Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Eco-friendly feed innovation: An effective strategy to reduce fish mortality rates in Central Bangka Priyansah, Sujadi; Dalimunthe, Nurzaidah Putri; Sembiring, Juhardi; Arif, Maulana; Kurnia, Feni; Syafutra, Randi; Adibrata, Sudirman; Lingga, Rahmad
Community Empowerment Vol 10 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.10673

Abstract

Former tin mining land (known locally as camoy or kulong) has the potential to be utilized as fish cultivation land. Kulong possesses potential for fish farming due to its age, which supports the availability of trophic minerals essential for fish life. Fish farmers frequently encounter problems with disease outbreaks and mortality caused by pathogens, leading to low production yields. Improving the quality of the cultivation environment, including reducing sedimentation from commercial feed, is one solution to mitigate fish diseases and mortality. This community service aims to provide training on environmentally friendly feed for fish farmers through training and mentoring in its application. The program successfully enhanced the partners' ability to produce cost-effective (organic) environmentally friendly feed from agricultural waste (oil palm kernel meal, dregs, bran), which demonstrably improved the quality of the cultivation environment, reduced fish diseases and mortality, and has the potential to increase the quality and quantity of fish production.
Obat Tradisional dari Satwa di Desa Batu Beriga, Perlang, dan Lampur Syafutra, Randi; Dalimunthe, Nurzaidah Putri; Priyansah, Sujadi; Zacky, Muhammad Ichsan; Apriyanti, Apriyanti; Dewi, Wulan; Hakim, Zikril; Julfiani, Julfiani; Wulandari, Fika; Fatmawati, Fatmawati; Apriyani, Ririn; Handayani, Helvina
Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi Vol. 9 No. 2 (2024): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v9i2.2431

Abstract

Pulau Bangka memiliki keanekaragaman satwai yang tinggi dalam pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mengevaluasi penggunaan satwa sebagai obat tradisional oleh masyarakat Desa Batu Beriga, Perlang, dan Lampur di Kabupaten Bangka Tengah. Penelitian dilaksanakan dari 1 Maret hingga 31 Mei 2024 menggunakan snowball sampling dan wawancara. Data dianalisis secara kualitatif deskriptif dan kuantitatif dengan menghitung RFC dan ICF. Sebanyak 17 spesies dari 6 kelas satwa tercatat, dengan kelas Mammalia mendominasi (47,1%). Malayopython reticulatus memiliki nilai RFC tertinggi (0,900), sementara Pontoscolex corethrurus, Manouria emys, dan Eretmochelys imbricata mencatat nilai RFC terendah (0,100). Penyakit seperti kelelahan dan demam, menunjukkan nilai ICF maksimum (1). Penelitian ini menyoroti perlunya konservasi bagi spesies yang terancam dan kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan pengobatan tradisional berbasis satwa.  
Upgrading Produk Label Kemasan Sebagai Upaya Pengembangan Daya Tarik Pemasaran Pada Umkm Rengginang di Desa Perpat, Belitung Putri, Alfira; Wulansari, Desty; Novitasari, Dini; Suhendri, Donny; Erika Pratama, Fathanah; Setiawan, Iqbal; Oktavianti Putri, Riza; Ma'mun, Syukron; Kulsum, Umi; Viola, Viola; Priyansah, Sujadi
Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasekon.v4i2.3521

Abstract

Pandemi covid-19 memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian masyarakat, hal itu menyebabkan masyarakat memanfaatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Diantaranya UMKM yang dikelola oleh Ibu Rahayu yaitu pembuatan Rengginang. Metode yang digunakan dalam hal ini adalah dengan memberikan pembinaan kepada pelaku UMKM terkait pembuatan label kemasan pada produk Rengginang, plastik packaging yang mnearik, dan teknik pemasaran dengan menggunakan Media Sosial. Kegiatan KKN yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung di Desa Perpat, Belitung dalam pemberdayaan UMKM Rengginang terkait dengan mendesain logo dan membuat label kemasan pada produk rengginang Ibu Suryani yang digunakan sebagai upgrading produk. Upgrading produk tersebut diharapkan bisa menjadi pembeda dengan produk kemasan yang lain dan menambah daya saing dalam usaha UMKM Rengginang Ibu Rahayu, dan dapat dikenali masyarakat luas, selain itu program kerja ini diharapkan bisa meningkatkan konsumen baru agar penjualan semakin meningkat serta bias menstabilkan perekonomian yang ada.
STUDI SERANGGA YANG BERPOTENSI SEBAGAI HAMA PADA TEGAKAN JATI UTAMA NASIONAL (JUN) PADA UMUR DAN LOKASI YANG BERBEDA DI KABUPATEN KULON PROGO Priyansah, Sujadi; Prijono, Agus; Kurnia, Feni
CONSERVA Vol 1 No 1 (2023): CONSERVA : Jurnal Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/conserva.v1i1.188

