Icca Stella Amalia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Published : 46 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DALAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN COVID-19 PADA ANAK-ANAK TK Icka Irma; Icca Stella Amalia; Iding Budiman; Elina Haqie; Regia Rohmania Putri; Rita Nuryati; Nita Agustina Sari
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan (JPPK) Vol. 1 No. 01 (2021): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan (JPPK)
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.53 KB) | DOI: 10.34305/jppk.v1i01.397

Abstract

Pendahuluan: Peristiwa menyebarnya penyakit virus korona2019 di seluruh dunia menyebabkan kematian. Hasil wawancara dengan Kepala Taman Kanak-kanak (TK) Fajar Indah diperoleh informasi bahwa dalam masa pandemi COVID-19 saat ini, anak-anak sangat membutuhkan pendampingan dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat selama masa pandemi COVID-19 karena tingginya resiko untuk terpapar penyakit. Tujuan: kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengubah perilaku hidup bersih dan sehat di masa Pandemi Covid-19. Metode: Edukasi dilakukan dengan menggunakan metode kaji tindak dengan pendekatan program tindak partisipatif melalui ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi. Penyampaian materi juga diberikan melalui perlombaan mewarnai dan penjelasan menggunakan poster bergambar pada proses pembelajaran. Adapun sasaran pada kegiatan ini yaitu anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) Fajar Indah Desa Cipaku sebanyak 51 orang. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan oleh fasilitator dapat meningkatkan pengetahuan anak-anak TK Fajar Indah terhadap perilaku hidup bersih dan sehat dalam pencegahan COVID-19 (p < 0,05). Hal ini ditunjukkan pada peningkatan nilai peserta setelah dilaksanakannya penyuluhan, sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu sebanyak 41 orang (80.4%) dan berpengetahuan cukup sebanyak 10 orang (19.6%). Kesimpulan: ada pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan anak-anak TK Fajar Indah.
HUBUNGAN ANTARA KINERJA KADER DENGAN TINGKAT KEPUASAN PELAYANAN POSYANDU DI DESA SUSUKAN KECAMATAN CIPICUNG KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2022 Indrayani Indrayani; Nadia Amalia Sholeha; Bella Oktavia; Icca Stella Amalia
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v13i02.592

Abstract

Jumlah Kader di Indonesia sebanyak 569.477 kader (Kemenkes RI, 2021), sedangkan Jumlah Kader Posyandu di Provinsi Jawa Barat sebanyak 158.399 kader, dari jumlah itu hanya 115.680 kader aktif, dan sisanya 42.719 kader pasif (Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, 2021). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan (2021), jumlah kader posyandu sebanyak 8.205 kader, dari jumlah itu hanya 7.538 kader aktif dan sisanya 667 kader pasif . Berdasarkan data UPTD Puskesmas Cipicung, jumlah kader posyandu di Kecamatan Cipicung sebanyak 313 kader, dari jumlah itu hanya 246 kader aktif dan 67 kader pasif, dengan masing-masing posyandu 20 kader. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kinerja kader dengan tingkat kepuasan posyandu di Desa Susukan Kecamatan Cipicung. Metode yang digunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 363 orang, dan sampel sebanyak 190 sampel. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Variabel bebas pada penelitian ini adalah kinerja kader posyandu, variabel terikat adalah kepuasan pelayanan posyandu. Instrumen yang digunakan yaitu lembar kuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya hubungan antara kinerja kader dengan tingkat kepuasan pelayanan posyandu di Desa Susukan Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan Tahun 2022 dengan nilai (p value = 0,002). Terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja kader dengan tingkat kepuasan pelayanan posyandu di Desa Susukan Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan tahun 2022. Evaluasi terhadap kinerja kader posyandu secara berkala mengenai kepuasan pengguna posyandu sehingga diketahui faktor mana yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pelayanan posyandu.
PENYULUHAN STUNTING DAN PEMBUATAN MP-ASI BERBASIS PANGAN LOKAL PADA IBU YANG MEMILIKI BALITA PADA DAERAH LOKUS STUNTING DI DESA KUTAWARINGIN KECAMATAN SELAJAMBE KABUPATEN KUNINGAN Icca Stella Amalia; Ahmad Ropii; Almalida Sinta Mutiara; Evi Sukmawati; Erika Diyanti
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan (JPPK) Vol. 2 No. 02 (2023): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan (JPPK)
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jppk.v2i02.739

