Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Kasar Daun Paitan (Tithonia diversifolia)Terhadap Kepadatan Populasi, Intensitas Serangan Spodoptera exigua Hubner (Lepidoptera : Noctuidae) Dan Produksi Bawang Merah Megawati Megawati; Alam Anshary; Irwan Lakani
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 7 No 3 (2019): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian yang efektif dan ramah terhadap lingkungan misalnya pemanfaatan pestisida alami yaitu daun paitan (Tithonia diversifolia). Salah satu hama yang sering ditemukan pada tanaman bawang merah yakni Spodoptera exigua Hubner. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi ekstrak kasar daun paitan (Tithonia diversifolia) yang terbaik dalam mengendalikan hama Spodoptera exigua Hubner. Penelitian ini bertempat di Desa Oloboju, Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah dan dilaksanakan dari Bulan Mei hingga Juli 2017. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), dengan 6 perlakuan yaitu 0 (tanpa perlakuan), 2,5 g/1 liter air, 5 g/1 liter air, 7,5 g/1 liter air, 10 g/1 liter air, dan 12,5 g/1 liter air dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kepadatan populasi, intensitas serangan larvaS. exigua, dan produksi bawang merah yang tertinggi terdapat pada tanaman tanpa perlakuan serta yang terendah pada perlakuan 12,5 g/1 liter air. Ekstrak T. diversifolia mampu mengendalikan larva S. exigua yang menunjukkan adanya penurunan serangan yang ditimbulkan larva S. exigua dengan bertambahnya konsentrasi perlakuan.
SURVEI JENIS CENDAWAN ENTOMOPATOGEN PADA LAHAN PERKEBUNAN KOPI, KAKAO DAN VEGETASI HUTAN MENGGUNAKAN UMPAN PUPA Conopomorpha cramerella Snellen Agus Setiawan; Alam Anshary; Shahabuddin Shahabuddin
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 2 (2020): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis cendawan entomopatogen pada lahan perkebunankopi, kakao dan vegetasi hutan menggunakan umpan C.cramerella Snellen. Penelitian dilaksanakan pada bulan oktober 2017 sampai februari 2018.Pengambilan sampel jenis cendawan entomopatogen di lakukan di tiga lokasi yaitu perkebunan kopi dan vegetasi hutan di Desa Dongi-Dongi,Kecamatan Nokilalaki dan di perkebunan kakao di Desa Tongoa Kec. Palolo Kabupaten Sigi, Sulawesi TengahIdentifikasi dilakukan di Laboratorium Hama Penyakit tanaman Fakultas Pertanian, Untad, Palu. Tahap pertama penelitian yaitu mengambil pupa C. cramerella dan sampel tanah dari perkebunan kopi, kakao dan vegetasi hutan tahap kedua menginfeksi pupa menggunakan tanah dari tiap lokasi kemudian di identifikasi. Cendawan entomopatogen yang berhasil di koleksi berjumlah 27 isolat yang terdiri dari 4 genus yaitu Aspergilus, Verticillium, Fusarium dan Beauveria,Pada pertanaman kopi di temukan 7 isolat cendawan Aspergilus, 1 isolat Verticilium lecanii dan 1 isolat Fusarium pada pertanaman kakao di temukan 6 isolat cendawan Aspergilus, 1 isolat cendawan Fusarium dan 2 isolat tidak teridentifikasi jenis genusnya pada lokasi vegetasi hutan di temukan 7 isolat cendawan Aspergilus, 1 isolat cendawan Verticilium lecanii dan 1 isolat Beauveria.
