolah dituntut lebih mengoptimalkan pemahaman peserta didik terkait penyakit kanker serviks dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas sosialisasi terkait kanker serviks baik untuk peserta didik maupun orang tuanya
Health Counseling and Physical Examination, Blood Pressure, Blood Sugar and Free Treatment at the Hibas Primary Clinic, Simalungun Regency Purba, Yeni Trisna; Pakpahan, Romauli; Butar-Butar, Doortua; Friani, Sri Rahma; Erhan, Keysha Iszmi; Adelia, Adelia; Wijaya, Imroatulhuda; Abednego, Danuarta Azarya
International Journal of Community Service (IJCS) Vol. 3 No. 2 (2024): July-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijcs.v3i2.1550

Abstract

The community service program, "Health education and physical examinations, blood pressure, blood sugar, and free medical treatment at the Pratama Hibas Clinic in Simalungun Regency," was successfully implemented. Health is a human right and an investment for the success of national development. Hypertension, or high blood pressure, is a leading cause of heart failure, stroke, and kidney failure. High blood pressure is called the "silent killer" because people with it often don't show symptoms. The National Heart, Lung, and Blood Institute estimates that half of people with high blood pressure are unaware of their condition. Once diagnosed, patients' blood pressure should be monitored at regular intervals, as high blood pressure is a lifelong condition. Therefore, comprehensive health development is necessary to create a healthy society. The community has received positive feedback, and they hope similar activities will be held regularly. This kind of health education should be ongoing for both the community and their families, as increasing age or apathy among the community can endanger their health. Furthermore, children and siblings in the community also share the responsibility to maintain the health of their fathers, mothers, and siblings with adequate knowledge
Penyuluhan Upaya Pencegahan Penularan Penyakit Covid-19 pada Anak Sekolah Dasar di Perumnas Kabupaten Simalungun Kustoyo, Bambang; Taslima, Saufa; Purba, Yeni Trisna; Sihombing, Elida; Afrilia, Masraini
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Vol. 2 No. 1 (2023): Desember
Publisher : 3031-8572

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/prosiding.v2i1.61

Abstract

The increase in Covid-19 cases continues daily, making it a global pandemic problem. Besides health effects, this pandemic also affects education conducted online, declining economy, and public psychology due to activity restrictions. This community service program focuses on health sector, providing education on clean and healthy lifestyle (PHBS) with direct practice as Covid-19 transmission prevention efforts. Prevention of spread and transmission is crucial in community life and activities. This program is expected to help break the transmission chain, especially during the new normal period. The target is residents, particularly children in Perumnas area, Simalungun Regency. This location was chosen based on observation showing minimal knowledge of clean and healthy lifestyle, especially among children. Therefore, this socialization program was conducted using language easily understood by them. The program included handwashing station installation, education on proper handwashing techniques, mask usage education, and distribution of vitamins and masks to residents
Co-Authors Abednego, Danuarta Azarya Adelia Adelia, Adelia Afrilia, Masraini Arianti, Imelda Putri Astri Ulina Saragih Br Barus, Rovina Br Ginting, Isaharpika Br. Ginting, Isa Harfika Butar-butar, Diana Florenta Butar-Butar, Doortua Damanik, Rodearni Devi, Icha Sri Erhan, Keysha Iszmi Febiola, Marcellyn Febiola, Marcelyn Febriani, Winda Friani, Sri Rahma Gea, Yosni Handayani Ginting, Isaharpika Br Gultom, Calvin Halawa, Lidwina Priskahati Harahap, Veryyon Haris, Muhamad Hasibuan, Jesicca Hayati, Mustika Hendri Hendri Irwansyah, Ilham Jopinus Saragih Jumadiah Wardati Keysha Iszmi Erhan Kustoyo, Bambang Lumbantoruan, Ruth Mala Livia Theola Marbun, Alexander Marbun, Meyana Mariska, Nurul Vidya Mawaddah, Vanny Chainur Muliati Muliati, Muliati Napitu, Marolop Parlindungan Nasution, Dian Permata Pakpahan, Romauli Pasaribu, Enrika T Pasaribu, Epa Romina Pelawi, Awan Perangin angin, Riskawani Eka Putri Purba, Desri Friti Anita Purba, Eka Anastasya Purba, Siska Gracia Oktafiana putri, riska wani eka Riska Wani Eka Putri Riza, Nor Salim Efendi, Salim Samosir, Tree Ester Marito Saragih, Febrina Sani Saragih, Indra Riski Saragih, Jopinus R. Sigalingging, Susi Susanti Sihombing, Eka Saudur Renaldi Sihombing, Elida Sijabat, Auhon Berkat Simanjuntak , Sontoso Simbolon, Putri Handayani Sinaga, Arthauly Gracia Sinaga, Fransius P. Siregar, Memo Martua Holong Sondang Sidabutar Sondang Sidabutar, Sondang Sri Rahma Friani T, May Linda Kristina Tarigan, Adrian Tarigan, Adrian K Tarigan, Bunga Shinta Pratiwi Taslima, Saufa Togatorop, Margaretha Turnip, Meli Safreni Utami, Ria Lusi Wardati, Jumaidah Wijaya, Imroatulhuda Zalukhu, Nomelda Zendrato, Ferawati