Icca Stella Amalia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Published : 46 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan tingkat pengetahuan tentang pencemaran udara dengan gejala ISPA pada masyarakat di wilayah Kabupaten Kuningan dan Cirebon Devitasari, Ai; Maharani, Alma Sucita; Milnasari, Milnasari; Rahim, Fitri Kurnia; Amalia, Icca Stella
Journal of Health Research Science Vol. 4 No. 01 (2024): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v4i1.990

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data portal resmi terbuka pemerintah daerah provinsi Jawa Barat tahun 2023 menunjukkan bahwa sebanyak 17,7% balita menderita ISPA dan untuk Kabupaten Kuningan sebanyak 890 balita laki-laki dan 734 balita perempuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Pencemaran Udara Dengan Gejala Ispa Pada Masyarakat Di Wilayah Kabupaten Kuningan Dan Cirebon Tahun 2023.Metode: Rancangan penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Populasi pada penelitian ibu rumah tangga di sekitar wilayah pertambangan, industry, pemukiman padat di Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Cirebon. Sampel dalam penelitian ini yaitu 161 responden yang mengisi kuesioner dan 50 rumah responden di Kabupaten Kuningan serta 50 rumah responden di Kabupaten Cirebon yang digunakan sebagai sampel pengukuran kualitas udara. Teknik pengambilan sampel dengan jenis non random sampling yang digunakan yaitu accidental sampling.Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang pencemaran udara (p value = 0,000) dengan gejala ISPA pada masyarakat di wilayah Kabupaten Kuningan dan Cirebon Tahun 2023.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang pencemaran udara dengan gejala ISPA pada masyarakat di wilayah Kabupaten Kuningan dan Cirebon Tahun 2023.
Analisis penerapan sistem proteksi kebakaran sebagai upaya pencegahan kebakaran di Instansi serta lingkungan masyarakat Kabupaten dan Kota Cirebon Rahim, Fitri Kurnia; Amalia, Icca Stella; Eka, Ifani; Zahra, Besta Al; Nita, Rahayu
Journal of Health Research Science Vol. 4 No. 01 (2024): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v4i1.1095

Abstract

Latar Belakang: Bencana kebakaran ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan perilaku masyarakat mengenai pencegahan kebakaran, serta di beberapa instansi belum menerapkan sistem proteksi kebakaran sesuai dengan peraturan pemerintah.Metode: Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif menggunakan metode observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini 118 orang serta 4 instansi yakni 2 fasyankes dan 2 instansi pemerintahan.Hasil: Analisis univariat di peroleh hasil beberapa intansi tidak ada yang sesuai dengan dasar hukum Permen PU No.26 Tahun 2008 mengenai alat deteksi kebakaran, springkler, hydrant, dan alarm kebakaran, intansi yang sesuai dengan peraturan pemerintah mengenai APAR terdapat presentase 93%, pengetahuan dan perilaku masyarakat rata-rata telah mengetahui penanganan mengenai tanggap darurat kebakaran.Kesimpulan: Beberapa intansi tidak ada yang sesuai dengan dasar hukum Permen PU No.26 Tahun 2008 mengenai alat deteksi kebakaran, springkler, hydrant, dan alarm kebakaran. Pengetahuan dan perilaku masyarakat rata-rata telah mengetahui  penanganan mengenai tanggap darurat kebakaran.
Pengaruh pemberian edukasi pengolahan sampah terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat di Desa Cihanjaro Kabupaten Kuningan Khaerudin, Muhamad Wildan; Amalia, Icca Stella
Journal of Health Research Science Vol. 4 No. 02 (2024): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v4i02.1380

Abstract

Latar Belakang: Pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Timbulan sampah rumah tangga di kabupaten Kuningan diperkirakan mencapai 120.000 ton per tahun. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang cara pengelolaan sampah yang tepat menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya kesadaran terhadap dampak lingkungan yang diakibatkan oleh sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi pengolahan sampah akhir rumah tangga terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat di Desa Cihanjaro Kecamatan Karangkancana Kabupaten Kuningan 2024.Metode: Penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan eksperimen semu. Respondennya adalah masyarakat Desa Cihanjaro. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre dan post test pengelolaan sampah. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui pengaruh intervensi pendidikan akhir pembuangan sampah  rumah tangga yang diberikan kepada responden.Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan (p = 0,001) dan sikap (p = 0,017) pengelolaan sampah melalui edukasi pengolahan sampah akhir rumah tangga.Kesimpulan: Adanya pengaruh yang signifikan antara pemberian edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap Masyarakat tentang pengolahan sampah akhir rumah tangga.
Optimalisasi Pemanfaatan Dana yang Ada di Desa Sebagai Pendukung Program Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) Mamlukah, Mamlukah; Febriani, Esty; Amalia, Icca Stella; Khaerudin, Muhamad Wildan
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v14i01.763

