Claim Missing Document
Check
Articles

WACANA DAN CITRA POLITIK KANDIDAT PRESIDEN 2024 DI MEDIA SOSIAL Aminulloh, Akhirul; Fianto, Latif
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i3.2837

Abstract

The 2024 presidential election is still one year away. However, the clamor about who the presidential candidate or candidate is is already busy on social media. Social media has become a venue for discourse battles between presidential candidates in influencing public opinion. This study aims to analyze the political discourse and image of the 2024 presidential candidates on social media. This research uses the critical discourse analysis method from Faiclough. This method is used to reveal the ideology and power relations behind a discourse on social media. This research was conducted on the social media Twitter with a focus on the issue of Indonesia's cancellation as host of the U20 World Cup by FIFA and its impact on the political image of the 2024 presidential candidates. Data was taken with the help of NodeXL software to describe conversations about the issue that is the focus of this research. Data collection was carried out using documentation techniques in the form of tweets on the Twitter platform during the period 21-28 March 2023 and literature study. The results of this research show that the issue of the Israeli National Team's arrival in Indonesia for the U20 World Cup has become a battle for political discourse on social media influencing public opinion. This discourse became very political when it gave rise to debate which ended in support and rejection of the arrival of the Israeli National Team. This happens because support or rejection of this issue can be linked to the popularity and electability of political figures who will run as presidential candidates in the political contestation approaching 2024. However, the discourse of rejection of the arrival of the Israeli National Team has influenced the electability of the three presidential candidatesPemilihan presiden tahun 2024 masih satu tahun lagi. Namun, riuh gemuruh siapa calon atau kandidat presidennya sudah ramai di media sosial. Media social menjadi ajang pertarungan wacana antar kandidat presiden dalam mempengaruhi opini public. Studi ini bertujuan untuk menganalisis wacana dan citra politik kandidat presiden 2024 di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode critical discourse analysis dari Faiclough. Metode ini digunakan untuk mengungkap ideologi dan relasi kuasa dibalik sebuah wacana di media social. Penelitian ini dilakukan pada media social Twitter dengan fokus pada isu pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah piala dunia U20 oleh FIFA dan pengaruhnya terhadap citra politik kandidat presiden 2024. Data diambil dengan bantuan software NodeXL untuk menggambarkan percakapan tentang isu yang menjadi focus dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi berupa twit di platform Twitter selama periode 21-28 Maret 2023 dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa isu kedatangan Timnas Israel di Indonesia dalam rangka Piala Dunia U20 telah menjadi pertarungan wacana politik di media sosial memengaruhi opini publik. Wacana ini menjadi sangat politik ketika menimbulkan perdebatan yang berujung pada dukungan dan penolakan terhadap kedatangan Timnas Israel. Hal ini terjadi karena dukungan maupun penolakan isu ini bisa dikaitkan dengan popularitas dan elektabilitas tokoh politik yang akan maju menjadi calon presiden dalam kontestasi politik menjelang 2024. Walau bagaimana pun, wacana penolakan terhadap kedatangan Timnas Israel telah memengaruhi elektabilitas ketiga calon presiden tersebut
PENINGKATAN PRODUKSI DAN DAYA BELI METODE SENSORY MARKETING DI TASLIMIYAH BAKERY BULULAWANG MALANG Aminulloh, Akhirul; Kalumbang, Yuventia Prisca Diyanti Todalani; Danu, Ratna Triwurian; Firdausi, Firman
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37292

