Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENENTUAN WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNGNEGARA KLASIFIKASI SEDERHANA Dwi Saputra, Uray Randy; Alwi, Abubakar
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v17i1.23141

Abstract

Pada saat ini, belum terdapat acuan baku untuk menentukan waktu pelaksanaan berdasarkan nilai pekerjaan pekerjaan fisik. Waktu pelaksanaan pada dokumen kontrak dan dokumen penawaran pada umumnya merupakan waktu yang tersisa dari akhir proses lelang sampai dengan akhir tutup anggaran di daerah pemerintahan masing-masing. Untuk itu diperlukannya acuan dalam menentukan waktu pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan.  Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) nomor 45/ PRT/ M/ 2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Gedung Negara, Bangunan Gedung Negara adalah bangunan gedung untuk keperluan dinas yang menjadi/akan menjadi kekayaan milik negara dan diadakan dengan sumber pembiayaan yang berasal dari dana APBN, dan/atau perolehan lainnya yang sah, antara lain seperti: gedung kantor, gedung sekolah, gedung rumah sakit, gudang, rumah negara, dan lain-lain.  Produktivitas tenaga kerja adalah besar volume pekerjaan yang dihasilkan oleh seorang pekerja atau oleh satu tim pekerja selama tenggang waktu tertentu. Dengan kata lain, produktivitas tenaga kerja adalah jumlah waktu atau tenggang waktu yang diperlukan oleh seorang pekerja atau satu tim pekerja untuk menghasilkan suatu volume pekerjaan tertentu. Produktivitas tenaga kerja menurut pendapat Thomas dan Mathews dapat diterjemahkan dengan persamaan berikut ini (Thomas, 1990).  Pada kenyataannya, waktu pelaksanaan realisasi fisik tetap lebih lambat jika dibandingkan dengan rumus.   Oleh karena itu, dari permodelan rumus dapat ditambahkan waktu pelaksanaan dari pertimbangan sebab-sebab diatas..  Kata kunci: waktu, HSBGN, AHSP, upah
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN JALAN (LoS) DAN KARAKTERISTIK LALU LINTAS PADA RUAS JALAN GUSTI SITUT MAHMUD KOTA PONTIANAK Malluluang, Erman Morolu; Alwi, Abubakar; Rustamaji, R.M
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.182 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v17i2.23892

Abstract

Ruas Jalan Gusti Situt Mahmud yang berada di wilayah Kota Pontianak Propinsi Kalimantan Barat adalah ruas jalan utama yang merupakan ruas jalan akses Kota Pontianak menuju kota-kota lain seperti Mempawah, Pinyuh, Singkawang, Sambas, Bengkayang, Ngabang dan lain-lain. Ruas jalan ini adalah salah satu ruas jalan yang sangat padat lalu lintas dan dilintasi oleh berbagai jenis kendaraan termasuklah kendaraan berat dengan intensitas yang cukup tinggi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang kapasitas (C) dan arus lalu lintas (Q) sebagai gambaran kinerja jalan tersebut, serta analisis kecepatan yang memberikan tingkat pelayanan Jalan (Level of Service), serta meninjau dan menganalisis karakteristik lalu lintas pada ruas Jalan Gusti Situt Mahmud Kota Pontianakyang meliputi arus (Flow), kecepatan (Speed) dan kepadatan (Density).Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dari hasil survey berupa data survey lalu lintas, data geometrik jalan, data hambatan samping dan data kecepatan. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Data sekunder ini kemudian dibandingkan dengan data survey lapangan untuk kemudian dilakukan kolaborasi agar data yang digunakan menjadi lebih riil.Dari pola pergerakan lalu lintas hasil survey pada tahun 2017, terlihat arus jam puncak arah Pontianak "“ Jungkat terjadi pada pukul 17.00-18.00 WIB sebesar 1062 smp/jam danuntuk arahJungkat "“ Pontianak terjadi pada pukul 07.00 "“ 08.00 WIB sebesar 1179 smp/jam.Volume jam perencanaan yang didapat adalah sebesar 3097 smp/jam. Nilai derajat kejenuhan didapat sebesar 0,927, kecepatan 29,823 km/jam dan waktu tempuh kendaraan ringan pada jarak 200 meter adalah sebesar 0,0067 jam atau 24,14 detik.   Untuk meningkatkan kinerja jalan dilakukan pelebaran jalan menjadi 12 meter dan derajat kejenuhan pada kondisi perbaikan lebar jalan adalah sebesar 0,603, kecepatan 38,5 km/jam dan waktu tempuh sebesar 0,0052 jam atau 18,70 detik pada jarak 200 meter.    Kata Kunci : Tingkat Pelayanan Jalan, Derajat Kejenuhan, Arus Lalu Lintas, Kapasitas
KAJIAN TINGKAT KEJENUHAN LALU LINTAS PADA JEMBATAN KAPUAS I DI KOTA PONTIANAK Masudi, Hendra; Alwi, Abubakar; Rustamaji, R.M
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.19 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v17i1.23873

