Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN KUSUMA AGROWISATA DALAM MENINGKATKAN JUMLAH PENGUNJUNG Lailatul .; Akhirul Aminulloh; Ellen Meianzi Yasak
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.512 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v3i1.67

Abstract

Abstrak: Pemasaran merupakan presentasi sebuah rencana dengan cara yang paling dapat diterima. Dalam hal ini, Kusuma Agrowisata yang menawarkan jasa wisata dengan menonjolkan bidang wisata pertanian dituntut untuk dapat menciptakan, menawarkan dan memasarkan jasa mereka sampai kepada konsumen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi komunikasi pemasaran Kusuma Agrowisata Batu serta apa saja hambatan komunikasi pemasaran yang mereka hadapi.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif , dengan tujuan agar peneliti mampu mendapatkan pemahaman secara umum dan lebih independen terkait dengan penelitian yang dilaksanakan. Untuk mendapatkan pemahaman tersebut maka peneliti perlu teknik-teknik pengumpulan data, melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi disertai dengan informan yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Data yang sudah diperoleh akan dianalisa melalui teknik analisa data menurut Miles dan Hubermen dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mengukur keabsahan dari data yang sudah dianalisis digunakan teknik tringulasi data. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa Strategi Komunikasi Pemasaran Kusuma Agrowisata Batu adalah mengidentifikasi target market yang mana target pokoknya adalah anak-anak sekolah, dengan penerapan strategi menggunakan direct sales (salescomm) yang menjadi strategi utama mereka dalam mendapatkan custumer, serta didukung juga material support yang dibawa oleh para salescomm Kusuma Agrowisata. Pergantian penggunaan kata dari Kusuma Agrowisata menjadi Wisata Edukatif, memudahkan mereka untuk merangkul pasar, dan untuk media massa yang didukung oleh televisi nasional dengan cara melakukan kerjasama tanpa biaya yang relatif tinggi pengeluarannya. Sedangkan hambatan secara global yang dihadapi Kusuma Agrowisata adalah tidak maksimalnya buah apel di kebun wisata Kusuma. Kata Kunci : Pemasaran, Media, dan Jumlah Pengunjung
TRADISI KAWIN CULIK MASYARAKAT SUKU SASAK DI LOMBOK TENGAH DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI BUDAYA M. Yakub Hamsun; Akhirul Aminulloh
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.186 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i3.1465

Abstract

Abstract: Society of the Sasak tribe in Lombok has many cultures and traditions, one of which is the tradition of kawin culik. Kawin culik has been acknowledged to have existed since the time of the ancestors so it is still going on until now. This research used qualitative research. The Data collection techniques used  interviews and documentation. The results of the research are showed that: 1) the marriage tradition of kidnapping Sasak tribe society, Central Lombok is still implemented until now, which in the event of cultural communication such as mbait (taking a wife candidate), mesejati (report), selabar (convey information). While cultural communication situations include the entire marriage rituals such as the demands of the guardian (asking the guardian of marriage), rebaq pucuk (negotiations), impetus ajikrame (kraton price testimony), nyongkolan (celebration), up to the last stage, it is like bales ones nae (visit). And the form of cultural communication action is in the symbolic interaction, describing the pattern of communication or worship to the ancestors and ancestors of the Sasak tribe who served as a witness to the marriage ceremony series from beginning to end. 2) The symbols in the tradition of abducting the Sasak tribe lie in the ritual act of marriage from beginning to end: sirahaji, penjaruman, kaotendoq, salindede, embukak jebak, babas kute, korjiwe, pelengkak, dedaosan, pemegat, and symbol on traditional dress of  Sasak tribe. Keywords: Tradition, kawin culik, Cultural Communication Abstrak: Masyarakat suku Sasak, Lombok, memiliki ragam budaya dan tradisi, salah satunya adalah tradisi kawin culik. Kawin culik di akui sudah ada sejak zaman nenek moyang sehingga masih berlangsung sampai saat ini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, yaitu: 1) Tradisi kawin culik masyarakat suku Sasak, Lombok Tengah tetap dilaksanakan sampai saat ini, yaitu dalam peristiwa komunikasi budaya seperti mbait (mengambil calon istri), mesejati (melapor), selabar (menyampaikan Informasi). Sedangkan situasi komunikasi budaya meliputi keseluruhan ritual perkawinan seperti nuntut wali (meminta wali nikah), rebaq pucuk (perundingan), sorong serah aji krame (persaksian harga kemartabatan), nyongkolan (perayaan), sampai pada tahap yang terakhir, yaitu bales ones nae (kunjungan). Dan bentuk tindakan komunikasi budaya ada pada interaksi simboliknya, menggambarkan pola komunikasi atau pemujaan kepada leluhur dan nenek  moyang suku Sasak yang berperan sebagai saksi jalannya rangkaian upacara pernikahan dari awal hingga akhir. 2) Simbol dalam tradisi kawin culik masyarakat suku Sasak terletak pada tindakan ritual pelaksanaan perkawinan dari awal sampai akhir yaitu: sirah aji, penjaruman, kao tendoq, salindede, pembukak jebak, babas kute, kor jiwe, pelengkak, dedaosan, pemegat, dan simbol pada busana adat suku Sasak. Kata Kunci: Tradisi, KawinCulik, Komunikasi Budaya
FENOMENA SELFIE (BERFOTO SENDIRI) DI AKUN MEDIA SOSIAL PATH SEBAGAI BENTUK EKSPRESI DIRI (PADA REMAJA SMK PGRI 3 MALANG) Rio Ramadhan; Akhirul Aminulloh; Ellen Meianzi Yasak
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.728 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i1.373

