Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

EDUCATION ON DENGUE FEVER CONTROL AND ENVIRONMENTAL HEALTH HYGIENE Diannita, Catharina Guinda; Sihombing, Riama Marlyn; Patrisia, Ineke; Sampepadang, Mega; Siregar, Deborah; Cucunawangsih, Cucunawangsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Dalam Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpmk.v6i1.50697

Abstract

Introduction: Dengue is a disease of global public health concern because mosquito-borne viruses can spread rapidly, especially in tropical and sub-tropical regions such as Indonesia. The purpose of community service activities is to increase public knowledge about dengue control and recognize environmental health hygiene behavior. Methods: The learning method used is a medical examination and health education. The target participants are 100,  however, the participants who fully participated in the activity were around 60. Results: After carrying out educational activities, the results of increasing participants' knowledge about dengue control and environmental health hygiene were found. The evaluation has only been carried out in the cognitive domain, while the psychomotor realm has not been carried out because this activity is only carried out once, it is necessary to have continuous activities so that there is an increase in cognitive, affective and psychomotor abilities regarding health problems in the community. Conclusion: Participants' knowledge related to dengue fever control and environmental health hygiene was found to slightly increase.
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI SEBAGAI DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA Cathryne, Joice; Siahaan, Jessica Elisabeth; Soumokil, Marsha Petrosina; Cengga, Maria Teresia; Sampepadang, Mega
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 12 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v12i2.8999

Abstract

BAHASA Kanker payudara menyumbang kematian terbanyak dikalangan wanita. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan deteksi awal kanker payudara yang penting untuk dilakukan, karena dapat meningkatkan peluang sembuh jika kanker diketahui lebih dini. Berdasarkan survei awal kepada 20 mahasiswi keperawatan di satu universitas swasta Tangerang, didapatkan 18 mahasiswi tidak pernah mendapatkan informasi SADARI, 18 tidak pernah melakukan SADARI, dan 2 mahasiswi memiliki riwayat kanker payudara di keluarganya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor-faktor pemeriksaan payudara sendiri sebagai deteksi dini kanker payudara. Metode penelitian mengunakan kuantitatif jenis deskriptif menggunakan analisis univariat dengan menggunakan 199 sampel mahasiswi keperawatan tingkat pertama pada satu universitas swasta di Tangerang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling, penelitian ini dilakukan pada bulan Februari - April 2024.  Hasil penelitian ini mendapatkan 83,9% responden memiliki pengetahuan cukup tentang pemeriksaan payudara sendiri, 54,3% responden memilki sikap negatif, 60,3% responden berperilaku kurang, 100% responden mendapatkan dukungan baik dari tenaga kesehatan dan 54,5% responden mendapatkan informasi pemeriksaan payudara sendiri dari petugas puskesmas. Perilaku seseorang dipengaruhi banyak faktor. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian dengan mencari hubungan antara faktor - faktor pemeriksaan payudara sebagai deteksi dini kanker payudara.   Breast cancer is the leading cause of death among women. Breast self-examination (BSE) is a crucial method for the early detection of breast cancer, as it increases the chances of recovery when cancer is detected early. An initial survey of 20 nursing students at a private university in Tangerang revealed that 18 had never received information about BSE, 18 had never performed BSE, and 2 students had a family history of breast cancer. This study aimed to describe the factors related to breast self-examination as a method of early detection for breast cancer. This research employed a quantitative descriptive design with univariate analysis, involving 199 first-year nursing students from a private university in Tangerang, selected through purposive sampling. The study was conducted from February to April 2024. The findings showed that 83.9% of respondents had sufficient knowledge about BSE, 54.3% demonstrated negative attitudes, 60.3% exhibited inadequate practices, 100% received good support from healthcare workers, and 54.5% obtained information about BSE from community health center staff. Many factors influence individual behavior. Future research is recommended to explore the relationships between these factors and the early detection of breast cancer.
EDUKASI KESEHATAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI MI MIFTAHUSSHIBYAN PASIRANDU CURUG: PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT Manurung, Evanny Indah; Pakpahan, Martina; Meer, Michael Vr; Eka, Ni Gusti Ayu; Ingrit, Belet Lydia; Theresia, Theresia; Sampepadang, Mega
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2290

