Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kejadian Diare Pada Balita di Tatanan Rumah Tangga Andy Muharry; Icca Stella Amalia; Aat Dwihayati
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diarrhea is one of the diseases that can cause special death in children. The incidence of diarrhea in Karamatwangi Village is quite high compared to other villages. Diarrhea is generally associated with public health concerning clean and healthy living behavior in the household setting. The purpose of research factors related to the incidence of diarrhea in the household setting. This research use analytical approach with cross sectional design. The population is mother of toddler which is domiciled in Karamatwangi Village as many as 115. Samples were taken by simple random sampling as many as 55 toodler. The research instruments used questionnaires, interviews, and observations. Data analysis bivariable and multivariable The results of the analysis with chi-square found that the variables associated with diarrhea occurrence in infants in the household setting were exclusive breastfeeding (p = 0,034; OR =) use of clean water (p = 0,002; OR =), stove behavior with clean water and soap ( p = 0,000; OR =), use of healthy latrine (p = 0,005; OR =). The most severe factors for the occurrence of diarrhea in toodler are behavior with clean water and soap (p = 0,000; OR = 22,185) 95% CI 4,006-122,850 and the benefits of healthy latrine is a factor associated with the incidence of diarrhea in toddler. The most dominant factor with the incidence of diarrheain infants is hand relief using clean water and soap.
Efektivitas Promosi Kesehatan Berbasis Audiovisual Dalam Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat Filariasis di Kabupaten Kuningan Nissa Noor Annashr; Icca Stella Amalia
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v9i2.66

Abstract

Kuningan merupakan kabupaten endemis filariasis di Jawa Barat. Pada tahun 2016 terdapat 48 kasus dan 1 orang penderita meninggal dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh promosi kesehatan berbasis audiovisual dalam meningkatkan kepatuhan minum obat filariasis di Kabupaten Kuningan. Penelitian ini merupakan Experimental Quasi dengan rancangan Nonequivalent Comparison Group Design. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dan terbagi ke dalam 2 kelompok yaitu kelompok pembanding dan kelompok eksperimen, masing-masing berjumlah 53 orang. Kelompok pembanding bearasal dari Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus diberikan promosi kesehatan metode ceramah dan kelompok eksperimen berasal dari Desa Bandorasawetan, Kecamatan Cilimus diberikan promosi kesehatan metode ceramah ditambah media audiovisual. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok eksperimen, terdapat perbedaan signifikan proporsi responden yang minum obat pencegahan filaraisis antara sebelum dan setelah diberikan promosi kesehatan metode ceramah dan penayangan video, nilai p sebesar 0,008. Pada kelompok pembanding, terdapat perbedaan signifikan proporsi responden yang minum obat pencegahan filariasis antara sebelum dan setelah diberikan promosi kesehatan metode ceramah dan penayangan video, nilai p sebesar 0,075. Kesimpulan penelitian, promosi kesehatan dengan menambahkan media audiovisual lebih efektif dibanding hanya menggunakan metode ceramah, dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat untuk minum obat pencegahan filariasis
PERBEDAAN PENGARUH PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMANFAATAN SAMPAH ANORGANIK DENGAN METODE RECYCLE TERHADAP PENGURANGAN SAMPAH DI DESA CIKADUWETAN KECAMATAN LURAGUNG KABUPATEN KUNINGAN 2020 Icca Stella Amalia; Ahmad Ropii; Ratih Juitasari
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2020): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v1i1.202

Abstract

Masalah persampahan sangat berkaitan dengan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi. Metode 3R diantaranya Pengurangan (Reduse), penggunaan kembali (Reuse), dan daur ulang (Recycle) harus dilakukan melalui pengelolaan sumber sampah dengan mengurangi sampah sebelum pembuangan akhir. Menurut Dinas Lingkungan hidup menyatakan bahwa dari 67 Desa/Kecamatan sampah yang dilayani mencapai 73 Ton/hari (16%) yang terangkut ke TPA Ciniru (sampah organik dan anorganik). Rancangan penelitian yang digunakan yaitu penelitian Quasi Experiment atau Rancangan Eksperimen Semu dengan Pre test and Post test Design. Populasi yaitu kader kesehatan di Desa Cikaduwetan dengan jumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel adalah Total Sampling.. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan bentuk pertanyaan Multiple Choice. Selain itu adalah pedoman observasi. Analisis data dalam penelitian ini meliputi analisis univariat, analisis bivariat dengan menggunakan. Uji statistik untuk analisis bivariat ini dilakukan dengan uji t berpasangan (paired t-test) dan uji Mann Whitney. Terdapat perbedaan pengurangan sampah yang signifikan antara kelompok penyuluhan dengan kelompok pelatihan di desa Cikaduwetan Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Tidak terdapat perbedaan rata-rata skor pemanfaatan sampah dengan metode recycle yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok penyuluhan. Terdapat perbedaan rata-rata skor pemanfaatan sampah dengan metode recycle yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok pelatihan.
MODEL PREDIKSI KEPADATAN LALAT DI PASAR KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT INDONESIA Fitri Kurnia Rahim; Rika Rohmatunisa; Icca Stella Amalia
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2020): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v1i1.208

