Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS BEBERAPA JAMUR (Aspergillus sp, Beauveria Bassiana, Verticilliumsp) UNTUK MENGENDALIKAN PUPA PENGGEREK BUAH KAKAO (Conopomorpha cramerella Snellen) Silviani Silviani; Alam Anshary; Irwan Lakani
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 4 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i4.1790

Abstract

Kakao merupakan salah satu produk pertanian yang dapat diandalkan dalam mewujudkan program pembangunan pertanian, khususnya dalam hal penyediaan lapangan kerja, pendorong pengembangan wilayah, peningkatan kesejahteraan petani dan peningkatan pendapatan/devisa Negara. Kerugian akibat serangan PBK merupakan resultan dari penurunan berat biji, kehilangan hasil dan meningkatnya biaya panen diakibatkan sulitnya memisahkan biji yang terserang dari kulit buahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengaplikasian beberapa jamur dalam berbagai konsentrasi terhadap pupa penggerek buah kakao. Pengambilan pupa serangga PBK yaitu dikumpulkan dari buah kakao yang memiliki gejala serangan PBK, selain itu juga pupa serangga didapatkan dari tumpukkan buah dan kulit-kulit buah kakao, Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 3 perlakuan dan 1 kontrol yang diulang sebanyak 3 kali. Setiap perlakuan menggunakan 10 ekor pupa uji. Berdasarkan hasil uji ketiga jenis cendawan entomopatogen yang dapat menyebabkan mortalitas pupa PBK (C. cramerella), dari ketiga cendawan tersebut yang lebih efektif digunakan yaitu cendawan Aspergillus sp dengan tingkat mortalitas 90,50%, sedangkan tingkat mortalitas cendawan Verticillium sp yaitu 80,50% dan yang terendah cendawan Beauveria Bassiana yaitu 56,67%.
Uji Aktivitas Insektisida Ekstrak Daun Serai Terhadap Ulat Daun Kubis (Plutella xylostella L.) di Laboratorium Shahabuddin Shahabuddin; Alam Anshary
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 17 No 3 (2010): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study was conducted to evaluate effects of varied concentrations of methanol extract of lemon grass, Andropogon nardus L. (10.5%, 9.5%, 8.5%, 7,5%, 6.5%, and 0% as control) on mortality and feeding activity of the third-instars of P.xylostella larvae. It was used a randomized complete design with three replicates. The results showed that the leaf extract of Andropogon nardus at 8.5 % was the best treatment as it could caused high mortality of P. xylostella (66.67 %) and it was able to deter the feeding activity up to 82.66 %. The data suggested that extracts of Andropogon nardus contains toxic oil and feeding activity repellant.
Research Development of Processing Cocoa Beans Alam Anshary
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 2 No 1 (2015): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v2i1.340

Abstract

The purpose of this study is to get a fresh way of processing cocoa beans or cocoa beans are not fermented into (1) dry cocoa bean with traits such as fermented, (2) powder-paste dry beans with traits such as fermented, through the removal of the pulp and seed coat cocoa, as well as pH and temperature control as well as certain long. Stages of the study consisted of : stages of treatment research 1 Introduction the determination of the cocoa beans before incubation, 2. Determination of treatment introduction to cocoa beans before incubation and incubation media solution pH determination, 3. Determination of treatment introduction to cocoa beans before incubation and incubation media concentration, 4. Incubation process conditions and incubation media concentration. The results showed that the fermentation cocoa with formic acid buffer immersion obtained results with the highest nitrogen index and the highest acidity at a concentration of 48 to 175 mM in incubation buffer using formic acid, are the best conditions for dry cocoa beans. The results of the color index during incubation at 12, 24, 36 and 48 hours of incubation media with 175 mM concentration 0.9440; 0.9952; 1.0961, and 1.1623. So the application of the cocoa beans using Formic acid as a medium 175 mm marinade for non pulp cocoa beans for 36 to 48 hours. Fermented cocoa with acid immersion liquor acetate gives the expected product form acceptable to the consumer. The use of acetate acid is a material that is very cheap and easily available in the market.
ACUTE TOXICITY OF MERCURY CHLORIDE TO TRICHOPTERA LARVAE Hasriyanty - Hasriyanty; Alam Anshary; Shahabuddin Saleh; Moh. Yunus
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 7 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v7i2.398

