Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENGGUNAAN OBAT YANG BAIK DAN BENAR MELALUI GERAKAN MASYARAKAT CERDAS MENGGUNAKAN OBAT (GEMA CERMAT) Sijabat, Flora; Tarigan, Yenni Gustiani; Sitanggang, Tiromsi
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan obat secara tidak rasional dapat mengakibatkan terapi kurang efektif dan efisien. Menurut WHO, lebih dari 50% obat di dunia diresepkan dan digunakan secara tidak tepat. Ketidakrasionalan penggunaan obat dapat berupa penggunaan obat secara berlebihan (overuse), penggunaan obat yang kurang (underuse) dan penggunaan obat tidak tepat indikasi, dosis, cara dan lama pemakaian (misuse). Di lain pihak, perkembangan ilmu pengetahuan di bidang farmasi yang pesat diikuti dengan semakin meningkatnya kecerdasan masyarakat, gencarnya promosi/iklan obat pemborosan waktu dan biaya apabila timbul reaksi obat yang tidak diinginkan seperti sensitivitas, alergi, efek samping atau resistensi.. Hal ini meningkatkan dilakukannya swamedikasi oleh masyarakat. Swamedikasi yang dilakukan secara tidak tepat dan tidak disertai informasi yang memadai, dapat menyebabkan tujuan pengobatan tidak tercapai. Oleh karena itu perlu dilakukan edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam menggunakan obat secara benar. Tahun 2015 telah dicanangkan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) oleh Menteri Kesehatan RI sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK. 02.02/Menkes/427/2015 tentang Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat. Dimana GeMa CerMat merupakan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat melalui rangkaian kegiatan dalam rangka meningkatkan kepedulian, mengubah prilaku, mewujudkan kepedulian, kesadaran, pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat dan benar. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Juni 2021 di Poskesdes Dolok Margu UPT Puskesmas Sigompul Kecamatan Lintongnihuta Kabupaten Humbang Hasundutan. Secara Keseluruhan Kegiatan Berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan. Semua pihak dapat bekerjasama dengan baik. Para Peserta sangat antusias dan berpartisipasi aktif dalam seluruh kegiatan mulai dari mengikuti penyuluhan. Dengan dilaksanakannya “Gema Cermat” (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat) diharapkan agar masyarakat lebih bijak dalam memilih menggunakan obat terutama dalam mengkonsumsi obat antibiotik. Masyarakat yang hadir telah mengerti dan memahami apa saja yang perlu diperhatikan dan ditanya ketika membeli obat ataupun diberikan obat.
PENYULUHAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BAGI PETUGAS PUSKESMAS HUTAPAUNG Tarigan, Yenni Gustiani; Purba, Ivan Elisabeth; Purba, Hana Ike
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap pekerjaan selalu mengandung potensi resiko bahaya dalam bentuk kecelakaan dan penyakit kerja. Kasus-kasus kecelakaan dan penyakit kerja di dunia, Indonesia masih cukup besar, baik di kota maupun di desa, baik disektor industri dan jasa -jasa maupun juga disektor kesehatan. Masalah keselamatan dan kecelakaan kerja di Indonesia masih sering diabaikan, hal ini dapat dilihat dari masih tingginya angka kecelakaan kerja. Oleh karena itu pentingnya pengetahuan pekerja tentang keselamatan dan kesehatan kerja sebagai valuasi diri. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan mengevaluasi diri pekerja mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan dalam bekerja. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan kepada pegawai Puskesmas Hutapaung mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dilaksanakan pada bulan Desember 2021. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta penyuluhan dapat memahami dan mengerti untuk menjaga kesehatan dan keselamatan dalam bekerja serta memberikan kesadaran pada staff puskesmas untuk bisa melindungi diri dalam pekerjaanya dengan menggunakan alat pelindung diri yang sudah disiapkan oleh Puskesnas secara benar dan sesuai prosedur penggunaan.
