Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA DARI USAHA OLAHAN KERIPIK SINGKONG DI KAMPUNG WULUKUBUN KABUPATEN KEEROM PROPINSI PAPUA Herawati, Miske Aprillia; Ramadani, Nurul Oktavia; Yusuf, Muhamad; Zulihi, Zulihi; Watora, Ibrahim
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v5i2.5174

Abstract

Singkong merupakan alternatif sumber karbohidrat yang melimpah dan mudah dibudidayakan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Kampung Wulukubun Arso 14, Kabupaten Keerom, Papua. Potensi ini dimanfaatkan untuk mengembangkan industri rumahan keripik singkong sebagai upaya meningkatkan pendapatan keluarga. Dengan menerapkan metode PDCA (Plan, Do, Check, Act), kegiatan pelatihan produksi dan kewirausahaan diberikan kepada ibu-ibu di desa. Produk keripik singkong dibuat dari bahan lokal dengan peralatan sederhana, lalu dipasarkan melalui promosi digital dan langsung. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa produk ini memiliki kekuatan seperti cita rasa yang khas dan minim kompetitor, namun juga menghadapi tantangan seperti keterbatasan varian rasa dan desain kemasan yang kurang menarik. Peluang pasar cukup besar, terutama karena meningkatnya minat terhadap camilan sehat tanpa bahan pengawet, meskipun ada ancaman dari kompetitor baru dan tren pemasaran digital yang semakin berkembang. Kesimpulannya, usaha keripik singkong ini memiliki prospek yang menjanjikan sebagai penggerak ekonomi lokal dan dapat ditingkatkan melalui inovasi produk serta strategi pemasaran yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Pinang Sebagai Alat Kontak Masyarakat Papua di Arso Swakarsa Kabupaten Keerom: Betels as a Contact Tool for Papuan Community in Arso Swakarsa, Keerom Regency Lutfianasari, Rahma; Yusuf, Muhamad; Iribaram, Suparto; Muhandy, Rachmad Surya; Kadir, Akhmad
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v16i2.13476

Abstract

Areca atau yang juga dikenal sebagai buah pinang, adalah salah satu tanaman yang memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat Papua. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui ekstensi mengenai buah pinang yang digunakan sebagai alat kontak bagi masyarakat Papua di Arso Swakarsa, serta mengetahui ekstensi mengenai buah pinang yang dipandang mampu menjadi alat kontak bagi masyarakat setempat. Metode yang diterapkan pada penelitian “Pinang Sebagai Kontak Masyarakat Papua (Studi Kasus pada Masyarakat Papua di Arso Swakarsa Kabupaten Keerom)” menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini berfokus pada praktik konsumsi buah pinang pada masyarakat setempat. Penggunaan pinang menjadi kebiasaan yang digunakan sebagai kudapan dan simbol budaya yang menunjukkan betapa pentingnya pinang dalam kehidupan sehari-hari baik kalangan anak-anak hingga dewasa. Menggunakan pinang sebagai pembuka komunikasi, dapat menciptakan momen yang santai dan menyenangkan untuk berinteraksi dengan orang lain, memperkuat ikatan sosial, dan kebersamaan serta memperluas jaringan sosial. Selain itu adanya para-para pinang masyarakat Papua di Arso Swakarsa dapat menjadikannya sebuah media bertukar informasi, saling berbagi cerita serta saling berdiskusi, saling mendengarkan dan memberika perhatian satu sama lain. Menciptakan rasa kebersamaan dan persaudaraan yang kuat dalam terjalinnya ikatan sosial. Namun demikian para-para pinang mulai mengalami pergeseran akibat dari kesibukan masyarakat yang menimbulkan pola individualis dalam masyarakat.
Pengembangan Produk Pengolahan Pabrik Tempe Dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga Pada Masyarakat Fatmawati, Ludya; Taliba, Jumalia; Yusuf, Muhamad; Zulihi, Zulihi; Fatmayanti, Anisa; Muhandy, Rachmad Surya
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i1.3027