APLIKASI CENDAWAN Aspergillus flavus UNTUK PENGENDALIAN HAMA KUTU PUTIH ( Pseudococcus sp ) PADA TANAMAN TERUNG ( Solanum molegenna L.) Jumiati Jumiati; Alam Anshary
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 1 (2021): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan dalam pembudidayaanya tanaman terung yaitu dengan adanya serangan OPT ( Organisme Pengganggu Tanaman ) yang meliputi hama dan patogen penyebab penyakit tanaman. Hama utama pada tanaman terung yaitu kutu putih dari familyPseudococcus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat mortalitas hama kutu putih dengan menggunakan cendawanentomopatogen A. flavus dengan kosentrasi kerapatan konidia yang berbeda serta gejala infeksi yang disebabkan oleh cendawan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada 20 Februari – 24 Mei 2019bertempat di Rumah kasa Jurusan Hama dan Penyakit Tanaman, dan pembuatan Media PDA dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Penelitian di desain dengan Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari : A0 = Kontrol ( aquades ) A1 = Pengenceran konidia Aspergillus flavus 10-3/ml, A2 = Pengenceran konidia Aspergillus flavus10-5/ml, A3 = Pengenceran konidia Aspergillus flavus 10-7/ml, A4 = Pengenceran konidia Aspergillus flavus 10-9/ml. Setiap perlakuan di ulang sebanyak tiga kali sehingga di peroleh 15 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat mortalitas kutu putih yang tertinggi setelah 7 HSA terdapat pada pengenceran 10-5 dengan kerapatan konidia 6,1336 x106/ml dengan persentase kematian 33,33%.
UJI BERBAGAI JENIS BAHAN MEDIA BUATAN UNTUK PERTUMBUHAN CENDAWAN Verticillium lecanii ISOLAT LOKAL PALOLO KABUPATEN SIGI Iin Ihrawati; Alam Anshary; Flora Pasaru
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 6 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaaan bahan media terhadap pertumbuhan diameter koloni dan kerapatan spora V. lecanii isolat palolo berdasarkan jenis bahan media buatan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako menggunakan (RAL) dengan 6 perlakuan pada media yang berbeda dan diulang sebanyak 3 kali. Berdasarkan hasil sidik ragam dapat dilihat bahwa Pertumbuhan diameter koloni cendawan V. lecanii isolat lokal palolo kecepatan tumbuh memiliki nilai tertinggi pada media PDA 6,01cm, wortel 5,52cm, jagung 5,05cm, beras 4,52cm, dan dedak padi 4,33cm sedangkan media serbuk gergaji 4,15 cm merupakan media yang terendah dari pertumbuhan V. lecanii isolat lokal Palolo jumlah spora V. lecanii isolat lokal palolo tertinggi pada umur biakan 7 HSI yakni terdapat pada media PDA dengan nilai 9,0x106/ml, sedangkan pada media jagung 6,1x106/ml, beras 4,1x106/ml, wortel 3,9x106/ml, serbuk gergaji 3,4x106/ml sementara itu jumlah spora pada media dedak padi 3,2x106/ml media dedak padi memiliki nilai terendah.
PENGARUH POPULASI TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum Linn.) SEBAGAI TANAMAN REPELLENT TERHADAP Plutella xylostella Linn. (Lepidoptera: Plutellidae) PADA BUDIDAYA SAWI ORGANIK Purnama wati; Alam Anshary; Moh. Yunus
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 4 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh populasi tanaman tomat sebagai tanaman Repellent terhadap kepadatan populasi Plutella xylostella pada pertanaman sawi. Penelitian ini menggunakan Metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan dan perlakuan yang diberikan antara lain T0 (tanaman sawi di tanam secara monokultur), T1 (tanaman tomat ditanam diantara tanaman sawi, populasi tomat 24 tanaman dengan jarak tanam tomat 40×40 cm), T2 (tanaman tomat ditanam diantara tanaman sawi, populasi tomat 15 tanaman dengan jarak tanam tomat 50×50 cm), T3 (tanaman tomat ditanam diantara tanaman sawi, populasi tomat 8 tanaman dengan jarak 60×60 cm). Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah populasi Plutella xylstella dan intensitas serangannya, serta produksinya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan maka tanaman tomat berpengaruh nyata dapat menekan populasi dan intensitas serangan Plutella xylostella. pada pertanaman sawi. Populasi hama tertinggi terdapat pada tanaman tanpa perlakuan T0 sebesar 1,43 ekor pertanaman dan populasi hama terendah pada perlakuan sawi ditanam di sela-sela tanaman tomat (T1) sebesar 0,40 ekor pertanaman. Intensitas serangan tertinggi terdapat pada perlakuan T0 da T2 yaitu 6,48% dan 3,72% dan intensitas serangan terendah pada perlakuan T1 yaitu 1,42%. Hasil produksi sawi tertinggi terdapat pada tanaman perlakuan sawi dikelilingi oleh tanaman tomat T1 yaitu sebesar 9,74 ton/ha sedangkan produksi sawi terendah pada tanaman tanpa perlakuan T0 sebesar 5,02 ton/ha.