Penyuluhan Tentang Penanganan Covid-19 Terhadap Penderita Penyakit Tidak Menular (PTM) Diabetes Melitus Sitorus, Mido Ester J.; Br. Bangun, Henny Arwina; Tarigan, Yenni Gustiani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit gangguan metabolisme yang ditandai peningkatan kadar gula darah oleh karena insufisiensi fungsi insulin. Pada pasien diabetes melitus seringnya mengalami masalah kesehatan lain seperti kegemukan, penyakit jantung dan penyakit ginjal yang semakin memperberat masalah kesehatannya terutama jika terpapar covid 19 yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya kematian. Kebutuhan akan informasi yang menguatkan dan memberikan penyegaran akan pengetahuan yang dimiliki sangat dibutuhkan agar selama menjalani kehidupan di masa pandemic ini agar tetap sehat. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode penyuluhan dan diskusi dan tetap mematuhi protokol kesehatan yaitu pakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun. Kegiatan ini dilakukan dengan media leaflet dengan jumlah keseluruhan peserta kegiatan yaitu berjumlah 11 orang walaupun pada awalnya ditargetkan sebanyak 20 orang. Hasil dari kegiatan ini masyarakat yang dating ke Puskesmas Sigompul, Kecamatan Lintong Nihuta menyampaikan 80% merasa sangat puas dan 20 % puas dengan kegiatan penyuluhan ini. Hasil ini didapatkan melalui kuesioner setelah kegiatan ini berlangsung. Hal ini dapat diketahui dengan antusiasme dari peserta untuk menanyakan terkait pola hidup yang sehat. Pada pasien dengan diabetes melitus harus memiliki perilaku yang sehat dan rajin berolahraga demi menjaga stamina tubuh dan mengikuti pengobatan yang dilakukan selama ini. Kegiatan penyuluhan pada pasien dengan penyerta tidak hanya diabetes melitus sangat diperlukan untuk memberikan informasi, menguatkan pemahaman dan menginformasikan informasi yang terupdate terkait bagaimana covid 19 dapat mempengaruhi pasien khususnya dengan penyakit penyerta.
PENYULUHAN PEMBUATAN SEDIAAN SABUN MANDI PADAT DARI SARI BUAH LABU KUNING (Cucurbita Moschata) Ginting, Grace Anastasia br; tarigan, Yenni Gustiani; Manik, Tumpak Rudi Aman
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Labu kuning (Cucurbita moschata) adalah salah satu tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Daging buah labu kuning banyak mengandung karbohidrat dan daging buahnya berwarna kuning. Kandungan gizi labu kuning cukup besar, labu kuning merupakan bahan pangan yang kaya vitamin A dan C, mineral, serta karbohidrat dan daging buahnya pun mengandung antioksidan. Kosmetik adalah bahan atau sediaan yang di maksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ genital bagian luar) atau gigi dan mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik. Sabun mandi dibagi menjadi dua jenis yaitu sabun cair dan sabun padat. Tujuan pengabdian dan penyuluhan masyarakat ini untuk memberikan penyuluhan pemanfaatan labu kuning sebagai sabun berbentuk padat. Hasil pelaksanaan kegiatan ini pada masyrakat dalam bentuk informasi dan edukasi pemanfaatan labu kuning sebagai sabun mandi bentuk padat. Setelah melaksakan kegiatan penyuluhan ini, masyarakat lebih mengetahui bahwa labu kuning yang selama ini hanya dijadikan sayur mayur atau lauk untuk nasi, saat ini diperhatikan pemnafaatannya, salah satunya dimanfaatkan atau diolah menjadi sabun berbentuk padat, karena dalam labu kuning terkandung antioksidan yang sangat bagus untuk kulit, dan antioksidan sangat bagus untuk menangkal radikal bebas.