Abstract

Latar Belakang: Usia sekolah merupakan usia penting dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik anak yang merupakan periode kritis dalam mengembangkan kebiasaan agar menetap sampai dewasa. Pada masa ini, penting sekali mengarahkan kebiasaan baik pada anak, terutama Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Guru Sekolah MI Miftahusshibyan menjelaskan masalah kesehatan yang paling sering dialami oleh siswa/siswi yaitu batuk, pilek, demam dan sakit gigi dan terjadi berulang. Masalah kesehatan ini dapat disebabkan oleh hal yang berhubungan dengan kebersihan individu, yang dimulai dari perilaku dasar seperti cara menggosok gigi yang tidak tepat, mencuci tangan tanpa menggunakan sabun, memilih makanan yang tidak sehat dan bergizi, serta kurangnya menjaga kebersihan diri. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan siswa mengenai PHBS di Sekolah. Metode: Metode yang digunakan dengan ceramah dan demonstrasi. Edukasi ini dilaksanakan pada Hari Kamis, 2 Mei 2024 pada siswa kelas 1 sampai kelas 6 dengan total peserta 250 orang. Sebelum dan setelah edukasi siswa mengisi pre-test dan post-test untuk melihat tingkat pengetahuan dan keberhasilan tujuan. Hasil: Hasil analisis pre-test menunjukkan 78 peserta memiliki tingkat pengetahuan baik. Setelah dilakukan post-test siswa yang memiliki pengetahuan nbaik bertambah menjadi 129 orang. Kesimpulan: Pengetahuan siswa tentang PHBS anak usia sekolah mengalami peningkatan.
EDUKASI PENCEGAHAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN ATAS (ISPA) PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI SDIT ASSALAM CURUG Pakpahan, Martina; Sampepadang, Mega; Manurung, Evanny Indah; Eka, Ni Gusti Ayu; Ingrit, Belet Lydia; Meer, Michael Vr; Theresia, Theresia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2314

Abstract

Latar Belakang: Perubahan cuaca dan perilaku tidak sehat dapat meningkatkan risiko penyakit seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Siswa sekolah dasar lebih rentan terhadap penyakit ISPA karena sistem kekebalan tubuh mereka masih dalam tahap perkembangan, dan interaksi yang intens antara siswa di sekolah dapat meningkatkan risiko penularan infeksi antar siswa. Informasi sekolah SDIT Assalam Curug bahwa ISPA menjadi masalah kesehatan yang paling sering terjadi di antara siswa-siswi. Karena itu edukasi pencegahan ISPA pada siswa dirasa penting dilakukan. Tujuan: Edukasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi mengenai pentingnya pencegahan ISPA dan mampu mempraktikkan etika batuk dan bersin dengan benar di Sekolah. Metode: Edukasi kesehatan dilaksanakan pada hari Jumat, 3 Mei 2024, dengan peserta 113 siswa-siswi kelas 3, 4 dan 5. Edukasi dilakukan dengan ceramah, demonstrasi, games dan diskusi. Pre-test dan post-test diberikan kepada peserta untuk mengevaluasi pengetahuan peserta dan keberhasilan tujuan kegiatan. Hasil: Rerata nilai pre-test sebesar 7,48, dan terdapat peningkatan pengetahuan dimana rerata nilai post-test sebesar 7.93. Peserta juga mampu mendemonstrasikan ulang etika batuk dan bersin dengan baik. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan dan kemampuan siswa-siswi dalam pencegahan ISPA. Edukasi kesehatan sesuai masalah kesehatan yang dialami siswa-siswi perlu rutin dilakukan dalam menjaga status kesehatan.
Beban Kerja Perawat dengan Kejadian Low Back Pain di Satu Rumah Sakit Swasta Indonesia Bagian Timur Mataheru, Desri; Munte, Lidia Ningsih; Nahak, Sarma Ulina; olang, Janwar; Sampepadang, Mega
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 3 (2025): Juni 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i3.6724

