Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN STIGMA MASYARAKAT TENTANG HIV/AIDS Yuniartin, Irianita Ervin; Amal, Ahmad Ikhlasul; Wahyuningsih, Indah Sri
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 3, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV masih menjadi masalah yang signifikan dan rumit di Indonesia, sehingga menimbulkan berbagai tantangan sosial. Tingginya angka kematian akibat HIV/AIDS di Indonesia masih disebabkan oleh tingginya tingkat penularan dan kemudahan penularannya. Banyak orang yang percaya bahwa HIV/AIDS dapat menular melalui kontak fisik sederhana seperti berjabat tangan. Untuk menilai dampak pendidikan kesehatan yang disampaikan melalui video animasi terhadap pemahaman dan persepsi masyarakat umum terhadap stigma HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kuantitatif dengan menggunakan strategi eksperimen one-group pre-post test. Sampel berjumlah 20 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode probabilistic sampling. Data yang dikumpulkan dievaluasi dengan uji Wilcoxon. Analisis Uji Wilcoxon memberikan hasil uji statistik dengan p-value 0,001 lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Pendidikan kesehatan yang disampaikan melalui kartun animasi mempengaruhi pengetahuan dan stigma masyarakat mengenai HIV/AIDS. Mayoritas responden menunjukkan tingkat pengetahuan yang tinggi dan tingkat stigma yang rendah. nilai p sebesar 0,001 signifikan secara statistik karena kurang dari 0,05. Pendidikan kesehatan melalui kartun animasi berdampak pada kesadaran dan persepsi masyarakat tentang HIV/AIDS.Kata Kunci: HIV/AIDS,Pengetahuan, Stigma,video animasi
Gambaran Health Seeking Behavior Orang dengan HIV (ODHIV) di Puskesmas Poncol Kota Semarang Ahmad Ikhlasul Amal; Indah Sri Wahyuningsih; Nizar Fahmi
An-Najat Vol. 2 No. 1 (2024): FEBRUARI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i1.909

Abstract

Analisis perilaku mencari perawatan kesehatan pada individu dengan HIV membantu dalam memahami bagaimana mereka berinteraksi dengan sistem kesehatan, mematuhi regimen pengobatan, dan mengatasi tantangan psikososial yang terkait dengan penyakit ini. Informasi ini menjadi kunci dalam merancang program perawatan yang terfokus dan efektif, menciptakan lingkungan yang mendukung, dan mengatasi hambatan seperti stigma yang masih terkait dengan HIV. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendiskripsikan health seeking behavior orang dengan HIV. Penelitain ini menggunakan desain cross sectional yang melibatkan 53 orang dengan HIV di puskesmas Poncol kota Semarang. Hasil yang didapatkan yaitu mayoritas ODHIV dalam perilaku mencari bantuan kesehatan berada dalam kategori baik. Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih banyak
Gambaran Respon Berduka Pada Orang Dengan Hiv (Odhiv) Tika Roudotul Janah; Angga Khoerul Rizal; Ahmad Ikhlasul Amal
An-Najat Vol. 2 No. 1 (2024): FEBRUARI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i1.1061

Abstract

HIV menjadi masalah besar dan kompleks yang mengancam banyak negara di seluruh dunia termasuk Indonesia. Beragam masalah telah ditimbulkan oleh penyakit HIV diantaranya adalah terkait masalah fisik, sosial, emosional dan spiritual. Penderita HIV sangat mudah menerima penolakan dari lingkungan sekitarnya yang berdampak berduka berkepanjangan, dampak psikososial pada tahun awal yang dapat ditemukan yaitu seperti respon berduka.Penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 100 responden. Pengambilan sampel ditentukan dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Univariat. Hasil penelitian yang telah dilakukan di Puskesmas Poncol Kota Semarang ditemukan bahwa penderita HIV dalam subvariabel denial mayoritas berada pada tingkatan rendah sebanyak 65 responden. Subvariabel Anger mayoritas responden dalam kategori sedang 66 responden. Subvariabel acceptance didapatkan mayoritas berada dalam kategori rendah. Sebagaian besar responden memiliki respon berduka yang berbeda dalam setiap subvariabelnya.
Analisis Motivasi Dan Dukungan Keluarga Dengan Self Care Management Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Rsi Banjarnegara:Studi Cross Sectional Wahyu Puspitasari; Tika Roudotul Jannah; Ahmad Ikhlasul Amal; Mohammad Arifin Noor
An-Najat Vol. 2 No. 1 (2024): FEBRUARI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i1.1062

