Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Penggunaan Magnetic Board dalam Meningkatkan Pengenalan Konsep Tubuh Pribadi di SKh Negeri 01 Kota Cilegon Nova, Imala Aprilia Aprida; Sidik, Sistriadini Alamsyah; Abadi, Reza Febri
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i4.8950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep bagian tubuh pribadi pada anak Down Syndrome pada usia pubertas tingkat SMPLB menggunakan media Magnetic Board di SKh Negeri 01 Kota Cilegon. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan (Action Research) dengan desain penelitian Kemmis dan McTaggart yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini yaitu peserta didik Down Syndrome yang sudah memasuki usia pubertas di SKh Negeri 01 Kota Cilegon yang berjumlah 2 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes pemahaman konsep bagian tubuh pribadi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa media Magnetic Board dapat membantu meningkatkan pemahaman konsep bagian tubuh pribadi pada anak Down Syndrome usia pubertas di SKh Negeri 01 Kota Cilegon. Peserta didik FM memperoleh 50 dan peserta didik AP memperoleh 34. Setelah dilakukan tindakan siklus I peserta didik FM memperoleh 67 dan peserta didik AP memperoleh 58. Pada siklus I ini telah terjadi peningkatan skor yang di peroleh oleh peserta didi FM dan AP namun belum termasuk kedalam KKM yang telah di tentukan yaitu 70. Pelaksanaan siklus II ini dilakukan guna memperbaiki kekurangan pada siklus I dan terjadi peningkatan pada peserta didik FM yaitu memperoleh 92 dan peserta didik AP memperoleh 75.
Penerapan Metode Storytelling untuk Meningkatkan Kemampuan Bina Diri Anak Tunagrahita di SKh Negeri 01 Kota Cilegon Amelia, Dwi; Sidik, Sistriadini Alamsyah; Pratama, Toni Yudha
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i4.9015

Abstract

Metode ini merupakan salah satu cara untuk menjalankan program bina diri anak. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan bina diri anak tunagrahita di SKh Negeri 01 Kota Cilegon. Penelitian ini menggunakan metode Single Subject Research dengan desain A-B-A. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari anak-anak kelas 1 SDKh Negeri 01 Kota Cilegon. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 2 anak tunagrahita dengan kriteria belum bisa melakukan bina diri menyikat gigi. Teknik pengumpulan data berupa tes dan observasi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah anak mampu merawat gigi dengan cara menyikat gigi. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang lebih baik terhadap kemampuan bina diri anak jika dibandingkan dengan kemampuan awal anak sebelum diberikan intervensi menggunakan metode storytelling menggunakan media buku cerita bergambar.
Analisis Sistem Pembelajaran Dalam Membangun Kompetensi Dan Kemandirian Siswa Berkebutuhan Khusus Di SKH Negeri 02 Kota Serang Sidik, Sistriadini Alamsyah; Amalia, Ilma; Risma, Risma; Nabila, Rd. Rizka; Febrianti, Dyessa Aprillya; Puspita, Agnes; Muslimah, Muslimah; Hibatullah, Najib; Damayanti, Stefany
PAIDAGOGIA: Jurnal Pengajaran dan Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025): March 2025 : PAIDAGOGIA: Jurnal Pengajaran dan Pendidikan
Publisher : Sumule Indonesia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the learning system at SKH Negeri 02 Kota Serang in developing the competence and independence of students with special needs. The research uses a qualitative approach with literature analysis and direct observation at the school. The findings indicate that the application of constructivism theory, individualized learning, and the Montessori method can positively impact the development of students' competence and independence. However, there are still challenges such as limited facilities, the use of less interactive conventional teaching methods, and a lack of teacher training. This study concludes that despite the implementation of various approaches, improvements are needed in educational infrastructure and specialized teacher training. The development of more interactive methods and the use of diverse assistive technologies will support the enhancement of students' independence. This research is expected to contribute to the development of a more effective and responsive learning system for students with special needs. Keywords: learning system, students with special needs, competence, independence, Montessori method.
Implementation of Loose Part Play STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) Media on STEM Understanding of Pre-service Teachers: A Case Study in Serang City, Indonesia Abadi, Reza Febri; Musayaroh, Siti; Sidik, Sistriadini Alamsyah; Asmiati, Neti; Pratama, Toni Yudha; Mulia, Dedi; Utami, Yuni Tanjung; Maslahah, Sayidatul
Jurnal Pendidikan Indonesia Gemilang Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jpig.v3i1.179

