Claim Missing Document
Check
Articles

Standardisasi Keamanan Tongkang Alnair Berukuran 320 × 90 × 20 Feet Muatan Batubara pada Kondisi Perairan Tropical Fresh Water di Indonesia Hartono Yudo; Wilma Amiruddin; Mahendra Guna Satriananta; Rohmat Bagus Sucipto; Dewa Anjar Nyawa
TRAKSI Vol 19, No 2 (2019): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.493 KB) | DOI: 10.26714/traksi.19.2.2019.63-75

Abstract

Tongkang adalah sebuah bangunan apung laut untuk mengangkut muatan curah, salah satunya adalah batubara. Tongkang ini nantinya ditarik oleh tug boat yang kemudian batubara tersebut dimuat ke vessel menggunakan floating crane atau crane. Batubara secara umum memiliki massa jenis 1346 Kg/ , yaitu jenis batubara bitumen padat. Dalam proses pemuatan batubara, terdapat standar keamanan di tongkang maupun vessel. Yakni tidak melebihi garis Plimsoll Mark sesuai dengan daearah/musim dimana kapal tersebut berlayar. Sudah tertera di Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomer 39 Tahun 2016 tentang garis muat dan pemuatan yang diatur dalm pasal 39 ayat (2) yakni: pemuatan di kapal tidak boleh melebihi garis muat yang telah ditentukan di dalam sertifikat garis muat. Apabila dilanggar, dijelaskan juga dalam Ban VI tentang sanksi yaitu pasal 65 ayat (1): setiap kapal yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam peraturan Menteri ini akan dikenakan sanksi administrative berupa: a). peringatan tertulis b). pembekuan sertifikat c). pencabutan sertifikat.
Analisa Kekuatan Struktur Deck Crane Kapal Tanker 6500 DWT Menggunakan Metode Elemen Hingga Akbar Trihantoro; Imam Pujo Mulyanto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 2 (2022): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal oil tanker merupakan kapal yang dirancang untuk mengangkut muatan minyak bumi cair dalam jumlah yang besar dan Saat melaksanakan bongkar muat, biasanya kapal tanker memerlukan alat bantu pesawat peringan yaitu crane. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kekuatan dan keamanan suatu struktur. Keamanan dalam operasi bongkar muat menjadi penting sehingga perlu adanya Analisa kekuatan pada struktur deck crane. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode elemen hingga. Pembebanan yang diberikan yaitu beban SWL 15 ton dengan beberapa variasi sudut putar dan elevasi. Penelitian ini mendapatkan hasil nilai tegangan maksimum yang terjadi pada deck crane dengan sudut elevasi 0o dan sudut putar 90o sebesar 147,1 Mpa. Nilai tegangan minimum pada deck crane terjadi pada sudut elevasi 55o dan sudut putar 0o sebesar 31,8 Mpa. Area kritis pada penelitian ini terjadi pada struktur deck. Hasil penelitian ini kemudian dihitung menggunakan rumus safety factor, dapat disimpulkan bahwa instalasi dari konstruksi deck crane memenuhi standar aturan tegangan ijin BKI sebesar 190 Mpa. Sehingga struktur masih dalam kategori aman.
Analisa Teknis dan Ekonomis Perbedaan Layout Deck pada Kapal Trawl Terhadap Waktu Bongkar Muat Ikan Rinovia Dika Anggoro; Wilma Amiruddin; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 2 (2020): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.861 KB)

Abstract

Tata letak perlengkapan di atas kapal akan berpengaruh secara teknis dan ekonomis, hal ini berlaku pada jenis kapal Trawl. Geladak pada sebuah kapal berpengaruh secara langsung terhadap performa stabilitas dan perubahan titik berat karena perbedaan penempatan peralatan tangkap. Layout geladak juga mempengaruhi keselamatan & lama waktu bagi abk saat proses pembongkaran ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan tata letak perlengkapan terhadap stabilitas kapal dan pengaruhnya terhadap lama waktu bongkar muat kapal terhadap biaya tambat serta nilai investasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan software dengan memberikan perlakuan berupa simulasi peletakan perlengkapan kapal dalam beberapa posisi dengan tinjauan teori stabilitas kapal sedangkan nilai ekonomisnya akan ditinjau berdasarkan proses lama waktu pembongkaran ikan dengan kelayakan investasi menggunakan kriteria analisa biaya pendekatan NPV (net present value), IRR (internal rate of return) dan PP (Payback Period). Berdasarkan hasil penelitian ini stabilitas kapal II lebih baik dibandingkan stabilitas kapal I dengan nilai momen tertinggi 261,18 Ton.m dengan nilai GZ tertinggi 1,445 m sedangkan tingkat keefisien lama waktu bongkar muat kapal I lebih unggul di bandingkan kapal II dengan lama waktu bongkar mencapai 3  jam. Hasil nilai investasi ekonomis kedua kapal menunjukkan kapal I mempunyai nilai kelayakan investasi yang menguntungkan dengan perolehan perhitungan NPV sebesar 1,756,118,805, nilai IRR sebesar 25,88% dan nilai PP 2,91 tahun.  
PERANCANGAN UNDERWATER SIGHTSEEING BOAT UNTUK SARANA WISATA DI PULAU WEH SABANG Kyky Ramalida Yanti; Wilma Amiruddin; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 1 (2014): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.368 KB)