Abstract

Pada  dasarnya  kota   Pontianak  merupakan  suatu  kawasan  kota   yang  dipisahkan  oleh sungai  dimana  sebagai  jalur  penghubung  telah  dibangun  Jembatan  Kapuas  I   yang  mampu membuka keterisolasiran  antara Kecamatan  Pontianak   Kota dan Kecamatan  Pontianak   Timur, satu hal yang tidak dapat  dipungkiri  bahwa   pembangunan  Jembatan  Kapuas  I telah berhasil merangsang pertumbuhan sosial dan ekonomi penduduk kota Pontianak, namun seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk dan ekonomi akan mempercepat pula pertumbuhan akan lalu lintas, salah satunya adalah pertumbuhan jumlah kendaraan.Seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan di kota Pontianak ini maka kendaraan yang melalui jembatan Kapuas I akan semakin bertambah.Tingkat   kemacetan lalu-lintas di Kota Pontianak  semakin  bertambah  dari tahun ketahun   serta terjadinya  kemacetan  lalu lintas yang sangat luar biasa. Kemacetan ini terjadi juga di Jembatan Kapuas I, dimana terjadi penumpukan kendaraan terutama pukul 07.00 WIB dan pukul 16.00 WIB "“ 18.00 WIB, serta setiap hari sabtu dan minggu jumlah kendaraan roda empat dari luar kota yang ingin masuk ke Kota Pontianak melalui Jembatan Kapuas I sangat banyak, sehingga menimbulkan   antrian panjang dan sering menyebabkan kemacetan. Walaupun sudah ada Jembatan Kapuas II tapi tidak mengurangi kemacetan yang terjadi di kawasan Jembatan Kapuas I.Menurut  Moleong  (1993),  dalam  melakukan  penelitian  ada dua jenis metode,    yaitumetode  kualitatif  dan   metode  kuantitatif. Penelitian  kuantitatif didasarkan pada  perhitungan- perhitungan     statistik  sebagai dasar analisis, sedangkan penelitian kualitatif menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau tulisan dari orang-orang dan pelaku yang diamati. Pendekatan  metode  yang       digunakan      dalam      penelitian      ini    adalah  metode  kualitatif  dan kuantitatif.    Pendekatan    metode    kualitatif    digunakan    untuk     memberikan    predikat    kepada variabel-variabel        persepsi        yang         dihasilkan        dari      data  deskriptif  guna  menarik  suatu kesimpulan.    Sedangkan  pendekatan  kuantitatif  digunakan  menganalisis    pengukuran     secara kuantitas terhadap  variabel  yang  dikaji  atau dianalisis.Dari hasil penelitian Kajian Tingkat Kejenuhan Lalu Lintas Pada Jembatan Kapuas I diKota Pontianak  dengan   menggunakan  perhitungan  volume lalu lintas, derajat   kejenuhan,  dan tingkat pelayanan sebagai tolak ukur dengan solusi perbaikan yang ditawarkan adalah duplikasi Jembatan Kapuas 1 dengan membangun jembatan pendamping di sebelah Jembatan Kapuas 1, pembangunan  Jembatan Kapuas 3, dan pembangunan  infrastruktur   penyeberangan  ferry TPI "“ Batulayang.