Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KADAR PROTEIN DAN KOLESTEROL TELUR AYAM YANG MENGGUNAKAN PAKAN MINYAK IKAN LEMURU DAN MINUMAN JUS DAUN AFRIKA Setiawan, Moh. Anwar; Ali, Usman; Kalsum, Umi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melibatkan beberapa bahan utama, yaitu minyak ikan lemuru, daun Afrika, pakan, serta ayam petelur fase produksi yang berusia 16–18 minggu dengan total 54 ekor. Pengambilan sampel telur dilakukan pada hari terakhir penelitian, yaitu setelah 40 hari perlakuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan feed supplement berupa campuran minyak ikan lemuru dalam pakan dan jus daun Afrika dalam air minum terhadap kadar protein dan kolesterol telur ayam petelur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap faktorial (RALF), yang terdiri dari dua faktor perlakuan dengan tiga kali ulangan. Variabel yang diukur meliputi kadar protein dan kadar kolesterol telur ayam petelur. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dua arah (two-way ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pakan dan air minum tidak memberikan efek interaksi yang signifikan (P > 0,05) terhadap kadar protein telur ayam petelur, dengan rata-rata kadar protein berkisar antara 10,517% hingga 13,093%. Namun, kombinasi perlakuan tersebut memberikan pengaruh yang signifikan (P < 0,01) terhadap kolesterol telur ayam,kisaran nilai kolesterol berkisar antara 124,040 mg/dL hingga 189,00 mg/dL. Berdasarkan penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan minyak ikan lemuru dalam pakan tidak berpengaruh terhadap kadar protein telur ayam petelur. Namun, pemberian jus daun Afrika dalam air minum terbukti secara signifikan menurunkan kadar kolesterol telur.Kata Kunci : Protein, Kolesterol, layer, Minyak Ikan Lemuru, Daun Afrika
PENGARUH SUPLEMENTASI MINYAK LEMURU DALAM PAKAN DAN JUS DAUN AFRIKA DALAM AIR MINUM TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN KONVERSI PAKAN AYAM PETELUR Adji, Firman; Wadjdi, Farid; Ali, Usman
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pakan ayam petelur memiliki peran yang signifikan guna menghasilkan kualitas produksi yang baik. kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inklusi minyak ikan lemuru dalam pakan dan jus daun Afrika dalam minum pada konsumsi dan konversi pakan ayam petelur. Penelitian dilakukan dengan memberikan minyak ikan lemuru dan jus daun afrika dengan konsentrasi L1 : 0% sebagai kontrol, L2 : 1,5% minyak lemuru dalam pakan, L3 : 3% minyak lemuru dalam pakan, A1 : 0% daun afrika / liter air minum sebagai kontrol, A2 : 1 ml daun afrika / liter air minum, A3 : 10 ml daun afrika / liter air minum. Metode penelitian ini menerapkan eksperimen dengan rancangan acak lenkap faktorial menggunakan minyak ikan lemuru dan jus daun afrika sebagai faktornya. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA dan dilanjut dengan uji BNT (beda nyata terkecil). Hasil penelitian menunjukkan pada konsumsi pakan penambahan minyak dar ikan lemuru pada pakan berpengaruh sangat nyata (P<0,01), penambahan jus daun afrika pada air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05), penambahan minyak ikan lemuru dan jus daun afrika tidak ada interaksi (P>0,05) dengan rataan L0 : 4868.22g, L1 : 4745.33g, L2 : 4310g. Konversi pakan dalam penambahan minyak ikan lemuru pada pakan berpengaruh nyata (P<0,05), penambahan jus daun afrika pada air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05), serta gabungan minyak ikan lemuru dan jus daun Afrika tidak ada interaksi (P>0,05) dengan rataan L0 : 2,51 kg, L1 : 2,17 kg, L2 : 2,17 kg. Kesimpulan penelitian penambahan minyak ikan lemuru pada pakan memiliki pengaruh dapat mengurangi konsumsi pakan serta meningkatkan konversi pakan, sementara itu, jus daun Afrika tidak mempengaruhi konsumsi maupaun konversi pakan.Kata Kunci : ayam petelur, minyak ikan lemuru,  daun afrika
TANTANGAN DAN SOLUSI DALAM PROFESI GURU AGAMA ISLAM DI ERA MODERN PADA SEKOLAH DASAR NEGERI 004 BONTANG SELATAN Ali, Usman
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol 8, No 1: APRIL (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jrpd.v8i1.17265