Abstract

The goal of this program is to process soybeans into the signature tempe of Nimbokrang, which is expected to be managed by families in the village as a home-based business. This program uses the PDCA method (planning, action, checking, and action), which includes all steps from product planning to the assistance provided. The results of this program include product analysis, packaging, marketing strategies, training in product creation, and development of entrepreneurship strategies, leading up to the launch of the tempe product. The SWOT analysis shows that the strength of this product is that it is the only one in Nimbokrang, made from high-quality soybeans. However, there is a weakness in sourcing raw materials for tempe. Limited internet access also poses a challenge in marketing through social media. On the other hand, the tempe product has good opportunities in this village and the existence of the village supports marketing. The threats include the emergence of tempe products from surrounding areas that become competitors. With attractive packaging and the right marketing techniques, it is hoped that this mentoring program can encourage families to produce tempe on a larger scale as a home industry.
Helping Ease during Marriage: Tombor Magh as Social Ties among Family Members of Fakfak Family, West Papua, Indonesia Abza, M. Thohar Al; Purwati, Heni; Yusuf, Muhamad; Zulihi, Zulihi; Iribaram, Suparto
Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol. 32 No. 2 (2024)
Publisher : LP2M - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ws.32.2.22985

Abstract

A tradition that is still carried out by the Patipi Pulau community of Fakfak Regency is the collection of dowry called the Tombor Magh tradition, which is determined by the female party to the male party through an agreement. The aim of the research is to determine the implementation of the Tombor Magh tradition and the impact of the Tombor Magh tradition carried out by the Patipi Island indigenous community in Fakfak Regency. This is qualitative research, using a social phenomenology paradigm. Research results the Tombor Magh tradition (collection of dowry) is carried out when marriages occur between members of the Fakfak traditional community. The Tombor Magh tradition is carried out at the groom's house. In tradition, there are reciprocal gifts made by the groom's family to cover the groom's lack of dowry. Giving to women is a gift. When Tombor Magh is not fulfilled, the consequences are borne by the man. The delivery objects in Tombor Magh are jumhur, ndrup, pdour, yana, mongmongka, lela, nteing, and antique plates. The function of Tombor Magh is to maintain community culture as a means of unifying, strengthening, and binding the family, maintaining the integrity of family relationships, maintaining traditions passed down from generation to generation, and maintaining the honor and dignity of the male family in fulfilling the dowry. If you don't implement Tombor Magh, there are consequences that must be obeyed, which are habits that arise from mutual agreements that have become the customary law of the community by discarding the surname/family/clan from men to be passed on to their children, which is used is the surname/family/clan.
KOMERSIALISASI LAHAN PERTANIAN DI KOYA BARAT DAN KOYA TIMUR, KOTA JAYAPURA Yusuf, Muhammad; Sahudi, Sahudi; Muhandy, Rachmad Surya
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 20 NO 01 2021 (MARCH)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.232 KB) | DOI: 10.31186/jagrisep.20.01.157-178

Abstract

This paper aims to find out about the commercialization of agricultural land, and the current model of agricultural land commercialization in West Koya and East Koya, and the Jayapura City’s goverment attitude toward the lack of agricultural land in Jayapura City area. This is a qualitative research, using a social phenomenology paradigm. The results showed that the increasingly dense population of Jayapura City has led in the expansion of the city towards Koya region which is suburb area. Smooth transportation facilities and good infrastructure make Koya region more evolving. The land price in Koya area depends on the sale value of tax object, it is also influenced by the lack of land used as a place to live due to the density increasing of urban area so that the resident seek residential land in Koya area. Transmigrants or farmers who have no knowledge basis in agriculture, and have difficulty dealing with rice pests, causing them to be reluctant to plant rice, and difficult to adapt to the environmental situation. Farmers are more benefited by converting the farmland to fishery land. By utilizing former farmland to be used as a public fishing pond as amusement or tourism place. The economic pressure of community at the beginning of transmigration program was a heavy burden that felt by them, while the needs as supporting tools were hard to find. The high cost of living is the cause of transmigrants’ inability to survive, therefore, they decided to leave their transmigration land by selling it to a second party.
Harmonisasi Masyarakat dalam Tradisi Perayaan Idul Adha di Kampung Lilinta Kabupaten Raja Ampat Ahmad Havid Jakiyudin; Muhamad Yusuf; Muhandy, Rachmad Surya; Husain, Natasya Aulia; Manga’pan, Yotan
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v4i3.5044