Abstract

Masalah anak pendek (stunting) menjadi permasalahan karena berhubungan dengan meningkatnya risiko kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental. Adanya kasus Stunting di Desa Kutawaringin diperlukan program pengabdian masyarakat yang diharapkan dapat menekan angka stunting dan memberdayakan masyarakkat untuk mengkonsumsi pangan yang beragam di wilayah lokus stunting. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam upaya mendorong pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, berimbang, dan aman dengan menggunakan pangan lokal sebagai dasar ketahanan pangan bagi rumah tangga di daerah Desa Kutawaringin.di Desa Kutawaringin Kecamatan Selajambe Kabupaten Kuningan. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di Desa Kutawaringin dengan sasaran 24 ibu yang memiliki balita baik yang stunting atau bukan stunting. Metode yang digunakan dalam melakukan kegitan ini yaitu metode kuantitatif dengan cara mengisi kuesoner pre – test dan post – test. Analisis data menggunakan perhitungan Wilcoxon dengan nilai a = 0,05. Hasil nilai rata-rata peserta kegiatan penyuluhan stunting mengalami peningkatan dari 2,71 menjadi 2,96 setelah diberikan penyuluhan. Pada Uji Wicoxon didapatkan p value=0,034, artinya ada perbedaan pengetahuan pada peserta antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan mengenai stunting.  Terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang stunting setelah di berikan penyuluhan stunting. Masyarakat mengetahui nilai gizi pada MP-ASI menggunakan pangan lokal. 
Efektivitas Promosi Kesehatan Berbasis Audiovisual Dalam Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat Filariasis di Kabupaten Kuningan Nissa Noor Annashr; Icca Stella Amalia
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.805 KB) | DOI: 10.34305/jikbh.v9i2.66

Abstract

Kuningan merupakan kabupaten endemis filariasis di Jawa Barat. Pada tahun 2016 terdapat 48 kasus dan 1 orang penderita meninggal dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh promosi kesehatan berbasis audiovisual dalam meningkatkan kepatuhan minum obat filariasis di Kabupaten Kuningan. Penelitian ini merupakan Experimental Quasi dengan rancangan Nonequivalent Comparison Group Design. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dan terbagi ke dalam 2 kelompok yaitu kelompok pembanding dan kelompok eksperimen, masing-masing berjumlah 53 orang. Kelompok pembanding bearasal dari Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus diberikan promosi kesehatan metode ceramah dan kelompok eksperimen berasal dari Desa Bandorasawetan, Kecamatan Cilimus diberikan promosi kesehatan metode ceramah ditambah media audiovisual. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok eksperimen, terdapat perbedaan signifikan proporsi responden yang minum obat pencegahan filaraisis antara sebelum dan setelah diberikan promosi kesehatan metode ceramah dan penayangan video, nilai p sebesar 0,008. Pada kelompok pembanding, terdapat perbedaan signifikan proporsi responden yang minum obat pencegahan filariasis antara sebelum dan setelah diberikan promosi kesehatan metode ceramah dan penayangan video, nilai p sebesar 0,075. Kesimpulan penelitian, promosi kesehatan dengan menambahkan media audiovisual lebih efektif dibanding hanya menggunakan metode ceramah, dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat untuk minum obat pencegahan filariasis
CUCI TANGAN PAKAI SABUN DAN VAKSINASI Tia Fitriani; Icca Stella Amalia; Hany Noviyanti; Iding Budiman; Apip Apriyanto; Ridwan Hilman
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 1 No. 01 (2021): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jppk.v1i01.394

Abstract

Pendahuluan : Sejak ditetapkannya negara Indonesia sebagai darurat bencana corona berdasarkan saran dari WHO, maka pemerintah mengambil beberapa langkah yang ditetapkan sebagai kebijakan untuk pencegahan penularan Covid-19 ini. Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui efektivitas cuci tangan pakai sabun dan vaksinasi untuk menghindari penularan Covid-19 di Desa Darma Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan Tahun 202. Metode : Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah ceramah dengan menggunakan media power point. Instrumen penilaian terhadap pengetahuan responden yaitu menggunakan lembar kuesioner sebelum penyuluhan dan sesudah pelmyuluhan serta lembar evaluasi sebagai penilaian kegiatan. Hasil : Hasil evaluasi kegiatan menunjukkani bahwa sebagian besar peserta memiliki nilai post test lebih besar dibandingkan dengan nilai pre test baik untuk pertanyaan seputar covid-19 maupun vaksinasi. Kesimpulan : Kegiatan pemberian Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan Virus Covid-19. Mengingat persebaran kasus ini terus meningkat maka berbagai upaya harus dilakukan guna mengurangi penyebarannya. Kegiatan ini dilakukan pada siswa siswi MI Yashuda 1 Darma dan MTSN 5 Kuningan dengan responden sebannyak 35 orang.
INTERVENSI PRAKTIK PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DENGAN BAHAN DASAR SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA Tia Fitriani; Icca Stella Amalia; Iding Budiman; Apip Apriyanto; Hany Noviyanti; Ridwan Hilman
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 1 No. 01 (2021): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jppk.v1i01.395

