Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Aktualisasi Kearifan Lokal dalam Pembangunan Daerah untuk Menciptakan Integrasi Bangsa Indonesia yang Berbudi Luhur Nerson Nerson; Anang Puji Utama; Bayu Setiawan
J-STAF : Siddiq, Tabligh, Amanah, Fathonah Vol. 1 No. 2 (2022): July
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62515/staf.v1i2.54

Abstract

The purpose of this study is to find out that Indonesia is one of the nation states that has a diverse social diversity of society. As a large unitary state, Indonesia requires special attention to development issues. Regional autonomy has encouraged regional development based on the participation of regional communities and the values of local wisdom. This paper aims to describe how to actualize the values of local wisdom in regional development in order to create the integrity of a virtuous nation. This research is a qualitative research with data collection using literature review. The results of this study show that regional development is part of Indonesia's national development. In addition, theactualization of the value of local wisdom in one region with another can have similarities can also be different. Furthermore, this study shows that there is a link between local wisdom, development and aspects of security defense, especially on peace issues and conflict resolution.
Analisis Budaya Damai Suku To Balo dan Masyarakat Desa Bulo Bulo Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan Charizatul Janna Asdi Putri; Bambang Wahyudi; Anang Puji Utama; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6452

Abstract

Abstract This study aims to investigate the culture of peace between the Tobalo ethnic group and the community of Bulobulo village in South Sulawesi Province, Indonesia. Employing a qualitative approach, data were gathered through interviews, observations, and literature review. The research findings indicate that despite the Tobalo people's distinctive cultural markers, such as their prominent facial tattoos, they have deeply integrated with the surrounding community. A culture of peace is fostered through mutual respect for ethnic and cultural diversity, non-violent conflict resolution, tolerance for differences, and participation in democratic processes. The integration between the Tobalo ethnic group and the Bulobulo village community not only promotes social harmony but also strengthens the foundation for peaceful and prosperous coexistence. This underscores the importance of understanding and promoting a culture of peace as a basis for harmony among diverse communities. Keywords: Peace Culture, Desa Bulo Bulo, Tobalo Ethnic, Cultural Integration, Social Harmony   Abstrak Penelitian ini bertujuan menginvestigasi budaya damai antara Suku To Balo dan masyarakat Desa Bulo Bulo di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan telaah literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Suku To Balo memiliki ciri fisik yang unik, yaitu pola kulit yang mencolok, mereka telah mengalami integrasi yang mendalam dengan masyarakat sekitar. Budaya damai tercipta melalui penghargaan terhadap keragaman suku dan budaya, penyelesaian konflik tanpa kekerasan, toleransi terhadap perbedaan, dan partisipasi dalam demokrasi. Integrasi yang terjalin antara Suku To Balo dan masyarakat Desa Bulo Bulo tidak hanya menciptakan harmoni sosial, tetapi juga memperkuat fondasi bagi kehidupan bersama yang damai dan sejahtera. Ini menegaskan pentingnya memahami dan mempromosikan budaya damai sebagai landasan untuk harmoni antar masyarakat yang beragam. Kata Kunci: Budaya Damai, Desa Bulo Bulo, Harmoni Sosial, Integrasi Budaya, Suku To Balo
Pemerintah Daerah Kabupaten Majene Sebagai Mediator Dalam Konflik Agraria Kampus STAIN dengan Pemilik Tanah Akbar Dwi Putra; Anang Puji Utama; Puguh Santoso; Pujo Widodo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6510

