Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Potret Tradisi Bib Maaf pada Keberangkatan Haji Masyarakat Desa Dullah Laut Kepulauan Kei Maluku Tenggara Fatima Nuhuyanan; Muhamad Yusuf; Suparto Iribaram; Sigit Purwaka; Rachmad Surya Muhandy
Potret Pemikiran Vol 26, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v26i2.2082

Abstract

Artikel ini bertujuan memaparkan secara komprehensif tentang Tradisi Bib Maaf di Desa Dullah Laut Kepulauan Kei Maluku Tenggara. Merupakan penelitian kualitatif, menggunakan paradigma fenomenologi sosial. Melakukan observasi partisipatoris pasif, kedalaman wawancara serta dokumentasi. Menggunakan teknik analisis model alir dari Milles dan Huberman. Hasil penelitian: Tradisi Bib Maaf? yang dilakukan masyarakat Kei di Desa Dullah Laut merupakan tradisi keberangkatan ibadah Haji. Merupakan momentum saling memaafkan dan memanjatkan doa agar menjalankan ibadah Haji dengan selamat. Bib Maaf atau kambing maaf merupakan tradisi lisan yang dikembangkan masyarakat Muslim Kepulauan Kei. Kekeluargaan pada masyarakat Kei bermakna luas mencakup seluruh dimensi kehidupan manusia. Sikap optimis orang Kei dalam tradisi Bib Maaf yaitu: Pertama, Sikap rela menolong. Kedua, Sikap percaya bahwa orang lain akan membantu. Ketiga, Sikap hormat menghormati. Maren atau Hamaren dipahami sebagai tanggung jawab bersama warga dalam menyelesaikan pekerjaan yang dilaksanakan secara spontan dan sukarela. Yellim merupakan rentetan tradisi, berbentuk pemberian untuk meringankan beban pelaksanaan tradisi yang memiliki kebermanfaatan dalam tradisi, menunjukkan kedermawanan masyarakat. Nit Ni Wang, Barzanji dan Dok Mol merupakan rangkaian tradisi dalam bentuk memanjatkan do?a kepada Sang pencipta Allah Subhanahu wa Ta?ala, dan puji-pujian pada Nabi Muhammad, Shallallahu ?Alaihi wa Sallam, serta pada leluhur agar perjalanan Haji memperoleh keselamatan.
Pembangunan Rumah Yang Dilakukan Masyarakat Di Bantaran Kali Anafre Kota Jayapura Asri Syahfitri; Muhamad Yusuf; Safiudin Safiudin; Amri Amri; Rachmad Surya Muhandy
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v6i2.2415

Abstract

The Purpose of writing this reasearch is to comprehensively describe the neglect of the construction of residential houses by the people on the banks of the Anafre river, Jayapura City. This type of research is using a qualitative method, using a social phenomenological paradigm, to data analysis using a flow model. The study's findings, the construction of dwellings on the Anafre River's banks is an endeavor by inhabitants to acquire a residential house. Many others have copied the government and private buildings that have enlivened the growth on the banks of the Anafre River. Residential house building is done permanently or semi-permanently depending on the demands of the occupants. Without licensing certificates, giving up customs and building permissions for buildings on the Anafre River's banks violates current legislation; these letters are proof of physical and legal facts. The convenience of the Jayapura City BPN in the form of a certificate management policy based on the submission of a recommendation letter from the Ministry of PUPR of Jayapura City, which is in violation of Government Regulation No. 38 of 2011 concerning the River. Many locals are unaware of the convenience of Jayapura City BPN housing on the banks of the Anafre River, which is placed behind the Paldam housing (army settlement), so that civilians building houses in the area feel safe from eviction.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Damar pada Masyarakat Kampung Patipi Pulau Kabupaten Fak-Fak M. Syukri Nawir; Muhamad Yusuf; Suparto Iribaram; Afan Garamatan; Nining Puji Lestari
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 10, No 3: SEPTEMBER 2022
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um011v10i32022p164-178

