Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EDUKASI TERPADU PERSONAL HIGIENE UNTUK MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MURID SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH SAMBON KECAMATAN BANYUDONO, BOYOLALI Riandini Aisyah; Siti Soekiswati; Sa'idatul Fithriyah; Asri Alfajri; Dodik Nursanto; Restu Triwulandani Tolibin; Nur Ariska Nugrahani; Ardiva Fatimatul Khofifah; Aurora Revi Samantha; Balqis Dhiya Nafisa; Devina Maydiona Maharani; Fawwaz Mahardika Pranata; Faza Ovita Balqis; Handika Muhammad Bimantoro; Rengganis Sungsang Kosala; Revalina Azlia Bilbina Balqis; Salma Zakiyatusholihat; Sri Dewi Astutik; Jauza'naia Kusmawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 6. No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v6i1.16119

Abstract

ABSTRAK Rendahnya kebersihan diri dan keterbatasan fasilitas sanitasi di Sekolah Dasar (SD) meningkatkan risiko penyakit menular, termasuk infeksi cacing. Di SD Muhammadiyah Sambon, Boyolali, siswa masih kurang memahami thaharah, penyakit menular, dan infeksi kecacingan. Fasilitas kebersihan di sekolah juga belum sepenuhnya mendukung praktik hidup bersih. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang thaharah sebagai dasar kebersihan diri, mencegah penyakit menular dan infeksi cacing, serta membantu mengoptimalkan fasilitas kebersihan di sekolah. Metode yang digunakan meliputi pre-test, penyampaian materi interaktif dengan media visual, diskusi, simulasi perilaku, dan post-test untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Januari 2026 dengan peserta kegiatan adalah siswa-siswi kelas V SD Muhammadiyah Sambon, Boyolali. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan siswa, terutama pada materi infeksi kecacingan. Penyediaan fasilitas kebersihan turut mempermudah praktik langsung di sekolah. Hal ini, menegaskan pentingnya edukasi thaharah dan optimalisasi fasilitas sanitasi untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat. ABSTRACT Low personal hygiene and limited sanitation facilities in elementary schools increase the risk of communicable diseases, including helminth infections. Students’ understanding of thaharah, communicable diseases, and helminth infections Muhammadiyah Sambon Elementary School, Boyolali, remains limited. School hygiene facilities also do not yet fully support clean and healthy practices. This community service program aimed to improve students’ knowledge of thaharah as a foundation for personal hygiene, prevent communicable diseases and helminth infections, and optimize school hygiene facilities. The methods included a pre-test, interactive learning using visual media, discussions, behavioral simulations, and a post-test to evaluate changes in knowledge. The activity was conducted on January 2026, with level 5 Muhammadiyah Sambon, Boyolali elementary school students participating. The results demonstrated a significant increase in students’ knowledge, particularly regarding helminth infections. The provision of hygiene facilities also facilitated direct practice at school. These findings highlight the importance of thaharah education and the optimization of sanitation facilities in promoting clean and healthy behaviors.
LILA dan Sanitasi Lingkungan Faktor Resiko Stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan Dania Talitha Rahma; Mohammad Shoim Dasuki; Tri Agustina; Asri Alfajri
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan gangguan nutrisi jangka panjang karena asupan tidak terpenuhi. Stunting dilihat dari nilai Z-score <-2 SD dan <-3 SD. Di Indonesia tahun 2018 angka stunting tergolong tinggi yaitu 30,8%. Dampak dari terjadinya stunting yaitu kegagalan proses metabolisme, gangguan pada proses tumbuh balita, fungsi kognitif dan daya tahan tubuh menurun, dan berisiko terkena penyakit degeneratif. Beberapa faktor yang mengakibatkan stunting diantaranya status gizi ibu hamil dan akses sanitasi lingkungan. Data Puskesmas Juwiring tahun 2022 sanitasi lingkungan 46%, dan KEK 16,6%. Cakupan normal nasional untuk data sanitasi lingkungan 80% dan KEK 14,5%. Penelitian bertujuan menganalisis LILA dan sanitasi lingkungan faktor resiko stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan case control. Besar sampel 180, dengan purposive sampling. Data diolah menggunakan distribusi frekuensi, Chi- Square, dan regresi logistik. Hasil menunjukkan LILA (p<0,001), sanitasi lingkungan (p<0,001) berpengaruh terhadap kejadian stunting pada 1000 HPK. Kesimpulan dari penelitian bahwa LILA dan sanitasi lingkungan merupakan faktor yang berhubungan dengan stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan.
inggris M Daffa Qory Maulana; Metana Puspitasari; Riandini Aisyah; Asri Alfajri
Indonesian Journal of Health Science Vol 10 No 02 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ijhs.v10i02.13368

Abstract

Typhoid fever is a systemic infection caused by Salmonella typhi bacteria that predominantly affects children. Monocyte to Lymphocyte Ratio (MLR) and Neutrophil to Lymphocyte Ratio (NLR) are simple hematological parameters that potentially describe the inflammatory response. This study aims to determine the correlation between the MLR and NLR and the length of hospital stay in pediatric typhoid fever patients.This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach and involved 48 pediatric typhoid fever patients treated at PKU Muhammadiyah Sampangan Hospital, Surakarta. Data on MLR, NLR, and length of hospital stay for pediatric typhoid fever patients were obtained from medical records. Statistical analysis was used to evaluate the correlation between variables. MLR (p = 0.653, r = -0.067) and NLR (p = 0.231, r = 0.176). These findings indicate that MLR and NLR values are not accurate predictors of length of stay in pediatric typhoid fever patients. MLR and NLR are not significantly correlated with length of hospital stay in pediatric typhoid fever patients. This study confirms that simple hematological parameters are insufficient to describe the factors affecting length of hospital stay in pediatric typhoid fever patients