Abstract

Abstrak Konflik agraria saat ini masih menjadi permasalahan utama di Indonesia, termasuk di Provinsi Sulawesi Barat yang ikut menjadi salah satu penyumbang terbanyak dalam hal konflik agraria. Penelitian ini membahas konflik agraria yang terjadi antara Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) di Kabupaten Majene dengan pemilik tanah di sekitarnya. Konflik ini muncul karena lahan yang akan digunakan untuk akses jalan umum menuju kampus STAIN diklaim oleh masyarakat sebagai hak milik mereka serta dipicu oleh ketidaksesuaian aturan dan realisasi di lapangan, tumpang tindih hak atas tanah, kelalaian Pemerintah Daerah dan indikasi penipuan dalam transaksi pembelian tanah. Pengggunaan metode deskriptif kualitatif dalam penelitian ini untuk menggambarkan situasi konflik dan peran Pemerintah Daerah Kabupaten Majene sebagai mediator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik agraria antara Kampus STAIN dan pemilik tanah semakin meningkat yang berakhir pada pemblokiran jalan utama. Aksi demonstrasi mahasiswa dilakukan untuk menuntut akses jalan yang mudah, sementara Pemerintah Daerah sebagai mediator, diharapkan dapat menemukan resolusi konflik agar tidak semakin meningkat eskalasi konfliknya. Penelitian ini juga menemukan adanya mafia tanah yang memperburuk situasi. Untuk itu, sebagai resolusi konflik, diperlukan sinergi dari berbagai pihak lintas sektor, serta pemahaman yang lebih baik dari masyarakat mengenai pengadaan dan pembebasan tanah untuk kepentingan umum. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya penerapan good governance dalam transaksi lahan dan sosialisasi yang efektif untuk mengurangi konflik agraria di masa mendatang. Kata Kunci = Konflik Agraria, Pemerintah Daerah, Kampus STAIN.
Legal Awareness and National Resilience in The Socio-Cultural Field Utama, Anang Puji
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v8i2p157-170

Abstract

The role of law as a regulator that can be a means of community control is a strategic tool in building national resilience. However, the law also requires obedience from the community as a departure from legal awareness. The norms in the law will only be norms without obedience from the community. This research is conducted using normative legal research methods, namely research by analyzing laws and regulations that apply or are applied to a particular legal problem. This paper aims to examine the relationship between law and national resilience in the socio-cultural field and examine efforts to improve national resilience through building public legal awareness in order to achieve a high level of legal obedience. The method is done through a literature study. The findings of this paper are the link between national resilience with awareness and obedience to the law needed for the smooth implementation of national development. The rule of law, as the nature of other rules, requires public obedience to obey or behave in accordance with the values in the law. This obedience requires legal awareness from the community. Legal awareness, public obedience, and national resilience in social aspects have a relationship with each other. High legal awareness will enable one to realize the level of obedience to the law that will strengthen national resilience.Kesadaran Hukum dan Ketahanan Nasional Bidang Sosial BudayaPeran hukum sebagai pengatur yang dapat menjadi alat kontrol masyarakat menjadi sarana strategis dalam membangun ketahanan nasional. Namun hukum juga menutut adanya ketaatan dari masyarakat sebagai berangkat dari kesadaran hukum. Norma yang ada di dalam hukum hanya akan menjadi norma semata tanpa adanya ketaatan dari masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode hukum normatif (normative legal research) yaitu penelitian dengan cara menganalisis peraturan perundang-undangan yang berlaku atau diterapkan pada suatu permasalahan hukum tertentu. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan hukum dengan ketahanan nasional bidang sosial budaya serta mengkaji upaya meningkatkan ketahahan nasional melalui membangun kesadaran hukum masyarakat guna mencapai tingkat ketaatan hukum yang tinggi. Metode yang dilakukan melalui studi literatur. Temuan dari tulisan ini adalah keterkaitan antara ketahanan nasional dengan kesadaran dan ketaatan pada hukum yang diperlukan bagi kelancaran pelaksanaan pembangunan nasional. Kaidah hukum sebagaimana sifat dari kaidah lainnya menuntut ketaatan masyarakat untuk mematuhi atau berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam hukum. Ketaatan ini menuntut adanya kesadaran hukum dari masyarakat. Kesadaran hukum, ketaatan masyarakat dan ketahanan nasional dalam aspek sosial mempunyai hubungan satu sama lain. Kesadaran hukum yang tinggi akan dapat mewujudkan tingkat ketaatan terhadap hukum yang akan memperkuat ketahanan nasional.
Aspek Pengaturan Keamanan Nasional dalam Kerangka Demokrasi Utama, Anang Puji
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 7 No 3 (2024)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v7i3.3234