Abstract

Jati Utama Nasional (JUN) merupakan hasil perkembangbiakan vegetatif dengan cara stek pucuk yang berasal dari indukan Jati Plus Perhutani. JUN yang memiliki sifat unggul dari indukannya diharapkan mampu tumbuh pada setiap kondisi lahan dan tahan terhadap serangan organisme perusak salah satunya hama. Oleh karena itu perlu adanya penelitian studi serangga yang berpotensi sebagai hama untuk mengindentifikasi besar kecilnya intensitas serangan, tingkat kerusakan, pertumbuhan tanaman serta identifikasi jenis - jenis hama yang menyerang tanaman Jati Utama Nasional (JUN) di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kulon Progo yang meliputi tiga kecamatan yaitu Kecamatan Sentolo, Wates dan Panjatan. Pengambilan contoh uji dilakukan pada tanaman umur 9 dan 22 bulan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak lengkap Completely Randomized Design (CRD) yang disusun secara faktorial, yaitu terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu umur dan tempat tumbuh tanaman. Data dianalisis dengan analisis varians, dan hasil analisis yang berbeda nyata diuji lebih lebih lanjut dengan uji Least Significant Difference (LSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intensitas serangan hama pada daun terendah dihasilkan pada umur 9 dan 22 bulan pada tempat tumbuh Panjatan, sedangkan intensitas serangan hama pada batang dihasilkan pada umur 9 bulan pada tempat Sentolo. Tingkat kerusakan pada daun terendah dihasilkan pada umur 9 bulan di tempat tumbuh Panjatan. Pertumbuhan tinggi tanaman yang tertinggi pada umur 9 dan 22 bulan pada tempat tumbuh Panjatan. Faktor umur tanaman dan tempat tumbuh tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan diameter tanaman. Berdasarkan identifikasi jenis hama yang ditemukan, dihasilkan jenis hama menyerang tanaman tegakan Jati Utama Nasional (JUN) adalah ulat daun jati (Hyblaea puera), penggerek batang/oleng-oleng (Duomitus ceramicus) dan belalang (Valanga nigricornis).
PEMANFAATAN SATWA LIAR SEBAGAI OBAT TRADISIONAL DI DESA PARIT PADANG, KABUPATEN BANGKA Dipa, Fahri; Syafutra, Randi; Dalimunthe, Nurzaidah Putri; Priyansah, Sujadi
CONSERVA Vol 1 No 1 (2023): CONSERVA : Jurnal Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/conserva.v1i1.190

Abstract

Kekayaan alam yang berlimpah baik keanekaragaman tumbuhan maupun satwa di Pulau Bangka terus dimanfatkan oleh masyarakat dalam proses kehidupan dari dahulu hingga sekarang, seperti yang dilakukan oleh warga lokal Desa Parit Padang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui satwa liar apa saja yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Desa Pedindang, serta untuk mengetahui apa saja bagian yang dimanfaatkan, jenis pemanfaatan, dan cara pengolahan dari satwa liar tersebut. Metode yang digunakan adalah snowball sampling yang meliputi survei pendahuluan dan pengumpulan informan, serta wawancara yang meliputi pengumpulan informasi data. Hasil yang didapat bahwa Satwa liar yang dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional adalah sebanyak 7 spesies yang dikelompokkan ke dalam 4 kelas, yaitu mammalia (3 spesies), pisces (1 spesies), reptil (2 spesies), dan insecta (1 spesies). Bagian satwa liar yang dimanfaatkan adalah daging, otak, empedu dan air liur. Jenis pemanfaatan satwa liar adalah sebagai obat Asma, Obat Kulit, Pemulihan Bekas Operasi , Penambah Stamina Pria , dan bahkan batuk. Cara pengolahan satwa liar yang dimanfaatkan adalah dimasak, dibakar untuk diambil minyaknya, dicampur dengan bahan lain, dan tanpa diolah (dimakan secara mentah).
Pemanfaatan Satwa Sebagai Obat Tradisional Dalam Upaya Peningkatan Kajian Etnozoologi di Desa Pangkalniur dan Berbura HERI, HERI; Syafutra, Randi; Putri Dalimunthe, Nurzaidah; Priyansah, Sujadi; Hendra Bayu, Hendi
CONSERVA Vol 2 No 02 (2024): CONSERVA : Jurnal Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/conserva.v2i02.211

