Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

KAPASITAS DAYA DUKUNG PROTOTIPE PONDASI TIANG AKIBAT DARI PENGARUH GEJALA ELEKTROOSMOSIS Edy, Edy; Rustamaji, R.M.; Priadi, Eka; Alwi, Abubakar
Jurnal Teknik Sipil Vol 20, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v20i1.44540

Abstract

Pertumbuhan pembangunan memaksa kebutuhan akan ruang untuk infrastruktur semakin meningkat, tetapi seperti diketahui bahwa tanah di daerah Pontianak memiliki nilai daya dukung yang relatif kecil sehingga salah satu solusi untuk meningkatkan daya dukung tanah tersebut adalah dengan stabilisasi tanah. Ada beberapa metode stabilisasi tanah lunak, yaitu metode stabilisasi kimia, metode hidrolis (dewatering), metode grouting, dan banyak lagi metode lainnya. Metode lain yang tidak umum digunakan adalah metode yang memanfaatkan gejala-gejala elektrokinetik. Metode stabilisasi tanah secara hidrolis ini diyakini dapat menjawab tantangan permasalahan yang dihadapi terkait daya dukung tanah yang kurang baik di Pontianak. Penelitian ini dilakukan dengan menguji tiang dengan perlakuan elektrokinetik dan tiang tanpa perlakuan elektrokinetik. Dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa metode elektrokinetik berhasil memberikan peningkatan daya dukung dikarenakan gejala-gejala elektrokinetik berupa gejala elektroosmosis, elektromigrasi, elektroforesis, dan streaming potensial selama proses perlakuan elektrokinetik yang menimbulkan pengaruh sementasi, koagulasi, dan akhirnya meningkatkan tegangan efektif tanah dan juga dapat diambil kesimpulan bahwa peningkatan daya dukung dengan perlakuan elektrokinetik dapat memberikan hasil yang lebih maksimal ketika menggunakan kuat arus yang lebih besar ketimbang menggunakan perlakuan elektrokinetik dengan waktu tunggu yang lebih lama.
PENYUSUNAN DOKUMEN PEMELIHARAAN GEDUNG RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK Manurung, Sondang Sylvia; Alwi, Abubakar; Mulyani, Endang
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.109 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v17i2.25932

Abstract

Perkembangan Kota Pontianak yang pesat mengakibatkan peningkatan kebutuhan infrastruktur, salah satunya kebutuhan    bangunan Rumah Sakit beserta fasilitasnya. Pembentukan sistem pengoperasian dan sistem pemeliharaan yang terencana dengan baik akan menjamin tetap terjaganya kondisi fisik   bangunan sehingga bangunan tetap dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Untuk menjaga performa kondisi fisik Rumah Sakit, diperlukan upaya pemeliharaan    yang didukung dokumen pemeliharaan. Dokumen pemeliharaan disusun secara sistematis    yang berisikan database, program pemeliharaan dan organisasi pemeliharaan.Dengan melakukan pengumpulan data melalui pengamatan langsung, kuesioner dan wawancara, maka dilakukan analisis terhadap struktur organisasi dan manajemen pemeliharaan menggunakan analisis SWOT, analisis pembobotan komponen dan elemen bangunan menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) dan analisis penilaian kondisi menggunakan metode Indeks Kondisi.Dari analisis  struktur organisasi dan   manajemen pemeliharaan   diperlukan   upaya untukmelengkapi database RSUD dan  melengkapi struktur organisasi pemeliharaan dan IPSRS. Dari analisis penilaian kondisi diperoleh IKS lantai satu sebesar 98,09 dan IKS lantai dua sebesar  96,72  dikategorikan   zona  1  dengan   prioritas  pemeliharaan   10  dan   kategori kerusakan ringan. Disarankan tetap dilakukan pemeliharaan dengan memprioritaskan pemeliharaan pada lantai satu karena lantai satu mempunyai bobot 68,75 % lebih besar dari bobot lantai dua 31,25%. Nilai indeks kondisi bangunan sebesar 97,66. termasuk zona 1 dengan kondisi terdapat beberapa kerusakan ringan dan termasuk  prioritas pemeliharaan 10 dengan kategori kerusakan ringan . Dengan prioritas pemeliharaan no 10 dengan nilai indeks kondisi 90 "“ 100, disarankan pemeliharaan rutin berdasarkan pedoman pemeliharaan RS tetap dijalankan untuk mendukung kondisi arsitektur dan utilitas untuk mendukung fungsi RSUD sebagai unit pelayanan kesehatan.  Kata kunci : dokumen pemeliharaan, pembobotan elemen,  indeks kondisi
STUDI PERILAKU DEFORMASI LATERAL DINDING PENAHAN TANAH DI TEPIAN SUNGAI KAPUAS (STUDI KASUS KAMPUNG SENTANA KAB. SANGGAU) Asriyardi, Ibnu; Alwi, Abubakar; Priadi, Eka
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.608 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i2.34795