Abstract

Profesi guru agama Islam menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era modern, khususnya dalam konteks sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan yang dihadapi oleh guru agama Islam di Sekolah Dasar Negeri 004 Bontang Selatan, serta mengeksplorasi solusi pendanaan yang dapat mendukung mereka dalam menjalankan tugas secara efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan observasi terhadap guru agama Islam di sekolah tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan dana untuk pengembangan profesional, kurangnya dukungan teknologi dalam proses pembelajaran, serta tantangan adaptasi kurikulum berbasis digital. Solusi yang diusulkan mencakup alokasi dana yang lebih memadai dari pemerintah, pelatihan berbasis teknologi untuk guru, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas lokal dan lembaga swasta, untuk mendukung kebutuhan finansial dan pengembangan profesional guru agama Islam.Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan yang lebih inklusif dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan agama Islam di sekolah dasar, khususnya di era modern yang terus berkembang.
PERAN IMAM DESA DALAM MENYELESAIKAN KAWIN SILARIANG: (STUDY KASUS KAWIN SILARIANG DI KECAMATAN CINA KABUPATEN BONE) Ali, Usman; Supriadi, Supriadi; Kasim, Andi Jusran; Basri, Hasan
QISTHOSIA : Jurnal Syariah dan Hukum Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jhki.v4i1.644

Abstract

Imam desa merupakan tokoh agama sekaligus sebagai tokoh masyarakat desa yang dekat secara langsung jika ada permasalahan di masyarakat khususnya pada kasus silariang di Kecamatan Cina Kabupaten Bone. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab kawin silariang serta bagaimana peran Imam Desa dalam menyelesaikan pernikahan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dan empiris (sosiologis) yaitu suatu penelitian dimana penelitian tersebut menekankan pada aturan (norma) hukum serta kaidah-kaidah hukum yang berlaku terutama terkait pernikahan serta bagaimana gambaran dilapangan praktik nikah silariang tentang keadaan hukum yang berlaku di Kecamatan Cina. Nantinya hasil penelitian dalam bentuk deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya Kawin Silariang seperti di antaranya: Pertama; karena tidak adanya restu orang tua, Kedua; tingginya dui menre’(uang belanja), Ketiga; tidak mendapatkan izin poligami dari istri, Keempat; strata sosial atau tidak se kufu’. Implementasi di lapangan pasangan kawin silariang melakukan pernikahan tanpa memperhatikan rukun dan syarat sahnya perkawinan. Seperti pernikahan terjadi tanpa wali nikah, atau ada wali (tidak jelas) dan tidak ada izin dari wali sebenarnya. Selanjutnya upaya imam desa dalam menyelesaikan nikah silariang memberikan solusi jalan dengan istilah (maddeceng) dalam adat masyarakat bugis ada dua cara penyelesaiannya, yakni: pertama, memperbaiki kembali hubungan kekerabatan kedua belah pihak (keluarga dari pihak laki-laki dan keluarga dari pihak perempuan) sehingga menjadi rukun, kedua, memperbaiki kembali status Perkawinan pasangan pelaku kawin silariang, dengan menikahkan kembali lewat Kantor Urusan Agama agar sah secara negara (tercatat).
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK LACTOBACILLUS SALIVARIUS DAN LACTOBACILLUS CASEI TERHADAP KONSUMSI PAKAN, HEN DAY PRODUCTION, DAN KONVERSI PAKAN AYAM PETELUR Irsyadul Ngibad, Muh; Kalsum, Umi; Ali, Usman
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Probiotik dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kesehatan ternak, produktivitas ayam petelur, dan kualitas produksi telur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana pemberian probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei memengaruhi konversi pakan, produksi harian ayam, dan konsumsi pakan ayam petelur. Dalam penelitian ini, digunakan 320 ayam petelur berumur 70 minggu dari strain Isa Brown dibagi menjadi empat perlakuan, masing-masing dengan empat kali ulangan. Probiotik Lactobacillus casei dan Lactobacillus salivarius diberikan secara bebas. Metodologi penelitian bersifat eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). ANOVA (Analysis of Variance) digunakan untuk menganalisis data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei lewat air minum memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan petelur ayam. Konsumsi pakan (g) masing-masing kelompok adalah P0: 110,13; P1: 113,48; P2: 113,96; dan P3: 110,43. Perlakuan P2 memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi petelur ayam per hari, dengan rata-rata HDP (%) sebagai berikut: P0 sebesar 67, P1 sebesar 71, P2 sebesar 74, dan P3 sebesar 69. Selain itu, memberikan pengaruh yang sangat kuat (P<0,01) terhadap konversi pakan ayam petelur, dengan konversi pakan sebagai berikut: P0: 1,78; P1: 1,70; P2: 1,74; dan P3: 1,75. Perlakuan P2 menunjukkan hasil terbaik dalam peningkatan konsumsi pakan dan produksi ayam per hari, sedangkan P1 (Lactobacillus salivarius) menurunkan konversi pakan. Akhirnya, penambahan 5 ml/L probiotik Lactobacillus casei ke dalam air minum dapat meningkatkan konsumsi pakan, hen day production, sedangkan pemberian Lactobacillus salivarius dengan dosis 5 ml/L efektif dalam menurunkan konversi pakan ayam petelur.
Ipteks bagi Usaha Peternakan Kambing Peranakan Etawah Desa Binaan Unisma, Pomcokusuma, Malang Wadjdi, M. Farid; Ali, Usman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i3.5380