Abstract

Abstract: The study's goal was to explain Islamic education ideals in the Damar tradition in Patipi Pulau Village, Fak-fak Regency. It is a qualitative study with a social phenomenological method, involving observations, interviews, and recording utilizing Miles and Huberman's flow model analysis technique. The study's findings: The festiveness of the mosque on the night of Lailatul Qadar is a practice carried out by the community in Patipi Pulau Village by participating in religious rituals together, with delight, such as breaking the fast, offering alms, torch procession, and reading the Qur'an. Volunteerism, which is honesty and refraction, is the basis for alms to mosque administrators. People's lives are affected by high kinship values. Culture and religion come together to produce a sense of community among residents, a sense of solidarity that is raised spontaneously by the community in the practice of traditions. Devotion, charity, alms, al-ukhuwah, Khuluqiyah, al-Masuuliyyah, al-Munfiqun, and friendship are among the Islamic educational ideals taught in the tradition. Mosque administrators carry out their duties and obligations with seriousness since caring for the mosque is a noble responsibility that is passed down from generation to generation or passed down via inheritance. The community retains meaningful traditions (beliefs, knowledge, and habits) as a means of organizing, accepting, and creating subsequent interactions and acts based on common understanding.Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk menjabarkan nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Damar di Kampung Patipi Pulau Kabupaten Fak-fak. Merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi social, melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan tehnik analisis model alir dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian: Meriahnya Masjid pada malam Lailatul Qadar merupakan pembiasaan yang dilakukan masyarakat di Kampung Patipi Pulau dengan melakukan aktivitas keagamaan bersama, dengan kegembiraannya melalui berbuka puasa, pemberian sedekah, pawai obor, membaca Qur’an. Sedekah pada pengurus Masjid didasarkan kesukarelaan yang merupakan ketulusan serta pembiasan. Nilai-nilai kekerabatan yang tinggi mempengaruhi kehidupan masyarakat. Budaya dan agama menyatu menciptakan kebersamaan diantara warga, merupakan solidaritas yang dimunculkan masyarakat secara spontan dalam pelaksanaan tradisi. Rangkaian kegiatan dalam tradisi mengandung nilai pendidikan Islam seperti: Ketaqwaan, Amaliyah, Sedekah, al-ukhuwah, Khuluqiyah, al-Masuuliyyah, al-Munfiqun, serta silaturahmi. Pengurus Masjid melakukan tugas dan tanggungjawabnya dengan keikhlasan, disebabkan mengurus Masjid adalah tugas mulia yang dilakukan turun temurun atau pewarisan. Masyarakat mempertahankan tradisi yang memiliki makna (keyakinan, pengetahuan serta kebiasaan), sebagai cara mengatur, menerima, berbagai tradisi yang dianggap baik serta mendasari pemahaman bersama dan mengembangkan interaksi dan tindakan lebih lanjut.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Damar Pada Masyarakat Kampung Patipi Pulau Kabupaten Fak-fak M. Syukri Nawir; Muhamad Yusuf; Suparto Iribaram; Afan Garamatan; Nining Puji Lestari
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.3948

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menjabarkan nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Damar di Kampung Patipi Pulau Kabupaten Fak-fak. Merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi social, melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan tehnik analisis model alir dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian: Meriahnya Masjid pada malam Lailatul Qadar merupakan pembiasaan yang dilakukan masyarakat di Kampung Patipi Pulau dengan melakukan aktivitas keagamaan bersama, dengan kegembiraannya melalui berbuka puasa, pemberian sedekah, pawai obor, membaca Qur’an. Sedekah pada pengurus Masjid didasarkan kesukarelaan yang merupakan ketulusan serta pembiasan. Nilai-nilai kekerabatan yang tinggi mempengaruhi kehidupan masyarakat. Budaya dan agama menyatu menciptakan kebersamaan diantara warga, merupakan solidaritas yang dimunculkan masyarakat secara spontan dalam pelaksanaan tradisi. Rangkaian kegiatan dalam tradisi mengandung nilai pendidikan Islam seperti: Ketaqwaan, Amaliyah, Sedekah, al-ukhuwah, Khuluqiyah, al-Masuuliyyah, al-Munfiqun, serta silaturahmi. Pengurus Masjid melakukan tugas dan tanggungjawabnya dengan keikhlasan, disebabkan mengurus Masjid adalah tugas mulia yang dilakukan turun temurun atau pewarisan. Masyarakat mempertahankan tradisi yang memiliki makna (keyakinan, pengetahuan serta kebiasaan), sebagai cara mengatur, menerima, berbagai tradisi yang dianggap baik serta mendasari pemahaman bersama dan mengembangkan interaksi dan tindakan lebih lanjut.
MEMBANGUN DUNIA PENDIDIKAN ISLAM DI TENGAH KETERBATASAN (Potret Pondok Pesantren Di Kota Jayapura) Muhamad Yusuf; M Syukri Nawir; Rahmat Surya Muhandy; Nanik Nikmal Mafiroh
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 01 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v10i01.1035