Abstract

Mercury waste from gold mining activities that contaminate the environment is very harmful to the living organisms including aquatic insects. This study aims to analyze the acute toxicity of mercury on Trichoptera larvae that commonly used as a bioindicator of water quality.The study was arranged in a completely randomized design with six-levels of mercury chloride (HgCl2) concentrations, namely: 0.00; 0.001; 0.005; 0.1; 0.2; and 0.3 mg / l HgCl2. A total of 20 insects larvae were used for each concentration and the insect mortality was observed in four times (30, 60, 90, and 120 minutes). The results showed that the mortality of Trichoptera larvae had occurred at 30 minutes after observation. The LC-50 value of mercury chloride against Trichoptera was 0.048 ppm. Larval mortality increased with the increase of the mercury concentration and the exposure time. These results indicate the acute toxicity of mercury chloride to Trichoptera larvae. The effect of mercury on morphological changes of the Trichoptera larvae is also observed and discussed.
BIOLOGI ULAT GRAYAK Spodoptera frugiperda J.E. Smith (Lepidoptera: Noctuidae) PADA TANAMAN JAGUNG Fadel, Moh.; Anshary, Alam
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research objective was to investigate the biology of the armyworm pest (Spodoptera frugiperda). The study was conducted at the Plant Pests and Diseases Laboratory, Faculty of Agriculture, Tadulako University, spanning from February 2020 to April 2020. The findings revealed the duration of each life stage in the life cycle of S. frugiperda: the egg stage last for approximately 3 days, the first instar larvae stage range from 2 to 3 days, the second instar larvae stage range from 2 to 3 days, the third instar last for 3 to 4 days, the fourth instar larvae stage range from 2 to 4 days, the fifth instar larvae stage last for 2 to 3 days, and the sixth instar larvae stage persist for 3 days. The pupae stage lasts for 8 to 11 days, the male imago stage span 9 to 11 days, and the female imago stage range from 10 to 13 days. Overall, the total life cycle for males is approximately 36 to 42 days, while for females, it is around 37 to 45 days. Additionally, the female imago displays a pre-oviposition period lasting 3 to 4 days, followed by an oviposition period of 5 to 6 days, and finally, a post-oviposition period of 2 to 4 days. The research also revealed the production of 7 groups of eggs with a total of 815 eggs per group.
IDENTIFIKASI CENDAWAN PATOGEN SERANGA ASAL TANAH KEBUN KAKAO DAN ASAL TANAH LIQUIFAKSI Hardianti, Hardianti; Anshary, Alam
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 3 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i3.2136

Abstract

Cendawan entomopatogen adalah organisme heterotrof yang hidup sebagai parasit pada serangga dan juga mempunyai sifat patogenik (penyebab penyakit) pada serangga atau hama. Tanah merupakan salah satu tempat untuk melihat keberadaan cendawan entomopatogen di alam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cendawan entomopatogen apa saja yang terdapat pada perkebunan kakao dan tanah liquifaksi. Penilitian dilaksanakan pada bulan juli 2019 sampai november 2019 di perkebunan kakao desa loru dan tanah liquifaksi jono oge kecamatan Sigi Biromaru kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Identifikasi dilakukan di Laboratorium Hama Penyakit tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu.dua tahap, yaitu tahap pertama mengambil pupa C. cramerella dan sampel tanah dari perkebunan kakao dan tanah liquifaksi, di bawa ke laboratorium, kemudian tahap kedua pupa yang terinfeksi patogen di isolasi kemudian di amati jenis jamur apa yang menginfeksi. Cendawan entomopatogen yang di koleksi dari lahan perkebunan kakao dan tanah liquifaksi, berjumlah 18 isolat. Dari hasil identifikasi cendawan entomopatogen ditemukan 3 genus yaitu Aspergilus pada perkebunan kakao di lapisan tanah 0-5 cm A, 5-10 cm B, 5-10 cm B, 10-15cm C, dan ditanah liquifaksi terdapat genus Aspergilus pada lapisan tanah 0-5 cm A. Genus Vertilicium pada perkebunan kakao pada lapisan tanah 0-5 cm B, 0-5 cm C, 5-10 cm A dan 10-15 cm A, Beauveria pada tanah liquifaksi pertanaman kakao di lapisan tanah 5-10 cm c.
KEANEKARAGAMAN MUSUH ALAMI Spodoptera frugiperda J. E. Smith (Lepidoptera: Noctuidae) PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays) DI DESA KALUKUBULA Allo, Kalfin Arung; Anshary, Alam; Edy, Nur
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 5 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i5.2325