Abstract

Pendahuluan: Faktor yang menyebabkan permasalahan sampah di Indonesia karena meningkatnya taraf hidup masyarakat yang tidak disertai dengan keselarasan pengetahuan tentang persampahan dan juga partisipasi masyarakat yang kurang untuk memelihara kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya. Tujuan: kegiatan ini untuk mengetahui alternatif solusi dari masalah perilaku pengelolaan sampah dalam konteks penanganan dengan sasaran ibu-ibu PKK di Desa Darma Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan. Metode: ceramah dengan menggunakan media power point. Instrumen penilaian terhadap pengetahuan responden yaitu menggunakan lembar kuesioner sebelum pelatihan dan sesudah pelatihan serta lembar evaluasi sebagai penilaian kegiatan. Hasil: Hasil evaluasi kegiatan menunjukkani bahwa sebagian besar peserta memiliki nilai post test lebih besar dibandingkan dengan nilai pre test yaitu sebanyak 17 orang. Hal ini menunjukkan bahwa dengan diadakannya penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan peserta. Kesimpulan: Kegiatan intervensi pembuatan kompos ini memberikan dampak positif pada pengetahuan ibu-ibu PKK dalam pengolahan sampah organik dengan metode ceramah dan demonstrasi.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KEPALA (KELOMPOK PENGELOLA) SAMPAH Elina Haqie; Icca Stella Amalia; Icka Irma; Regia Rohmania Putri; Rita Nuryati; Nita Agustina Sari
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 1 No. 01 (2021): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jppk.v1i01.396

Abstract

Pendahuluan: Di Indonesia, data Bank Dunia menyebutkan, produksi sampah padat secara nasional mencapai 151.921 ton per hari. Setiap penduduk Indonesia membuang sampah padat rata-rata 0,85 kg per hari. Hal ini masih kerap terjadi di Indonesia dikarenakan masih kurangnya kesadaran masyarakat tentang menjaga lingkungan. Tujuan: kegiatan intervensi ini adalah untuk mengubah perilaku masyarakat dalam pembuangan dan pengelolaan sampah. Metode: observasional menggunakan metode kuantitatif dengan menilai pengetahuan dan tindakan masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang ada di RT/RW 06/02 Desa Cipaku. Instrumen yang digunakan adalah lembar angket berisi pre-test dan post-test. Hasil: Secara umum kondisi sanitasi di Desa Cipaku masih perlu peningkatan dan perbaikan. Perilaku penanganan sampah oleh masyarakat Desa Cipaku masih kurang baik. Oleh karena itu, kami merumuskan alternatif pemecahan masalah, dan alternatif yang terpilih adalah program KEPALA Sampah. Pelaksanaan kegiatan intervensi dilaksanakan dalam waktu 14 hari secara berturut turut. Kegiatan utama dalam program Kepala Sampah ini adalah pengangkutan sampah oleh petugas setiap 2x/minggu. Berdasarkan pengolahan data pre-test dan post-test menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,000 atau lebih kecil dari 0,005 (p<0,05). Kesimpulan: ada pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat Desa Cipaku.
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DALAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN COVID-19 PADA ANAK-ANAK TK Icka Irma; Icca Stella Amalia; Iding Budiman; Elina Haqie; Regia Rohmania Putri; Rita Nuryati; Nita Agustina Sari
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 1 No. 01 (2021): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jppk.v1i01.397

