Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Literature review Harmoni Alam: Implementasi Prinsip Keseimbangan dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Fatristya, Lalu Galeh Inggil; Taslim Sjah
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i1.619

Abstract

Artikel ini merupakan tinjauan literatur yang mendalam tentang konsep "Harmoni Alam" dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan dengan pendekatan prinsip keseimbangan. Prinsip ini bertujuan untuk mencapai keselarasan antara kebutuhan manusia dan keberlanjutan ekosistem, sehingga menghasilkan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Melalui analisis berbagai literatur, artikel ini mengidentifikasi pendekatan pengelolaan yang berbasis ekologi, sosial, dan ekonomi, serta mengkaji implementasinya dalam berbagai konteks, seperti pengelolaan hutan, sumber daya air, dan wilayah pesisir. Artikel ini juga mengulas tantangan utama yang dihadapi dalam penerapan prinsip keseimbangan, termasuk tekanan pembangunan, degradasi lingkungan, dan konflik kepentingan antara pemangku kebijakan. Selain itu, dibahas pula contoh keberhasilan implementasi prinsip ini di beberapa wilayah yang menunjukkan bagaimana harmonisasi antara kebutuhan manusia dan pelestarian lingkungan dapat dicapai. Hasil tinjauan ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip keseimbangan dalam pengelolaan sumber daya alam memerlukan pendekatan kolaboratif, partisipasi masyarakat, dan kebijakan yang mendukung keberlanjutan. Artikel ini menyimpulkan bahwa penerapan "Harmoni Alam" sebagai paradigma pengelolaan sumber daya alam adalah langkah penting dalam mewujudkan keberlanjutan lingkungan secara global. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi para peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan strategi pengelolaan yang lebih holistik dan berkelanjutan
Potensi Plant Growth Promoting Rhizobacteria Akar Putri Malu sebagai Pupuk Hayati dalam Meningkatkan Produktifitas Kacang Hijau Ridha Ayumnuazmi; M. Taufik Fauzi; Suwardji; A.A. Ketut Sudharmawan; Taslim Sjah; Wayan Wangiyana; Mulyati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7284

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan komoditas pangan strategis yang kaya protein dan berperan penting dalam ketahanan pangan nasional. Namun, produksi dalam negeri belum mampu untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat. Salah satu pendekatan untuk meningkatkan produktivitas kacang hijau adalah melalui pemanfaatan pupuk hayati berbasis Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). PGPR merupakan kelompok bakteri rizosfer yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui beberapa mekanisme seperti fiksasi nitrogen, pelarutan fosfat, produksi hormon pertumbuhan, serta peningkatan ketahanan tanaman terhadap cekaman lingkungan. Putri malu (Mimosa pudica) merupakan tumbuhan yang berasosiasi dengan mikroba rizosfer potensial seperti Rhizobium, Azospirillum, dan Pseudomonas yang efektif sebagai PGPR. Studi ini menggunakan metode tinjauan pustaka untuk mengevaluasi efektivitas isolat PGPR dari akar M. pudica dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Hasil studi menunjukkan bahwa aplikasi PGPR dari M. pudica, terutama dengan dosis 25 ml/liter yang dikombinasikan dengan pupuk NPK, mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah polong, dan bobot biji secara signifikan. Penggunaan PGPR tidak hanya mendukung produktivitas tanaman tetapi juga mendorong pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Efektivitas Penerapan Internal Control System pada Pangan Hortikultura di Pasar Renteng, Kabupaten Lombok Tengah Barito Noviandi Guna; Taslim Sjah; Ketut Budastra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7379

Abstract

Pasar rakyat berperan sebagai simpul penting distribusi pangan segar, namun rentan menjadi titik lemah dalam pengawasan keamanan pangan akibat kondisi sanitasi yang kurang memadai dan rendahnya kesadaran pelaku pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan Internal Control System (ICS) dalam mendukung pengawasan keamanan pangan hortikultura di Pasar Induk Renteng, Kabupaten Lombok Tengah, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan unit analisis berupa sistem pengawasan pangan di pasar, mencakup pelaku pasar, kondisi sanitasi, dan pengelolaan mutu hortikultura. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dari laporan pengawasan dan uji cepat terhadap 69 sampel hortikultura tahun 2024. Hasil menunjukkan bahwa penerapan ICS efektif meningkatkan pemahaman pedagang sebesar 35% dan konsumen sebesar 18%, memperbaiki sanitasi pasar, serta mendukung ketersediaan produk yang lebih aman. ICS dinilai memiliki peluang besar karena bersifat partisipatif dan mudah diadaptasi. Namun, keterbatasan pelatihan, belum terbentuknya tim pengawas, dan infrastruktur sanitasi yang belum memadai menjadi kendala. Diperlukan integrasi ICS ke dalam kebijakan pasar serta pelatihan berkelanjutan untuk mendukung pengawasan pangan yang berkelanjutan.
Potensi Biochar Limbah Rumput Laut dalam Meningkatkan Kesehatan Tanah di Lahan Kering dan Implikasinya terhadap Pendapatan Petani Sulfaida Pratami; M. Taufik Fauzi; Suwardji; Taslim Sjah; A.A Sudharmawan; Mulyati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7395

