Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI USIA DI ATAS 6 BULAN SAMPAI 24 BULAN DI DESA MUNCAN : MOTHER'S KNOWLEDGE ABOUT GIVING COMPLETE FOODS FOR BREAST MILK FOR BABIES OVER 6 MONTHS TO 24 MONTHS IN MUNCAN VILLAGE Ismiati; Fuji Khairani; Leni Via Andini; Vera Yulandasari
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Complementary food for breast milk (MP-ASI) is food or drink that contains nutrients and is given to babies or children aged 6-24 months, to meet nutritional needs other than breast milk. MP-ASI is given according to the age of the toddler, namely MP-ASI for babies aged 6-9 months, MP-ASI for babies aged 9-12 months and MP-ASI for babies aged 12-24 months (Abeng & Hardiyanti, 2019). The aim of this research is to determine mothers' knowledge about providing complementary breast milk to babies aged over 6 months to 24 months in Muncan Village, Kopang District, Central Lombok Regency, in 2023. The research used in this research is a descriptive method. This research focused on finding out mothers' knowledge about giving MP-ASI to babies aged over 6 months to 24 months. The sample collection technique used purposive sampling. This research instrument uses a questionnaire. The results of research on maternal knowledge regarding giving complementary foods to breast milk for babies aged over 6 months to 24 months showed that 20 respondents (60.6%) had poor knowledge, followed by 8 respondents (24.2%) who had sufficient knowledge and 8 respondents (24.2%) who had good knowledge. 5 respondents (15.2%). Based on research conducted in Muncan Village, Kopang District, Central Lombok Regency, it was concluded that: 20 respondents (60.6%) had less knowledge about providing complementary breast milk (MP-ASI).
Faktor Penyebab Kurang Aktifnya Lansia Dengan Hipertensi Dalam Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Lalu Muhammad Sadam Husen; hardiansah, yayan; Vera Yulandasari
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v12i1.2024.582

Abstract

Latar belakang: Saat ini, hipertensi adalah penyakit terbanyak yang diderita oleh orang dewasa yang belum banyak diketahui sebagai penyakit yang berbahaya. Namun, hipertensi juga disebut sebagai "pencuri diam-diam" atau "pencuri tanpa nama" karena anak-anak yang mengkonsumsi obat hipertensi menganggap penyakitnya ringan dan tidak mengalami keluhan apa pun. Tujuan: Dalam penelitian ini diharapkan keaktifan lansia dalam melakukan pengobatan secara rutin di layanan kesehatan.  Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. 183 responden yang menderita hipertensi dan pernah mengunjungi Puskesmas Bagu dipilih secara acak. Metode pengumpulan data adalah dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian: didapatkan Nilai p untuk tingkat pengetahuan adalah 0,000, nilai p untuk akses puskesmas adalah 0,049, nilai p untuk peran petugas kesehatan adalah 0,030, dan nilai p untuk dukungan keluarga adalah 0,005. Untuk penyebab peran tokoh masyarakat, nilai p adalah 0,000. Kesimpulan: Kurangnya Kesadaran lansia dalam melakukan pemeriksaan kesehatan dikarenakan oleh kurangnya pengetahuan yang mereka miliki, akses ke puskesmas yang kurang baik, dan kurangnya dukungan keluarga.
Pengaruh Pemberian Rebusan Jahe Terhadap Penurunan Intensitas Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester I Mastuty, Amalia; erwin Wiksuarini; Muhamad Amrullah; Maulin Halimatunnisa; Vera Yulandasari
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v12i2.2024.659

Abstract

Mual dan muntah ketika hamil adalah salah satu gejala yang sering dikeluhkan pada masa awal kehamilan dan mengganggu ibu hamil. Pada ibu hamil banyak yang memilih menggunakan obat herbal dibandingkan dengan obat bahan kimia, karena mengingat potensi efek samping bahan kimia yang dapat membahayakan kondisi janin. Jahe sebagai salah satu obat herbal yang dipakai untuk menangani gejala mual muntah pada kehamilan.  Mengetahui efektifitas dari rebusan jahe untuk pengobatan mual muntah pada ibu hamil trimester I. Design Penelitian yang dipakai yaitu quasy eksperimen dengan pre and post test with control group design dengan jumlah sampel 30 ibu hamil di desa Kopang Wilayah Kerja Puskesmas Kopang Kabupaten Lombok Tengah dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data mual muntah diukur menggunakan kuesioner Pregnancy Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE). Sedangkan analisis yang digunakan menggunakan uji Man Whitney. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terjadinya penurunan gejala mual muntah pada ibu hamil sesudah diberikan rebusan jahe dengan nilai p-value = 0,041 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan gejala mual muntah pada ibu hamil yang diberikan rebusan jahe. Jahe secara signifikan dapat meredakan gejala umum mual muntah dari gejala ringan sampai sedang.
SENAM YOGA DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH DI PUSKESMAS PUYUNG LOMBOK TENGAH Yanti, Erna; Suhamdani, Haris; Mastuty, Amalia; Yulandasari, Vera; Halimatunnisa', Maulin
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v13i1.264