Abstract

Penderita diabetes militus akan mengalami gangguan pada sekresi dan kerja insulin sehingga berdampak pada meningkatnya kadar gula dalam darah.Pengkontrolan kadar gula dapat dilakukan dengan menerapkan Self care management akan tetapi hal tesebut memerlukan motivasi yang baik serta dukungan keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan motivasi dan dukungan keluarga terhadap self care management pasien diabetes mellitus di RSI Banjarnegara. Metode: Desain penelitian dilakukan secara analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berupa seluruh pasien DM DM di Rumah Sakit Islam Banjarnegara sejumlah 293. Sampel menggunakan purposive sampling. Perolehan data dilakukan dengan kuesioner Self Care Management, Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) dan Treatment Self-Regulation Questionnaire (TSRQ). Hasil: usia paling banyak dengan lansia akhir 56- 65 tahun sejumlah 38,4%, Jenis kelamin mayoritas dengan perempuan sejumlah 73,2%, Pendididikan paling dengan pendidikan SMA sejumlah 49,1%, lama menderita mayoritas lebih dari 10 tahun sejumlah 51,8% untuk dukungan keluarga diperoleh mayoritas dengan kurang baik 52,7%, motivasi dengan kurang baik sebesar 61,6% dan Self Care Management mayoritas dengan kurang sebesar 55,4%. Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat motivasi, dukungan keluarga dengan self care management pasien DM di Rumah Sakit Islam Banjarnegara dengan p_value 0,000 (<0,05).
Tingkat Keparahan Dan Tingkat Kontrol Terhadap Kualitas Hidup Pasien Asma Bronkial Amal, Ahmad Ikhlasul; Wahyuningsih, Indah Sri; Noor, Mohammad Arifin; Febriana, Lina
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v13i1.824

Abstract

Latar Belakang: Asma merupakan salah satu penyakit kronis yang memerlukan penanganan jangka panjang. Penderita asma perlu mengontrol kondisinya secara berkala untuk menjaga kesehatannya. Penyakit asma dengan tingkat keselamatan dan pengendalian yang buruk dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya..Tujuan : Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara derajat keparahan dan tingkat pengendalian asma bronkial dengan kualitas hidup penderita asma bronkial.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik non-probability dengan purposive sampling dengan jumlah 75 responden. Pengumpulan data untuk tingkat keparahan menggunakan kuesioner Q-Score untuk tingkat keparahan, untuk tingkat kontrol menggunakan kuesioner mini-AQLQ (S), dan untuk kualitas hidup menggunakan kuesioner Asthma Control Test (ACT). Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan menggunakan uji statistik chi square.Hasil: menunjukkan penderita asma bronkial tidak terkontrol sebanyak 34 responden (45,3%), terkontrol 64 responden (85,3%), kualitas hidup buruk sebanyak 47 responden (62,7%). Ada hubungan antara tingkat keparahan dengan kualitas hidup pasien asma bronkial dengan p-value 0,001, dan ada hubungan antara tingkat kontrol dengan kualitas hidup pasien asma bronkial dengan p-value 0,001.Simpulan: Terdapat hubungan antara derajat keparahan dan tingkat kontrol terhadap kualitas hidup penderita asma bronkial. Perawat perlu memberikan bimbingan kepada pasien asma dalam hal pengendalian asma untuk meningkatkan kualitas hidup Kata Kunci: Asma Bronkial, Kualitas Hidup, Tingkat Keparahan, Tingkat Kontrol Severity and Level of Control on Quality of LifeBronchial Asthma PatientsAbstract Background asthma is one of the chronic disease that requires long term management. Asthma patient need to control their condition periodically to maintain their health. Asthma with the saverity and level of poor control can affect the quality of life of sufferers.Objective the general objective of this study was to determine the relationship between the severity and level of control of bronchial asthma with the quality of life of bronchial asthma patients.Methods this type of research is a quantitative study with a cross-sectional approach using a non-probability technique with snowball sampling with a total of 75 respondents. Data collection for the severity level uses a q-score questionnaire for severity, for the control level using a mini-aqlq (s) questionnaire, and for quality of life using the asthma control test (act) questionnaire. The data obtained were processed statistically by using the chi square (x²) statistical test.Results the results showed that uncontrolled bronchial asthma patients were 34 respondents (45.3%), controlled were 64 respondents (85.3%), poor quality of life were 47 respondents (62.7%). There is a relationship between the severity and quality of life of bronchial asthma patients with a p-value of 0.001, and there is a relationship between the level of control and the quality of life of bronchial asthma patients with a p-value of 0.001.Conclusion there is a relationship between the severity and the level of control towards the quality of life of bronchial asthma patients. Nurse need to provide guidence for asthma patient in term of asthma control to improve quality of life. Key Words: Asthma Bronchial, Control Level, Quality of Life, Severity Level
Ankle Brakhial Indext (ABI): a tools for detect peripheral arterial disease (PAD) Wahyuni, Riska; Khasanah, Nopi Nur; Amal, Ahmad Ikhlasul
Media Keperawatan Indonesia Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.7.2.2024.164-174