Abstract

Sanitasi Pasar merupakan hal yang perlu diperhatikan karena pasar merupakan tempat berkumpulnya banyak orang. Kondisi sanitasi yang kurang baik seperti sampah yang berserakan dan tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan perkembangan vektor lalat. Vektor lalat dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti kolera, tifus, diare dan penyakit gangguan pencernaan bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis korelasi timbulan sampah dengan kepadatan lalat serta model prediksi kepadatan lalat di Pasar Kabupaten Kuningan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan di pasar se-Kabupaten Kuningan pada bulan Juni-Agustus tahun 2020. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasar yang ada di Kabupaten Kuningan, jumlah sampel pada penelitian ini adalah 31 pasar yang diambil berdasarkan total sampling. Variabel dependen pada penelitian ini adalah kepadatan lalat, variabel independen adalah timbulan sampah. Instrumen penelitian yang digunakan adalah adalah lembar observasi, bak sampah ukuran 20 x 20 x 100 cm, timbangan gantung digital dan fly grill berwarna kuning ukuran 100 x 100 cm. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi ke setiap TPS pasar. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Korelasi Person dan Multivariat Regresi Linieer. Hasil penelitian menunjukan rata-rata kepadatan lalat di Pasar Kabupaten Kuningan adalah 22,35 ekor/block grill dan rata-rata jumlah timbulan sampah Pasar di Kabupaten Kuningan adalah 1,1879 kg/pedagang/hari. Terdapat korelasi (r) yang signifikan antara timbulan sampah dan kepadatan lalat dengan nilai r 0,703. Model prediksi kepadatan lalat yaitu dengan rumus persamaan (Y) = 1,006 + 17,971 (X), atau Kepadatan lalat = 1,006 + 17,971 (timbulan sampah). Adanya korelasi positif antara jumlah timbulan sampah dengan tingkat kepadatan lalat. Model prediksi menunjukan jika adanya penambahan 1 % timbulan sampah, maka kepadatan lalat akan meningkat sebesar 17,971. Dengan demikian, pihak pengelola pasar perlu melakukan upaya penyehatan lingkungan pasar khususnya di area tempat pembuangan sampah sementara serta melakukan pengendalian terhadap kepadatan lalat.
PAPARAN INSTAGRAM DAN PERAN TEMAN SEBAYA TERHADAP POLA KONSUMSI FAST FOOD PADA REMAJA BERDASARKAN WILAYAH SEKOLAH PERKOTAAN DAN PEDESAAN Noviyanti Dewi; Fitri Kurnia Rahim; Icca Stella Amalia
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v2i1.389

Abstract

Pola konsumsi fast food merupakan salah satu faktor penyebab masalah obesitas pada remaja yang semakin meningkat. Pola konsumsi fast food pada remaja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pengaruh media sosial dan teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh paparan Instagram dan peran teman sebaya dalam pola konsumsi fast food pada remaja berdasarkan wilayah sekolah perkotaan dan pedesaan di Kabupaten Kuningan Tahun 2018.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 89 orang siswa kelas XI yang berasal dari wilayah sekolah perkotaan (SMAN 2 Kuningan) dan 88 orang siswa kelas XI dari wilayah sekolah pedesaan (SMAN 1 Kadugede), diambil dengan menggunakan metode proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh responden. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola konsumsi fast food pada remaja di wilayah sekolah pedesaan (23,9%) lebih tinggi dibandingkan wilayah sekolah perkotaan (23,6%). Remaja yang sering mengkonsumsi fast food karena paparan Instagram di wilayah sekolah perkotaan (85,7%) lebih tinggi dibandingan wilayah sekolah pedesaan (61,9%), sedangkan remaja yang sering mengkonsumsi fast food karena peran teman sebaya di wilayah sekolah perkotaan (52,4%) sama dengan wilayah sekolah pedesaan (52,4%). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa paparan Instagram mempunyai keterkaitan terhadap pola konsumsi fast food pada remaja, baik di wilayah sekolah perkotaan (p=0,002) maupun pedesaan (p=0,008), sedangkan peran teman sebaya tidak mempunyai keterkaitan terhadap pola konsumsi fast food pada remaja, baik di wilayah sekolah perkotaan (p=0,586) maupun pedesaan (p=0,08).Ada pengaruh signifikan paparan Instagram terhadap pola konsumsi fast food pada remaja berdasarkan wilayah sekolah perkotaan dan pedesaan di Kabupaten Kuningan. Diperlukan edukasi/penyuluhan antar teman sebaya yang berkaitan dengan penggunaan Instagram untuk hal-hal yang berdampak positif bagi kesehatan pada remaja.
CUCI TANGAN PAKAI SABUN DAN VAKSINASI Tia Fitriani; Icca Stella Amalia; Hany Noviyanti; Iding Budiman; Apip Apriyanto; Ridwan Hilman
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan (JPPK) Vol. 1 No. 01 (2021): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan (JPPK)
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.076 KB) | DOI: 10.34305/jppk.v1i01.394