Abstract

This study aimed to implement the STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics)-based Loose Part Play Media on an understanding of cerebral palsy pre-service teachers in the city of Serang. The participants in this study are cerebral palsy pre-service teachers in Serang, Indonesia. The participant was 21 teachers. The method in this activity is a case study. The results showed that increasing of the STEM understanding was 26.2. It can be concluded that the STEM-based loose part play media can increase the STEM understanding of the pre-service teachers to find solutions to the problems faced by cerebral palsy pre-service teachers in Serang. An increase in understanding achievement indicates this through loose part play STEM of 26.2 (seen from the initial and final test), and the pre-service teacher's understanding of STEM-based loose play part media is 82.5. 
Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kemandirian Mencuci Tangan Anak Berkebutuhan Khusus Di Kecamatan Pandeglang Mahargyani, Gea Esika; Pratama, Toni Yudha; Sidik, Sistriadini Alamsyah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2150

Abstract

Parents are the lifeblood of a family who provide good things in educating children, including children with special needs. This study aims to describe the parenting patterns of parents in shaping the independence of children with special needs in Pandeglang District, especially children with conditions of tunagrahita, tunadaksa, and autism. Children with special needs often face obstacles in social development and independent abilities, so the parenting patterns applied by parents have a very crucial role. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, observation, documentation and participatory field notes to a number of parents who have children with special needs. The results showed that there were variations in the parenting patterns used, ranging from authoritarian, permissive, to democratic parenting. The parenting patterns applied by each parent to the independence of hand washing activities for children with special needs in Pandeglang District, namely parents L and F apply a combination of authoritarian, democratic and permissive parenting patterns. This democratic parenting is applied by parents A, D, R, RB, L and F. The six parents apply democratic parenting, namely a clear boundary and an expectation in monitoring children's behavior.  Parents always use reasons and rules as achievements or give warnings related to children's behavior. The application of parenting patterns with good and positive children makes effective application, both for the development of children's independence and vice versa.ABSTRAK Orang tua adalah pelengkap hidup di dalam suatu keluarga yang memberikan hal-hal baik dalam mendidik anak termasuk anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola asuh orang tua dalam membentuk kemandirian anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Pandeglang, khususnya anak dengan kondisi tunagrahita, tunadaksa, dan autisme. Anak berkebutuhan khusus seringkali menghadapi hambatan dalam perkembangan sosial dan kemampuan mandiri, sehingga pola asuh yang diterapkan oleh orang tua memiliki peran yang sangat krusial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi serta catatan lapangan partisipatif terhadap sejumlah orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi pola asuh yang digunakan, mulai dari pola asuh otoriter, permisif, hingga demokratis. Pola asuh yang diterapkan masing-masing orang tua terhadap kegiatan kemandirian mencuci tangan anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Pandeglang yakni orang tua L dan F menerapkan pola asuh kombinasi antara otoriter, demokratis dan permisif.  Pola asuh demokratis ini diterapkan oleh orang tua A, D, R, RB, L dan F keenam orang tua menerapkan pola asuh demokratis yaitu sebuah batasan dan sebuah harapan yang jelas dalam memantau perilaku anak.  Orang tua selalu menggunakan alasan dan aturan sebagai pencapaian atau memberikan peringatan yang berhubungan dengan perilaku anak. Penerapan pola asuh dengan pembawaan yang baik dan positif anak menjadikan penerapan yang efektif, baik terhadap perkembangan kemandirian anak begitupun sebaliknya.
PENERAPAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM MEREDUKSI PERILAKU AGRESIF PADA SISWA TUNAGRAHITA KELAS V SDKH DI SKH NEGERI 01 PANDEGLANG Nurjanah, Okeu; Asmiati, Neti; Sidik, Sistriadini Alamsyah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.3258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknikassertive training dalam mereduksi perilaku agresif pada siswa tunagrahita sedang kelas V SDKh di SKh Negeri 01 Pandeglang. Metode yang digunakan pada penelitian iniadalah metode eksperimen dengan jenis penelitian kuantitatif. Desain yang digunakan pada penelitian eksperimen adalahSingle Subject Research (SSR), dengan desain A-B-A. Subjekpada penelitian ini yatu satu orang siswa tunagrahita sedang.Target behavior pada penelitian ini yaitu perilaku agresif non-verbal (memukul, menjambak, dan melempar barang). Hasil mean level frekuensi kemunculan secara keseluruhan dariperilaku agresif non-verbal pada fase baseline 1 (A1), intervensi (B), baseline 2 (A2) yaitu 19,75, 11,875, dan 7,5. Hasil mean level frekuensi kemunculan perilaku agresif non-verbal (memukul) pada fase baseline 1 (A1), intervensi (B), baseline 2 (A2) yaitu 9,25, 5,75, dan 4. Hasil mean level frekuensi kemunculan perilaku agresif non-verbal (menjambak) pada fase baseline 1 (A1), intervensi (B), baseline 2 (A2) yaitu 6,5, 3,25, dan 2. Hasil mean level frekuensi kemunculan perilaku agresif non-verbal (melemparbarang) pada fase baseline 1 (A1), intervensi (B), baseline 2 (A2) yaitu 4, 2, dan 1. Hasil pada penelitian ini menunjukkanbahwa perilaku agresif non-verbal siswa tunagrahita sedangberkurang atau menurun dilihat dari mean level yang terusmenurun setelah memperolehnya intervensi melaluipenerapan teknik assertive training, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik assertive training dapatmereduksi perilaku agresif non-verbal siswa tunagrahitasedang kelas V SDKh di SKh Negeri 01 Pandeglang.  
PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK CEREBRAL PALSY DI SKH SOFIANA ARRAUF Putri, Reshanandra; Sidik, Sistriadini Alamsyah; Utami, Yuni Tanjung
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.3262