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman musuh alami S. frugiperda pada ekosistem pertanaman jagung di Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru. Penelitian dilaksanakan di Desa Kalukubula dan Laboratorium Hama Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, yang berlangsung mulai dari Agustus 2021 sampai Mei 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif karena ingin menggali sesuatu hal yang baru dan dikaji lebih dalam tentang keanekaragaman musuh alami Spodoptera frugiperda pada tanaman jagung. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan seminggu sekali selama 8 minggu dengan mengumpulkan semua musuh alami S. frugiperda pada pertanaman jagung di Desa Kalukubula. Pengambilan sampling musuh alami S. frugiperda menggunakan dua metode yaitu menggunakan jaring ayun dan pengamatan secara visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 8 spesies musuh alami S. frugiperda diantaranya: Coccinella transversalis, Paederus fuscipes, Oxyopes javanus, Arctosa sp, Telenomus remus, Trichogramma sp, Sarcophaga sp, dan Beauveria bassiana. Nilai indeks keanekaragaman (H’) musuh alami S. frugiperda pada tanaman jagung tergolong dalam kategori sedang dengan nilai 1,63.
EFEKTIVITAS CENDAWAN ENTOMOPATOGEN Aspergillus sp. UNTUK PENGENDALIAN PUPA PENGGEREK BUAH KAKAO (Conopomorpha cramerella Snellen) (Lepidoptera : Gracillariidae) Nur, Sahara Fajria; Anshary, Alam; Lakani, Irwan
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i1.2449

Abstract

Cendawan Aspergillus sp merupakan salah satu cendawan entomopatogen yang sangat potensial dimanfaatkan untuk pengendalian beberapa hama termaksud penggerek buah kakao atau PBK (Conopomorpha cramerella) yang merupakan salah satu hama utama dari kakao (Theobroma cacao). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaplikasian cendawan entomopatogen Aspergillus sp. terhadap mortalitas pupa PBK (C. cramerella) dan gejala yang terjadi pada pupa C. cramerella setelah terinfeksi Aspergillus sp. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, pada bulan Desember 2019 sampai dengan Maret 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 perlakuan dan 1 kontrol yang diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengenceran 10-3, 10-5, 10-7 dan 10-9 yang sangat berpengaruh dalam efektivitas mortalitas pupa PBK (C. cramerella) adalah 10-3 dengan konsentrasi 5,06 x 105 spora/ml. Sedangkan gejala yang terjadi pada pupa PBK (C. cramerella) setelah aplikasi diawali oleh perubahan bentuk morfologi yang berubah yaitu permukaan kulit atau tekstur pupa PBK (C.camerella) menjadi kasar, mengeras, tampak kaku dan mengeluarkan bau yang tidak sedap, serta miselium telah menyelimuti pupa PBK (C.cramerella).
Eksplorasi Parasitoid dan Cendawan Entomopatogen pada LarvaSpodoptera frugiperda (Smith) (Lepidoptera:Noctuidae) HamaTanaman Jagung di Kabupaten Sigi dan Donggala / Exploration of Parasitoids and Entomopathogenic Fungi on LarvaeSpodoptera frugiperda (Smith) (Lepidoptera: Noctuidae) Pests of Cornin Sigi and Donggala Districts Syarifuddin, Rifni Qadriani; Anshary, Alam; Yunus, Moh; Rahman, Abdul; Edy, Nur; Syarifuddin, Rifni Nikmat
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i2.867