Abstract

Penggemukan kambong peranakan etawah (PE) ini sebagai hewan qurban dan permintaan masyarakat sekitar untuk kebutuhan hajatan baik pernikahan dan aqoqohan dan sebaiganya. Proram ini bertujuan untuk meningkatkan penetahuan dan ketrampilan bagi para peternak kambing PE di Desa binaan Unisna desa Kencur Waringin Anom, Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Di daerah ini merupakan basik peternakan kambing PE, hal ini disebabkan oleh ketersediaan hijauan pakan banyak dan tanah kering pedesaan yang cocok untuk peternakan dengan suhu lingkungan yanh masih segar. Metode yang digunakan berupa penyululan pamca usaha peternakan dan praktek pembuatan pakan  konsentrat yang bergizi tinggi baik protein, energi dan mineral yang dibutuhkan bagi pertumbunan ternak, Hasil yang dieroleh dapat dideskripsikan yakni pemberian pakan berupa ramban baik tanaman seperti kalianda, lamtoro dan glirisidia sebagai tanaman polongan atau kacang-kacangan serta hija6uan rumput dan tanpa ditambah konsenrat seperti pakan total mpxed ratio (TMR) pakan khusus ternak ruminansia seperti kambing, domba, kerbau dan sapi. Kesimulan program ini diminati oleh peternak dengan penuh antusias baik penyuluhan dan pelatihan pembuatan pakan konsentrat. Disarankan untuk lmeningkatkan pertanambahan bobot kambing peranakan etawah lebih 55 gram per ekor hari perlu ditambahkan pakan konsentrat sesuai standart, sedang peningatkan pendapataan dan keuntungan perlu dieri penyuluhan panca usaha peternakan.
The Chicken Slaughterhouse in Jember City, Mapping the flesh Total Plate Count, pH, Lactic Acid, and Tetracycline Antibiotics of The Chicken Margayu, Galuh Risxi; Kalsum, Umi; Ali, Usman
International Journal of Applied and Scientific Research Vol. 2 No. 1 (2024): January, 2024
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijasr.v2i1.1190

Abstract

TThe study's objective was to map the total plate count (TPC), pH, lactic acid, and antibiotic residues, including tetracycline, in broiler meat from the Patrang sub-district in the Jember district. The study employed a descriptive case study methodology and employed ANOVA and the BNT test for data analysis. Significant effects on lactic acid, pH, and microbiological parameters were discovered by the research. Three conventional RPAs did not contain any traces of the antibiotic tetracycline. The investigation came to the conclusion that SNI guidelines and Standard Operating Procedures (SOP) for chicken slaughter were met by the level of antibiotics, lactic acid, pH, TPC, and tetracycline in RPA in Jember City's Patrang environment.
Literatur Review: Limbah Agroindustri Sebagai Sumber Pakan Alternatif untuk Peningkatan Produksi Daging Domba Muwakhid, Badat; Kalsum, Umi; Ali, Usman; Maskur, Camal Adi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.761