Abstract

Pondok pesantren yang tersebar di Kota Jayapura memiliki berbagai kekurangan baik disebabkan kurangnya sarana dan prasanan, kualitas tenaga pengajar, serta kualitas materi yang diajarkannya dan masih banyak lagi berbagai kekurangan yang dimiliki dalam usaha pengembangan dunia pendidikan Islam berbasis pondok., misalnya masalah otonomi khusus yang diterapkan di Propinsi Papua mengedepankan penganut agama yang mayoritas dalam pendanaan, yang berimbas pada minimnya dana yang dialokasikan menyebabkan lemahnya pengembangan pendidikan berbasis pondok di Kota Jayapura. Tujuan penelitian untuk mengetahui : pendidikan pondok pesantren di Kota Jayapura mengalami kendala dalam pengembangannya, pandangan masyarakat terhadap pondok pesantren, serta solusi pengembangan pondok pesantren di Kota Jayapura. Merupakan penelitian Kualitatif, menggunakan paradigma fenomenologi sosial, wilayah penelitian Kota Jayapura. Hasil penelitian : Kurangnya kreatifitas pihak pondok dalam mencari sumber dana, tidak melakukan kerjasama dalam mengembangkan pondok, baik dengan pemerintah Propinsi, Kota baik eksekutif maupun legislatif, maupun dengan pihak swasta. Pengurus pondok kurang mampu untuk meningkatkan Image masyarakat tentang keberadaan pendidikan pondok pesantren di Kota Jayapura, serta meningkatkan pondok pesantren kearah yang lebih modern sehingga meningkatkan ketertarikan masyarakat Muslim untuk menuntut ilmu di pondok pesantren.
Mandatori Halal: Potensi, Kendala dan Dampak bagi Pengembangan Industri Halal di Kota Jayapura Jakiyudin, Ahmad Havid; Faisal, Faisal; Yusuf, Muhamad; Muhandy, Rachmad Surya
Al-'Aqdu: Journal of Islamic Economics Law Vol 4, No 1 (2024): June
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajiel.v4i1.2996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep pengembangan industri halal yang didasarkan pada potensi, kendala dan dampak. Mandatori halal, yaitu kewajiban sertifikasi halal yang diberlakukan kepada seluruh pelaku usaha sesuai dengan ketentuan Pasal 4 Undang-undang No. 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal. Selama ini hanya sebagian dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kota Jayapura yang bersertifikat halal. Kewajiban sertifikasi halal akan membantu mengembangkan industri halal di Kota Jayapura. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan yuridis-normatif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa penahapan kewajiban sertifikasi halal untuk produk makanan dan minuman sampai dengan tahun 2024 (Pasal 140 Peraturan Pemerintah No. 39 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal). Potensi tersebut meliputi adanya sertifikasi halal gratis, self declare (ikrar halal) dan banyaknya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang dilakukan oleh mama-mama Papua. Kendala sertifikasi halal meliputi beralihnya kewenangan dari Majelis Ulama Indonesia kepada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, kurangnya pemahanan pentingnya label halal dan penguasaan penggunaan perangkat elektronik. Dampak dari mandatori halal akan membantu meningkatkan kepercayaan konsumen, pengembangan usaha, dan membantu pencapaian program pemerintah.
Pengabdian pada Masyarakat Melalui Penterjemahan Naskah Khotbah Gulung di Kampung Lilinta Distrik Misool Barat Kepulauan Raja Ampat Yusuf, Muhamad; Mayalibit, M. Yasin, Un.; Nawir, M. Syukri; Fatmawati, Anissa; Al Abza, M. Thohar; Rasyid, Muhammad Rusdi
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v8i2.10794

Abstract

Penggunaan naskah Khotbah Gulung merupakan tradisi yang diwariskan oleh para leluhur masyarakat di Kampung Lilinta Distrik Misool Barat Kepulauan Raja Ampat, Namun demikian masyarakat tidak memahami isi yang terkandung dalam naskah tersebut akibat tidak adanya masyarakat yang mampu menterjemahkan naskah tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Kualitatif Deskriptif dengan menggunakan metode analisis ASOCA dalam penjabarannya. Hasil penelitian: peneliti melakukan penterjemahan naskah Khotbah Gulung dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia, selanjutnya mencetak ke dalam buku terjemahan dan menyerahkannya pada masyarakat Kampung Lilinta. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap penggunaan naskah Khotbah Gulung tersebut dalam kehidupan masyarakat sehari-hari dalam meningkatkan ketaqwan kepada Allah Subhanahu wa ta ala melalui kegiatan-kegiatan berkelanjutan seperti Desa Binaan dan Kuliah Kerja Nyata di Kampung Lilinta Distrik Misool Barat Kepulauan Raja Ampat.
Persepsi Hukum Adat Larvul Ngabal Pada Masyarakat Kei Perantauan Di Kota Jayapura Provinsi Papua Yusuf, Muhamad; Nofrita, Dewi; Mafiroh, Nanik Nikmal; Garamatan, Afan
POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 2 No 1 (2021): Ngaji Online, Zakat, dan Kearifan Lokal
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/porosonim.v2i1.47