APLIKASI CENDAWAN Verticillum lecanii (Hypocreales:Clavipitaceae) UNTUK PENGENDALIAN KUTU PUTIH (Pseudococcus sp) PADA TANAMAN PURING (Codiaeum variegatum) Sri lulu’an; Alam Anshary
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 4 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman puring merupakan salah satu tanaman hias yang saat ini telah banyak digemari oleh masyarakat, bagi pencinta tanaman puring salah satu kendala dalam pembudidayaannya adalah serangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) diantaranya hama kutu putih (Pseudococcus sp) untuk solusi yang perlu digunakan dalam pengendalian OPT salah satunya dengan menggunakan cendawan entomopatogen V. lecanii. ada pun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kerapatan konidia dengan suspense pengenceran yang berbeda, mengetahui gejala yang ditimbulkan oleh cendawan V. lecanii terhadap hama Pseudococcus sp dan mengetahui tingkat mortalitas yang ditimbulkan oleh cendawan V. lecanii terhadap Pseudococcus sp. metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan setelah itu jika berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan analisis data mengunakan analisis varian (ANOVA) dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi suspensi pengenceran maka semakin rendah kerapatan konidia yang di hasilkan, gejala infeksi cendawan V. lecanii terhadap serangga uji ditandai adanya perubahan warna dan serangga menjadi kaku, dan semakin rendah suspensi pengenceran konidia cendawan entomopatogen V. lecanii maka semakin tinggi tingkat mortalitas Pseudococcus sp.
APLIKASI Aspergilus sp. TERHADAP MORTALITAS Plutella xylostella L. (LEPIDOPTERA : PLUTELIDAE) DI LABORATORIUM Sri Eka Yulianti; Alam Anshary; Abd Wahid
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 1 (2022): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kubis (Brassica oleracea L.) merupakan salah satu jenis tanaman sayur sayuran dari famili Brassicaceae.Serangan hama dapat menurunkan hasil produksi pertanian setiap tahun. Salah satu hama utama yang biasanya menyerang tanaman kubis adalah hama Plutella xylostella L.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui untuk mengetahui efektivitas cendawan entomopatogen Aspergilus sp. dengan mengetahui mortalitas serta gejala infeksi pada larva Plutella xylostella L.setelah pengaplikasian.Penelitian ini di laksanakan di laboratorium hama dan penyakit tumbuhan fakultas pertanian Universitas Tadulako Palu pada Bulan Februari hingga bulan Juli 2020. Pelaksanaan Penelitian Terdiri dari Perbanyakan cendawan Aspergilus Sp.Penyediaan Serangga Uji Larva Plutella xylostella L.Pembuatan pengenceran suspensi cendawan Aspergilus sp. Penyediaan sungkup pemeliharaan serangga uji, Aplikasi cendawan Aspergilus sp.terhadap Larva uji, Variabel pengamatan dalam penelitian ini yaitu Gejala infeksi pada serangga uji yang ditimbulkan cendawan Aspergilus sp. Persentase serangga uji yang mati. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka diperoleh kesimpulan bahwa Aplikasi cendawan Aspergilus sp.dalam menyebabkan mortalitas serangga uji larva P. xylostella L. yaitu kerapatan konidia 9,365x106 /ml sebesar 36,25%, serta kerapatan konidia 8,245 x106 /ml. sebesar 31,3% Gejala dan morfologi larva yang terinfeksi Aspergilus sp. yaitu matinya larva yang ditandai dengan menghitam akan tetapi tidak mengering. Hal ini karena cairan dalam tubuh larva tidak digunakan melainkan senyawa yang dihasilkan oleh jenis cendawan ini akan Merusak komponen dinding sel sehingga tubuh larva akan terlihat menghitam dan lama kelamaan akan membusuk.