Abstract

The aim of this study was to determine the implementation and the symbolic meaning of the Ari Kaut tradition at the Eid al-Adha celebration and also to understand the reason why the Ari Kaut tradition could strengthen the community harmonization in Lilinta Village. This research is qualitative with using social phenomenology paradigm. The procession was started with Takbir and taking the alms from the congregation which has become a common habit. The acts of Syar’a judge in managing the celebration of Ari Kaut tradition was his responsibility as a religious figure so the norm and religious value on the tradition which carried out are still maintained. Cultural preservation on the Ari Kaut tradition was shown by the acts of the community according to their expertise such as making meat Qurban together to be served which is a habit that existed for a long time. Panpon as a religious symbol has a meaning to increase togetherness among the community. Eid al-Adha celebration was accompanied by traditional dances which are effective to be used to preserving culture.
Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kuliner melalui Pengembangan Usaha Mie Ayam 99 di Arso IV Kabupaten Keerom Fauziah, Silvi Laila Rista; Isrowiyah, Isrowiyah; Yusuf, Muhamad; Zulihi, Zulihi; Sudirman, Sudirman
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i2.2181

Abstract

UMKM memiliki peran vital dalam ekonomi Indonesia, namun sering terkendala akses modal, pasar, teknologi, dan manajemen. Akademisi berkontribusi melalui pengabdian masyarakat, fokus pada UMKM kuliner. Penelitian ini memberdayakan UMKM mie ayam 99 di Arso IV, Keerom, Papua, yang berdiri sejak 2020. Usaha ini, menyajikan mie ayam Jawa bercita rasa lokal, populer karena pelayanan ramah dan harga terjangkau, namun terkendala promosi, pencatatan keuangan, dan inovasi produk. Metode pengabdian menggunakan PDCA (Plan, Do, Check, Act). Tahap Plan menganalisis produk (pengamatan, bahan, alat, penjadwalan). Tahap Do memproduksi mie ayam untuk sampel dan analisis. Tahap Check menguji sampel (rasa, warna, tekstur, takaran). Tahap Act berupa penyesuaian proses dan pelatihan kewirausahaan di Arso IV, diakhiri peluncuran produk. Analisis produk juga menggunakan SWOT. Hasil analisis SWOT menunjukkan kekuatan pada cita rasa klasik, harga terjangkau, pelayanan cepat, dan menu tambahan. Kelemahannya meliputi lokasi sederhana, inkonsistensi kualitas, dan pemasaran online terbatas. Peluangnya adalah potensi cabang baru, inovasi menu, dan kolaborasi. Ancaman meliputi persaingan ketat, perubahan selera, dan kenaikan biaya produksi. Strategi pemasaran modern diimplementasikan melalui promosi digital (Facebook, WhatsApp Business), diskon (beli 2 gratis 1), serta layanan delivery dan pre-order. Program ini juga mencakup pelatihan kewirausahaan. Pengembangan mie ayam 99 ke depan akan berfokus pada inovasi rasa dan topping, dengan target menjadikannya waralaba di Papua.
Keterbatasan Transportasi dan Kendala Anak Sekolah dalam Mengakses Pendidikan di Kampung Pisang Kota Jayapura Diva Amilia Ramadhani; Alifia Nida Safira Meidiah; Nurul Oktavia Ramadani; Muhamad Yusuf; Zulihi Zulihi; Muhammad Taslim; Didik Efendy
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i2.1353