Abstract

Selain dirancang menahan beban aksial Perkuatan tebing dengan sheet pile, juga harus dirancang dengan memperhitungkan beban lateral. Beban lateral antara lain, tekanan tanah dinding penahan dan beban benturan dari kapal. Sheet pile pada suatu konstruksi berupa dinding menerus. Dinding dibuat dengan cara menghubungkan potongan yang saling mengunci. Tujuan penguncian untuk menahan tekanan horisontal akibat tanah dan air. Penelitian ini dilakukan pada pekerjaan sheet pile penahan tebing sungai. Lokasi pelaksanaan berada di tepian sungai sekayam dan Sungai Kapuas kampung sentana Kabupaten Sanggau. Pekerjaan ini sudah selesai dikerjakan, dan dilaksanakan pekerjaan urugan, serta pemadatan tanah lempung di belakang dinding penahan tanah (backfill) di sisi tebing Sungai Kapuas Mess Pemda Kabupaten Sanggau. Akibat dari pekerjaan tersebut, sebagian turap mengalami pergerakan kearah sungai dan bagian lainnya masih berdiri tegak. Pekerjaan timbunan dan pemadatan yang dilakukan pada sisi dalam (backfill) perkuatan tebing mengakibatkan terjadinya pergerakan atau deformasi lateral kearah sungai kapuas tetapi struktur turap tidak mengalami kerusakan. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan metoda elemen hingga menggunakan software Plaxis 8.2 dan Analisa Manual.Kata-kata kunci:             Sheet Pile, Beban Lateral, Timbunan, Pemadatan, Deformasi Lateral
POLA PEMANFAATAN RUANG TERBUKA OLEH PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA PONTIANAK STUDI KASUS :TAMAN AKCAYA Kustaman, -; Alwi, Abubakar
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.716 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v17i2.23898

Abstract

Ruang Terbuka merupakan bagian dari lahan terbuka dalam suatu kota yang didominasi oleh tanaman, baik yang tumbuh secara alami maupun dibudidayakan yang memiliki manfaat dan fungsi terhadap kelestarian alam, kesehatan, kenyamanan, kesejahteraan manusia dan keindahan lingkungan. Pedagang Kaki Lima atau PKL adalah istilah untuk menyebutkan penjaja dagangan yang melakukan kegiatan komersial di atas daerah milik jalan (DMJ) yang diperuntukkan untuk pejalan kaki. Taman Akcaya adalah sebagian Ruang Terbuka atau open public spaces yang terdapat di Kota Pontianak. Taman tersebut juga merupakan termasuk salah satu dari banyak macam tempat wisata yang ada.   Taman Akcaya merupakan salah satu tempat favorit bagi warga Kota Pontianak atau bahkan dari luar kota sekalipun untuk sekedar bersantai atau untuk kegiatan khusus lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kegiatan di Ruang Terbuka di Taman Akcaya, untuk mengidentifikasi fasilitas Ruang Terbuka di Taman Akcaya, dan merumuskan pola pemanfaatan Ruang Terbuka di Taman Akcaya.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode survey deskriptif yang bersifat studi kasus. Studi kasus adalah strategi penelitian ideal yang diperlukan, jika penelitian yang dilakukan bersifat holistik dan mendalam.   Dalam studi kasus, metode yang digunakan bersifat multi metode, karena dirancang untuk menunjukkan suatu masalah secara terperinci dari sudut pandang peneliti dengan menggunakan berbagai sumber data.Dari hasil penelitian di dapat kesimpulan antara lain Taman Akcaya belum dilengkapi fasilitas lahan parkir yang dapat menampung jumlah kendaraan pengunjung taman, dan keberadaan serta aktivitas PKL ternyata tidak menggangu pengunjung taman karena adanya aturan mengenai jumlah pedagang, cara berdagang, lokasi dan penempatan berdagang oleh asosiasi pedagang kaki lima tersebut.Kata Kunci                   :                           Ruang terbuka, Sektor Informal dan Parkir.
EVALUASI KINERJA PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU PADA KONTRAKTOR PT. BANGUN CIPTA KONTRAKTOR Simorangkir, August Patria; Priadi, Eka; Alwi, Abubakar
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.953 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v17i2.25742