Abstract

Pangkalniur Village and Berbura Village are two of several villages that surround the Gunung Maras National Park. Since ancient times, people in these two villages have fulfilled their living needs by utilizing the natural resources around the mountain. One of the natural resources that is often used by the people of Pangkalniur Village and Berbura Village is the wild animals that live around the Mount Maras National Park area. These animals are usually used as traditional medicine. This research aims to determine the use of wild animals as traditional medicine by the people in Pangkalniur Village and Berbura Village, as well as knowing the types and parts of animals used, methods and management of animals as traditional medicine, as well as the properties and conservation status of animals used as traditional medicine. This research was conducted from March 2024 to June 2024. The method used was snowball sampling which included a preliminary survey and determining informants, then collecting primary data through interviews. Based on the results of interviews, 12 families and 13 species were obtained which were grouped into 6 classes, namely Reptilia, Mammalia, Actinopterygii, Insecta, Clitellata, Aves, and Amphibia.
MANGROVE COMMUNITY STUDY MUNJANG CENTRAL BANGKA AS A MEANS OF PRESERVATION AND CONSERVATION EDUCATION LEARNING RESOURCES IN BANGKA BELITUNG Sujadi Priyansah; Feni Kurnia
Edutainment Vol 13 No 1 (2025): Edutainment: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/e.v13i1.1011

Abstract

The purpose of this research is to analyze the study of the Munjang Mangrove community in Kurau Village as a learning resource for environmental conservation education in Bangka Belitung. This research design used a descriptive approach, using quantitative and qualitative methodologies through transect and plot methods. The research site was divided into five research stations. Each station consists of five transects, each transect measuring 100 meters in length, and each plot measuring 10 x 10 meters, with the measured parameters including species composition and diversity. Parameters measured include plant community composition and diversity. Parameters measured include the composition and diversity of mangrove species. The results showed the presence of 13 mangrove species, with the number of each plant found as follows: Calophyllum inophyllum, Bruguiera gymnorrhiza, Rhyzophora apiculata, Rhyzophora mucronata, Xylocarpus, Xylocarpus moluccensis, Excoecaria agallocha, Heritiera littoralis, Scaevola taccada, Morinda citrifolia, Avicennia alba, Pongamia pinnata, and Hibiscus tiliaceus. Xylocarpus mekogensis, Xylocarpus granatum, Rhyzophora apiculata, and Rhyzophora mucronata have high INP values, with each INP value exceeding 40%. This indicates that these species have an important role in the Kurau Village estuary. The mangrove diversity index in the Kurau Village Estuary is classified as moderate with a value of 2.1. The findings of the analysis of the relevance of research results in learning based on the 2013 curriculum show the existence of research links with biology learning, especially in biodiversity material for class X SMA with Basic Competency 3.2. Data analysis of observation results on various levels of biodiversity (genes, species, and ecosystems) in Indonesia is needed. The results of the identification of proposed efforts to preserve Indonesia's biodiversity were presented, and the results were based on the results of data analysis of threats to the preservation of various animal and plant diversity typical of Indonesia which were communicated in various forms such as herbarium.
Persistence of Herpetofaunal Assemblages in Anthropogenic Landscapes: Insights from Rural Bangka Island, Indonesia Syafutra, Randi; Dalimunthe, Nurzaidah Putri; Priyansah, Sujadi; Bayu, Hendi Hendra; Handayani, Helvina; Kamal, Abdul; Wulan, Nur Azizah Nawang; Febriyani, Reani; Arrahmaan, Rydhollah
BIO PALEMBANICA Vol 2 No 2 (2025): Bio Palembanica
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kepustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/bio.v2i2.6283

Abstract

Anthropogenic land-use change is a primary driver of global biodiversity loss, yet rural agricultural matrices often retain significant ecological function. This study assesses the composition, diversity, and microhabitat associations of herpetofauna in two human-modified landscapes (Air Duren and Cengkong Abang) in Bangka Regency, Indonesia. Fieldwork was conducted over three consecutive weeks in July 2022 using a time-constrained Visual Encounter Survey (VES) method (19:00–21:00). We recorded 13 individuals representing 7 species and 6 families. The assemblage was dominated by generalist amphibians (Fejervarya cancrivora, Duttaphrynus melanostictus) and synanthropic reptiles (Eutropis multifasciata, Gekko smithii). Notably, Cengkong Abang hosted forest-associated arboreal species, including Tropidolaemus wagleri, Boiga dendrophila, and Ahaetulla prasina, correlating with its higher structural vegetation complexity. Diversity analysis revealed a higher Shannon-Wiener index in Cengkong Abang (H' = 1.75) compared to Air Duren (H' = 1.33). The presence of arboreal and semi-aquatic guilds indicates that rural matrices can function as permeable habitats and secondary refugia. Conservation strategies in Bangka should prioritize the retention of vegetation complexity and stratified canopies within village landscapes to sustain herpetofaunal biodiversity.
Penyuluhan Pendidikan Peduli Lingkungan Melalui Pemilihan Jenis Sampah Bagi Siswa Sekolah Dasar Fitriana, Fifin; Dalimunthe, Nurzaidah Putri; Apriani, Fitri; Priyansah, Sujadi; Arif, Maulana; Irwan, Andesta Granitio
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20932