Abstract

UMKM merupakan potensi masa depan dari Negara Indonesia. Harapan bangsa dapat mandiri berangkat dari niat berwirausaha sehingga dapat membuka paradigma negara produksi bukan menjadi negara konsumtif atau negara karyawan. UMKM terbukti dapat melalui badai pandemi covid-19 dengan memiliki strategi-strategi tertentu dan bahkan menggerakkan sektor perekonomian. Pada pengabdian masyarakat kemitraan dalam hal ini mengambil mitra sektor produksi yaitu bakery di area malang raya. Taslimiyah Bakery merupakan sasaran yang akan ditingkatkan bukan hanya dari sektor produksi tetapi juga inovasi melalui sektor pemasaran modern seperti sensory marketing dan pelatihan pembuatan yang berbasis profesional. Sasaran dalam pengabdian ini adalah yang terlibat di dalam mitra tersebut yaitu pengelola dan koki. Hal ini agar dapat menjadi peningkatan pemahaman bagaimana berinovasi dalam produk dan pemasaran secara modern seperti yang dilakukan oleh brand-brand bakery besar. Hasil dari pengabdian masyarakat bahwa dengan menggunakan konsep Sensory Marketing dan pelatihan Sumber Daya Manusia dalam produksi ternyata mampu memberikan respon pasar baru terhadap produk yang biasa dijual. Pola baru seperti berkembangnya bukan hanya dari bentuk bakery namun juga merambah kue kering juga mampu dilakukan oleh mitra. Mitra dapat membaca momentum pasar ketika menghadapi suatu kondisi dimana permintaan sedang tinggi seperti hari raya dan momentum lain seperti acara besar sehingga bukan hanya mengerjakan sistem harian saja.
Repositioning of the UM Pancasila Laboratory: Building a Center of Excellence for Multicultural and Local Excellence in the Digital Era Aminulloh, Akhirul; Wijayanti, Febry; Widodo, Wahyu; Ayudha, Nora Titahning
REFORMASI Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i2.7751

Abstract

Pancasila as the basis of the state and the ideology of the Indonesian nation plays a central role in maintaining national integration and social diversity. However, in today's digital and globalization era, Pancasila values face serious challenges, especially among the younger generation. The massive flow of information, the development of transnational ideologies, and the dominance of individualistic culture have led to a disorientation of values, so that the relevance of Pancasila as a guideline for life has begun to be questioned. This study aims to analyze the strategic repositioning of the Pancasila Laboratory (Lapasila) of the State University of Malang in responding to the challenges of ideological and social disruption, as well as exploring its potential as a center of excellence in science and technology in the field of Pancasila, multiculturalism, and local wisdom. Using a qualitative approach with data collection techniques in the form of in-depth interviews with internal stakeholders, this study found that Lapasila has significant historical strength, academic legitimacy, and digital potential. However, internal weaknesses such as weak institutional management, low research productivity, and lack of digital strategies are the main obstacles. Meanwhile, external opportunities such as national policy support, public needs for ideological references, and digital media space can be used to the fullest. This study recommends the repositioning of Lapasila through digital transformation, interdisciplinary approaches, strengthening collaborative networks, and innovation-based institutional reform. Thus, Lapasila can play a strategic role in the actualization of Pancasila values in a contextual and sustainable manner in the midst of the dynamics of a multicultural society.Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia memiliki peran sentral dalam menjaga integrasi nasional dan keragaman sosial. Namun, di era digital dan globalisasi saat ini, nilai-nilai Pancasila menghadapi tantangan serius, terutama di kalangan generasi muda. Arus informasi yang masif, berkembangnya ideologi transnasional, serta dominasi budaya individualistik telah menyebabkan disorientasi nilai, sehingga relevansi Pancasila sebagai pedoman hidup mulai dipertanyakan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reposisi strategis Laboratorium Pancasila (Lapasila) Universitas Negeri Malang dalam merespons tantangan disrupsi ideologis dan sosial, serta mengeksplorasi potensinya sebagai pusat unggulan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Pancasila, multikulturalisme, dan kearifan lokal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan internal, penelitian ini menemukan bahwa Lapasila memiliki kekuatan historis, legitimasi akademik, dan potensi digital yang signifikan. Namun, kelemahan internal seperti lemahnya manajemen kelembagaan, rendahnya produktivitas riset, dan kurangnya strategi digital menjadi hambatan utama. Sementara itu, peluang eksternal seperti dukungan kebijakan nasional, kebutuhan publik terhadap referensi ideologis, serta ruang media digital dapat dimanfaatkan secara optimal.Penelitian ini merekomendasikan reposisi Lapasila melalui transformasi digital, pendekatan interdisipliner, penguatan jejaring kolaboratif, serta reformasi kelembagaan berbasis inovasi. Dengan demikian, Lapasila dapat memainkan peran strategis dalam aktualisasi nilai-nilai Pancasila secara kontekstual dan berkelanjutan di tengah dinamika masyarakat multikultural.Â