Abstract

Kebutuhan perusahaan untuk meningkatkan mutu produk/jasa serta kepuasan pelanggan semakin besar karena terbukanya perdagangan bebas dalam era globalisasi. Oleh karena itu perusahaan berusaha memenangkan persaingan dengan meningkatkan mutu produk/jasa, sehingga dapat memberikan kepuasan pelanggan. Untuk meningkatkan mutu produk/jasa perusahaan harus menerapkan sistem manajemen mutu. ISO 9001 : 2000 merupakan salah satu standar sistem manajemen mutu yang diakui dunia internasional dan bersifat global untuk berbagai bidang usaha.Pada penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan cara pengumpulan data primer, yaitu cara mengumpulkan data yang langsung berdasarkan dari responden. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mengetahui kepentingan dan kepuasan   yang   mempengaruhi   kinerja   lalu   diolah   menggunakan analisis faktor dan analisis regresi.Berdasarkan analisis data,pada tahap   analisis faktor didapatkan 2   faktor baru yaitu manajemen perusahaan, QHSE, dari 2 faktor tersebut kemudian diregresikan dengan kepentingan dan kepuasan yang paling berpengaruh terhadap kinerja yaitu manajemen konsultan dengan nilai signifikansi 0.00, dan nilai R; 64.9% .  Kata Kunci : Sistem, Manajemen Mutu, Kepentingan, Kepuasan, Kontraktor
KOMPARASI ANALISA KINERJA PERUSAHAAN PDAM TIRTA MELAWI DENGAN PDAM SIRIN MERAGUN Radja, Irwan Manik; Alwi, Abubakar; Marsudi, Marsudi
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v17i1.60015

Abstract

 Air Minum merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi kualitas dan keberlanjutan kehidupan manusia. Oleh karenanya air minum mutlak harus tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai, namun upaya untuk menyediakan air minum yang memadai menghadapi berbagai isu dan masalah. Permasalahan yang ada pada PDAM kab/kota di Kalimantan Barat diantaranya : Sumber daya manusia yang rendah, Manajemen tidak Profesional, Tarif rata rata masih rendah, Tidak ada subsidi dari pemerintah kab/kota, Biaya investasi untuk peningkatan pelayanan yang semakin mahal, pinjaman yang cukup besar dan tidak dapat diangsur oleh PDAM, Belum adanya jaminan dan panduan bagi investasi swasta, Belum ada kebijakan Nasional yang jelas dalam pengembangan air bersih perkotaan, Masalah kualitas dan kuantitas air baku yang makin menurun, Sistem pipa transmisi. PDAM yang menjadi bahan penelitian ini adalah : PDAM Tirta Melawi kabupaten Melawi dan PDAM Tirta Meragun Kabupaten Sekadau.Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengambil data sekunder dari laporan audit kinerja dan audit keuangan dengan sumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan mulai dari Tahun 2013 "“ 2015. Untuk analisa data penulis menggunakan panduan manajemen advisory investasi yang dikeluarkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.Penelitian ini menghasilkan bahwa Data yang tersedia cukup baik tetapi tidak lengkap misalnya PDAM Sirin Meragun Kabupaten sekadau hanya memiliki data audit kinerja dan keuangan hanya 1 tahun yaitu tahun 2015. Sedangkan untuk PDAM Tirta Melawi memiliki data lengkap untuk 3 tahun terakhir dari data audit kinerja dan audit keuangan dimulai tahun 2013 "“ 2015. Kapasitas Investasi PEMDA Kabupaten Sekadau Tinggi dan kapasitas Investasi PDAM Sirin Meragun Rendah sedangkan untuk PEMDA Kabupaten Melawi kapasitas Investasinya rendah dan PDAM Tirta melawi kapasitas investasinya rendah.Kata kunci: air minum, PDAM Tirta Melawi dan PDAM Sirin Meragun
PERENCANAAN KEBUTUHAN HUTAN KOTA DI KOTA PONTIANAK Adriansyah, Novi; Hamid, Abdul; Alwi, Abubakar
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.617 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v17i1.24873