Abstract

Perawat memiliki peran penting dalam tenaga kesehatan untuk memberikan asuhan keperawatan berkualitas. Asuhan keperawatan dipengaruhi beban kerja. Beban kerja merupakan tugas yang diberikan dalam bentuk fisik maupun psikis. Perawat sering melakukan aktivitas berulang seperti membungkuk, mengangkat, dan memindahkan pasien dengan postur tidak ergonomis, yang berisiko menyebabkan low back pain. Low back pain merupakan gangguan muskuloskeletal yang disebabkan postur tubuh yang kurang tepat, diakibatkan penerapan ergonomik yang buruk, serta tekanan berulang yang merusak otot punggung bawah dan menyebabkan nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara beban kerja terhadap low back pain, menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 250 responden, dengan jumlah sampel sebesar 149 menggunakan purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada Februari – Maret 2025 di rumah sakit Siloam Kupang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu 2 kuesioner untuk mengukur beban kerja dan low back pain pada perawat. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-square. Analisa data yang digunakan adalah analisa data univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 149 responden sebanyak 96 perawat (64.4%) mengalami beban kerja rendah dan 53 perawat mengalami beban kerja tinggi, 74 perawat (49.7%) mengalami kejadian low back pain sedang. Berdasarkan hasil uji Chi-square, p-value 0.028 (<0.05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara beban kerja dengan kejadian low back pain pada perawat. Pelatihan rutin tentang prinsip ergonomik diperlukan untuk mengurangi risiko low back pain dan meningkatkan efektivitas kerja. Perawat disarankan mencatat intensitas tugas harian untuk mengidentifikasi pola beban kerja tinggi dan berkoordinasi dengan manajemen guna mencegah penumpukan tugas individu tertentu.
Webinar Sosialisasi dan Edukasi Penggunaan Aplikasi SDKI, SLKI, SIKI dan SOP PPNI Sinulingga, Elysabeth; Patrisia, Ineke; Juhdeliena, Juhdeliena; Surbakti, Juwita Fransiska Br; Sampepadang, Mega
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/z08vc040

Abstract

Peraturan Menteri Kesehatan (KMK) Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/425/2020 tentang Standar Profesi Perawat menyatakan bahwa diagnosa keperawatan yang terkait dengan Indonesia juga dimasukkan ke dalam daftar diagnosa keperawatan. Standar Kinerja Keperawatan Indonesia (SLKI) dan Standar Kinerja Keperawatan Indonesia (SIKI) mengacu pada standar intervensi, dan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) dan Katalog Kompetensi mencakup standar intervensi. Tujuannya untuk memperdalam pengetahuan, memahamidan membuat diagnosa keperawatan serta mengetahui hasil asuhan dan intervensi yang dilakukan sesuai dengan 4S PPNI. Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi yang terdiri dari ceramah dan diskusi disertai tanya jawab. Pre-test dilaksanakan sebelum webinar dan diakhiri dengan post-test setelah webinar. Pada hasil pre-test dan post-test webinar 4S Education Growth diperoleh mean pre-test sebesar 60,2 dan mean post-test sebesar 76,0. Nilai tambah setelah pelatihan adalah sekitar atau 15,8 poin untuk seminar. Artinya peningkatan skor pasca pengajaran selama seminar pada 4 S yang diperiksa adalah sekitar 15,8 poin per peningkatan. Berdasarkan hasil yang diperoleh, disimpulkan bahwa seminar ini menambah pengetahuan dan pemahaman tentang 4S.
STRES PERAWAT INDONESIA DI MASA PERUBAHAN Nadita, Niken; Mata, Shinta Dwiyanti; Juniarta; Sampepadang, Mega
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 8 No 2 (2024): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v8i2.6871