Abstract

Transportasi memainkan peran penting dalam mendukung kegiatan pendidikan. Namun, masyarakat di Kampung Pisang, Kota Jayapura, menghadapi kesulitan akses transportasi, terutama siswa yang sering terlambat ke sekolah karena harus menunggu tumpangan. Jarak tempuh dari Kampung Pisang ke sekolah mencapai 3 km yang memakan waktu ketika siswa menempuh dengan berjalan kaki. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis hambatan yang dihadapi warga Kampung Pisang, Kota Jayapura, Propinsi Papua, khususnya anak sekolah saat menggunakan transportasi umum. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Indikator dalam penelitian ini adalah tentang kurangnya transportasi umum yang melalui jalur Kampung Pisang, ketidakmampuan masyarakat memiliki alat transportasi, jarak sekolah yang jauh dari Kampung Pisang, ketrbatasan ekonomi masyarakat, ketakutan pengemudi untuk mengambil penumpang, adanya jalur lain untuk menuju Koya dan Arso. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang, dengan tehnik pemilihan yang bersifat purposive, sedangkan tehnik analisis data menggunakan model alir (flow model). Penelitian ini menunjukkan terbatasnya transportasi umum membuat anak-anak mengalami kendala menempuh pendidikan, dengan jarak antara sekolah dan Kampung yang jauh, juga perekonomian masyarakat yang rendah sehingga tidak memungkinkan untuk membeli alat ransportasi secara pribadi. Disamping itu factor keamanan di wilayah tersebut yang mengakibatkan keengganan sopir angkutan umum untuk melayani penumpang di wilayah tersebut.
Dampak Penggunaan AI pada Pola Pembelajaran pada Mahasiswa di Kampus IAIN Fattahul Muluk Papua Meidiah, Alifia Nida Safira; Saifudin, Muhammad; Yusuf, Muhamad; Zulihi, Zulihi; Watora, Ibrahim
Tapis: Jurnal Penelitian Ilmiah Vol 9 No 2 (2025): Tapis : Jurnal Penelitian Ilmiah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat of Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tapis.v9i2.11139

Abstract

Students, as members of the digital generation, constitute the group that makes the most extensive use of Artificial Intelligence (AI) in academic activities. They employ AI based services to complete various tasks, whether consciously or not. This trend indicates that education is increasingly shifting toward a more autonomous, flexible, and technology-driven learning model. This study aims to examine how the use of AI affects students at IAIN Fattahul Muluk Papua, both in terms of its benefits and its challenges, including its influence on creativity, independent thinking, and academic integrity. The research employs a qualitative descriptive method, with data collected through passive participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted using an interactive model. The findings reveal that technological advancements, particularly AI, have transformed the ways in which students at IAIN Fattahul Muluk Papua search for information, comprehend learning materials, and complete academic assignments. AI enhances learning efficiency by providing rapid access to references, assisting with idea development, and offering concise information. However, the study also identifies the risks of excessive reliance on AI, which may weaken students’ critical thinking skills, creativity, and independence, as well as increase the potential for plagiarism. Thus, while AI can support the emergence of original ideas when used appropriately, it may also undermine academic abilities when misused. Therefore, digital literacy, ethical AI usage, and educator guidance are essential.
Pengembangan Industri Kerupuk Kulit Rumahan pada Masyarakat Waena, Kota Jayapura Propinsi Papua Isnaini, Rahmalia Ayu; Saputri, Zhaima; Yusuf, Muhamad; Zulihi, Zulihi; Watora, Ibrahim
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.3923

Abstract

Usaha kerupuk kulit yang dijalankan oleh ibu Puji di Jayapura merupakan salah satu bentuk industri rumahan yang memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan keluarga dan masyarakat sekitar. Hal ini dilakukan karena semakin tingginya kebutuhan masyarakat sehingga mencari peluang lain untuk dapat memperoleh pendapatan tambahan. Tujuan penelitian adalah untuk menjabarkan secara konprehensif tentang pengembangan indusri kerupuk kulit rumahan yang dilakukan oleh masyarakat Waena Kota Jayapura melalui pengabdian pada masyarakat. Metode penelitian menggunakan model Roda Deming (PDCA) yang digabungkan dengan analisis SWOT. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa usaha ini memiliki kekuatan seperti tidak adanya pesaing langsung, kualitas bahan baku yang baik, dan harga yang terjangkau. Namun, kelemahan masih terdapat pada keterbatasan varian rasa, waktu produksi yang panjang, dan kendala cuaca. Peluang besar datang dari minimnya pengetahuan masyarakat tentang produksi kerupuk kulit dan belum adanya pesaing kuat, sementara ancaman berasal dari potensi munculnya kompetitor baru dan keterbatasan dalam pemasaran digital. Dengan mengoptimalkan kekuatan dan peluang yang ada, usaha ini memiliki potensi untuk berkembang lebih luas di masa mendatang.