Icca Stella Amalia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Published : 46 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan pada siswa Salsabila, Arika Intan; Shofa, Salsabila; Kartika, Desi Yana; Rahim, Fitri Kurnia; Amalia, Icca Stella
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1503

Abstract

Latar Belakang: Sebesar 6% dari populasi masyarakat di Indonesia mengkonsumsi minuman berpemanis dalam kemasan lebih dari 1 kali dalam sehari, dan diperkirakan akan mengalami peningkatan pada setiap tahunnya. Konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan kerap berhubungan dengan gangguan Kesehatan seperti diabetes tipe II dan obesitas. Data menunjukkan angka diabetes tipe II dan obesitas yang terus mengalami peningkatan. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang berkaitan dengan perilaku konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan.Metode: Analitik deskriptif desain Cross Sectional dengan sampel 129 Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Kuningan yang terdiri dari kelas X dan XI yang diperoleh menggunakan metode stratified random sampling. Instrumen menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada responden. Analisis data menggunakan uji chi-square.           Hasil: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, harga, promosi produsen dan pendapat mengenai bea cukai minuman berpemanis dalam kemasan terhadap perilaku konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (p>0,05). Akses memiliki hubungan positif dengan perilaku konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (p=0,000).                               Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara akses terhadap konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan pada siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Kuningan di Kabupaten Kuningan. Akses yang mudah meningkatkan perilaku konsumsi 2.06 kali dibandingkan akses yang sulit.
Hubungan antara pengetahuan dan jenis kelamin dengan kesehatan mental siswa Rahim , Fitri Kurnia; Icca Stella Amalia; Keisya Fitri Yufada; Susi Sulastri; Yesi Octavia
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1554

Abstract

Latar Belakang: Sekitar 6,2% remaja berusia antara 15 hingga 24 tahun mengalami tingkat depresi dan kasus bunuh diri di Indonesia tercatat dapat mencapai angka hingga 10.000. Kondisi kesehatan mental dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara tingkat pengetahuan dan jenis kelamin dengan kesehatan mental peserta didik di SMAN X Kota Cirebon.Metode: Pendekatan kuantitatif dengan metode observasional dan desain Cross Sectional. Jumlah populasi dalam penelitian adalah 424 siswa, dengan 93 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis google form, dan analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5%.Hasil: Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa terdapat sebanyak 55 siswa(59,14%) dalam keadaan mental yang baik dan sebanyak 38 siswa lainnya (40,16%) dalam keadaan mental yang kurang. Selain itu, penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan kesehatan mental siswa di SMAN X Kota Cirebon (p<0,05).siswa di SMAN X Kota Cirebon (p<0,05).Kesimpulan: Temuan penelitian ini memperlihatkan adanya korelasi yang signifikan antara pengetahuan dan kondisi kesehatan mental pada siswa di SMAN X Kota Cirebon. Siswa yang memiliki pengetahuan lebih tinggi cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih stabil.
Analisis Hubungan Antara Personal Hygiene Dan Penggunaan Alat Pelindung Diri Dengan Gejala Dermatitis Kontak Iritan Pada Pekerja Pabrik Tahu Ropii, Ahmad; Amalia, Icca Stella
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.234

Abstract

Latar Belakang : Dermatitis kontak iritan merupakan peradangan pada kulit yang disebabkan oleh kontak langsung dengan substansi yang menyebabkan reaksi inflamasi atau alergi, kemudian mengiritasi kulit, menjadikannya rusak dan merangsang reaksi peradangan. Data Dinas Kesehatan Kuningan Penyakit dermatitis merupakan 10 penyakit utama di Kabupaten Kuningan dengan jumlah 3.475 kasus. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara personal hygiene dan penggunaan alat pelindung diri dengan gejala dermatitis kontak iritan pada pekerja pabrik tahu di Kabupaten Kuningan Tahun 2023. Metode : Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 50 orang, besar sampel 50 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan pengambilan data dilakukan dengan wawancara. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square dengan a = 0,05. Hasil : Distribusi frekuensi personal hygiene responden diketahui sebagian besar buruk yaitu sebesar 58%, penggunaan APD responden sebagian besar tidak lengkap yaitu sebesar 52% dan sebagian besar responden mengalami gejala dermatitis sebanyak 27 responden (54%). Hasil uji analisis chi-square menunjukan bahwa dalam penelitian ini didapatkan ada hubungan yang signifikan antara personal hygiene p=0,000 OR 2,177 (95%CI= 0,681-6,963) dan penggunaan APD p=0,001 OR 8,550 (95%CI= 2,354-31,060) dengan keluhan gejala dermatitis kontak iritan. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara personal hygiene dan penggunaan APD dengan gejala dermatitis kontak iritan pada pekerja pabrik tahu di Kabupaten Kuningan Tahun 2023
Low Knowledge and Unawareness of the Health Promotion as the Determinant Factors in Non-Compliance to the Mass Drug Administration Program Annashr, Nissa Noor; Amalia, Icca Stella; Dinh, Hoa Thi Phuong
Kesmas Vol. 16, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