Abstract

Abstract: The phenomenon of selfie in teenagers is now growing rapidly because it is supported by a variety of social media such as a social media Path. The phenomenon of selfie shows the human tendency to create a good impression on others through self-portraits uploaded to social media. This study uses qualitative research designwhich is intended to capture and describes the information in a real condition of the original source on the subject study and the current conditions of the phenomenon of selfieon social media accounts Path. The researchers have had a clear definition of the subject study and use the questionnaire to get the information needed. The result of this study proves that the phenomenon of selfie on social media Path in teenagers of SMK PGRI 3 Malang was dominated by the teenage girls. This is because the teenage girls are more interest than the teenage boys to do the selfie. In general, teenage girls who have a high curiosity, exploring and trying everything they had never experienced. Keywords: The Phenomenon of Selfie, Social Media, Path, Case Study Abstrak : Fenomena selfie pada kalangan remaja saat ini berkembang dengan pesat karena didukung oleh berbagai media sosial seperti akun media sosial Path. Fenomena selfie menunjukkan kecenderungan manusia untuk menciptakan kesan baik pada orang lain melalui potret diri yang diunggah ke media sosial. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dimaksudkan untuk menjaring dan mendeskripsikan informasi pada kondisi asli sesuai bersumber pada subjek yang diteliti dan kondisi terkini tentang fenomena selfie di akun media sosial Path. Peneliti initelah memiliki definisi jelas tentang subjek penelitian dan akan menggunakan pertanyaandalam menggali informasi yang dibutuhkan. Hasil penelitian membuktikan bahwa fenomena selfie di akun media sosial Path pada remaja SMK PGRI 3 Malanglebih banyak di gemari oleh remaja putri. Halinidikarenakan minat remaja putri lebih dominan untuk melakukan selfie dibandingkan remaja putra. Pada umumnya, remaja putri yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan menjelajah segala sesuatu, dan mencoba segala sesuatu yang belum pernah dialaminya. Kata kunci: Fenomena Selfie, Media sosial, Path, Case Study
NILAI BUDAYA DAYAK PADA DESAIN PRODUK FLEKSIBEL MERCHANDISE Silvian Jati Putra; Akhirul Aminulloh; Sulih Indra Dewi
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.295 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v4i1.95

