Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : METAMORFOSA Journal of Biological Sciences

Analisis Keanekaragaman, Indeks Nilai Penting dan Index of Cultural Significance Tumbuhan Upacara Ngaben Berdasarkan Tri Mandala di Desa Penglipuran, Bali. Ida Bagus Made Bramasta Wirabumi; Eniek Kriswiyanti; Anak Agung Ketut Darmadi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2022.v09.i01.p22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Keankearagaman Tumbuhan Upacara Ngaben pada Tri Mandala Desa Penglipuran, Bangli. 2) Dominansi Tumbuhan Upacara Ngaben di Desa Penglipuran, Bangli berdasarkan Tri Mandala 3) Index of Cultural Significance (ICS) Tumbuhan Upacara Ngaben di Desa Penglipuran, Bangli berdasarkan Tri Mandala. Metode pengumpulan data dilapangan dilakukan dengan menggunakan kuadrat sedangkan peletakan plot dilakukan dengan metode stratified random sampling dengan jenis Petak tunggal. Data dianalisis dengan menggunakan Indeks Shannon- Wienner, Dominansi Simpson dan ICS Turner. Hasil penelitian ini menunjukkan, 1)Nilai Keanekaragaman Tumbuhan Upacara Ngaben di Desa Penglipuran, Bali berdasarkan Tri Mandala adalah Keanekaragaman Tinggi dengan skor 2,5302; 2) Indeks Dominansi spesies tumbuhan Upacara Ngaben di Desa Penglipuran, Bangli berdasarkan Tri Mandala tergolong tinggi dengan nilai sebesar 0,994214; 3) Nilai ICS tertinggi diperoleh oleh tumbuhan Kelapa (Cocos nucifera) dengan skor 232; Cabai (Capsicum frustecens) dengan skor 80; Biu (Musa paradisiaca) dengan skor 70;
KARAKTERISTIK BUAH, BIJI DAN KANDUNGAN MINYAK DARI TANAMAN NON PANGAN DI PULAU SERANGAN BALI . Ramdhoani; Ni Luh Arpiwi; A.A. Ketut Darmadi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p08

Abstract

Berbagai upaya diversifikasi energi perlu dilakukan untuk mengatasi kelangkaan minyak di Indonesia. Salah satu upaya diversifikasi energi adalah melalui penyediaan energi alternatif terbarukan seperti biodisel yang bisa dihasilkan dari minyak nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran buah, biji dan mengukur kandungan minyak dari tanaman non pangan yang tumbuh di Pulau Serangan. Minyak tersebut dipakai sebagai bahan baku biodisel. Metode yang digunakan adalah metode jelajah untuk mengoleksi buah yang sudah masak panen untuk diambil bijinya. Buah dikeringkan kemudian dimensi buah dan biji diukur. Minyak diekstrak dari biji dengan pelarut heksan menggunakan alat soklet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh 10 spesies tanaman non-pangan dengan ukuran buah dan biji sangat beragam di Pulau Serangan. Kandungan minyak dari yang tertinggi sampai terendah berturut turut sebagai berikut: ketapang (Terminalia catappa) 27,06 %, kupu-kupu (Bauhinia purpurea L.) 25,30 %, asam londo (Pithecellobium dulce) 20,43%, kembang merak (Caesalphinia pulcherima) 15,03 %, jarak kaliki (Riccinus communis) 14,23 %, lamtoro (Leucaena leucocephala) 13,86 %, tanjung (Mimusops elengi) 13,83 %, gorek (Caesalpinia bonducella)11 %, flamboyan (Delonix regia)10,93 %, sawo kecik (Manilkara kauki) 10,10 %.
Morfologi, Kandungan Minyak Serta Potensi Biodiesel Minyak Nyamplung (Callophylum inophylum Andy Agustina Lande; Ni Luh Arpiwi; Anak Agung Ketut Darmadi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2019.v06.i02.p06