Abstract

Peripheral Arterial Disease (PAD) is a common complication among patients with type 2 diabetes mellitus, characterized by atherosclerosis that leads to the narrowing of the arteries in the legs and feet. PAD complications include pain, neuropathy, and potential limb amputation. This study reviews the effectiveness of the Ankle-Brachial Index (ABI) as a diagnostic tool for PAD detection in diabetic patients. A literature review was conducted, sourcing 266 articles from PubMed, Google Scholar, and ScienceDirect databases within the 2019-2024 period; six articles met the inclusion criteria. The analysis indicates that ABI is a sensitive and accurate diagnostic method, particularly for patients with an ABI <0.9 who are at higher risk of cardiovascular complications. PAD risk factors include older age, hypertension, and smoking. ABI also shows high concordance with Doppler Ultrasonography (DUS) for various degrees of arterial stenosis. In conclusion, ABI is a reliable, non-invasive diagnostic tool for early PAD detection in diabetic patients. Routine use of ABI in screening programs may help prevent further complications through early diagnosis and intervention, especially for patients with diabetes mellitus.
STADIUM HIV/AIDS DAN TINGKAT STRES: KORELASI KEDUANYA: HIV/AIDS STADIUM AND STRESS LEVEL: BOTH CORRELATION Amal, Ahmad Ikhlasul; Setyawati, Retno
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4 No 1 (2021): JURNAL MUTIARA NERS
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmn.v4i1.1344

Abstract

Background: Infectious diseases that are still of concern to many circles, namely HIV / AIDS. This is confirmed by the reason that there is still an increase in the number of cases. In addition, this disease makes sufferers or people who are often known as people living with HIV / AIDS (PLWHA) experience both physical and psychological problems. The physical problems experienced by PLWHA, of course, depend on the stage of the patient's disease. PLWHA who experience physical problems may experience stress due to their illness. The purpose of this study was to determine the relationship between HIV stage and stress levels. Method: This type of research is a quantitative observational study with a correlation analytic design with consecutive sampling technique. Data collection was carried out by using a questionnaire with the number of respondents as many as 38 people. The data obtained were processed statistically using the Spearmen Rho statistical test. Results: based on the data, it was found that from 38 research respondents, most of them were 20-60 years old (76.3%). The majority of people with HIV / AIDS were male, namely 23 people (60.5%) with most of the occupations of HIV / AIDS sufferers being private (63.2%). Respondents' HIV was at stage II (50%) and III (50%). The level of stress experienced by HIV / AIDS sufferers is quite good, namely: at level I (31.57) and II (68.43). r = -174, p-value = 0.283. Conclusion: there is no correlation between HIV stage and stress level.
Hubungan Antara Health Literacy Dengan Kepatuhan Mengkonsumsi Obat Antiretroviral Pada Orang Dengan HIV (ODHIV) Rizsa Aulia Anindhita; Ahmad Ikhlasul Amal; Erna Melastuti
Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.  Vol. 3 No. 2 (2025): April: Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/protein.v3i2.1166