Abstract

Keberadaan hutan kota di wilayah perkotaan berperan penting untuk kelestarian, keserasian dan menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan yang meliputi unsur lingkungan, sosial dan budaya. Hal ini dikarenakan dinamika pembangunan yang begitu pusat di perkotaan perlu diimbangi dengan keberadaan ruang terbuka hijau yang memadai untuk meredam dampak-dampak buruk yang ditimbulkan oleh aktivitas pembangunan terhadap lingkungan sekitar.Penelitian ini bertujuan antara lain pertama Untuk mengetahui berapa luasan ideal akan kebutuhan Hutan Kota di Kota Pontianak, kedua Untuk Mengetahui kesesuaian areal hutan Kota dengan RTRW Kota Pontianak, ketiga Untuk Memberikan usulan terhadap penempatan lokasi alternatif kawasan Hutan Kota di Kota Pontianak dan keempat Untuk mengetahui faktor "“ faktor apa saja yang menjadi kendala terhadap pengelolaan dan pembangunan Hutan KotaMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Dari hasil perhitungan luas area hutan kota ideal di Kota pontianak didapat hasil dengan luasan yang diperlukan 285,792 Ha,dimana didapat bahwa Kecamatan Pontianak Barat memerlukan ± 63,366 Ha dimana lebih luas dari Kecamatan lainnya.Kata Kunci: Hutan Kota, Kota Pontianak
KAJIAN KAPASITAS JALAN PROTOKOL DI KOTA NANGA PINOH (Studi Kasus Jalan Juang) Yusri, Suherman; Alwi, Abubakar; Rustamaji, R.M
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.182 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v17i2.23901

Abstract

Seiring perkembangan Nanga Pinoh sebagai ibukota Kabupaten Melawi, Jalan Juang sebagai akses utama di kota ini terkena dampak dari peningkatan aktifitas kota, pertambahan penduduk serta pertumbuhan jumlah kendaraan yang kian meningkat. Halini mulai terlihat dengan adanya kepadatan lalu lintas dan kemacetan terutama pada saat jam-jam sibuk, baik pagi, siang maupun sore hari, saat dimulainya aktifitas di kawasan perkantoran, sekolah dan perdagangan.Kajian meliputi kapasitas dan tingkat kejenuhan Jalan Juang menggunakan metode   MKJI 1997 ini bertujuan memberikan gambaran kinerja Jalan Juang pada tahun 2017 ke depan, khususnya bagi pengambil kebijakan pada bidang manajemen transportasi dan rekayasa lalu lintas.Jalan Juang yang telah ditingkatkan pada tahun 2013 adalah sepanjang 2.320 meter memiliki lebar rata-rata 3 meter/lajur dua arah dengan lebar pemisah (median) 0,5 meter dan lebar bahu jalan 1 meter tanpa trotoar.Berdasarkan fungsinya Jalan Juang merupakan jalan Arteri sekunder yaitu kelas jalan III dimana kecepatan 60 km/jam. Dari data observasi langsung pada 3 pos pengamatan, melalui perhitungan  diperoleh hasil peningkatan derajat kejenuhan pada jam-jam tertentu sebesar 0.21 smp/jam sampai 0,36 smp/jam dan kecepatan rata-rata 30,25 km/jam.  Kata Kunci : Jalan Protokol, Kapasitas Jalan, Derajat Kejenuhan
ANALISIS PENANGANAN PEMELIHARAAN JALAN BERDASARKAN KONDISI KERUSAKAN JALAN Sutarno, -; Widodo, Slamet; Alwi, Abubakar
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1184.067 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v15i2.26007

Abstract

Evaluasi jalan merupakan tahap awal untuk memberikan informasi data guna mengambil suatu keputusan terhadap tindakan perbaikan dan pemeliharaan jalan.Seperti yang dilakukan pada Jalan Kebangkitan Nasional yang terletak di Kecamatan Pontianak Utara dengan status jalan sebagai jalan Kolektor.Titik lokasi studi mulai dari STA 3+850 s.d. STA 6+550 dengan total panjang jalan 2,7 km. Tujuan penelitian ini adalah identifikasi jenis dan tingkat kerusakan, evaluasi kondisi jalan serta tindakan yang dilakukan untuk perbaikan jalan. Adapun metode yang digunakan untuk mengevaluasi kondisi jalan dengan menggunakan metode PCI (pavement Condition Index), sedangkan tindakan perbaikan penanganan jalan dengan mengacu pada peraturan Bina Marga 2003. Jenis kerusakan didominasi kerusakan butiran lepas sebesar 98,05% dari luasan total jalan dan tingkat kerusakan berat. Setelah dianalisa dengan menggunakan metode PCI menunjukkan bahwa nilai kondisi permukaan jalan Kebangkitan Nasional adalah 30,44 dalam kondisi buruk dan tindakan yang direkomendasikan adalah rekonstruksi. Rekonstruksi yang dipilih adalah dengan menggunakan Perkerasan kaku sebagai pelapisan tambahan. Berdasarkan analisa dengan menggunakan metode Bina Marga 2003 maka tebal plat beton yang digunakan adalah 20 Cm dengan mutu beton K300 diatas CBR segmen   27,27%.Kata Kunci : Jenis kerusakan, tingkat kerusakan, Nilai PCI
KEBIJAKAN PRIORITAS PEMELIHARAAN JALAN KOTA PONTIANAK MENGGUNAKAN METODE AHP M, Mansyur; Priadi, Eka; Alwi, Abubakar
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.285 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v17i1.23878