Abstract

Kapal semi submarine di Indonesia masih terpaku oleh desain exterior maupun interior yang masih tradisional. Desain tersebut masih sangat kurang bila dibandingkan dengan kapal-kapal semi submarine di luar negeri yang sudah memiliki perlengkapan dan fasilitas yang cukup canggih serta desain yang unik dan menarik. Bagian lambung kapal didesain dengan dilengkapi kaca transparan di sisi kanan dan kiri lambung. Kapal yang dirancang bertujuan untuk membantu menaikkan minat pariwisata di Pulau Weh, Sabang. Metode yang digunakan dalam perancangan kapal ini menggunakan kapal pembanding sebagai acuan dengan lambung berbentuk monohull. Perancangan kapal ini juga memperhatikan perhitungan rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal, olah gerak kapal, kekuatan kapal, dan pemilihan peralatan penyelamatan dan motor induk yang didasari hasil perhitungan daya motor sesuai dengan hambatan yang dialami kapal, sehingga sarana pariwisata yang dirancang memiliki karakter yang baik karena sangat mengutamakan faktor keamanan dan kenyamanan penumpang dalam berwisata.Kemudian ukuran utama yang didapatkan dianalisa kelayakan lambungnya dengan software pendukung perancangan kapal. Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan adalah Loa: 15,00 m, B: 5,00 m, T: 2,00 m, H: 2,9 m. Kapal pariwisata ini menggunakan sebuah tenaga penggerak berupa podded electric motor dengan daya yang dihasilkan sebesar 26,8 HP. Pada tinjauan stabilitas, kapal dikondisikan dalam VII kondisi, dimana hasil menunjukkan nilai GZ terbesar yaitu pada kondisi V. Pada tinjauan olah gerak kapal pariwisata ini memiliki olah gerak yang baik terbukti tidak terjadi deck weaknes, dengan nilai heaving maximal 0,769 m, nilai rolling maximal 10,18º dan ptching 3,52º. Analisa kekuatan dari kapal menghasilkan nilai dari stress maksimal dari kapal adalah 6,05 x 105 Pa dan masih dibawah tegangan ijin menurut  Rules ASME sebesar 6,89 x 106 Pa. Sedangkan deformasi maksimal yang dialami kapal aadalah 22,9 mm. Kemudian pada hasil gambar rencana umum, kapal memiliki space yang cukup untuk menampung penumpang lebih banyak yaitu 30 orang, peralatan keselamatan, peralatan komunikasi dan navigasi
Evaluasi Schedule Penyebab Keterlambatan Pada New Ship Building Project Berdasarkan Manajemen Risiko Studi Kasus Kapal Perintis 2000 GT Rezza Alvian Santosa; Imam Pujo Mulyatno; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 3 (2018): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelesaian proyek bangunan baru kapal sering tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak. Faktor risiko sangat berpengaruh dalam mencapai kesuksesan proyek. Maka analisa risiko dan mitigasi risiko diperlukan dalam manajemen risiko proyek. Penelitian ini memerlukan objek data berupa main schedule proyek. Kemudian dilakukan analisa risiko dengan identifikasi dan verifikasi risiko yang ada pada proyek bangunan baru kapal perintis 2000 GT. Dengan menggunakan metode Monte Carlo dan Software Primavera Risk Analyst, pada penelitian kali mendapatkan hasil berupa peringkat risiko, perkiraan keberhasilan suatu proyek terhadap schedule proyek, aktivitas sensitif dan jalur kritis proyek, serta mitigasi risiko atau respon terhadap proyek bangunan baru kapal perintis 2000 GT. Hasil menunjukan nilai persentase keterlambatan sebesar 12,65 % dari target pembangunan yang dicapai adalah 727 hari. Maka proyek mengalami delay akibat adanya risiko selama 92 hari dan proyek diperkirakan selesai dalam 819 hari. Pada proyek bangunan baru kapal perintis 2000 GT di PT. Janata Marina Indah didapatkan 16 risiko yang berpengaruh terhadap pekerjaan dengan 4 risiko kategori sangat tinggi, 9 risiko kategori tinggi ,dan 3 risiko kategori sedang.
ANALISIS TEKUK KRITIS PADA PIPA AKIBAT TEKANAN INTERNAL Andreas Geraldine A; Hartono Yudo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.461 KB)