PENGARUH EKSTRAK BEBERAPA JENIS TANAMAN SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI UNTUK MENGENDALIKAN SERANGAN LALAT BUAH Bactrocera sp. (Diptera:Tephritidae) PADA TANAMAN CABAI RAWIT Gafur Gafur; Alam Anshary
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of extracts of several types of plants as plant-based insecticides to control fruit fly attacks on cayenne pepper plants. This research was conducted from February to April 2017 in Lumbutarombo Village, Banawa Selatan District, Donggala Regency, Central Sulawesi. This study used a randomized block design (RBD), consisting of 5 treatments namely: A0 = Control, A1 = Patchouli Extract, A2 = Basil Extract, A3 = Lemongrass Extract, and A5 = Lime Extract. From the results of the study showed that lemon grass leaf extract was more effective in controlling the intensity of the fruit fly attack on the chili plants. Based on the results of observation, the highest average intensity of fruit fly attack in A0 (control) treatment was 6.83%, while the lowest intensity of attack was in A3 treatment (lemongrass leaf extract), which was 2.16%. Based on observations it can be concluded that the treatment of lemongrass leaf extract as a vegetable insecticide significantly affects the intensity and is more effective in controlling the attack of Bactrocera sp. in chili plants.
PENGARUH POPULASI KEMANGI (OCIMUM SP.) SEBAGAI SUMBER REPELLENT TERHADAP PLUTELLA XYLOSTELLA L. (LEPIDOPTERA: PLUTELLIDAE) PADA BUDIDAYA SAWI ORGANIK Chrisvina Chrisvina; Alam Anshary; Hasriyanty Hasriyanty
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 6 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the effect of the population of basil as a repellent plant on the population density of Plutella xylostella in mustard greens. The research was carried out in a coffee plantation Donggala district of Central Sulawesi province in July – September 2019. This study used a Randomized Block design (RBD) method consisting of four treatments with three replicates. The treatments given were monoculture mustard cultivation (T0), population of six basil plants with spacing 70 × 70 cm grown between mustard plants (T1), population of eight basil plants with spacing 60 × 60 cm grown between mustard plants (T2), and population of 12 basil plants with spacing 50 × 50 cm grown between mustard plants (T3). The basil plants significantly reduced the population and intensity attacks of Plutella xylostella pest on the mustard plants. The T3 treatment had the lowest Plutella xylostella counts, with only three moths discovered, whereas the largest pest populations were seen in the monocultures.
UJI EFEKTIFITAS JAMUR Beauveria bassiana TERHADAP PUPA Conopomorpha cramerella Snellen (Lepidoptera: Gracillariidae) DI LABORATORIUM Muhammad Hardiansyah; Alam Anshary; Burhanuddin Nasir
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 3 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i3.1753

Abstract

Cendawan B. bassiana merupakan salah satu cendawan entomopatogen yang sangat potensial dimanfaatkan untuk pengendalian beberapa hama termaksud penggerek buah kakao atau PBK (Conopomorpha cramerella) yang merupakan salah satu hama utama dari kakao (Theobroma cacao). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kerapatan konidia cendawan entomopatogen B. bassiana. terhadap mortalitas pupa PBK (C. cramerella) dan gejala yang terjadi pada pupa C. cramerella setelah terinfeksi B. bassiana. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, pada bulan agustus sampai dengan november 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dan 1 kontrol yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerapatan 103, 106, 109 dan 1012 yang sangat berpengaruh dalam efektivitas mortalitas pupa PBK (C. cramerella) adalah 103. Sedangkan gejala yang terjadi pada pupa PBK (C. cramerella) setelah terinfeksi cendawan B.bassiana hari ke enam terlihat menghitam dan kaku.