Abstract

        Spodoptera frugiperda J. E Smith atau ulat grayak jagung (UGJ) merupakan salah satu hamautama pada tanaman jagung yang menyebabkan serangan parah sehingga tanaman menjadi rusak dan mati. Parasitoid dan cendawan entomopatogen merupakan musuh alami yang dapat digunakan untuk mengendalikan UGJ. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mengidentifikasi parasitoid dan cendawan entomopatogen pada larva UGJ tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di tiga desa pada Kabupaten Sigi dan Donggala. Identifikasi parasitoid dan entomopatogen pada larva UGJ dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan purposive sampling, dengan adanya kotoran yang menyerupai serbuk gergaji pada tanaman jagung sebagai kriteria pengambilan sampel di lahan budidaya tanaman jagung. Sampel yang dikumpulkan sebanyak 20 larva/lokasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu ditemukan dua jenis parasitoid larva yaitu Megaselia scalaris dan Winthemia trinitatis, serta satu jenis cendawan entomopatogen yaitu Aspergillus sp.              Spodoptera frugiperda J. E. Smith, commonly called corn armyworm (UGJ), is one of the main pests on corn plants, which has severe attacks that cause damage and death of plants. Parasitoids and entomopathogenic fungi are natural enemies that can be used to control UGJ. This research aimed to find and identify parasitoids and entomopathogenic fungi found in UGJ larvae on corn plants. This research was conducted in three villages located in Sigi and Donggala Regencies. Identification of parasitoids and entomopathogens in UGJ larvae was carried out at the Pest and Disease Laboratory, Faculty of Agriculture, Tadulako University. This research used a survey method with purposive sampling, with the presence of dirt resembling sawdust on corn plants as a sampling criterion on corn cultivation land; the samples collected were 20 larvae/location. The results obtained from this research were that two types of parasitoid larvae were found, namely Megaselia scalaris and Winthemia trinitatis, as well as one type of entomopathogenic fungus, namely Aspergillus sp.
Kepadatan Populasi dan Gejala Serangan Wereng Perut Putih (Stenocranus pacificus Kirkaldy) (Hemiptera : Delphacidae) pada Tanaman Jagung Varietas Pertiwi 5 dan Arumba Andika, Nur Syfa Husni; Anshary, Alam; Saleh, Shahabuddin; Pasaru, Flora; Toana, Moh. Hibban; Hadid, Abd.
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 31 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v31i2.2175

Abstract

Wereng perut putih (Stenocranus pacificus Kirkaldy) (Hemiptera: Delphacidae) merupakan salah satu jenis hama yang ditemukan menyerang tanaman jagung di Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ciri morfologi S. pacificus, mengetahui kepadatan populasi, gejala serangan S. pacificus serta hubungan antara kerapatan trikoma dan populasi S. pacificus pada tanaman jagung Pertiwi 5 dan Arumba. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanaman jagung Desa Labuan Toposo, kab. Donggala dan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, dimulai pada bulan Juli-November 2023. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode eksperimental dengan menanam dua varietas jagung yaitu A1=Pertiwi 5 dan A2=Arumba diulang sebanyak 6 kali dan diperoleh 12 unit percobaan. Ciri morfologi eksternal S. pacificus yaitu abdomennya berwarna putih pada betina dan orange pada jantan. Kepadatan populasi S. pacificus tertinggi ditemukan pada varietas pertiwi 5 dengan rata-rata 34,83 ekor/plot dan varietas arumba 20,21 ekor/plot. Gejala serangan tertinggi pada varietas pertiwi 5 dengan rata-rata 1,87% dan varietas arumba 0,92%. Kepadatan populasi dan gejala serangan pada kedua varietas lebih tinggi ditemukan pada fase vegetatif. Hasil uji korelasi antara kerapatan trikoma dan kepadatan populasi S. pacificus menunjukkan semakin tinggi kerapatan trikoma maka semakin rendah kepadatan populasi S. pacificus.