Abstract

Pipamerupakan suatu struktur yang digunakan untuk pendistribusian fluida di dalam memenuhi kebutuhan manusia dan industri. Kekuatan struktur pada pipa perlu di perhatikan dalam suatu industri. Tekanan internal yang terjadi pada pipa dapat menyebabkan kegagalan struktur yaitu berupabuckling atau tekuk. Penyebab terjadinya buckling bisa bermacam-macam, salah satunya adalah kondisi pembebanan. Pada penelitian ini, model pipa divariasikan menjadi duabelas macam berdasarkan panjang, diameter dan ketebalan. Buckling dianalisa menggunakan metode elemen hingga dengan mempertimbangkan sifat material pada pipa, yaitu elastis dan elasto-plastis, serta deformasi yang terjadi pada setiap pipa. Untuk analisa elasto-plastis, Pressure buckling berkisar 1.7 x 107 Nm dikarenakan material bersifat elastis karena yield stress dari material tersebut.Semakin panjang pipa yang dimana perbandingan L/D semakin besar makan besarnya pressure buckling semakin besar tetapi efek tekanan internal yang berkerja semakin kecil sehingga membuat konstan.
Analisa Kekuatan Pipa Miter Bend Dengan Variasi Sudut Akibat Beban Momen Bending Abdi Wira Etua Sihombing; Hartono Yudo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.945 KB)

Abstract

Pipa miter bend merupakan salah satu jenis pipa yang memiliki peran penting dalam suatu sistem perpipaan yang digunakan untuk mengalirkan dan membelokkan muatan fluida baik muatan cair maupun gas. Salah satu kegagalan struktur yang terjadi pada sambungan pipa miter bend yaitu buckling atau tekuk. Pada penelitian ini variasi model  pipa miter bend berdasarkan perbandingan jumlah segmen serta diameter dan tebal pipanya (D/t) dengan variasi kondisi pembebanan inplane, outplane, dan ­in-outplane. Pada analisa buckling ini menggunakan metode elemen hingga dengan mempertimbangkan pengaruh variasi sudut  terhadap nilai momen dan deformasi ovalisasi pada tiap variasi kondisi pembebanan. Berdasarkan hasil penelitian pada pipa miter bend radius 90° dengan variasi jumlah segmen yaitu 3 segmen, 4 segmen, dan 5 segmen serta kondisi pembebanan, semakin banyak jumlah segmen pada pipa dengan nilai D/t yang sama maka akan semakin besar pula momen yang diizinkan pada tiap kondisi pembebanan inplane, outplane dan in-outplane. Deformasi akan semakin kecil seiring dengan bertambahnya jumlah segmen dengan nilai D/t yang sama dengan variasi kondisi pembebanan.
ANALISA WAKTU BONGKAR MUAT KAPAL PETI KEMAS PADA TERMINAL III PELABUHAN TANJUNG PRIOK JAKARTA Wildan Adi Nugraha; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.223 KB)

