Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PRODUKSI DAN DAYA BELI METODE SENSORY MARKETING DI TASLIMIYAH BAKERY BULULAWANG MALANG Aminulloh, Akhirul; Kalumbang, Yuventia Prisca Diyanti Todalani; Danu, Ratna Triwurian; Firdausi, Firman
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37292

Abstract

UMKM merupakan potensi masa depan dari Negara Indonesia. Harapan bangsa dapat mandiri berangkat dari niat berwirausaha sehingga dapat membuka paradigma negara produksi bukan menjadi negara konsumtif atau negara karyawan. UMKM terbukti dapat melalui badai pandemi covid-19 dengan memiliki strategi-strategi tertentu dan bahkan menggerakkan sektor perekonomian. Pada pengabdian masyarakat kemitraan dalam hal ini mengambil mitra sektor produksi yaitu bakery di area malang raya. Taslimiyah Bakery merupakan sasaran yang akan ditingkatkan bukan hanya dari sektor produksi tetapi juga inovasi melalui sektor pemasaran modern seperti sensory marketing dan pelatihan pembuatan yang berbasis profesional. Sasaran dalam pengabdian ini adalah yang terlibat di dalam mitra tersebut yaitu pengelola dan koki. Hal ini agar dapat menjadi peningkatan pemahaman bagaimana berinovasi dalam produk dan pemasaran secara modern seperti yang dilakukan oleh brand-brand bakery besar. Hasil dari pengabdian masyarakat bahwa dengan menggunakan konsep Sensory Marketing dan pelatihan Sumber Daya Manusia dalam produksi ternyata mampu memberikan respon pasar baru terhadap produk yang biasa dijual. Pola baru seperti berkembangnya bukan hanya dari bentuk bakery namun juga merambah kue kering juga mampu dilakukan oleh mitra. Mitra dapat membaca momentum pasar ketika menghadapi suatu kondisi dimana permintaan sedang tinggi seperti hari raya dan momentum lain seperti acara besar sehingga bukan hanya mengerjakan sistem harian saja.
Repositioning of the UM Pancasila Laboratory: Building a Center of Excellence for Multicultural and Local Excellence in the Digital Era Aminulloh, Akhirul; Wijayanti, Febry; Widodo, Wahyu; Ayudha, Nora Titahning
REFORMASI Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i2.7751

Abstract

Pancasila as the basis of the state and the ideology of the Indonesian nation plays a central role in maintaining national integration and social diversity. However, in today's digital and globalization era, Pancasila values face serious challenges, especially among the younger generation. The massive flow of information, the development of transnational ideologies, and the dominance of individualistic culture have led to a disorientation of values, so that the relevance of Pancasila as a guideline for life has begun to be questioned. This study aims to analyze the strategic repositioning of the Pancasila Laboratory (Lapasila) of the State University of Malang in responding to the challenges of ideological and social disruption, as well as exploring its potential as a center of excellence in science and technology in the field of Pancasila, multiculturalism, and local wisdom. Using a qualitative approach with data collection techniques in the form of in-depth interviews with internal stakeholders, this study found that Lapasila has significant historical strength, academic legitimacy, and digital potential. However, internal weaknesses such as weak institutional management, low research productivity, and lack of digital strategies are the main obstacles. Meanwhile, external opportunities such as national policy support, public needs for ideological references, and digital media space can be used to the fullest. This study recommends the repositioning of Lapasila through digital transformation, interdisciplinary approaches, strengthening collaborative networks, and innovation-based institutional reform. Thus, Lapasila can play a strategic role in the actualization of Pancasila values in a contextual and sustainable manner in the midst of the dynamics of a multicultural society.Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia memiliki peran sentral dalam menjaga integrasi nasional dan keragaman sosial. Namun, di era digital dan globalisasi saat ini, nilai-nilai Pancasila menghadapi tantangan serius, terutama di kalangan generasi muda. Arus informasi yang masif, berkembangnya ideologi transnasional, serta dominasi budaya individualistik telah menyebabkan disorientasi nilai, sehingga relevansi Pancasila sebagai pedoman hidup mulai dipertanyakan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reposisi strategis Laboratorium Pancasila (Lapasila) Universitas Negeri Malang dalam merespons tantangan disrupsi ideologis dan sosial, serta mengeksplorasi potensinya sebagai pusat unggulan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Pancasila, multikulturalisme, dan kearifan lokal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan internal, penelitian ini menemukan bahwa Lapasila memiliki kekuatan historis, legitimasi akademik, dan potensi digital yang signifikan. Namun, kelemahan internal seperti lemahnya manajemen kelembagaan, rendahnya produktivitas riset, dan kurangnya strategi digital menjadi hambatan utama. Sementara itu, peluang eksternal seperti dukungan kebijakan nasional, kebutuhan publik terhadap referensi ideologis, serta ruang media digital dapat dimanfaatkan secara optimal.Penelitian ini merekomendasikan reposisi Lapasila melalui transformasi digital, pendekatan interdisipliner, penguatan jejaring kolaboratif, serta reformasi kelembagaan berbasis inovasi. Dengan demikian, Lapasila dapat memainkan peran strategis dalam aktualisasi nilai-nilai Pancasila secara kontekstual dan berkelanjutan di tengah dinamika masyarakat multikultural. 
Firehose of Falsehood Propaganda Model in the 2019 Indonesian Presidential Election Aminulloh, Akhirul; Artaria, Myrtati Dyah; Surya, Yuyun Wahyu Izzati; Qorib, Fathul; Hakim, Lukman
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 15, No 2 (2022): (Accredited Sinta 2)
Publisher : Unisba Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v15i2.10573