Abstract

Budaya merupakan hasil dari sebuah peradaban yang turun temurun dan menjadi identitas suatu golongan, pada era modern, budaya juga dapat menjadi sebuah produk melalui bentuk kesenian. Desain dari produk “Fleksibel” Merchandise merupakan bentuk kesenian visual dalam wujud produk kaos yang memiliki tema kebudayaan Dayak dan unsur musik death metal pada desainnya. Penelitian ini menggunakan analisis semiotika Roland Barthes untuk mengungkap makna denotatif dan konotatif yang berkaitan dengan mitos dari tanda – tanda dalam bentuk visual pada desain. Didalam desain produknya, “Fleksibel” merchandise menggunakan unsur - unsur death metal seperti kematian, kesadisan. dan unsur kepercayaan melalui beberapa tradisi, dan mitologi pada masyarakat Dayak. Penelitian ini mengungkap bagaimana “Fleksibel” merchandise mempresentasikan budaya Dayak didalam desainya. Serta bagaimana desain tersebut dapat merepresentasikan komunitas death metal di Kalimantan Barat. Kata kunci : Budaya Dayak, Desain, Semiotika, Fleksibel Merchandise
KONSTRUKSI MEDIA TERHADAP PEMBERITAAN PILKADA DKI JAKARTA PUTARAN KEDUA Dian Gloria; Akhirul Aminulloh
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.408 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v7i3.1407

Abstract

Abstrak: The second round of Jakarta Capital City Election became a media agenda that was quite significant and drew public attention. This issue began to become a public discourse after the incumbent governor candidate Basuki Tjahaja Purnama aka Ahok, tripped over a case of alleged blasphemy, which later had an impact on the spread of public opinion on religious issues. Regarding the second round of the Jakarta Capital City Election, Republika.co.id and Kompas.com also offered various perspectives. It also found indications of differences in text construction on the two news portals after making observations. This study aimed to determine the construction of Kompas.com and Republika.co.id on the news of the second round of DKI Jakarta elections. This study used a qualitative research method, with Roger Fowler’s Model Discourse Analysis. Fowler views language as a social practice, through which a group establishes and disseminates its ideology, also sees how certain grammar and certain vocabulary choices bring certain implications and ideologies while putting their grammar and usage practices to know ideological practices, and can be used to look critically at the media’s point of view of an elevated report. The findings of this study are, in its reporting on the second round of DKI Jakarta Election, Republika.co.id tends to use words and languages that are more Islamist, always prioritizing the interest of Muslims and choosing speakers who have Islamic thoughts. While Kompas.com looks more neutral and balanced point of view and use of resource persons and different news placements. Kompas.com also emphasizes humanitarian issues and emphasizes more on the construction of social and political movements. Keywords: constuctivism, DKI Jakarta 2017 election second round, discourse analysis Abstrak: Pilkada DKI Jakarta putaran kedua menjadi agenda media yang cukup signifikan dan sangat menyita perhatian publik. Isu ini mulai menjadi wacana publik setelah calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tersandung kasus dugaan penistaan agama, yang kemudian berdampak pada meluasnya opini masyarakat hingga pada isu agama. Terkait dengan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, republika.co.id dan kompas.com turut menawarkan berbagai sudut pandang. Ditemukan pula indikasi perbedaan konstruksi teks pada dua portal berita tersebut setelah melakukan observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi kompas.com dan republika.co.id terhadap pemberitaan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan Analisis Wacana Model Roger Fowler. Fowler memandang bahasa sebagai praktik sosial, melalui mana suatu kelompok memantapkan dan menyebarkan ideologinya, juga melihat bagaimana tata bahasa (grammar) tertentu dan pilihan kosakata tertentu membawa implikasi dan ideologi tertentu sekaligus meletakkan tata bahasa dan praktik pemakaiannya untuk mengetahui praktik ideologi, serta dapat digunakan untuk melihat secara kritis sudut pandang media terhadap suatu pemberitaan yang diangkat. Temuan penelitian ini adalah, dalam pemberitaannya mengenai Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, republika.co.id condong menggunakan kata dan bahasa yang lebih Islamis, selalu mengutamakan kepentingan umat Islam dan memilih narasumber yang memiliki pemikiran Islam. Sedangkan kompas.com terlihat lebih netral dan berimbang, sudut pandang dan penggunaan narasumber serta penempatan berita yang berbeda. Kompas.com juga lebih menonjolkan isu-isu kemanusiaan serta lebih menekankan berita pada konstruksi pergerakan sosial dan politik. Kata Kunci: konstruktivisme, pilkada dki jakarta 2017 putaran kedua, analisis wacana
ANALISIS PERBANDINGAN ACARA HIBURAN DI RADIO KDS 8, GITA FM, DAN RRI Ariance Kause; Son Suwasono; Akhirul Aminulloh
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.998 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v2i1.59