Abstract

Pendahuluan: Peristiwa menyebarnya penyakit virus korona2019 di seluruh dunia menyebabkan kematian. Hasil wawancara dengan Kepala Taman Kanak-kanak (TK) Fajar Indah diperoleh informasi bahwa dalam masa pandemi COVID-19 saat ini, anak-anak sangat membutuhkan pendampingan dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat selama masa pandemi COVID-19 karena tingginya resiko untuk terpapar penyakit. Tujuan: kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengubah perilaku hidup bersih dan sehat di masa Pandemi Covid-19. Metode: Edukasi dilakukan dengan menggunakan metode kaji tindak dengan pendekatan program tindak partisipatif melalui ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi. Penyampaian materi juga diberikan melalui perlombaan mewarnai dan penjelasan menggunakan poster bergambar pada proses pembelajaran. Adapun sasaran pada kegiatan ini yaitu anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) Fajar Indah Desa Cipaku sebanyak 51 orang. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan oleh fasilitator dapat meningkatkan pengetahuan anak-anak TK Fajar Indah terhadap perilaku hidup bersih dan sehat dalam pencegahan COVID-19 (p < 0,05). Hal ini ditunjukkan pada peningkatan nilai peserta setelah dilaksanakannya penyuluhan, sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu sebanyak 41 orang (80.4%) dan berpengetahuan cukup sebanyak 10 orang (19.6%). Kesimpulan: ada pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan anak-anak TK Fajar Indah.
FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DAN PERILAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN FILARIASIS DI KABUPATEN KUNINGAN Icca Stella Amalia; Nissa Noor Annashr
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka
Publisher : Universitas YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/jk.v6i1.3

Abstract

Filariasis is an infectious disease that still become public health problem in Indonesia. In 2013 there were 12,714 cases and by 2014 there were 14,932 cases in Indonesia. Kuningan is one of the districts that become filariasis endemic areas in West Java Province. The  objectives  of  the  research was to analyze the sosiodemographic and behavior factors that associated with filariasis. This  research was analytic  survey  approach with case  control  study.  The population of  this research were all of case filariasis in Kuningan in 2017. There were 16 cases of filariasis in Kuningan so all of them were taken as sample. Sampling for control groups conducted with purposive sampling technique. The cases  of  these  research  and  the  controls  were  48 respondents.  The  ratio  of  cases  to the controls 1 : 2 (16 cases : 32 controls). Data collection was taken by observation and interview. After  the collected  the data, it was analyzed by univariate and bivariate analysis by using chi-square test. The result showed that 48 respondents (18 man and 30 woman) with mean 49.1 years old. Independent variabel consist of sosiodemographic (sex, level of education, level of knowledge, type of job, and income) and behavior variable (habit of going out at night, habbit of using repellent, habit of using mosquito net). Bivariate analysis showed that level of knowledge that had significant relationship with filariasis (p = 0.006 OR = 6.943). Based oh the result of this research, it suggested to Dinas Kesehatan Kuningan to improve health promotion program for community.
HUBUNGAN ANTARA KINERJA KADER DENGAN TINGKAT KEPUASAN PELAYANAN POSYANDU DI DESA SUSUKAN KECAMATAN CIPICUNG KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2022 Indrayani Indrayani; Nadia Amalia Sholeha; Bella Oktavia; Icca Stella Amalia
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v13i02.592

Abstract

Jumlah Kader di Indonesia sebanyak 569.477 kader (Kemenkes RI, 2021), sedangkan Jumlah Kader Posyandu di Provinsi Jawa Barat sebanyak 158.399 kader, dari jumlah itu hanya 115.680 kader aktif, dan sisanya 42.719 kader pasif (Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, 2021). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan (2021), jumlah kader posyandu sebanyak 8.205 kader, dari jumlah itu hanya 7.538 kader aktif dan sisanya 667 kader pasif . Berdasarkan data UPTD Puskesmas Cipicung, jumlah kader posyandu di Kecamatan Cipicung sebanyak 313 kader, dari jumlah itu hanya 246 kader aktif dan 67 kader pasif, dengan masing-masing posyandu 20 kader. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kinerja kader dengan tingkat kepuasan posyandu di Desa Susukan Kecamatan Cipicung. Metode yang digunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 363 orang, dan sampel sebanyak 190 sampel. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Variabel bebas pada penelitian ini adalah kinerja kader posyandu, variabel terikat adalah kepuasan pelayanan posyandu. Instrumen yang digunakan yaitu lembar kuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya hubungan antara kinerja kader dengan tingkat kepuasan pelayanan posyandu di Desa Susukan Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan Tahun 2022 dengan nilai (p value = 0,002). Terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja kader dengan tingkat kepuasan pelayanan posyandu di Desa Susukan Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan tahun 2022. Evaluasi terhadap kinerja kader posyandu secara berkala mengenai kepuasan pengguna posyandu sehingga diketahui faktor mana yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pelayanan posyandu.