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a disease that attacks the body's immune system so that it is unable to fight various diseases. Communities with low levels of health literacy will face more problems. According to the Central Java Provincial Health Service, the number of HIV sufferers has also increased rapidly to Central Java, Semarang City with 331 cases, and the majority of those infected are men. The general aim of this research is to determine the relationship between health literacy and adherence to taking antiretroviral drugs (ARV) in people living with HIV (PLHIV). This research is a type of non-experimental descriptive analytical research with a cross-sectional approach. The samples taken were all patients with HIV (PLHIV) who took ARV drugs in the work area of ​​the Poncol Health Center, Semarang City. The technique used was consecutive sampling of 83 people. The correlation test used in this research is the chi-square test. From the results of the analysis, it was found that of the 83 research respondents, there was a relationship between the health literacy of people living with HIV (PLHIV) and the use of antiretroviral drugs (p value 0.003). The research results showed that the majority of respondents had high health literacy and were compliant with medication consumption with a total of 55 respondents (96.5%).
Hubungan Mekanisme Koping Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Qotrun Nada Salsabila; Erna Melastuti; Ahmad Ikhlasul Amal
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v3i2.2446

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah mencapai 140/90mmHg atau lebih. Salah satu faktor penyebab hipertensi yaitu stres, stres akan direspon oleh mekanisme koping. Kepercayaan dimasyarakat bahwa jika seseorang sering marah-marah (koping maladaptif) menyebabkan tekanan darah tinggi. Mekanisme koping dapat membantu seseorang untuk menyesuaikan diri dengan faktor pemicu munculnya stres dan mengelola emosinya. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu purposive sampling dengan jumlah 298 responden pasien hipertensi di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Data dikumpulkan dengan pengisian kuesioner dan pengukuran tekanan darah. Data yang diperoleh diolah menggunakan uji spearman. Berdasarkan hasil penelitian menujukkan p value dari mekansime koping dengan tekanan darah pasien hipertensi sebesar 0,000 dengan nilai korelasi sebesar -0,311. Terdapat hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dengan tekanan darah pasien dengan hipertensi nilai korelasi lemah. Arah keseluruhannya negatif yang berarti semakin baik mekanisme pendinginan maka tekanan darah akan semakin rendah.
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Penerimaan Diri dan Motivasi Menjalani Kemoterapi pada Pasien Ca Mammae di RSI Sultan Agung Semarang Naila Hilya; Ahmad Ikhlasul Amal; Erna Melastuti
An-Najat Vol. 3 No. 1 (2025): An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i1.2372

Abstract

Based on statistical data, Ca Mammae is the most prevalent cancer type found in the female population in Central Java. Patients undergoing chemotherapy are at risk of experiencing psychological stress, which can impact their self-acceptance and motivation to continue their treatment. The purpose of this study is to examine the correlation between family support and its impact on self-acceptance levels and motivation to undergo chemotherapy in breast cancer patients at RSI Sultan Agung Semarang. This research uses a non-experimental, quantitative design with a cross-sectional approach. Data collection occurred from October to December 2024 at the Ma'wa room of RSI Sultan Agung Semarang, with a sample of 77 respondents selected through purposive sampling. The statistical analysis employed the Somer's method. The results showed that the average age of the respondents was 49 years, all were female, and most were married. On average, the participants were in their sixth chemotherapy cycle and had been diagnosed with breast cancer for approximately 25 months. The majority of respondents had good family support, high self-acceptance, and strong motivation to undergo chemotherapy. The data analysis revealed a significant correlation between family support and self-acceptance in chemotherapy patients, with a p-value of 0.021 (< 0.05), as well as a significant relationship between family support and chemotherapy motivation, with a p-value of 0.003 (< 0.05).