Abstract

Abstrak, Radio sebagai salah satu media komunikasi massa yang fungsi utamanya yaitu memberi informasi, menghibur, dan mendidik . Sebagai media yang hanya bersifat audio saja, radio juga memiliki karakteristik sebagai background dimana pendengar tidak membutuhkan konsentrasi secara visual, tetapi radio dapat di dengar sambil melakukan berbagai aktivitas. Metode penelitian yang dilakukan dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Sumber data utama adalah data primer dengan alat pengambilan data yaitu kousiuner atau angket, yang mengacu pada skala likert. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik sample random sampling atau teknik sederhana, analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian, radio yang paling sering didengar yaitu Gita FM sebesar 47 %. Acara hiburan yang paling senang dan sering didengar yaitu dangdutan sebesar 57% dan faktor-faktor yang membedakan radio di malang khususnya radio KDS 8 FM, Gita FM dan RRI adalah acara musik hiburan, penyiarnya serta waktu. Kata kunci: Acara hiburan, perbandingan radio. Abstract: Radio as a medium of mass communication promine function that is information giving, entertaint and educate. As one media are merely audio-only, radio also has the characteristics of a background where the listener does not require visual concentration, but the radio can be heard while doing various activities. In this study, used descriptive research quantitative survey methods, data collection measures trough kousiuner or questionnaires that refer to the Likert scale. Sampling techinique used is the sample random sampling techniques, data analysis using descriptive statistics, which includes the presentation of data, analysis and interpretation of data and drawing conclusions. Therefore, based on the problems and research objective noted above: (1) The radio is most often heard Gita FM radio by 47 %; (2) The most favored entertainment events and is often heard that dangdutan by 57 %; (3) The factors that differentiate particularly poor radio KDS 8 FM, FM Gita and RRI is musical entertainment, announcers and time. Keywords: Entertainment, Comparative Radio
POLA KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM MENGURANGI KONFLIK ANTAR ETNIK PADA MAHASISWA Florensius Fajar Yogia; Akhirul Aminulloh
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.335 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v7i1.1442

Abstract

Abstract: Interculture communication happens among people with different culture. Communication process could possibly cause positive and negative effect. One of them is causing inter-ethnic conflict to students. The research purpose is finding out pattern and factors of interculture communication in reducing conflicts among students. The research is qualitative research. Data collection done by researcher is interview, observation, and documentation. Data analysis method is descriptive method, where it describes data collected. Research found that interculture communication pattern used by students in reducing inter-ethnic conflict is direct communication or linear communication which done face to face, and indirect communication or secondary communication, is a message delivering method using media such as phone and internet. While factors influenced interculture communication pattern in reducing inter-ethnic conflict are language, culture, and mindset. Avoiding interculture conflict is giving real information without any addition, good communication by adjusting themselves, respect each other and communicating well using National language. Keywords: Interculture communication, Conflict, and Ethnic Abstrak: Komunikasi antar budaya terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda. Proses komunikasi bisa menyebabkan akibat positif maupun negatif salah satunya bisa menyebabkan terjadinya konflik Antar Etnik Pada Mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola dan faktor-faktor komunikasi antar budaya dalam mengurangi konflik antar etnik pada mahasiswa. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisa data yang di gunakan yaitu metode deskriptif, dimana mendeskripsikan hasil data yang diperoleh. Hasil penelitian membuktikan bahwa pola komunikasi antar budaya yang digunakan mahasiswa dalam mengurangi konflik antar etnik yaitu komunikasi secara langsung atau pola komunikasi linear yang merupakan komunikasi secara tatap muka dan komunikasi tidak langsung atau pola komunikasi sekunder merupakan proses penyampaian pesan menggunakan alat sebagai media kedua dengan cara berkomunikasi melalui telepon dan media internet. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi pola komunikasi antar budaya dalam mengurangi konflik antar etnik pada mahasiswa yaitu faktor bahasa, faktor budaya dan faktor pola pikir. Adapun cara menghindari konflik antar budaya seperti memberikan informasi yang sebenarnya terjadi tanpa menambah masalah yang ada, berkomunikasi dengan baik saling menyesuaikan diri, menghormati, menghargai, serta berkomunikasi dengan baik menggunakan bahasa Nasional. Kata kunci: KomunikasiAntarbudaya, Konflik dan Etnik
BUDAYA KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL Amna Hatalea; Sugeng Rusmiwari; Akhirul Aminulloh
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.998 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v3i2.73