Abstract

Stress has both positive and negative effects on nurses. Changes in the hospital's management and systems necessitate nurses to adjust to the hospital's new policies, work culture, and environment, which can be stressful. In addition, nurses’ workloads may be impacted during the change and transition, increasing their stress levels. This study aimed to describe the stress levels of head nurses and nursing staff during a hospital’s transitional period. The research employed a quantitative descriptive cross-sectional design. This study used a purposive sampling method, recruiting 44 registered nurses. Inclusion criteria were those who have worked for at least one year under the current management system. Utilizing the Indonesian version of the Bianchi Stress Questionnaire, this study measured levels of work-related stress (Alpha Cronbach 0,974). This study was conducted midway through 2019. A descriptive statistic is used to measure the nurses’ level of stress. The results of this study, 37.5 percent of head nurses (n=16) experienced mild stress and severe stress during the transition period, with personnel management (M = 3.8; SD = 1.99) and unit management (M = 3.8; SD = 1.97) being the most intense stressors. In addition, 53.58 percent of nursing staff experienced severe stress, with interpersonal relationships constituting the most intense stressor (M = 4.48, SD = 1.35). Despite stress from various subscales, this study provides evidence that during the transition period, head nurses and nursing staff can experience mild to severe stress levels, and the recommendation for future research is to investigate the contributing factors of stress in nurses.
Edukasi Cara Merawat Orang dengan HIV/AIDS pada Caregiver di Kabupaten Tanah Karo: Educating Tanah Karo District Caregivers on How to Take Care for Individuals with HIV/AIDS Sihombing, Yulia; Theresia, Theresia; Sinulingga, Elysabeth; Sampepadang, Mega; Debby, Chryest
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 11 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i11.9660

Abstract

People living with HIV/AIDS (PLWHA) often experience stigma and discrimination in the community, so they usually keep their HIV/AIDS status a secret and experience rejection by both family and the community. An informal caregiver is a companion, consisting of friends, neighbors, or volunteers, who take care of PLWA who are excluded by their family and need help/assistance to carry out activities related to daily needs and medication. The Commission for HIV/AIDS and Drug Control (KPA) GBKP Moderamen Tanah Karo shelters and assists volunteers who act as caregivers of PLWHA. The purpose of this PKM is to provide health education related to PLWHA assistance, aiming to increase caregiver capacity and enrich the knowledge of KPA GBKP staff. The method of conducting PKM is by educating caregivers on how to care for people living with HIV/AIDS through online seminars delivered by PKM team members. The results of this PKM showed an increase in knowledge, as indicated by a rise in the pretest mean from 66.8 to 80.5 in the posttest. Health education increases caregiver knowledge, as evidenced by the posttest average, which shows a significant increase in knowledge.
PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN EDUKASI KEBUTUHAN GIZI ANAK DAN PENCEGAHAN STUNTING Pakpahan, Martina; Theresia, Theresia; Eka, Ni Gusti Ayu; Ingrit, Belet Lydia; Sampepadang, Mega
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20272

Abstract

Abstrak: Sejak pandemi COVID-19, prevalensi stunting terus meningkat dan menjadi fokus program kesehatan secara nasional saat ini. Hal tersebut dapat dikaitkan dengan aspek ekonomi, status kesehatan ibu (maternal), riwayat kehamilan, keterbatasan mengakses pelayanan kesehatan dan rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait gizi. Desa kadu dipilih sebagai lembaga mitra, selain karena lokasi dekat dengan kampus, juga permasalahan kesehatan terkait gizi pada anak dan stunting cukup tinggi, yaitu sebesar 5-10 kasus pertahun 2022. Edukasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mengenal kebutuhan gizi pada anak serta pencegahan stunting. Kegiatan melibatkan masyarakat umum baik pria dan wanita, dimana pemeriksaan kesehatan diikuti 55 peserta, dan edukasi kesehatan diikuti sebanyak 73 peserta. Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan mayoritas peserta memiliki riwayat Hipertensi (58,18%), IMT Obesitas, Gula darah Normal (<200 mg/dL), dan Asam urat tinggi (>6 mg/dL). Pengetahuan peserta dapat dilihat dari rerata nilai pre-test yaitu 53,47, sedangkan rerata nilai post-test sebesar 61. Hal tersebut menunjukkan bahwa edukasi berdampak meningkatkan pengetahuan peserta yaitu sebesar 7,53. Edukasi kesehatan dan upaya perbaikan gizi dapat terus dilakukan dengan melibatkan multisektor untuk percepatan pengendalian Stunting.Abstract: Since the COVID-19 pandemic, the prevalence of stunting has continued to increase and is the focus of current national health programs. This can be attributed to economic aspects, maternal health status, pregnancy history, limited access to health services, and low knowledge and awareness of nutrition. Kadu Village was chosen as a partner institution, not only because it is close to the campus, but also because health problems related to child nutrition and stunting are quite high, 5-10 cases per year in 2022. Education and medical check-up were conducted in Kadu village (RW 06) on May 31, 2023. This activity was a collaboration between the Faculty of Nursing and the Township Management Division (TMD) of Lippo Karawaci. Health assessments include height, weight, blood sugar, blood pressure, and uric acid. Education is expected to increase public awareness in recognizing children's nutritional needs and preventing stunting. 55 participants attended health check-up activities while 73 participants attended health education. The characteristics of the participants were the majority; female (87.27%), elementary school education (43.64%), and not working (80%). In addition, it is known that the average age is 54.42 years, the average age of marriage is 21.16 years, and the average age of giving birth to the first child is 22.32 years. The results of the health examination showed that most participants had a history of hypertension (58.18%), BMI obesity, normal blood sugar (<200 mg/dL), and high uric acid (>6 mg/dL). Participants' knowledge can be seen from the average pre-test score of 53.47, while the average post-test score is 61. This shows that education impacts increasing participants' knowledge by 7.53. Health education and nutrition improvement efforts can continue to be carried out by involving multi-sectors to accelerate stunting control. 
PEMBERDAYAAN KELUARGA MELALUI PELATIHAN MAKANAN SEHAT DAN EKONOMI SEHAT DI KAMPUNG DADAP Pakpahan, Martina; Theresia, Theresia; Manurung, Evanny Indah; Eka, Ni Gusti Ayu; Ingrit, Belet Lydia; Sampepadang, Mega; pramono, Rudy
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24426

