Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Joong-Ki

Pelatihan Budaya dan Etos Kerja pada Karyawan Perkebunan di Desa Melo, Kabupaten Manggarai Barat Lena Ellitan; Lina Anatan
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3: Mei 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i3.3666

Abstract

Budaya dan etos kerja memiliki peran penting dalam mempengaruhi motivasi kerja karyawan dan menjadi faktor penentu tinggi atau rendahnya kinerja karyawan. Mengingat pentingnya budaya dan etos kerja, pelatihan tentang budaya dan etos kerja penting diberikan untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan pemahaman sehingga dapat memotivasi karyawan dan meningkatkan kinerja karyawan. Pelatihan budaya dan etos kerja dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2024 dengan peserta pelatihan meliputi pengurus, manajer, teknisi, dan para karyawan perkebunan di Desa Melo, Kabupaten Manggarai Barat. Berdasarkan hasil berbagi pengalaman antar pengurus, manajer, teknisi, dan karyawan dapat diidentifikasi beberapa hal penting untuk pengembangan sumber daya manusia meliputi: 1) perlunya aspek kesetiaan dan dedikasi sumber daya manusia terhadap organisasi, 2) perlunya keseimbangan dalam pemberian upah bagi karyawan perkebunan, 3) perlunya peningkatan sarana dan prasaranan perkebunan, 4) perlunya kejelasan dalam struktur kerja karyawan. Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa para peserta menilai pelatihan sangat bermanfaat dan memberikan pemahaman peserta tentang pentingnya budaya dan etos kerja dalam memotivasi dan mempengaruhi kinerja karyawan. Secara spesifik, pelatihan dinilai memberikan tambahan pengetahuan khususnya dalam pengelolaan sumber daya manusia yang sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi karyawan perkebunan secara khusus dan masyarakat Flores secara umum. Dengan mempertimbangkan dampak positif kegiatan pelatihan ini, maka kegiatan penyegaran dan pelatihan serta diskusi lebih lanjut antara tim pendampung, pengurus, manajer, teknisi, serta karyawan perkebunan perlu dilaksanakan secara berkala dengan topik-topik sesuai kebutuhan karyawan.
Entrepreneurship Mindset Training For Students of Mano Vocational School, West Manggarai, East Nusa Tenggara Lena Ellitan; Lina Anatan
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i1.6130

Abstract

The younger generation has an important role in realizing Golden Indonesia 2045, therefore creativity and innovation are needed to support changes towards progress. In other words, the younger generation needs to have an entrepreneurial mindset that is able to create its own business field. Therefore, investment in education and training is necessary in developing an entrepreneurial mindset for the younger generation. This entrepreneurial mindset training activity was conducted on Mano Vocational School students who were undergoing an internship program at one of the plantations in Liang Ndara Village, West Manggarai, East Nusa Tenggara Province. The method of implementing service is divided into three activities including presentation of material from the speakers, focus group discussions (FGD), and sharing sessions. In general, service activities are conducted as an effort to transfer knowledge from academic sources to student interns on plantations to strengthen relations between academics and the world of business. In particular, service activities are conducted to provide an understanding of the importance of entrepreneurship, increase motivation, and foster an entrepreneurial mindset among students, the majority of whom are children of local farmers. Based on the evaluation results, it can be concluded that this activity conducted well and provided significant benefits for the participants so that it was deemed necessary to conduct further activities to support the younger generation in entrepreneurship.