Abstract

ABSTRAK Jumlah penderita diabetes mellitus (DM) di Indonesia meningkat dari 10,7 juta pada tahun 2019 menjadi 19,5 juta pada tahun 2021 dan menempati peringkat nomor lima di dunia. Penderita DM di provinsi NTB melebihi prevalensi nasional sebesar 1,1 % dengan jumlah prevalensi 1,8% sampai 5,9% dengan angka tertinggi di kabupaten lombok tengah sebanyak 16,195%. Salah satu penanganan diabetes mellitus yaitu dengan melakukan senam yoga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana efektivitas senam yoga dengan media audio visual terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Puyung Lombok Tengah. Design pada penelitian ini menggunakan Quasy Eksperimental Design dengan sampel 60 orang yaitu 30 orang kelompok kontrol dan 30 orang kelompok intervensi menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu media audio visual, modul senam yoga, glucometer serta lembar observasi. Hasil uji t-test yang diperoleh dari hasil rata-rata pengukuran kadar gula darah sebelum intervensi 292.16 mg/dl dan setelah dilakukan intervensi didapatkan rata-rata 144.63 mg/dl. Sehingga terdapat perubahan sebesar 147.53 mg/dl. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0.000 <0.05 (?). Hal tersebut berarti terdapat efektivitas senam yoga dengan media audio visual terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe II. Tenaga kesehatan diharapkan dapat menerapkan senam yoga sebagai salah satu intervensi untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien DM tipe II.
Sosialisasi dan Pendampingan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga di Desa Keru, Lombok Barat Afifah Farida Jufri; Dwi Ratna Anugrahwati; Dwi Noorma Putri; Anjar Pranggawan Azhari; Vera Yulandasari
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i1.146

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang mulai hilang karena mengonsumsi obat sintetik sudah menjadi pilihan untuk menyembuhkan penyakit dalam waktu yang cukup cepat dan murah. Melihat peluang dalam pemanfaatan tanaman-tanaman yang masih mudah ditemukan di desa Keru sebagai obat keluarga, maka dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mensosialisasikan pemanfaaatan tanaman obat keluarga dan melakukan pendampingan dalam mengolah tanaman-tanaman tersebut agar dapat dikonsumsi masyarakat untuk menjaga stamina tubuh dan mencegah terserang penyakit. Kegiatan sosialisasi pemanfaatan tanaman obat keluarga dilakukan di kantor Desa Keru pada tanggal 13 Juli 2023. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala desa, kepala dusun, ibu-ibu kader posyandu, mahasiswa dan masyarakat umum. Sosilaisasi dilakukan secara interaktif antara pemateri dan peserta. Materi sosialisasi meliputi pengertian tanaman-tanaman obat keluarga (TOGA), teknik budidadya TOGA, khasiat dan cara pengolahan TOGA sebagai obat. Secara umum, peserta yang hadir dalam kegiatan sosialisasi tanaman obat keluarga ini sangat antusias dan tertarik dalam mendengarkan penjelasan dari pemateri. Informasi-informasi yang dipaparkan selama kegiatan sosialisasi memantik inisiatif peserta untuk membuat TOGA bersama di lahan kosong sebelah kantor Desa Keru selain menanam di rumah masing-masing. Peserta mengharapkan adanya buku panduan terkait TOGA tersebut, tidak hanya tentang budidayanya tetapi juga khasiat dan cara pengolahannya.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI DAN PEMBERIAN PUDING DAUN KELOR DI DESA JANAPRIA Yulandasari, Vera; Husen, Lalu Muhammad Sadam; Mastuty, Amalia; Wiksuarini, Erwin; Azhari, Anjar Pranggawan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.28640

Abstract

Prevalensi stunting Nusa Tenggara Barat tergolong tinggi di Indonesia. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan terutama di daerah pedesaan seperti Desa Janapria, Lombok Tengah. Penyebab stunting salah satunya adalah kurangnya pengetahuan dan akses terhadap gizi yang cukup. Oleh karena itu kegiatan yang ditawarkan sebagai solusi jangka pendek pada pengabdian masyarakat ini adalah edukasi dan pemberian puding olahan daun kelor untuk pemenuhan gizi anak dan ibu hamil. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi pada kegiatan posyandu rutin dan demonstrasi pembuatan pudding daun kelor kepada ibu-ibu peserta posyandu. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu-ibu posyandu Desa Janapria sebanyak 15 poin dari 70 menjadi 85. Anak-anak sebagian besar menyukai konsumsi pudding daun kelor. Namun lebih lanjut, perlu Upaya kontinu yang dilakukan oleh kader posyandu untuk dapat menjaga motivasi ibu-ibu posyandu mempraktikkan pembuatan puding atau olahan lain berbahan dasar daun kelor. Selain itu, perlu penelitian jangka panjang untuk mengetahui keefektifan puding daun kelor yang dikonsumsi peserta pengabdian masyarakat di Desa Janapria.
SOSIALISASI PEMANFAATAN TANAMAN ZINGIBERACEAE UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS DI MASYARAKAT Yulandasari, Vera; Pratiwi, Dita Retno; Maryam, Siti; Azhari, Anjar Pranggawan; Jufri, Afifah Farida
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41149

Abstract

Sistem kekebalan tubuh memainkan peranan vital dalam melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit. Berbagai faktor, seperti asupan nutrisi, pola hidup, serta kondisi lingkungan, berkontribusi terhadap kekuatan imunitas tubuh. Tanaman herbal, khususnya dari keluarga Zingiberaceae, telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mendukung peningkatan sistem kekebalan tubuh. Meskipun demikian, tingkat kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat tanaman herbal ini masih tergolong rendah, terutama di daerah pedesaan seperti Desa Janapria, Lombok Tengah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan edukasi warga tentang pemanfaatan tanaman herbal seperti jahe, kunyit, temulawak, dan lengkuas sebagai upaya untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Dengan mengaplikasikan metode promosi kesehatan, sosialisasi, serta penanaman tanaman herbal di pekarangan masjid sebagai apotik hidup, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman herbal untuk kesehatan. Sebagai hasilnya, banyak warga yang sebelumnya tidak menanam tanaman herbal di rumah kini berencana untuk melakukannya, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada obat kimia dan mendukung terciptanya keluarga sehat yang mandiri.