Abstract

Abstrak: Kesulitan ekonomi, pengetahuan yang terbatas, dan jumlah anggota keluarga yang banyak turut berpengaruh dalam pemenuhan gizi pada keluarga. Kampung Dadap dipilih sebagai lembaga mitra dikarenakan jumlah kasus gizi kurang pada anak cukup tinggi, yaitu sebanyak 30 kasus pada tahun 2023-2024. Kegiatan pelatihan dibagi dalam dua sesi yaitu; Makanan sehat keluarga dan Wirausaha Kuliner, yang diselenggarakan oleh Fakultas Keperawatan dengan Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan. Edukasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan minat masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga dan mengembangkan usaha kuliner sebagai bentuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kegiatan Edukasi dilaksanakan di kampung Dadap pada 28 November 2023 dengan diikuti 47 peserta. Karakteristik peserta yaitu; Perempuan/Ibu rumah tangga (100 %), usia 23-72 tahun, memiliki jumlah anak dalam keluarga 0-5 anak. Pengetahuan peserta dapat dilihat dari rerata nilai pre-test yaitu 41,95, sedangkan rerata nilai post-test sebesar 75.75. Hal tersebut menunjukkan bahwa edukasi berdampak dalam meningkatkan pengetahuan peserta yaitu sebesar 33,79. Kerjasama lintas sektor dalam pemberdayaan keluarga perlu dilakukan secara berkelanjutan.Abstract: Nutrition-related issues continue to be a challenge today. Economic difficulties, many family members, and limited knowledge contribute to the fulfillment of nutrition in the family. Efforts are needed to increase family empowerment. Kampung Dadap was chosen as a partner institution because the number of cases of malnutrition in children is relatively high, which amounted to 30 cases in 2023-2024. Education is divided into two sessions: Healthy Family Food and Culinary Entrepreneurship and a cooking demonstration. This activity is a collaboration between the Faculty of Nursing and the Faculty of Tourism, Universitas Pelita Harapan. Education aims to increase community knowledge and interest in meeting family nutritional needs and developing culinary businesses as a form of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). Educational activities were held in Dadap village on November 28, 2023, with 47 participants. The characteristics of the participants are women/housewives (100%), aged 23-72 years, and the number of children in the family is 0-5. The participants' knowledge can be seen from the average pre-test score of 41.95, while the average post-test score is 75.75. This shows that education has an impact on increasing the participants' knowledge by 33.79. Cross-sectoral cooperation in family empowerment needs to be carried out continuously.