Abstract

Abstrak: Budaya kerja Aparatur Pemerintah saat ini menurut (KEP MEN PAN 2008) bahwa (1) Penilaian negatif dari masyarakat tentang pelayanan publik yang diberikan oleh aparatur pemerintah; (2) Kurangnya tingkat kedisiplinan aparatur pemerintah sehingga kinerja aparatur pemerintah terhadap pelayanan kepada masyarakat masih belum memuaskan; (3) Tidak diterapkannya nilai-nilai budaya kerja aparatur pemerintah menambah pencitraan yang buruk aparaturnya. (4) Kurangnya knowledge, skill, attitude pada diri aparatur pemerintah sehingga perlu ditingkatkan. Kuatnya budaya kerja akan terlihat dari bagaimana pegawai memandang budaya kerja sehingga berpengaruh terhadap perilaku yang digambarkan memiliki motivasi, dedikasi, kreativitas, ke mampuan dan komitmen yang tinggi. Jenis penelitian yang dipilih penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data meliputi: observasi, wawancara, dokumentasi, Teknik analisis data dengan cara Reduksi Data, Penyajian Data dan Penarikan Kesimpulan. Pengujian keabsahan data antara lain: Uji Kredibilitas, Pengujian Transferability, Pengujian Dependability, Pengujian Konfirmability. Hasil penelitian Budaya Kerja Pegawai Negeri Sipil di Kelurahan Mojolangu, berpedoman pada Peraturan Wali Kota Malang, Nomor 49 Tahun 2010 Tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Penegakan Disiplan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kota Malang Pasal 6. Dan juga peran Lurah sebagai seorang pimpinan memberikan contoh yang patut diteladani oleh para pegawai. Karena hal tersebut merupakan kewajiban Pegawai Negeri Sipil sehingga selalu membiasakan diri datang tepat waktu, membiasakan diri untuk mematuhi tata tertip yang ditetapkan, dan dengan senang hati semangat untuk bekerja dengan ramah dalam melayani masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi budaya kerja pegawai negeri sipil di Kelurahan Mojolangu yaitu adanya peraturan yang mengatur tentang disiplin kerja pegawai, adanaya peran kepemimpinan Lurah dalam memberikan contoh kepada para pegawai, ada juga peran nilai-nilai budaya serta nilai-nilai keagamaan. Dampak dari budaya kerja pegawai di Kelurahan Mojolangu dapat menciptakan budaya kerja yang sangat kondusif, membangkitkan semangat kerja pegawai, mengembangkan jati diri pegawai, memiliki rasa solidaritas yang tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan mempunyai komitmen serta loyalitas yang tinggi terhadap prodiktivitas dan tujuan yang telah ditetapkan. Kata kunci: budaya kerja pegawai
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PASANGAN DEWANTI-PUNJUL PADA PILKADA KOTA BATU TAHUN 2017 Wisnu Bangun Saputra; Akhirul Aminulloh
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.062 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i3.1467