Abstract

Pendahuluan : Sejak ditetapkannya negara Indonesia sebagai darurat bencana corona berdasarkan saran dari WHO, maka pemerintah mengambil beberapa langkah yang ditetapkan sebagai kebijakan untuk pencegahan penularan Covid-19 ini. Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui efektivitas cuci tangan pakai sabun dan vaksinasi untuk menghindari penularan Covid-19 di Desa Darma Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan Tahun 202. Metode : Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah ceramah dengan menggunakan media power point. Instrumen penilaian terhadap pengetahuan responden yaitu menggunakan lembar kuesioner sebelum penyuluhan dan sesudah pelmyuluhan serta lembar evaluasi sebagai penilaian kegiatan. Hasil : Hasil evaluasi kegiatan menunjukkani bahwa sebagian besar peserta memiliki nilai post test lebih besar dibandingkan dengan nilai pre test baik untuk pertanyaan seputar covid-19 maupun vaksinasi. Kesimpulan : Kegiatan pemberian Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan Virus Covid-19. Mengingat persebaran kasus ini terus meningkat maka berbagai upaya harus dilakukan guna mengurangi penyebarannya. Kegiatan ini dilakukan pada siswa siswi MI Yashuda 1 Darma dan MTSN 5 Kuningan dengan responden sebannyak 35 orang.
INTERVENSI PRAKTIK PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DENGAN BAHAN DASAR SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA Tia Fitriani; Icca Stella Amalia; Iding Budiman; Apip Apriyanto; Hany Noviyanti; Ridwan Hilman
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan (JPPK) Vol. 1 No. 01 (2021): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan (JPPK)
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.735 KB) | DOI: 10.34305/jppk.v1i01.395

Abstract

Pendahuluan: Faktor yang menyebabkan permasalahan sampah di Indonesia karena meningkatnya taraf hidup masyarakat yang tidak disertai dengan keselarasan pengetahuan tentang persampahan dan juga partisipasi masyarakat yang kurang untuk memelihara kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya. Tujuan: kegiatan ini untuk mengetahui alternatif solusi dari masalah perilaku pengelolaan sampah dalam konteks penanganan dengan sasaran ibu-ibu PKK di Desa Darma Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan. Metode: ceramah dengan menggunakan media power point. Instrumen penilaian terhadap pengetahuan responden yaitu menggunakan lembar kuesioner sebelum pelatihan dan sesudah pelatihan serta lembar evaluasi sebagai penilaian kegiatan. Hasil: Hasil evaluasi kegiatan menunjukkani bahwa sebagian besar peserta memiliki nilai post test lebih besar dibandingkan dengan nilai pre test yaitu sebanyak 17 orang. Hal ini menunjukkan bahwa dengan diadakannya penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan peserta. Kesimpulan: Kegiatan intervensi pembuatan kompos ini memberikan dampak positif pada pengetahuan ibu-ibu PKK dalam pengolahan sampah organik dengan metode ceramah dan demonstrasi.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KEPALA (KELOMPOK PENGELOLA) SAMPAH Elina Haqie; Icca Stella Amalia; Icka Irma; Regia Rohmania Putri; Rita Nuryati; Nita Agustina Sari
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan (JPPK) Vol. 1 No. 01 (2021): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan (JPPK)
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.915 KB) | DOI: 10.34305/jppk.v1i01.396