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di dunia termasuk Indonesia. Berdasarkan informasi WHO (2020) pada tahun 2019 total kasus TBC ternotifikasi di Indonesia sebanyak 568.987, dengan cakupan pengobatan 67% dan keberhasilan pengobatan 83%. Tingkat keberhasilan pengobatan pasien yang memulai pengobatan pada tahun 2017 sebesar 45%. Adanya kebijakan tersebut memungkinkan Pemerintahan Desa untuk melakukan identifikasi terhadap kegiatan yang sudah ditangani dan kegiatan yang mampu ditangani namun belum dilaksanakan. Dalam agenda Perpres Nomor 67/ 20121, yang mana Pemerintahan Desa, dalam pasal 2 (dua), juga menjadi subyek hukum dalam arahan Presiden pada Perpres tentang pengendalian tuberkulosis ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali informasi mengenai potensi pemanfaatan dana yang ada di desa tersebut dalam rangka mendukung program penanggulangan TBC. Metode: Penelitian ini dirancang sebagai penelitian eksploratif. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu: 1) melakukan kajian dokumen kebijakan yang mendukung untuk optimalisasi penggunaan dana di desa, 2) wawancara mendalam pada informan kunci di tingkat kabupaten dan desa, 3) melakukan diskusi kelompok terarah (FGD) dan 4) studi kasus untuk mencatat pembelajaran dari desa yang berhasil memanfatkan potensi dana desa untuk kesehatan dan atau TBC. Hasil wawancara mendalam dan FGD direkam dengan menggunakan recorder dan poin penting hasil diskusi telah dicatat dan dimasukkan oleh pengumpul data setiap hari dengan menggunakan form-online dan diverifikasi oleh Koordinator lapangan. Pengumpul data juga perlu mencatat kalimat penting yang diucapkan oleh informan untuk dijadikan catatan atau quote pada laporan penelitian. Hasil: Penelitian menunjukan kriteria pemilihan wilayah penelitian berdasarkan luas wilayah, jumlah penduduk dan fiscal capacity dan dengan estimasi jumlah kasus TBC baru yang tinggi. Permasalahan utama TBC di kabupaten/desa adalah rendahnya tingkat penemuan kasus. Tingkat notifikasi kasus TBC pada tahun 2020 di semua wilayah penelitian lebih rendah dari target Nasional di tahun 2020 sebesar 80%, sedangkan pada tahun 2018, penemuan kasus TBC di 4 kabupaten/kota telah mencapai angka lebih dari 80%. Selain rendahnya tingkat penemuan kasus, rendahnya tingkat keberhasilan pengobatan juga menjadi masalah utama. Pada tahun 2020, 7 kabupaten/kota tingkat keberhasilan pengobatannya kurang dari target Nasional tahun 2020 atau 90%. Saran: Diharapkan penguatan ketersedian data kasus TBC hingga di tingkat desa sangat diperlukan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk usulan perencanaan pengembangan kegiatan berbasis data di tingkat kabupaten hingga desa
Penyuluhan stunting dan pembuatan MP-ASI berbasis pangan lokal pada ibu yang memiliki balita daerah lokus stunting di Desa Kutawaringin Kecamatan Selajambe Kabupaten Kuningan Amalia, Icca Stella; Ropii, Ahmad; Mutiara, Almalida Sinta; Sukmawati, Evi; Diyanti, Erika
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2023): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jppk.v2i02.739

Abstract

Latar Belakang: Masalah anak pendek (stunting) menjadi permasalahan karena berhubungan dengan meningkatnya risiko kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental. Adanya kasus Stunting di Desa Kutawaringin diperlukan program pengabdian masyarakat yang diharapkan dapat menekan angka stunting dan memberdayakan masyarakat untuk mengkonsumsi pangan yang beragam di wilayah lokus stunting.Metode: Metode yang digunakan dalam melakukan kegiatan ini yaitu metode kuantitatif dengan cara mengisi kuesioner pre – test dan post – test. Analisis data menggunakan perhitungan Wilcoxon dengan nilai a = 0,05.Hasil: Nilai rata-rata peserta kegiatan penyuluhan stunting mengalami peningkatan dari 2,71 menjadi 2,96 setelah diberikan penyuluhan. Pada Uji Wilcoxon didapatkan p value=0,034, artinya ada perbedaan pengetahuan pada peserta antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan mengenai stunting.Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang stunting setelah diberikan penyuluhan stunting. Masyarakat mengetahui nilai gizi pada MP-ASI menggunakan pangan lokal.
Inovasi pengelolaan sampah menjadi serbuk pupuk organik (BUKONIK) dan kompos celup organik (KOCLOK) melalui pemberdayaan masyarakat intervensi masalah sampah Hamdan, Hamdan; Amalia, Icca Stella; Faturrahman, Dimas
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 3 No. 01 (2023): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jppk.v3i01.970