Abstract

Anak cerebral palsy adalah anak yang mengalami masalah fisik dan motorik yang disebabkan oleh kerusakan di dalam otak. Salah satu akibat yang umum terjadi pada anak dengan kondisi cerebral palsy yaitu kesulitan dalam melakukan kegiatan motorik, baik kasar maupun halus. Dalam kegiatan keseharian, kemampuan motorik halus menjadi elemen dasar yang perlu dikuasai oleh anak, tidak terkecuali pada anak cerebral palsy. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan motorik halus anak cerebral palsy hemiplegia menggunakan permainan tradisional congklak. Dalam penelitian ini, bermain congklak dengan pendekatan game based learning merupakan perlakuan yang diberikan. Penelitian ini adalah penelitian jenis kuantitatif metode eksperimen dengan pendekatan single subject research (SSR) dan menggunakan desain reversal A-B-A. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan tes perlakuan melalui instrumen yang telah di uji validitas isi berupa expert judgement dan uji reliabilitas konsistensi internal dengan teknik alpha cronbach. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik statistik deskriptif dengan hasil perolehan berbentuk grafik. Subjek yang diteliti adalah seorang anak cerebral palsy tipe hemiplegia kelas 4 (fase B) SDKh berinisial AR. Berdasarkan hasil penelitian memperlihatkan bahwa penerapan permainan congklak mampu meningkatkan kemampuan motorik halus cerebral palsy hemiplegia di SKh Sofiana Arrauf, ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata data pada keempat target behavior (menggerakkan jari, menjumput, memegang dan memindahkan benda) setelah diberikannya intervensi/perlakuan. Dengan demikian, kesimpulan pada penelitian ini adalah permainan tradisional congklak mampu meningkatkan keterampilan motorik halus cerebral palsy tipe hemiplegia kelas 4 SDKh di SKh Sofiana Arrauf.
PENERAPAN TEKNIK LATIHAN GRAPHOMOTOR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN PADA SISWA CEREBRAL PALSY DI SKH NEGERI 01 PANDEGLANG Apriliani, Ayu Indri; Sidik, Sistriadini Alamsyah; Maslahah, Sayidatul
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.3427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan teknik latihan graphomotor dalam meningkatkan kemampuan menulis permulaan pada siswa cerebral palsy kelas VII di SKh Negeri 01 Pandeglang. Permasalahan yang melatarbelakangi adalah kesulitan siswa dalam menyalin huruf abjad secara optimal akibat kurangnya variasi teknik pembelajaran menulis yang diberikan oleh guru. Teknik graphomotor diterapkan sebagai solusi karena dikenal sebagai teknik latihan keterampilan yang berfungsi untuk mengatasi kesulitan dalam menulis. Metode penelitian menggunakan eksperimen Single Subject Research (SSR) dengan desain reversal A-B-A. Target behavior (variabel dependen) dalam penelitian ini yaitu kemampuan menulis permulaan, sedangkan variabel bebas (variabel independen) yaitu teknik latihan graphomotor. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis siswa dengan nilai rata-rata 20% pada fase baseline 1 (A1), meningkat menjadi 87% pada fase intervensi (B), dan tetap tinggi pada fase baseline 2 (A2) sebesar 60%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik latihan graphomotor berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan menulis permulaan pada siswa cerebral palsy di SKh Negeri 01 Pandeglang.
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MESSY PLAY DALAM MENINGKATKAN SENSORI TAKTIL PADA ANAK AUTIS KELAS IX SMPKH DI SKH NEGERI 02 KOTA SERANG Nabila, Rd Rizka; Abadi, Reza Febri; Sidik, Sistriadini Alamsyah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.3499