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT INDONESIA UNTUK PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS) GLUGUR DARAT Satria, Denny; Manurung, Kesaktian; Tarigan, Yenni Gustiani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman obat dan obat tradisional untuk pencegahan dan penanggulanagan penyakit hipertensi telah dilakukan di berbagai daerah. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi tentang tanaman obat keluarga untuk pertolongan pertama pada hipertensi. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode yang digunakan untuk pengabdian kepada masyarakat ini adalah menggunakan metode presentasi dan menunjukkan secara langsung samle tumbuhan yang berpotensi untuk mengobati dan mencegah penyakit hipertensi. Kesimpulan yang dapat diambil setelah kegiatan penyuluhan ini adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan peserta khususnya orang tua tentang penyakit hipertensi. Faktor-faktor penyebab hipertensi danc ara pengecahan atau penganggulangan penyakit hipertensi selain itu peserta mampu menetapkan pemeliharaan tanaman toga keluarga dan mengonsumsi tanaman obat dalam mengatasi penyakit-penyakit seperti hipertensi. Saran yang dapat diberikan agar masyarakt khususnya orang tua dengan usia diatas 40 tahun lebih cerdas dalam memafaatkan pekarangan rumah untuk menanam dan memberikan tumbuhan sekitar yag berpotensi sebagai obat
Pemberian Edukasi Menggunakan Media Vidio Animasi Tentang Peningkatan Sikap Ibu Di Wilayah Puskesmas Limbong Tahun 2023 Juneris Aritonang; Tarigan, Yenni Gustiani; Romarta Gurning
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI eksklusif diperlukan pada enam bulan pertama kehidupan yang mengandung banyak gizi serta tidak terkontaminasi oleh zat apapun. Pengenalan makanan secara dini yang disiapkan tidak higienis dan memiliki kandungan gizi serta energi yang rendah dapat menyebabkan anak mengalami kekurangan gizi dan terinfeksi oleh hal-hal yang lain, sehingga anak tersebut mempunyai daya tahan tubuh yang rendah terhadap penyakit. Air Susu Ibu (ASI) sangatlah penting bagi pertumbuhan bayi, maka dari itu perlu adanya pemahaman bagi ibu untuk memberikan ASI Ekslusifnya. Memberikan hanya ASI saja tanpa memberikan makanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai berumur 6 bulan, Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Pengaruh Edukasi tentang ASI Eksklusif Menggunakan Video Animasi Terhadap Sikap Ibu di Wilayah Puskesmas Limbong Tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah quasi eskperimen with control two group design pre test-post test. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah ibu memiliki bayi usia 0 – 6 bulan di wilaya kerja Puskesmas Limbong berjumlah 40 orang. Hasil penelitian setelah di lakukan intervensi diuji dengan paired t-test dan didapatkan nilai p=0,000 yang artinya ada pengaruh yang signifikan terhadap perubahan sikap ibu dalam pemberian ASI Eksklusif antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hal ini berarti Vidio Animasi tentang ASI Eksklusif di Puskesmas Limbong terbukti efektif dan memberikan sikap positif ibu tentang ASI Eksklusif. Penelitian ini merekomendasikan bahwa vidio animasi dalam pembelajaran tentang ASI Eksklusif dapat di jadikan inovasi dalam meningkatkan sikap positif ibu dalam pemembrian ASI Eksklusif .
MENGUKUR KEPADATAN LALAT DAN PEMANTAUAN JENTIK NYAMUK DI KELURAHAN DWIKORA KECAMATAN MEDAN HELVETIA Tarigan, Yenni Gustiani
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 1 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan lingkungan yang cenderung meningkat jumlah penderita dan semakin luas daerah penyebarannya, sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Kelurahan Dwikora merupakan kelurahan yang selalu tinggi kasus DBD di kecamatan Medan Helvetia. Hal ini terjadi mungkin diakibatkan padatnya penduduk di daerah ini karena terdapat banyak rumah dan kamar kontrakan yang ditempati oleh para mahasiswa yang kurang menjaga kebersihan lingkungan. Metode pelaksanaan dilakukan dengan observasi langsung kondisi tempat penampungan air, dan untuk mengukur jumlah pengetahuan responden tentang penyakit demam berdarah yaitu melalui kuesioner dan wawancara di kelurahan Dwikora. Mengukur kepadatan lalat dibutuhkan waktu yaitu selama 30 detik setiap sekali pengkuran dengan 10 kali pengukuran di setiap kedua tempat yang sudah ditentukan dengan menggunakan fly grill. Hasil pelaksanaan ditemukan terdapat jentik nyamuk di dalam rumah penduduk yaitu dalam penampungan dispenser sejumlah 8 rumah dan di luar rumah paling banyak ditemukan di dalam air comberan yang tergenang sebanyak 2 rumah penduduk. Adapun hasil dari (HI) adalah 100% sedangkan (CI) adalah 29,5%. Jumlah lalat dalam setiap detik pengukuran terdapat hinggap jumlah lalat sebanyak 1 lalat sehingga hal ini masih dalam kategori tidak menjadi masalah penyebaran vektor yang buruk. Kepada seluruh responden agar dapat menguras bak mandi minimal setiap 1 minggu sekali, menutup tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tondon, selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah jangan sampai di rumah ada sampah seperti botol plastik atau kaleng yang dapat menjadi tempat penampungan air alamiah.