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia, jumlah timbulan sampah mencapai 26,39 ton pada tahun 2021 dengan jumlah timbulan sampah rumah tangga sebanyak 41,05%. Begitupun dengan masyarakat di Desa Jabranti, yaitu masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya sebanyak 798 atau (100%) dengan persentase terbanyak pengelolaan sampah dengan cara dibuang kesungai yaitu 582 (72,9%).Metode: Metode Kuantitatif dan Kulaitatif  dengan pendekatan  Survei Dasar Kesehatan Masyarakat (SDKM) individu tahun 2023. Intervensi PIKM Desa Jabranti Kecamatan Karangkancana Kabupaten Kuningan dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus 2023 dengan mengunakan ceramah dan game interaktif, serta instrument yang digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan adalah kuisinoer pre-test dan post-test.Hasil: Berdasarkan hasil analisis pre-test dan post-test menggunakan uji wilcoxon diperoleh sebesar 0,000 (p-value < 0,05).Kesimpulan: Maka dapat disimpulkan, ada perbedaan hasil skor sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah di Desa Jabranti Kecamatan Karangkancana Kabupaten Kuningan.
Gerakan cegah stunting melalui perbaikan pola asuh dan konsumsi sehat satu telur (GASPOL DULUR) “Bola-bola tahu telur” dan pemberian makanan tambahan (PMT) Puding Banana Sehat (PUNAS) Amalia, Icca Stella; Hamdan, Hamdan; Devitasari, Ai
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 3 No. 01 (2023): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jppk.v3i01.977

Abstract

Latar Belakang: Stunting menjadi permasalahan karena berhubungan dengan meningkatnya risiko kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental.Metode: Metode yang digunakan dalam melakukan Intervensi Stunting tahun 2023 di Desa Jabranti yaitu metode kualitatif dengan cara mengisi kuesioner yang ditujukan langsung kepada responden sesuai dengan data sekunder yang telah diperoleh dari Puskesmas Karangkancana, serta variabel yang ditanyakan pada saat wawancara.Hasil: Berdasarkan hasil dari kegiatan Pengabdian Masyarakat “Gaspol Dulur” mengenai Stunting yang telah dilaksanakan di Desa Jabranti tahun 2023 setelah diberikan Edukasi mengenai Stunting, Demonstrasi PMT dan Pemberian PMT, Masyarakat Desa Jabranti Khususnya Ibu dari balita dengan kejadian Stunting sangat antusias mengikuti Progres, mulai dari tahapan berkunjung ke rumah, pemberian edukasi sampai ke pemberian PMT.Kesimpulan: Menciptakan suatu inovasi dari makanan tambahan kepada balita yang stunting semoga dapat diaplikasiakan dirumah dan semoga kedepannya bisa terus berjalan mengenai Pendemonstrasian PMT stunting khususnya Pola Asuh yang sehat dan ingat Gizi Seimbang kepada setiap anak-anaknya.
Hubungan perilaku pencegahan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DDB) pada masyarakat di Desa Leuwimunding Kabupaten Majalengka Hamdan, Hamdan; Amalia, Icca Stella; Muzdalifah, Dela
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v3i02.382