Abstract

Dwelling time adalah waktu bongkar muat peti kemas yang dilakukan dari kapal sampai peti kemas keluar dari pelabuhan tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui dwelling time yang terjadi di pelabuhan tanjung priok dari hasil penelitian dwelling time di pelabuhan tanjung priok pada tahun 2009 dwelling time mencapai 6,9 hari dan terus meningka tsampai tahun 2013 mencapai 14 hari dan arus peti kemas yang masuk melalui pelabuhan tanjungp riok pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 mencapai 9.895.841 box dan di prediksi untuk tahun 2014 sampai 2018 arus peti kemas yang masuk pelabuhan tanjung priok mencapai 19.961.18 box untuk mengetahui dwelling time digunakan analisa antrian dari hasil analisa antrian diketahui bahwa dengan alat bongkar muat berjumlah 39 crane untuk 13 dermaga dimana di tiap dermaga terdapat 3 crane maka dwelling time di dapat 11,1 hari, untuk menekan dwelling time menjadi 6 hari diasumsikan jika di 13 dermaga di tambah dengan beberapa crane lagi untuktahun 2014 menggunakan 51 crane ,tahun 2015 menggunakan 52 crane ,tahun 2013 menggunakan 54 crane dan tahun 2017 dan 2018 menggunakan 55 crane maka dwelling time menurun menjadi 6,3 hari. Dengan bertambah nya arus peti kemas di tiap tahun nya maka prediksi kebutuhan panjangdermaga tahun 2014 sampai 2018 adalah 7.339 meter dan prediksi kebutuhan luas lapangan penumpukan tahun 2014 sampai 2018 adalah 168909. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dwelling dapat ditekan jika fasilitas bongkar muat peti kemas di tambah dan dengan arus peti kemas yang semakin bertambah di setiap tahun kebutuhan dermaga dan kebutuhan lapangan penumpukan juga bertambah.
PERANCANGAN BARGE PENGANGKUT KAYU LOG KAPASITAS 4000 M3, MENGACU STANDAR KINERJA PRODUKTIFITAS PT. PELABUHAN INDONESIA III, TANJUNG MAS SEMARANG Bela Saktila Sandy; Wilma Amiruddin; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 3 (2014): Agustus
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.823 KB)

Abstract

Atas dasar kebutuhan kayu yang semakin meningkat sehingga peghasil kayu dari luar Jawa harus memenuhi permintaan konsumen yang berada di Jawa khususnya Jawa tengah, persoalan timbul manakala  proses pengiriman bahan baku pengolahan kayu ke Pulau Jawa yang melalui Tanjung Mas melalui perjalanan yang cukup lama dan terkadang harus menghadapi gelombang yang tinggi di laut jawa. Hal ini mengharuskan sistem pemuatan kayu log mengunakan barge yang lebih maksimal guna menghemat waktu pengiriman serta tahan terhadap gelombang laut jawa self propeller barge adalah  solusi untuk kapal pengangkut kayu log yang dapat diandalkan  saat gelombang tinggi dancuaca buruk, dikarnakan kapal ini dapat dikendalikan karna sistem pengerak barge bukan di tarik tug boat dan SPB ini juga mempunyai dek yang luas sehingga mampu mengankut jumlah besar dalamsekali jalan.Kemudian ukuran utama yang didapatkan dianalisa kelayakan lambungnya dengan software pendukung perancangan kapal. Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan adalah Loa: 76,85 m, B: 21,00 m, T: 3,70 m, H: 4,60 m. Self propeller barge ini menggunakan sebuah tenaga penggerak berupa Fixed Pitch Propeller dengan daya yang dihasilkan sebesar 900 HP. Pada tinjauan stabilitas, kapal dikondisikan dalam VII kondisi, dimana hasil menunjukkan nilai GZ terbesar yaitu pada kondisi II. Pada tinjauan olah gerak kapal pariwisata ini memiliki olah gerak yang baik , terjadi deck weaknes dengan nilai heaving maximal 0,285 m, nilai rolling maximal 4,13º dan ptching 0,84º
Analisis Stabilitas (Intact, Damage Stability) Kapal Landing Craft Tank (LCT) dikonversi menjadi Livestock Carrier (Kapal Ternak) Aulia Faradilla Adi; Wilma Amiruddin; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1189.646 KB)