Abstract

Tinjauan literatur ini bertujuan untuk meninjau penggunaan limbah agroindustri sebagai pakan alternatif dalam upaya peningkatan produksi daging domba. Tinjauan literatur mengidentifikasi berbagai jenis limbah agroindustri, seperti ampas tahu, jerami padi, kulit kacang tanah, dan serat kelapa, yang menunjukkan potensi signifikan dalam mendukung pertumbuhan domba serta mengurangi biaya pakan. Pengolahan limbah melalui metode seperti fermentasi dan pengeringan terbukti meningkatkan nilai nutrisi dan kecernaan pakan. Meskipun demikian, terdapat tantangan terkait variabilitas komposisi nutrisi dan risiko kontaminasi yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Secara keseluruhan, pemanfaatan limbah agroindustri menawarkan solusi ekonomis dan ramah lingkungan yang dapat mendukung keberlanjutan industri peternakan domba. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan metode pengolahan dan memastikan konsistensi kualitas pakan.
Pengembangan Pembibitan dan Pengendalian Produksi Peternakan Ayam Kampung di Pinggiran Kota Malang Suryanto, Dedi; Dinasari, Irawati; Ali, Usman
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v1i1.1473

Abstract

Program Iptek bagi masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan pembibitan dan pengendalian produksi ayam kampung dalam berbagai aspek sapta usaha peternakan terutama manajemen pembibitan, pengendalian produksi, strategi pemberian pakan, bioteknologi pakan, reboisasi tanaman pangan dan sistem pemasaran. Metode yang digunakan adalah observasi, penyuluhan, demo plot, pembinaan dan pendampingan di lapang. Hasil program IbM ini menunjukkan bahwa respon peternak baik sekali dan proaktif dalam semua kegiatan baik selama penyuluhan, pembinaan, demo plot dan pendampingan. Sistem pembibitan ayam kampung sudah intensif dengan  kandang panggung atas bawah berdinding bambu, menggunakan pakan komersial dan vaksinasi pengobatan penyakit sudah terprogram. Kandang pembibitan dengan perbandingan jumlah betina dan pejantan = 5 : 1 dan lama penetasan berkisar antara 21-23 hari dengan daya tetas telur diatas 85 %. Pemeliharaan ayam final stock siap potong selama 3 – 4 bulan dilakukan oleh peternak binaan. Peternak masih menggunakan pakan komersial harga mahal dan jalur pemasaran ayam kurang luas terutama konsumen perumahan dan warung khusus. Kesimpulan program IbM ini yaitu peternak sudah melakukan sistem pembibitan dan pengendalian produksi peternakan secara intensif. Disarankan penggunaan limbah warung nasi untuk pengganti jagung dan bekatul yang diformulasi dengan konsentrat sebagai pakan komplit.
IbM Kelompok Bisnis Peternakan Kambing Dan Domba Sebagai Hewan Qurban Dan Aqiqohan Di Karangbesuki, Sukun, Malang Ali, Usman; Sumartono, Sumartono; Humaidah, Nurul
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v1i2.1515

Abstract

Bisnis peternakan kambing dan domba sebagai hewan qurban dan aqiqohan secara intensif dapat mendatangkan pendapatan dan keuntungan besar bagi peternak.Tujuan program Ipteks bagi masyarakat (IbM) ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak dalam berbagai bidang agrobisnis yaitu  pemeliharaan kambing – domba, strategi pengadaan dan pemberian pakan berkualitas, penghijauan lahan sistem tiga strata, manajemen produksi dan sistem pemasaranyang tepat. Program IbM ini menggunakan beberapa metode yang dilakukan secara bertahap yaitusosialisasi dan perijinan, penyuluhan, demo plot, pembinaan dan konsultasi serta pendampingan usaha. Hasil program IbM ini menunjukkan bahwa peternak kambing-domba antusias sekali dalam mengikuti semua kegiatan baik penyuluhan, pembinaan, demo plot dan pendampingan usaha. Pengadaan bakalan kambing domba sudah diseleksi, manajemen pemeliharaan ternak semi intensif menggunakan kandang beralaskan ayaman kayu bambu, pengadaan hijauan pakan secara liar berupa hijauan lamtoro, sengon dan perdu, peternak sedikit membudidayakan hijauan pakan. Kendala peternak yaitu tidak mempunyai copper pemotong hijauan ramban sehingga pakan banyak tercecer, selain itu tidak ada program penanganan penyakit dengan baik, namun sistem pemasaran hewan qurban dan aqiqohan kambing domba sudah baik. Kesimpulan program IbM ini yaitu beberapa peternak sudah melakukan pengendalian produksi dengan melaksanakan sapta usaha peternakan dengan baik. Disarankan pemanfaatan lahan kosong untuk tanaman leguminosa dan rumput gajah dan dicopping terlebih dahulu, pemberian obat cacing harus terprogram 2-3 kali/ tahun dan pemberian obat kudis seperti WORMECTIN disuntikkan pada ternak yang kudisan