Abstract

ampah merupakan salah satu permasalahan besar yang harus ditangani pemerintah dan masyarakat. Sampah dapat berasal dari sekolah. Tim pengabdian melakukan kegiatan Penyuluhan Pendidikan Peduli Lingkungan Melalui Pemilihan Jenis Sampah Bagi Siswa Sekolah Dasar yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemilihan jenis sampah, dampak sampah, dan pengelolaan sampah yang baik. Tempat pelaksanaan kegiatan SD Negeri 12 Lubuk Besar melibatkan siswa kelas V sebanyak 15 orang dan siswa kelas VI sebanyak 15 orang. Metode dalam pengabdian ini adalah penyuluhan dengan 3 tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan kegiatan disimpulkan bahwa siswa SD Negeri 12 Lubuk Besar sangat antusias dan termotivasi mengikuti kegiatan. Kegiatan berjalan dengan lancar. Dari hasil pretest dan posttest didapat bahwa ada peningkatan pengetahuan yaitu dari hasil pretest 54 menjadi 81,67. Sedangkan untuk aspek keterampilan memilah sampah didapat hasil aspek identifikasi dampak sampah dengan nilai 85, memilah sampah B3 77,63, memilah sampah an organic 79,83, memilah sampah organic 81,33 dan identifikasi sumber sampah 83,1.Abstract: Waste is one of the significant problems that the government and society must address. Waste can come from schools. The community service team conducted an Environmental Care Education Counseling activity through Waste Type Selection for Elementary School Students, which aims to provide an understanding of the importance of choosing the type of waste, the impact of waste, and good waste management. The place for implementing the activities of SD Negeri 12 Lubuk Besar involved 15 fifth-grade students and 15 sixth-grade students. The method in this service is counseling with 3 stages, namely the planning, implementation, and evaluation stages. Based on the activity, it was concluded that the SD Negeri 12 Lubuk Besar students were enthusiastic and motivated to participate. The activity went smoothly. From the results of the pretest and posttest, it was found that there was an increase in knowledge, namely from the pretest result of 54 to 81.67. As for the skills aspect of sorting waste, the results of identifying the impact of waste with a score of 85, sorting B3 waste 77.63, sorting an organic waste 79.83, sorting organic waste 81.33, and identifying the source of waste 83.1.
Tourism Carrying Capacity of Coastal Ecosystems on Ketawai Island, Central Bangka, Indonesia Priyansah, Sujadi; Erny Poedjirahajoe; Lies Rahayu Wijayanti Faida
Journal of Sylva Indonesiana Vol. 9 No. 01 (2026): Journal of Sylva Indonesiana
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jsi.v9i01.21359

Abstract

Ecotourism development, especially in Central Bangka Island of Ketawai more rapidly. The rapid tourist activities on the Island of Ketawai can cause loss of quality attractions for damage to the ecosystem. This is because the pressure on the environment caused by the increased number of tourists. This study aims to determine the  maximum capacity rating  with ratings of three aspects:  (1) the carrying  capacity  of  the  region  (DDK),  (2)  the  carrying  capacity  of  the environment (the carrying capacity of the physical / PCC and the carrying capacity of the real / RCC), and (3) ecological carrying capacity (AR). This  study  uses  primary  data  by  direct  observation  in  the  field  and secondary data from relevant agencies. An assessment of the carrying capacity of the region (DDK), an assessment of the carrying capacity of the environment using methods the Physical Carrying Capacity (PCC), the carrying capacity of the Real (RCC), and an assessment of the ecological carrying capacity (AR). The  results  obtained,  there  are  two  tourist  activity  on  the  island  of Ketawai are picnic and camping. The result of the carrying capacity of the region (DDK) for picnic activities is 240 people / day and camping activities is 900 people/day. The  results  of the  physical  carrying  capacity (PCC)  for  picnic activities is 249 people / day and for camping is 100 people / day. Assessment of the real carrying capacity (RCC) for picnic activities is 239 people / day and camping 96/day. Ecological carrying capacity assessment. (AR) obtained the results of 81 people / day for a picnic and activity type 43 / day for camping activities. The value of these calculations are still well above the actual number of tourists who currently account for 9 person / day. Attraction Development Ketawai Island can still be optimized however, by taking into account the balance and sustainability of the local environment.