Abstract

Kegiatan pemeliharaan jalan secara rutin sampai saat ini terus dilakukan oleh PemerintahDaerah Kota Pontianak, namun pemeliharaan jalan bukanlah pekerjaan yang mudah karena adanya keterbatasan dalam hal pendanaan yang mampu disediakan oleh Pemerintah Daerah. Sehubungan dengan permasalahan tersebut di atas, maka diperlukan studi dan analisa untuk menentukan ruas-ruas jalan yang akan mendapat kegiatan pemeliharaan jalan bedasarkan prioritas. Variabel yang dipakai pada penelitian ini terdiri dari: (1) Level I (Tujuan) adalah menentukan urutan prioritas pemeliharaan jalan; (2) Level II (Kriteria) terdiri dari beberapa kriteria dalam menentukan prioritas pemeliharaan jalan. Kriteria tersebut adalah : Faktor Beban Kendaraan, Faktor Kebijakan, Faktor Tata Guna Lahan, dan Faktor Jenis Kerusakan Jalan, dan (3) Level III (Pengembangan dari Level II yang selanjutnya disebut Sub Kriteria). Kriteria Faktor Beban Kendaraan (A)  terdiri dari Sub Kriteria Kendaraan Ringan (A1), Sub Kriteria Kendaraan Berat (A2). Kriteria Faktor Kebijakan (B) tersiri dari Sub Kriteria Top Down /Pemerintah (B1) dan Sub Kriteria Bottom Up /Masyarakat (B2). Kriteria Faktor Tata Guna Lahan (C) terdiri dari Sub Kriteria Pemerintahan (C1), Sub Kriteria Pendidikan (C2), dan Sub Kriteria Perdagangan/Jasa (C3). Kriteria Faktor Jenis Kerusakan Jalan (D) terdiri dari Sub Kriteria Retak (D1), Sub Kriteria Amblas (D2), dan Sub Kriteria Lubang (D3). Dari hasil kuisioner yang telah dianalisa dengan menggunakan metode AHP terhadap kriteria, untuk rata-rata 10 alternatif jalan   yang dianalisa, menghasikan faktor beban kendaraan dengan bobot 0,496 (49,6%) kemudian disusul dengan faktor tata guna lahan dengan bobot0,302 (30,2%), faktor jenis kerusakan jalan dengan bobot 0,140 (14,0%), dan yang terakhir adalah faktor kebijakan yaitu dengan bobot 0,062 (6,2%). Hasil Urutan Prioritas Penanganan Pemeliharaan Jalan Kota Pontianak dengan menggunakan metode AHP adalah ruas jalan Sp. IV.S.Raya Dalam (0,453), Jl. Puri Akcaya III-Jl. Sejahterah (0,451), jalan Apel (0,439), jalan28 Oktober (0,438), jalan Harapan Jaya (0,436), jalan Parit Demang (0,435), jalan Darma Putra (0,435), jalan Cendrawasih (0,433), jalan Parit Wan Salim (0,431) dan jalan Purna Jaya (0,427). Dalam menentukan Skala prioritas penanganan pemeliharaan jalan di Kota Pontianak, selain dapat menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) juga dapat menggunakan metode lain seperti metode Bina Marga yang berdasarkan SK No.77Dirjen Bina Marga, Tahun 1990. Adapun pertimbangannya yaitu dengan Metode AHP dapatmengkombinasikan berbagai aspek dan kriteria yang dilakukan dengan pembobotan berdasarkan tingkat  kepentingan sehingga hasil urutan prioritas penanganan   jalan   yang dihasilkan lebih representatif.  Kata Kunci: Pemeliharaan Jalan, Kriteria, dan AHP