Abstract

Abstact: The Local elections of Batu city in 2017 were the spotlight of the public media, regarding the Dewanti-Punjul victory, since Dewanti failed in the Malang local elections and the Malang Regency elections So the question arises what kind of political communication strategy used in the Elections of Batu city's regional head in 2017, and what kind of media is the factor of Dewanti-Punjul's victory. In this study used qualitative research methods with data collection steps through documentation and in-depth interviews with informants obtained through purposive sampling techniques. To measure the validity of the data is done through source triangulation techniques and time triangulation. From the research that has been conducted, it can be concluded that;(1) the strategy of political communication in the campaign using a systematic persuasive approach, and using the emotional and cultural and religious approaches, has proved effective;(2) making failure evaluation as the basis of political communication strategy;(3) the professionalism and commitment of successful teams and volunteers in carrying out political work, spearheading the winners of dewanti-punjul;(4) the role of the media in the campaign period is not very significant in the winning dewanti-punjul. Keywords: Strategy, Political Communication, Local Election Abstrak: Pilkada kota Batu tahun 2017 menjadi sorotan media publik, mengenai  kemenangan pasangan Dewanti-Punjul, mengingat Dewanti pernah gagal dalam dalam pilkada kota Malang dan Pilkada Kabupaten Malang. Sehingga muncul pertanyaan strategi komunikasi politik seperti apa yang digunkan dalam pilkada kota Batu tahun 2017, serta media apa saja yang menjadi faktor kemenangan Dewanti Punjul.Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif dengan langkah pengumpulan data melalui dokumentasi dan wawancara yang mendalam dengan informan yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Untuk mengukur keabsahan data dilakukan melalui teknik triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Dari penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh suatu kesimpulan;(1) strategi komunikasi politik dalam kampanye menggunakan pendekatan secara persuasif yang sistematis, serta menggunakan pendekatan emosional dan kultural serta agama, terbukti efektif;(2) menjadikan evaluasi kegagalan sebagai dasar strategi komunikasi politik;(3) profesionalitas dan komitmen tim sukses maupun relawan dalam melaksanakan kerja politik, menjadi ujung tombak pemenangan dewanti-punjul;(4) peran media dalam masa kampanye tidak terlalu signifikan dalam pemenangan pasangan dewanti-punjul Kata Kunci : Strategi, Komunikasi Politik, Pilkada
CITRA DIRI WANITA BERHIJAB DALAM IKLAN TELEVISI (Iklan Wardah Shampoo “Daily Fresh“ dan Iklan Sunsilk Hijab Recharge) Sutra Dewi Indrasari; Akhirul Aminulloh
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.565 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i1.1534

Abstract

Abstract: In an advertisement, the formation of self image is very visible as a form of depiction of someone in the product advertised, the description includes physical character or appearance, the concept of color used, behavior and the message to be conveyed to the audience. This also happened to Wardah Shampoo “Daily Fresh” ads and Sunsilk Hijab ads Recharge. The purpose of this study was to find out how the self  image of hijab women was described in television commercials. This study uses quatitative research methods with data collection techniques in the form of documnetation, as well as data sources obtained from the second video of shampoo ads. The method of data analysis uses semiotic analysis of Charles S.Pierce with consists of three main elements namely Sign, Object and Interpretant. The results of this study indicate that the self image of a hijab woman in both advertisements is described as a hijab woman who can carry out her activities withoutbeing disturbed by her hijab. In both of these advertisements as if to convey that hijab woman now have the same space as woman who are not hijab, and that is different in the New Order where woman wearing hijab get discrimination from the Government in Indonesia.  Key words: Self Image, Hijab Woman, Television Advertisements  Abstrak: Dalam sebuah iklan, pembentukan citra diri sangat terlihat sebagai bentuk penggambaran seseorang dalam produk yang diiklankan, penggambaran tersebut meliputi karakter fisik atau penampilan, konsep warna yang digunakan, tingkah laku serta pesan yang ingin disampaikan kepada penonton. Hal itu pula yang terjadi pada Iklan Wardah Shampoo “Daily Fresh” dan Iklan Sunsilk Hijab Recharge.  Tujuan dari penelitian adalah bagaimana citra diri wanita berhijab dideskripsikan dalam iklan televisi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, serta sumber data diperoleh dari video kedua iklan shampo. Metode analisis data menggunakan analisis semiotika Charles S.Pierce yang terdiri dari tiga elemen utama yaitu Sign (tanda), Objek (acuan tanda), dan Interpretant (pengguna tanda). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa citra diri wanita berhijab dalam kedua iklan tersebut digambarkan wanita berhijab dapat melakukan aktivitasnya tanpa merasa terganggu dengan hijabnya. Dalam kedua iklan ini seakan ingin menyampaikan bahwa wanita berhijab kini mempunyai ruang gerak yang sama dengan wanita yang tidak berhijab, dan itu berbeda di masa Orde Baru dimana wanita berhijab mendapat diskriminasi dari Pemerintah. Kata kunci : Citra diri, Wanita Berhijab, Iklan Televisi.