Abstract

The general election is a democratic means to gain power constitutionally. Several groups, however, use all the possible means to achieve that power. Firehose of falsehood is an example of political propaganda models that use every means to influence public opinion. This model of political propaganda finds its momentum through propaganda on social media. The purpose of this research is to understand the model of the firehose of falsehood on social media in the 2019 Indonesian presidential election. This research method uses a discourse analysis approach to identify the phenomena and events regarding the use of political propaganda on social media. Meanwhile, data collection is carried out through Twitter social media documentation. The results of this analysis indicated that the Firehose of Falsehood propaganda model was used as a political propaganda in the 2019 Indonesian presidential election. Social media, especially Twitter, became a means of propaganda to influence public opinion. The message delivery models were carried out through several methods. First, they were disseminated massively through various channels; second, they were carried out continuously and repeatedly; third, they were not following objective facts; and fourth, the media were lack of consistency.
Komunikasi Politik Bawaslu Kota Malang dalam Pendidikan Politik Masyarakat untuk Meningkatkan Kualitas Demokrasi Fattah, Zulfikar Waliyuddin; Wafa, Alfian Fawaidil; Aminulloh, Akhirul; Hanafi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2652

Abstract

This research focuses on the role of political communication conducted by election supervision organizations in improving the quality of democracy at the local level. The Malang City Election Supervisory Agency (Bawaslu) not only regulates elections, but it also serves as a political education institution, raising public knowledge and participation. The goal of this research is to assess the political communication methods employed by Bawaslu Malang City to implement public political education and how they affect the quality of democracy. Data were collected using descriptive qualitative approaches, including observations, interviews, and documentation studies.The study demonstrates that Bawaslu Malang City employs participatory, collaborative, and adaptable political communication strategies in response to digital media developments, including political literacy campaigns, inter-agency collaboration, and community campaigns. Bawaslu improves public knowledge regarding election integrity, promotes active citizen involvement, and builds public faith in democratic institutions. The findings indicate that the political communication of Bawaslu Malang City is crucial for fostering an engaged political culture and reinforcing the foundations of local democracy to achieve an optimal democratic standard. Abstrak Studi ini didasarkan pada pentingnya komunikasi politik yang dilakukan oleh lembaga pengawas pemilu dalam meningkatkan kualitas demokrasi di tingkat lokal. Bawaslu Kota Malang tidak hanya mengawasi pemilu tetapi juga bekerja sebagai lembaga pendidikan politik untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi metode komunikasi politik yang digunakan oleh Bawaslu Kota Malang untuk menerapkan pendidikan politik masyarakat dan bagaimana hal itu berdampak pada meningkatkan kualitas demokrasi. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa Bawaslu Kota Malang menggunakan strategi komunikasi politik yang berpartisipasi, bekerja sama, dan menyesuaikan diri dengan perkembangan media digital. melalui kampanye literasi politik, kerja sama antar lembaga, dan kampanye komunitas. Bawaslu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kemurnian pemilu, mendorong partisipasi aktif warga, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga demokrasi. Hasil menunjukkan bahwa komunikasi politik Bawaslu Kota Malang sangat penting untuk membangun budaya politik yang terlibat dan memperkuat pondasi demokrasi lokal menuju kualitas demokrasi ideal.
Komunikasi Politik Bawaslu Kota Malang dalam Pendidikan Politik Masyarakat untuk Meningkatkan Kualitas Demokrasi Fattah, Zulfikar Waliyuddin; Wafa, Alfian Fawaidil; Aminulloh, Akhirul; Hanafi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2652