From the total population of the community in Kuningan District, 78.61% were taking filariasis drugs in the Mass Drug Administration (MDA) program in 2017. Cilimus Subdistrict became a filariasis-endemic area in Kuningan with 72.39% of the MDA program coverage in 2017 (government target >86%). The purpose of this study was to analyze the determinant factors of compliance with the MDA program. The study was an analytical study with a cross-sectional design and conducted from May to June 2018. The sample of 106 people was taken from the population living in Cilimus Subdistrict, Kuningan District, using a simple random sampling technique. Independent variables were collected by a constructed questionnaire included age, education level, knowledge, attitude, health promotion, and family support. A questionnaire also measured compliance with MDA as a dependent variable. Data analysis consisted of univariate, bivariate (chi-square and Fisher exact test), and multivariate analyses (multiple logistic regression). The results showed that the variables of knowledge, attitude, MDA health promotion, and family support influence compliance with the MDA (p-value < 0.05). Low knowledge and unawareness of the MDA health promotion proved to be the dominant factors in non-compliance with the MDA program.
Implementation of Cigarette Excise Policy against Cigarette Consumption Reduction among Adolescent in Kuningan, Indonesia Ramjani, Jani; Rahim, Fitri Kurnia; Amalia, Icca Stella; Putra, Wahyu Manggala
Kesmas Vol. 12, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has the highest prevalence of smoking (50.68%) compared to other ASEAN countries. On January 1st, 2017, the Indonesian government raised cigarette excise taxes. The purpose of this study was to analysis the impact of cigarette excise increase on cigarette consumption among adolescents aged 17 to 25 years. The study design used cross-sectional survey. A total of 153 adolescents were recruited in this study through simple random sampling technique. Questionnaires and observation papers were used in this study. A face-to-face interview was conducted to fulfill the data collection through home visit for each respondent. The data were obtained during May – June 2017. This study used paired t test analysis. The number of cigarettes consumed by adolescent decreased significantly by two cigarettes per day after the increase in cigarette excise tax. There is a significant difference of the average cigarettes price based on the brand after the implementation of cigarette excise tax increase, the difference of cigarette price is IDR 200 per stick of cigarettes after excise tax increase. Increased cigarette excise taxes may affect the increasing of cigarette prices. Threfore, it could reduce the number of cigarette consumption.
Peningkatan keterampilan komunikasi antar pribadi (KAP) pada kader sebagai strategi menurunkan perilaku merokok Rahim, Fitri Kurnia; Diniah, Bibit Nasrokhatun; Amalia, Icca Stella; Ropii, Ahmad; Zahra, Firda Ainul; Ahsan, Abdillah; Devitasari, Ai; Antika, Widia Rindi
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 6 No 3 (2023)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v6i3.19336

Abstract

Masalah merokok menjadi perhatian di Indonesia. Risiko yang ditimbulkan rokok perlu diminimalisir dengan regulasi. Sejalan dengan hal tersebut, Kabupaten Kuningan memiliki Perda No 1 Tahun 2021 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2021 Tentang Pengawasan dan Pengendalian KTR. Desa Karang Tengah di Kabupaten Kuningan memiliki inovasi penanggulangan rokok yaitu Saung Ririungan Bapak-Bapak (SARIPA). Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kapasitas kader. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu dengan pendekatan participatory learning and action (PLA). Sasaran kegiatan ini adalah 32 orang kader. Pengabdian Masyarakat dilakukan dalam 3 kegiatan. Pertama, penyuluhan penanggulangan perilaku merokok dan sosialisasi Perda KTR. Kedua, pelatihan komunikasi perubahan perilaku. Kegiatan ketiga, pengukuran kadar CO. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan adanya peningkatan pengetahuan kader yang baik sebanyak 17%. Kader juga memiliki keterampilan komunikasi perubahan perilaku untuk masyarakat. Berdasarkan hasil pengukuran kadar CO paru menunjukkan bahwa kadar CO tertinggi pada perokok aktif. Setelah pelatihan, Kader yang sudah dilatih, harus menyampaikan pengetahuan dan memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar lingkungan rumah mereka, terutama mengedukasi para ibu rumah tangga untuk edukasinya untuk merokok diluar rumah.