Abstract

PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MESSY PLAY DALAM MENINGKATKAN SENSORI TAKTIL PADA ANAK AUTIS KELAS IX SMPKH DI SKH NEGERI 02 KOTA SERANG (Studi Eksperimen Single Subject Research (SSR) di Kelas IX SKh Negeri 02 Kota Serang) Oleh Rd Rizka Nabila 2287210028 ABSTRAK Penggunaan media pembelajaran Messy Play dijadikan sebagai media pembelajaran untuk melakukan intervensi karena media ini dapat menstimulasi anak untuk mau belajar merangsang sensori taktil anak autis. Media pembelajaran Messy Play yang digunakan dalam penelitian ini merupakan media yang dibuat oleh peneliti untuk meningkatkan sensori taktil pada anak autis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keekfektifan penggunaan media pembelajaran Messy Play dalam meningkatkan sensori taktil pada anak autis kelas IX SMPKH di SKh Negeri 02 Kota Serang. Metode yang digunakan dalam penelitian dengan menggunakan metode eksperimen Single Subject Research (SSR). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peningkatan rangsangan sensori taktil. fase baseline 1 (A1) yang dilakukan 4 sesi menunjukkan kesamaan nilai 15. Fase intervensi (B) yang dilakukan sebanyak 8 sesi menghasilkan nilai 32, 38, 38, 40, 40, 41, 43, dan 43. Fase baseline 2 (A2) yang dilakukan sebanyak 4 sesi menunjukkan kesamaan nilai 48. Efektifitas dilihat dari presentase overlap, dari intervensi (B) ke baseline 1 (A1) tidak menunjukkan data yang tumpang tindih, sedangkan dari baseline 2 (A2) ke intervensi (B) menunjukkan presentase overlap 25%. Dengan demikian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan media pembelajaran Messy Play efektif dalam meningkatkan sensori taktil pada anak autis kelas IX SMPKH di SKh Negeri 02 Kota Serang. Kata kunci : media pembelajaran Messy Play, meningkatkan sensori taktil, anak autis. THE USE OF MESSY PLAY LEARNING MEDIA IN IMPROVING TACTILE SENSIBILITIES IN AUTISTIC CHILDREN IN GRADE IX SMPKH AT SKH NEGERI 02 KOTA SERANG (Single Subject Research (SSR) Experimental Study in Class IX SKh Negeri 02 Kota Serang) By Rd Rizka Nabila 2287210028 ABSTRACT The use of Messy Play learning media is used as a learning medium to intervene because this media can stimulate children to want to learn to stimulate the tactile senses of autistic children. The Messy Play learning media used in this study is a media created by researchers to improve tactile sensory in autistic children. This study aims to determine the effectiveness of the use of Messy Play learning media in improving tactile sensory in grade IX autistic children in SMPKH at SKh Negeri 02 Kota Serang . The method used in the research used was using the Single Subject Research (SSR) experimental method. Based on the results of the study, it shows an increase in tactile sensory stimuli. Baseline phase 1 (A1) which was carried out in 4 sessions showed the same value of 15. The intervention phase (B) which was carried out as many as 8 sessions resulted in scores of 32, 38, 38, 40, 40, 41, 43, and 43. The baseline phase 2 (A2) which was carried out in 4 sessions showed the same score of 48. Effectiveness was seen from the percentage of overlap, from intervention (B) to baseline 1 (A1) did not show overlapping data, while from baseline 2 (A2) to intervention (B) showed a percentage of overlap of 25%. Thus, it can be concluded that the use of Messy Play learning media is effective in improving tactile sensory in grade IX autistic children in SMPKH at SKh Negeri 02 Kota Serang. Keywords: Messy Play learning media, improving tactile sensory, autistic child.