Abstract

This study aims to find out about the understanding of the overseas Kei people in the city of Jayapura about the customary law of Larvul Ngabal and the impact of the values ​​of the customary law of Larvul Ngabal which are starting to disappear on the overseas Kei people in the city of Jayapura. Using qualitative methods with a social phenomenology paradigm. Research results: The phenomenon that occurs in the overseas Kei community in Jayapura city has experienced a degradation of its original culture, namely the Kei culture, where many of the Kei young generation, especially those who grew up in Jayapura City and who are mixed Kei people (one of their parents is not Kei), cannot speak Kei, this results in an inability to master the customary law of Larvul Ngabal, as well as the younger generation who can speak the Kei area (Veveu Evav) unable to master the contents of the law.  On the other hand, there is a strengthening of religious elements so that it erodes the existence of Larvul Ngabal customary law which without realizing that this customary law can unite various religions in the Kei community. The fundamental conflict is only related to the sanctions imposed by customary law which are still very burdensome for the Kei people, there is also an opinion that if the Kei culture is carried out in overseas areas, the use of caste in custom must be reopened.
Profesionalitas Guru dalam Keberhasilan Proses Belajar Mengajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Entrop Jayapura Bustam, Bustam; Zulihi, Zulihi; Yusuf, Muhamad; Renngiwur, Gazali
KARIWARI SMART : Journal of Education Based on Local Wisdom Vol. 4 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAIN Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/kariwarismart.v4i1.980

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini yaitu: Untuk memaparkan bagaimana profesionalitas guru agama Islam di Sekolah Dasar Islam Terpadu Entrop Jayapura, untuk mengetahui keberhasilan proses belajar mengajar bidang studi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Islam Terpadu Entrop Jayapura, serta untuk mengetahui adanya pengaruh profesionalitas guru agama Islam terhadap keberhasilan proses belajar mengajar bidang studi Agama Islam di Sekolah Dasar Islam Terpadu Entrop Jayapura.Hasil penelitian : Secara umum profesionalitas Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDIT Entrop Jayapura terhadap keberhasilan proses belajar mengajar dapat dikategorikan sedang, bahkan cenderung meningkat, namun masih terdapat kekurangan pada pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar. Kekurangan pada pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar berakibat pada penurunan tujuan/hasrat belajar dari diri pribadi siswa. Kekurangan tersebut bukan hanya disebabkan oleh keterbatasan Guru dalam mengaplikasikan kemampuannya untuk menggunakan media serta sumber belajar, namun keterbatasan itu juga muncul dari kemampuan sekolah dalam menyediakan media serta sumber-sumber belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) pada SDIT Entrop Jayapura. Faktor yang sangat kuat melemahkan proses belajar mengajar pada SDIT Entrop Jayapura terletak pada: Hasrat belajar dari diri sendiri dan pengaruh lingkungan sekitar, memperlihatkan kategori nilai yang rendah.
Dialectics of Religion and Tradition in Determining the Marriage Day of Javanese Muslims in Papua Province Isrowiyah, Isrowiyah; Fauziah, Silvi Laila Rista; Yusuf, Muhamad; Zulihi, Zulihi; Taslim, Muhammad; Watora, Ibrahim; Hermansyah, Hermansyah
TATHO: International Journal of Islamic Thought and Sciences Volume 2, Issue 2 (2025)
Publisher : International Tatho Academics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70512/tatho.v2i2.96

Abstract

This research aims to explore the weton tradition in determining the auspicious day for marriage in Javanese Muslims society, particularly in Arso IX, Papua Province, and its impact on the social and spiritual life of the community. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The results show that the weton tradition has a deep philosophical value, serves as a guide in determining auspicious days, and strengthens cultural identity and social ties among the community. From a social perspective, the use of weton calculation in marriage can be understood as the parents' desire to choose the best partner for their children. The wedding day carried out based on weton calculations is still considered valid as long as it fulfils the pillars and conditions stipulated in Islamic law, without violating the principles of the Islamic religion. This research confirms the importance of dialog between religious teachings and traditional practices in preserving the harmonious relationship between religious social practices and lokan cultural wisdom.