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan megabiodiversitas yang memiliki banyak jenis tanaman sebagai sumber biodiesel salah satunya adalah nyamplung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi, kandungan minyak, hubungan kekerabatan dan kualitas biodiesel dari tanaman nyamplung di Denpasar Selatan. Hasil analisis oneway ANOVA menunjukkan bahwa lingkar batang, panjang daun dan kandungan minyak berbeda nyata (P< 0,05) antar lokasi, sedangkan lebar daun, ukuran buah dan biji tidak berbeda nyata (P > 0,05). Hasil penelitian ini dari yaitu Morfologi lingkar batang terbesar di Denpasar Selatan 3,65 m di Desa Tuban 4. Daun terpanjang ditemukan di Kelurahan Tuban dengan panjang 14,98 cm, sedangkan daun terpendek ditemukan di Kelurahan Serangan dengan panjang 11,02 cm. Panjang buah nyamplung berkisar antara 15,00 – 25,33 mm, lebar 16,67 – 27,67 mm, dan berat 3,03 - 6,20 g dan biji berkisar antara panjang 12,67 - 18,33 mm, lebar 10,67 - 14,00 mm, dan berat 2,07 - 3,57 g. Kandungan minyak biji nyamplung tertinggi di Denpasar Selatan adalah 42,97%. Kualitas biodiesel dari nyamplung yang tumbuh di Denpasar Selatan meliputi angka asam, angka iodin, angka penyabunan, angka setana, kadar air memenuhi syarat SNI 2015 kecuali viskositas yang masih tinggi. Analisis hubungan kekerabatan antara nyamplung yang tumbuh di Denpasar Selatan terbagi menjadi 3 kelompok dengan indeks similaritas 0,99%.
Karakteristik Dan Viabilitas Serbuk Sari 38 Ragam Tanaman Kamboja (Plumeria spp.) Di Bali I Komang Alit Adi Sanjaya; Eniek Kriswiyanti; Anak Agung Ketut Darmadi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2020.v07.i01.p06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan viabilitas serbuk sari ragam tanaman kamboja (Plumeria spp.) di Bali. Pengamatan karakteristik serbuk sari dengan menggunakan metode asetolisis, sedangkan pengamatan viabilitas serbuk sari dengan metode warna 1 % anilin blue. Pengukuran dilakukan mengunakan mikrometri. Hasil pengamatan terhadap 38 ragam tanaman kamboja menunjukkan adanya variasi panjang aksis polar antara 36,48 ± 4,91 – 57,87 ± 3,89 µm, diameter bidang ekuatorial antara 30,18 ± 4,64 – 55,24 ± 5,52 µm, indeks P/E antara 0,85 ± 0,10 – 1,42 ± 0,13 serta viabilitas serbuk sari sebesar 6,67 – 42,31%. Presentase viabilitas serbuk sari tertinggi dijumpai pada ragam P. alba L. 'Snow White' sebesar 42,31 sedangkan terendah dijumpai pada ragam P. rubra L. 'Red Ajanta'. Berdasarkan indeks P/E serbuk sari tanaman kamboja dapat digolongkan kedalam kelompok subpheroidal hingga prolat. Berdasarkan panjang aksis polar serbuk sari tanaman kamboja dapat digolongkan kedalam kelompok media hingga magna.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ASETON DAUN KAYU MANIS (Cinnamomum burmanni Blume) TERHADAP JAMUR FUSARIUM SOLANI PENYEBAB PENYAKIT BUSUK BATANG PADA BUAH NAGA (HYLOCEREUS SP.) SECARA IN VITRO Anak Agung Ketut Darmadi; I Ketut Ginantra; Martin Joni
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2017.v04.i01.p13

Abstract

This research heads for examining the effectiveness of acetone extract of cinnamon leaf  (Cinnamomum burmanni Blume) to the growth of Fusarium soloni fungus. Cinnamon leaf which was used in this research grows in Bedugul village Tabanan regency Bali province. The extract effectiveness experiment of cinnamon leaf to the fungus experiment  was carried out by well difusion method in Biopesticide Laboratory of Agriculture Faculty Udayana University, by using the complete random plan consists of 6 treatments and 4 times refrains. The concentration treatment of acetone  extract of cinnamon leaf obviously (P<0.05) can impede the growth of colony, biomass and establishment of experiment fungus spore i.e. Fusarium soloni in accordance with in-vitro by PDA and PDB media. Extract minimum blocked energy of cinnamon leaf in experiment fungus i.e. 0,5%. The extract of cinnamon leaf obviously can impedethe growth of colony, spore establishment and biomass establishment of experiment fungus. In extract concentration treatment 0.5% obviously can impede the colony growth of experiment fungus, spore establishment and fungus biomass establishment i.e. each of them in amount of  17,3%, 41,45% and 7,94% if they are compared by the control. The higher extract concentration then the blocked energy is the bigger.
PEMANFAATAN TUMBUHAN PEKARANGAN SEBAGAI BAHAN OBAT ALTERNATIF DI DESA JIMBARAN, KECAMATAN KUTA SELATAN, KABUPATEN BADUNG, BALI Irawati Irawati; Eniek Kriswiyanti; A. A. Ketut Darmadi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan pekarangan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat alternatif, bagian tumbuhan yang digunakan, cara pengolahan dan penggunaan serta untuk mengobati penyakit apa saja yang. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2016 sampai Januari 2017 di 13 banjar di Desa Jimbaran dan identifikasi tumbuhan di Laboratorium Sruktur Perkembangan Tumbuhan Program Studi Biologi FMIPA Universitas Udayana. Prosedur penelitian meliputi observasi lapangan, wawancara dengan metode purposive sampling dan snow ball dalam pemilihan responden, dokumentasi dan identifikasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian diperoleh 65 jenis (36 suku) dan suku yang paling banyak dimanfaatkan adalah Zingiberaceae. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun (47,1%), kemudian diikuti rimpang (12,9%), buah (11,4%), akar (7,1%), kulit batang (7,1%), bunga (4,3%), getah (2,9%), umbi (2,9%), biji (2,9%)dan akar gantung (1,4%). Cara pengolahan tumbuhan obat yang paling banyak adalah dengan cara direbus (44,8%), lalu diminum. Penyakit yang dapat diobati yaitu sebanyak 47 penyakit dalam dan 21 penyakit luar.