Abstract

Kapal Landing Craft Tank (LCT) dilarang digunakan untuk angkutan penyeberangan sehingga diperlukan perubahan fungsi dari kapal tersebut. Salah satunya adalah dengan melakukan konversi kapal LCT menjadi Livestock Carrier (Kapal Ternak) dikarenakan menurut sejumlah data bahwa kebutuhan konsumsi ternak yang meningkat. Penelitian ini menganalisis stabilitas (intact dan damage stability) kapal sebelum konversi (LCT) dan kapal setelah konversi (Kapal Ternak). Penelitian ini dilakukan menggunakan software model 3D dan software stability pada saat kapal muatan penuh dan kapal muatan kosong dengan beberapa kondisi loadcase. Hasilnya menunjukkan kapal LCT maupun kapal ternak memenuhi kriteria intact stability dan damage stability sesuai dengan peraturan IMOMSC.267(85), AMSA, Marine Order 43, IMO MSC.281 (85) dan IMO MSC.216 (82).
Co-Authors A.F. Zakki Abdi Wira Etua Sihombing Abram Hasintongan Pane Achmad Noerkhaerin Putra Afidha, Vidya Karima Afif Farid Diantama Agustini, Syarifah Ahdi Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Firdhaus Ainul Fadlilah Akbar Prasetya Akbar Trihantoro Akbar, Mohamad Hanif Fadillah Budiman Alamanda Sulistianingtyas Alexander Mario Ticris Nainggolan Amaytana Cindy Armela Andi Trimulyono Andreas Geraldine A Anggit Andilala Anggoro Prabu Dewanto Anggy Prasetyo Ardianto, Muhammad Afiq Ari Wibawa Budi S Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Santosa Arrasyid, Fikri Arrizal Abdul Wahid Astarry Nugroho Aulia Faradilla Adi Aziz Abdurohman Azzaky Alghifari, Azzaky Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bandi Sasmito Banjarnahor, Andrea Nanda Alfa Rizky Bela Saktila Sandy Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Aditya Bhakti Sa’ Dana Bibit Saputra Bogie Ardianto Boy Ebenezer Simanjuntak Budhi H Iskandar Budhi Hascaryo Iskandar Budi. S, Ari Wibawa Catur Agus Putra Pribadi Putra Pribadi Chairul Rizaldy Daud Martim Sihombing Deddy Chrismianto Deddy Chrismianto Deddy Chrismianto Dewa Anjar Nyawa Dwi Winanto Hari Fantio Eko Didik Purwanto, Eko Didik Eko Sasmito Hadi Evi Handayani Evi Handayani, Evi Fadjri Prawiro Utomo Sadewo Fahrudin, Hasim Try Fakhri, Alfian Fakhryyah Santoso, Muhammad Hilaqil Fatha Makhrusyah Firmansyah Aulia Rakhman Frastiana Ramadhan Basri Furkanudin Furkanudin Galan Regatama Good Rindo Good Rindo Gritis Al hasbi MM Guguraty, Resti Apriana Guna Satriananta, Mahendra hartono yudho Hartono Yudo Hartono Yudo Hartono Yudo Hasibuan, Evi Aisah Hendra Gunawan Saputra I Made Andrean Nanda Setiawan Ibrahim, Muhammad Husein Ignasius Sihotang Imam Pujo Mulyanto Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indradi Setiyanto Irianto, Prasetya Tomi Ishak Ari Prabowo Jaya Permana Josua Parulian Parulian Sinaga Jowis Novi B.K K Kiryanto Kiryanto . Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kurniawan Agung Santosa Kyky Ramalida Yanti Lature, Kristoper Erwat Luukfandi Lukfandi M. Aji Luhur P M. Haris Fikri Sulthoni Mahendra Guna Satriananta Metsa Aprita Amardana Mora Sombaon Dalimunthe Moriko Syahruddin Mu'afifah, Fajriyatul Mubarak, Farhan Muhamad Amar Jadid Muhammad Etandiv Bismuttantya Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Muhammad Rizqie Muhammad Saddam Hussein Muhammad Said Rinaldy Mulyono S. Baskoro Mutmainah Mutmainah Nofia Maranata Noormansyah, Faridz Aditya Norman Yasser Arrazi Novem, Dicky Putra Oceandy, Oryza Rafi Ocid Mursid Olivia Marlina Paradatu Anugra Riyanto Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik S.T., M.T. Pradana, Muhammad Daffa Sihma Prasetyo, Naufal Abdurrahman Prayitno, Yoga Hadi Prima Yosia Ginting Putra Nur Hidayat, Wahyu Qusayyi, Abdillah Ahmad R. Danu Henantyo P Raden Mas Firmansyah Bagas Pradipta Renita Wurdhani Resha Buddy Prakoso Reyhan Ardeo Nasution Rezza Alvian Santosa Rinovia Dika Anggoro Rio Wiendargo Y.S Rizal Aripin Robby Hanggara Rohmat Bagus Sucipto Rosalena Audina Ruben Josua L. Tobing Samuel Samuel Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo sena fadhilah agam Simanjuntak, David Nicholas Sonia Liolita Sukron Makmun Surip Prasetyo Susatyo, Fadhly Aldilas Tegar Fikri Ersaputra Tri Admono Untung Budiarto Widya Gultom Wildan Adi Nugraha Windu Suryotanjung Yudya Saddita Rokhim Zaidan, Roid Hatta