Abstract

Pendahuluan: Di Indonesia, data Bank Dunia menyebutkan, produksi sampah padat secara nasional mencapai 151.921 ton per hari. Setiap penduduk Indonesia membuang sampah padat rata-rata 0,85 kg per hari. Hal ini masih kerap terjadi di Indonesia dikarenakan masih kurangnya kesadaran masyarakat tentang menjaga lingkungan. Tujuan: kegiatan intervensi ini adalah untuk mengubah perilaku masyarakat dalam pembuangan dan pengelolaan sampah. Metode: observasional menggunakan metode kuantitatif dengan menilai pengetahuan dan tindakan masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang ada di RT/RW 06/02 Desa Cipaku. Instrumen yang digunakan adalah lembar angket berisi pre-test dan post-test. Hasil: Secara umum kondisi sanitasi di Desa Cipaku masih perlu peningkatan dan perbaikan. Perilaku penanganan sampah oleh masyarakat Desa Cipaku masih kurang baik. Oleh karena itu, kami merumuskan alternatif pemecahan masalah, dan alternatif yang terpilih adalah program KEPALA Sampah. Pelaksanaan kegiatan intervensi dilaksanakan dalam waktu 14 hari secara berturut turut. Kegiatan utama dalam program Kepala Sampah ini adalah pengangkutan sampah oleh petugas setiap 2x/minggu. Berdasarkan pengolahan data pre-test dan post-test menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,000 atau lebih kecil dari 0,005 (p<0,05). Kesimpulan: ada pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat Desa Cipaku.
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DALAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN COVID-19 PADA ANAK-ANAK TK Icka Irma; Icca Stella Amalia; Iding Budiman; Elina Haqie; Regia Rohmania Putri; Rita Nuryati; Nita Agustina Sari
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan (JPPK) Vol. 1 No. 01 (2021): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan (JPPK)
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.53 KB) | DOI: 10.34305/jppk.v1i01.397

Abstract

Pendahuluan: Peristiwa menyebarnya penyakit virus korona2019 di seluruh dunia menyebabkan kematian. Hasil wawancara dengan Kepala Taman Kanak-kanak (TK) Fajar Indah diperoleh informasi bahwa dalam masa pandemi COVID-19 saat ini, anak-anak sangat membutuhkan pendampingan dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat selama masa pandemi COVID-19 karena tingginya resiko untuk terpapar penyakit. Tujuan: kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengubah perilaku hidup bersih dan sehat di masa Pandemi Covid-19. Metode: Edukasi dilakukan dengan menggunakan metode kaji tindak dengan pendekatan program tindak partisipatif melalui ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi. Penyampaian materi juga diberikan melalui perlombaan mewarnai dan penjelasan menggunakan poster bergambar pada proses pembelajaran. Adapun sasaran pada kegiatan ini yaitu anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) Fajar Indah Desa Cipaku sebanyak 51 orang. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan oleh fasilitator dapat meningkatkan pengetahuan anak-anak TK Fajar Indah terhadap perilaku hidup bersih dan sehat dalam pencegahan COVID-19 (p < 0,05). Hal ini ditunjukkan pada peningkatan nilai peserta setelah dilaksanakannya penyuluhan, sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu sebanyak 41 orang (80.4%) dan berpengetahuan cukup sebanyak 10 orang (19.6%). Kesimpulan: ada pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan anak-anak TK Fajar Indah.
HUBUNGAN ANTARA KINERJA KADER DENGAN TINGKAT KEPUASAN PELAYANAN POSYANDU DI DESA SUSUKAN KECAMATAN CIPICUNG KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2022 Indrayani Indrayani; Nadia Amalia Sholeha; Bella Oktavia; Icca Stella Amalia
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v13i02.592

Abstract

Jumlah Kader di Indonesia sebanyak 569.477 kader (Kemenkes RI, 2021), sedangkan Jumlah Kader Posyandu di Provinsi Jawa Barat sebanyak 158.399 kader, dari jumlah itu hanya 115.680 kader aktif, dan sisanya 42.719 kader pasif (Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, 2021). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan (2021), jumlah kader posyandu sebanyak 8.205 kader, dari jumlah itu hanya 7.538 kader aktif dan sisanya 667 kader pasif . Berdasarkan data UPTD Puskesmas Cipicung, jumlah kader posyandu di Kecamatan Cipicung sebanyak 313 kader, dari jumlah itu hanya 246 kader aktif dan 67 kader pasif, dengan masing-masing posyandu 20 kader. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kinerja kader dengan tingkat kepuasan posyandu di Desa Susukan Kecamatan Cipicung. Metode yang digunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 363 orang, dan sampel sebanyak 190 sampel. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Variabel bebas pada penelitian ini adalah kinerja kader posyandu, variabel terikat adalah kepuasan pelayanan posyandu. Instrumen yang digunakan yaitu lembar kuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya hubungan antara kinerja kader dengan tingkat kepuasan pelayanan posyandu di Desa Susukan Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan Tahun 2022 dengan nilai (p value = 0,002). Terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja kader dengan tingkat kepuasan pelayanan posyandu di Desa Susukan Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan tahun 2022. Evaluasi terhadap kinerja kader posyandu secara berkala mengenai kepuasan pengguna posyandu sehingga diketahui faktor mana yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pelayanan posyandu.