Abstract

Lahan kering memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional, namun produktivitasnya rendah akibat kesehatan tanah yang buruk dan dampak perubahan iklim. Salah satu solusi yang menjanjikan adalah penggunaan biochar dari limbah rumput laut yang kaya unsur hara dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi biochar limbah rumput laut dalam meningkatkan kesehatan tanah di lahan kering dan implikasinya terhadap pendapatan petani. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis literatur ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa biochar rumput laut dapat meningkatkan kapasitas tukar kation, ketersediaan hara, retensi air, serta aktivitas mikroba tanah. Hal ini berdampak pada peningkatan produktivitas tanaman dan efisiensi penggunaan pupuk, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan petani. Oleh karena itu, biochar limbah rumput laut berpotensi sebagai solusi berkelanjutan untuk rehabilitasi lahan kering di Indonesia.
Produksi Nanoselulosa Berkelanjutan dari Tongkol Jagung untuk Adsorpsi Logam Berat yang Efisien: Sebuah Tinjauan Firman Abadi Saputra; M. Taufik Fauzi; I Wayan Sudika; A.A. Ketut Sudharmawan; Taslim Sjah; Suwardji; Mulyati; Diah Miftahul Aini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7418

Abstract

Kontaminasi logam berat pada tanah pertanian merupakan ancaman signifikan terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah dengan aktivitas industri dan pertanian yang intensif. Meskipun teknik remediasi konvensional banyak digunakan, seringkali terkendala oleh biaya operasional yang tinggi, munculnya polutan sekunder serta efisiensi yang rendah pada konsentrasi kontaminan yang rendah. Menanggapi keterbatasan tersebut, tinjauan ini membahas potensi pemanfaatan limbah tongkol jagung sebagai adsorben logam berat dengan menyajikan sumber informasi yang komprehensif bagi para peneliti dan profesional industri. Metodologi yang digunakan mencakup tinjauan literatur ilmiah secara ekstensif terkait produksi nanocellulose dan adsorpsi logam berat melalui Google Scholar, Mendeley, dan basis data ilmiah lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa tongkol jagung kaya akan selulosa dan sangat ideal sebagai bahan baku sintesis nanoselulosa. Teknik karakterisasi seperti Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), Scanning Electron Microscopy (SEM), dan X-Ray Diffraction (XRD) mengonfirmasi kesesuaian struktur kimia bahan tersebut. Studi adsorpsi menunjukkan kemampuan yang efektif dalam menghilangkan ion logam berat melalui mekanisme ikatan ionik, kompleksasi, dan pertukaran ion. Temuan ini menyoroti dua manfaat utama dari pendekatan ini: mengubah limbah pertanian menjadi material bernilai tambah dan menyediakan alternatif yang ramah lingkungan serta hemat biaya untuk dekontaminasi tanah. Tinjauan ini menjadi referensi penting bagi peneliti, pelaku agribisnis, dan praktisi yang tertarik pada strategi berkelanjutan untuk remediasi lingkungan, serta menunjukkan arah pengembangan yang menjanjikan di masa depan.
Parameter Genetik Beberapa Galur S5 Jagung (Zea mays L.) dalam Pengembangan Varietas Unggul Tahan Kekeringan Safira Mawaddah; Taufik Fauzi; A. A. Ketut Sudharmawan; Suwardji; Taslim Sjah; Mulyati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/smt98n70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi parameter genetik beberapa galur jagung generasi S5 hasil selfing dari populasi F2 hasil hibridisasi antara P8IS dengan NK212 dan NK7328, guna mendukung pengembangan varietas jagung unggul tahan kekeringan. Evaluasi dilakukan dengan mengamati karakter agronomis utama, serta menghitung nilai koefisien keragaman genetik (KKG) dan heritabilitas arti luas. Penelitian menggunakan 30 galur S5 dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot biji kering pipil per tanaman memiliki nilai KKG tertinggi (16,23%) dan masuk dalam kategori keragaman genetik luas, sedangkan karakter lain seperti tinggi tanaman dan diameter tongkol memiliki keragaman sedang. Nilai heritabilitas tertinggi tercatat pada karakter bobot biji pipil (49,55%), sementara karakter seperti bobot tongkol kering panen memiliki heritabilitas rendah (3,64%). Temuan ini menunjukkan bahwa galur S5 tertentu memiliki potensi genetik tinggi untuk dikembangkan sebagai varietas jagung tahan kekeringan, khususnya melalui seleksi terhadap karakter-karakter dengan heritabilitas sedang hingga tinggi.
Analisis Keuntungan dan Nilai Tambah Pada Usaha Penggilingan Jagung di Desa Jelantik Lombok Tengah (Studi Kasus Usaha Penggilingan Jagung Milik Pak Azam) Hana Restika; Muktasam; Hayati; Taslim Sjah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/fcs0v961

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas pangan yang perannya semakin bergeser dari konsumsi rumah tangga menuju bahan baku industri pakan ternak. Permintaan jagung yang terus meningkat mendorong munculnya inisiatif lokal berupa unit usaha penggilingan jagung rakyat, salah satunya berada di Desa Jelantik, Lombok Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan dan nilai tambah yang diperoleh dari penggilingan jagung menjadi bahan baku pakan ternak. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada usaha milik Pak Azam. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur, kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan analisis keuntungan, Break Even Point (BEP), dan metode hayami untuk menghitung nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit usaha penggilingan jagung rakyat menghasilkan keuntungan sebesar Rp255.935.200 per tahun. Analisis BEP menunjukkan titik impas produksi sebesar 516.604 kg dan BEP harga Rp4.843/kg, keduanya lebih rendah dibandingkan produksi aktual dan harga jual, sehingga usaha berada pada kondisi menguntungkan. Nilai tambah yang dihasilkan sebesar Rp588,7/kg dengan rasio 11,2% yang tergolong rendah. Dengan demikian, unit usaha penggilingan jagung rakyat di Desa Jelantik memiliki prospek ekonomi positif, namun perlu peningkatan efisiensi serta diversifikasi produk untuk memperbesar nilai tambah yang diperoleh.