Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh terapi bermain papertoys terhadap perkembangan motorik halus dan kognitif pada tunagrahita Rina Puji Lestari; Dera Alfiyanti; Amin Samiasih; Maryam
Link Journal of Nursing Vol 2 No 1 (2025): May : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/journalofnursing.v1i2.52

Abstract

Latar Belakang: Papertoys merupakan sebuah pendekatan terapeutik yang melibatkan penggunaan kertas untuk membuat berbagai bentuk objek tiga dimensi, papertoys dapat dimodifikasi sesuai dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan individu anak, seperti ukuran yang lebih besar untuk anak dengan keterbatasan motorik halus atau desain sederhana untuk anak dengan gangguan kognitif. Tujuan: mengetahui pengaruh terapi bermain papertoys terhadap perkembangan motorik halus dan kognitif pada tunagrahita. Metode: quasi eksperimental dengan pendekatan one grup pretest posttest design. Pengambilan data dilakukan di SLB Widya Bakti Semarang, sampel berjumlah 42 responden dengan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi dalam penelitian ini menggunakan terapi bermain papertoys. Instrumen berupa kuesioner perkembangan motorik halus dan kognitif dengan analisis data menggunakan wilcoxon test. Hasil: adanya pengaruh terapi bermain papertoys dengan p-value 0,000 (<0,05) maka Ho ditolak bermain intervensi ini efektif untuk memengaruhi perkembangan motorik halus dan kognitif. Kesimpulan: terapi bermain papertoys dapat membantu menstimulsi motorik halus dan kognitif dengan pemberian latihan keterampilan dengan baik dan sebagai salah satu role model pada pendekatan anak tunagrahita.  
Efektivitas pendidikan seks melalui website terhadap pengetahuan dan perilaku pencegahan penyimpangan seksual remaja Wiwik Ratnasari; Dera Alfiyanti; Amin Samiasih; Maryam
Link Journal of Nursing Vol 2 No 1 (2025): May : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/journalofnursing.v1i2.53

Abstract

Latar belakang: Di Indonesia, edukasi seksual yang efektif dan sesuai masih menjadi isu yang sensitif dan tabu. Akibat kurangnya edukasi seksual yang tepat, remaja dapat terpapar risiko perilaku seksual menyimpang yang dapat berakibat pada masalah kesehatan seksual dan reproduksi. Tujuan: Menganalisis pengaruh edukasi seksual dengan media website terhadap pengetahuan dan perilaku pencegahan penyimpangan seksual remaja. Metode: Quasy experimental one group pre and post test . Jumlah responden yang digunakan adalah 171 siswa – siswi kelas 1 SMA Islam Sudirman Ambarawa. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan dan perilaku pencegahan yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan Mann Whitney. Hasil: Pada pengetahuan pencegahan penyimpangan seksual sesudah dan sebalum terdapat peningkatan yang signifikan pada responden yang berpengetahuan baik yaitu 5 kali lipat dari 13 orang menjadi 61 orang (35.7%).  Pada perilaku pencegahan penyimpangan seksual tidak terdapat pengaruh dimana 55.6 % responden memiliki perilaku yang sangat baik. Hasil analsis bivariat mann whitney  menunjukan nilai  p value <0.001 pada pengetahuan dan hasil p value 0.729 pada perilaku. Kesimpulan: Pendidikan seks berbasis website memiliki dampak yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan tentang upaya pencegahan penyimpangan seksual remaja. Namun, pendidikan seks tidak berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kinerja. Peraturan dan kebijakan sekolah diperlukan untuk mencegah pelecehan seksual melalui pendidikan seksual online.
Penerapan Terapi Bermain Lego Pada Nyeri Post Operasi Anak Kedaton, Adinda Kusumaning; Mariyam, Mariyam; Alfiyanti, Dera; Eka, Maharani
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v6i3.19486

Abstract

Nyeri pasca operasi merupakan keluhan umum yang dirasakan anak setelah menjalani tindakan pembedahan dan dapat memengaruhi proses penyembuhan. Penanganan nyeri dapat dilakukan dengan pendekatan farmakologis maupun nonfarmakologis, salah satunya melalui terapi bermain. Terapi bermain memberikan stimulus positif yang berfungsi sebagai distraksi, sehingga mampu mengalihkan perhatian anak dari rasa nyeri yang dirasakan. Studi kasus ini bertujuan untuk mengaplikasikan terapi bermain menggunakan lego pada anak post operasi dalam upaya menurunkan tingkat nyeri. Desain yang digunakan adalah multiple case dengan tiga partisipan anak usia 6–12 tahun yang mengalami nyeri pasca operasi. Intervensi dilakukan selama dua sesi masing-masing 15 menit dengan jeda istirahat, disertai pengukuran skala nyeri menggunakan oucher sebelum dan setelah intervensi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri pada seluruh subjek studi setelah diberikan terapi bermain lego. Intervensi ini terbukti efektif dalam mengurangi persepsi nyeri melalui mekanisme distraksi, keterlibatan sensorik, serta dukungan emosional dari orang tua. Terapi bermain lego dapat digunakan sebagai salah satu metode keperawatan nonfarmakologis yang menyenangkan dan adaptif dalam pengelolaan nyeri pasca operasi anak.
Pemberian terapi zinc dengan penambahan madu pada anak diare Haikal, Muhammad Lutfi; Sulistyawati, Erna; Alfiyanti, Dera
Holistic Nursing Care Approach Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v5i2.15714

Abstract

Diare merupakan suatu keadaan dimana konsistensi feses lembek, tidak berbentuk atau cair bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi biasanya 3 kali atau lebih dalam sehari. Pemberian terapi zinc dengan penambahan madu dapat dijadikan sebagai salah satu terapi non farmakologis pada anak diare. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penerapan pemberian terapi zinc dengan penambahan madu pada anak diare. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Studi kasus dilakukan pada 3 anak yang dirawat di Rumah Sakit Roemani Semarang. Kriteria subyek studi yaitu anak yang berusia 1-5 tahun, anak yang menderita diare, dan mendapatkan terapi zinc. Pemberian terapi dilakukan sebanyak 4 kali sehari selama 3 hari. Intervensi dilakukan dengan penambahan madu sebanyak 5cc/ml zink. Hasil studi kasus ini menunjukkan adanya penurunan frekuensi dan konsistensi feses. Pemberian terapi zinc dengan penambahan madu pada anak diare dapat memperbaiki konsistensi feses dan mengurangi frekuensi buang air besar.