Abstract

This research focuses on the role of political communication conducted by election supervision organizations in improving the quality of democracy at the local level. The Malang City Election Supervisory Agency (Bawaslu) not only regulates elections, but it also serves as a political education institution, raising public knowledge and participation. The goal of this research is to assess the political communication methods employed by Bawaslu Malang City to implement public political education and how they affect the quality of democracy. Data were collected using descriptive qualitative approaches, including observations, interviews, and documentation studies.The study demonstrates that Bawaslu Malang City employs participatory, collaborative, and adaptable political communication strategies in response to digital media developments, including political literacy campaigns, inter-agency collaboration, and community campaigns. Bawaslu improves public knowledge regarding election integrity, promotes active citizen involvement, and builds public faith in democratic institutions. The findings indicate that the political communication of Bawaslu Malang City is crucial for fostering an engaged political culture and reinforcing the foundations of local democracy to achieve an optimal democratic standard. Abstrak Studi ini didasarkan pada pentingnya komunikasi politik yang dilakukan oleh lembaga pengawas pemilu dalam meningkatkan kualitas demokrasi di tingkat lokal. Bawaslu Kota Malang tidak hanya mengawasi pemilu tetapi juga bekerja sebagai lembaga pendidikan politik untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi metode komunikasi politik yang digunakan oleh Bawaslu Kota Malang untuk menerapkan pendidikan politik masyarakat dan bagaimana hal itu berdampak pada meningkatkan kualitas demokrasi. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa Bawaslu Kota Malang menggunakan strategi komunikasi politik yang berpartisipasi, bekerja sama, dan menyesuaikan diri dengan perkembangan media digital. melalui kampanye literasi politik, kerja sama antar lembaga, dan kampanye komunitas. Bawaslu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kemurnian pemilu, mendorong partisipasi aktif warga, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga demokrasi. Hasil menunjukkan bahwa komunikasi politik Bawaslu Kota Malang sangat penting untuk membangun budaya politik yang terlibat dan memperkuat pondasi demokrasi lokal menuju kualitas demokrasi ideal.
Political Communication of Lakpesdam NU of Greater Malang in Strengthening Political Awareness and Local Democracy Aminulloh, Akhirul; Ananda, Kun Sila; Fattah, Zulfikar Waliyuddin; Nanda Harda Pratama Meiji; Ronny Ersya Novianto Putra
Mediakita Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Mediakita : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Fakultas Usluhuddin dan Dakwah UIN Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/mediakita.v10i1.3290

Abstract

This study aims to analyze the political communication strategies of community institutions to strengthen political awareness and build participatory democracy at the local level. The focus of the study was directed at the three branches of the Institute for Human Resources Studies and Development of Nahdlatul Ulama in Malang Raya. The research uses a qualitative case-study approach. The data collection was conducted through in-depth interviews with the management of Lakpesdam NU in Malang City, Malang Regency, and Batu City. The data analysis in this study follows the interactive model of Miles and Huberman, which comprises three main stages: data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the study show that there is a dialectic of three main approaches in Lakpesdam NU’s political communication strategy: structural, cultural, and critical. Lakpesdam NU of Malang City focuses more on structural paths, including building political awareness of cadres through education, conducting policy advocacy, and strengthening the role of civil society. Meanwhile, Lakpesdam NU of Malang Regency and Batu City tend to prioritize a cultural approach, namely conveying political messages through religious symbols, the character and moral authority of the kiai, and appreciation of local values that live in the community. All three also employ a reflective-critical approach to counter apathy, political pragmatism, and symbolic participation. The communication model implemented by the Lakpesdam NU can serve as a reference for strengthening local democracy rooted in religious communities in Indonesia. This research contributes to enhancing political communication rooted in cultural-religious values through a dialectical model that integrates structural, cultural, and critical approaches.