Abstract

Latar Belakang Kejadian DBD di Indonesia tahun 2019 tercatat 15.132 kasus dengan angka kematian mencapai 145 jiwa, dan Provinsi Jawa Barat menempati posisi kedua dengan 2.204 kasus dan 14 meninggal dunia setelah Jawa Timur. Sedangkan data yang tercatat di Dinkes Kabupaten Majalengka yaitu ada 196 kasus dan 1 orang meninggal dunia, di Puskesmas Leuwimunding terdapat 23 kasus dan 1 orang meninggal dunia, dan Desa Leuwimunding sendiri terdapat 15 kasus DBD. Cara yang paling efektif untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti adalah dengan cara Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus dalam kegiatan sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan perilaku pencegahan dengan kejadian DBD pada masyarakat di Desa Leuwimunding Kabupaten Majalengka tahun 2019. Metode Jenis penelitian analitik observasional, dengan desain case control dengan perbandingan 1:2. Kasus adalah masyarakat yang terkena DBD pada 6 bulan terakhir sebanyak 15 responden dan kontrol adalah masyarakat yang tidak pernah terkena DBD sebanyak 30 responden. Analisis dilakukan dengan univariat untuk melihat distribusi frekuensi, bivariat dengan chi square dan nilai OR dihitung untuk melihat faktor resiko kejadian DBD. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan mengobservasi menggunakan kuisioner dan lembar observasi. Hasil: Uji statistik Chi Square menyatakan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara perilaku pencegahan dengan kejadian DBD pada masyarakat di Desa Leuwimunding Kabupaten Majalengka tahun 2019 dengan nilai p value 0,001 < 0,05 dan nilai OR sebesar 9,036. Kesimpulan Adanya hubungan yang signifikan antara perilaku pencegahan dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD) pada masyarakat di Desa Leuwimunding Kabupaten Majalengka tahun 2019. Saran Masyarakat disarankan untuk selalu berperilaku baik dalam upaya pencegahan kejadian DBD dengan kegiatan PSN 3M Plus.
Analisis faktor determinan kejadian obesitas pada remaja di Kabupaten Kuningan Saprudin, Ade; Amalia, Icca Stella; Ropii, Ahmad
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i01.961

Abstract

Latar Belakang: Obesitas merupakan salah satu masalah gizi yang dialami sebagian remaja di Indonesia. Di Kabupaten Kuningan sendiri 27.7 % dari total penduduk berusia <15 tahun dan ada sekitar 30.7 % remaja berusia >16 tahun yang mengalami berat badan lebih dan obesitas. Belum adanya penelitian mengenai faktor determinan kejadian obesitas pada remaja di Kabupaten Kuningan menjadi landasan untuk melakukan penelitian mengenai analisis faktor determinan kejadian obesitas pada remaja di Kabupaten Kuningan. Metode: Jenis penelitian analitik observarsional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian siswa SMA kelas XI berjumlah sebanyak 706 dari 2 sekolah. Penetapan besar sampel dalam penelitian menggunakan rumus slovin dengan hasil 256 sampel. Instrumen yang digunakan berupa timbangan digital, microtoise, lembar observasi dan kuesioner. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara, observarsi dan pengisian kuesioner. Analisis data menggunakkan Uji Chi Square dengan a=0,05. Hasil: Hasil uji Chi Square didapatkan hasil pola makan (p value=0,031), kebiasaan olahraga (0,032), genetik (0,000), uang jajan (0,000) dan pengetahuan (0,003). Kesimpulan: Ada hubungan antara pola makan, kebiasaan olahraga, genetik, uang jajan dan pengetahuan dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja Di Kabupaten Kuningan. Saran: : Siswa diharapkan dapat mengetahui pencegahan obesitas khususnya pada usia remaja dengan mempelajari dari berbagai sumber. Pihak sekolah dapat membuat program olahraga sebagai salah satu pencegahan obesitas pada remaja. Kata Kunci : Obesitas, Faktor determinan obesitas, remaja
Analisis faktor determinan capaian surveilans digital Aprilliyani, Alya; Handayani, Hana; Septian, Niddya Meiliani; Rahim, Fitri Kurnia; Amalia, Icca Stella
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1502

Abstract

Latar Belakang: Capaian surveilans sangat penting untuk mengatasi masalah kesehatan secara lebih cepat. Namun saat ini belum optimal, sehingga perlu mendapat perhatian lebih. Di Kabupaten Kuningan, 53,3% capaian surveilans baik dan 41,7% kurang baik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor determinan capaian surveilans dan meningkatkan capaian SKDR.Metode: Mixed method dengan desain cross-sectional dan pendekatan tematik kontekstual. Populasi terdiri dari petugas surveilans di 30 puskesmas. Sampel kuantitatif seluruh petugas surveilans dan kualitatif 5 puskesmas yaitu Ciawigebang, Cihaur, Cilimus, Darma dan Garawangi. Instrumen penelitian yaitu kuesioner dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan uji Fisher's Exact, serta kualitatif berfokus pada batasan tema terkait aspek input (5M) dan output (capaian surveilans).Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa 73% petugas kesehatan berusia 19-44 tahun dan 76,7% berlatar belakang pendidikan non-sarjana kesehatan masyarakat. Analisis 5M mengidentifikasi kendala dalam pengolahan data, seperti kurangnya pelatihan, keterlambatan input data, keterbatasan anggaran, infrastruktur teknis, dan transparansi informasi.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia dan latar belakang pendidikan dengan capaian surveilans. Maka diperlukan perbaikan strategis melalui pelatihan teknis, pengolahan data yang efektif, dan peningkatan transparansi informasi.