Abstract

National security serves to realise and defend the entire territory of the Republic of Indonesia. The implementation of comprehensive national security is an integral part of various aspects of the life of the nation and state, namely ideology, politics, economy, socio-culture, defence and state security. Efforts to support national development as a state goal require the regulation and management of state security. Its current arrangements continue to face challenges with concerns that its implementation violates human rights by causing a setback to democracy. This paper explores how the regulation of national security within the framework of democracy in Indonesia. The method used is narrative qualitative research with a normative legal approach. Literature study is conducted to find the meaning of the regulation of national security aspects within the framework of democracy. The source of data is through the search for relevant literature to be analysed. The findings in this paper are that Indonesia already has four important capitals that can support the regulation of national security in law while still taking into account the principles of democracy and human rights. These are the constitutional basis in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, especially on human rights; the regulation of laws relating to management and institutions in national security; institutional arrangements where there is no institutional domination or every institution is equal; and the mainstreaming of the principles of human rights and democracy in government policy-making. Current conditions and future projections of the national security situation demand national security institutional arrangements by integrating Indonesia's deterrent forces to anticipate and deal with national security disturbances. Regulations in the form of laws allow the public to participate in the formulation of the material to be regulated in accordance with the formal requirements for the formation of laws, including transparency, participation and accountability.
Penerapan Strategi Soft Balancing Ukraina sebagai Respon atas Agresi Militer Rusia sejak 2022 Nainggolan, Yohanes; Widodo, Pujo; Soedarmono, Djayeng Tirto; Utama, Anang Puji
Sospol Vol. 10 No. 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jurnalsospol.v10i1.31968

Abstract

Tulisan ini bertujuan menguraikan respon Ukraina terhadap agresi militer Rusia sejak Februari 2022 melalui penerapan strategi soft balancing. Berbagai riset terdahulu banyak berfokus dalam menganalisa tindakan yang dilakukan oleh Rusia. Sementara itu beberapa riset lain menekankan pada penyebab konflik, atau respons internasional secara umum. Sejauh ini, hanya sedikit literatur yang secara spesifik membahas respon Ukraina, khususnya pada strategi yang diterapkan dalam menanggapi serangan militer Rusia. Oleh karena itu, dengan berfokus pada penerapan strategi soft-balancing yang dilakukan oleh Ukraina, tulisan ini berupaya mengisi kesenjangan penelitian-penelitian sebelumnya terkait konflik Rusia-Ukraina. Penelitian ini menggunakan konsep soft balancing sebagai kerangka analisis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana, dengan pengumpulan data primer maupun sekunder melalui studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam merespon serangan militer yang dilancarkan Rusia sejak Februari 2022, Ukraina menerapkan strategi soft balancing, baik yang bersifat militer maupun non-militer, yang dapat dilihat dari pengajuan bantuan persenjataan pada NATO, permintaan dukungan politik pada NATO dan negara-negara Barat, serta penerapan strategi non-kooperasi.
The Reconstruction of Law Number 7 of 2012 Concerning Social Conflict Handling in Indonesia Utama, Anang Puji
Journal La Sociale Vol. 6 No. 1 (2025): Journal La Sociale
Publisher : Borong Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journal-la-sociale.v6i1.1811

Abstract

Various social conflicts that have occurred in Indonesia have prompted the Government to pass Law Number 7 of 2012 concerning Handling Social Conflicts. Along with the development of technology, information, and communication, it has resulted in rapid social changes, including the use of social media in communication. The aim is to analyze legislative arrangements and the need to reconstruct Law Number 7 of 2012 concerning Handling Social Conflicts. To respond to growing conflicts due to technology, information, and communication, comprehensive arrangements are needed so that conflicts are easily detected and can be resolved immediately. Thus, the reconstruction meaning of Social Conflict is needed as regulated in Law Number 7 of 2012 concerning Handling Social Conflict. By reconstructing the meaning of Social Conflict, it is hoped that the meaning of Social Conflict will be realized as a result of social changes resulting from advances in technology, information, and communication.
Penguatan Eksekutabilitas Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara: Urgensi Pembentukan Peraturan Pemerintah Sebagai Peraturan Pelaksana Fahrunnisa, Fahrunnisa; Utama, Anang Puji; Setiawan, Bayu
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 9 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i9.32455

Abstract

Dalam sistem hukum Indonesia, putusan pengadilan tata usaha negara memiliki kekuatan yang mengikat dan harus dilaksanakan. Namun kenyataannya sering kali terjadi ketidakpatuhan terhadap putusan tersebut yang berpotensi mengakibatkan ketidakadilan, menghambat penegakan hukum, serta dapat menimbulkan pesimisme di masyarakat terhadap hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa implikasi hukum yang terjadi ketika suatu putusan pengadilan tata usaha negara tidak dijalankan sebagaimana seharusnya. Metode penelitian yuridis normatif digunakan dalam penelitian ini yang mengedepankan studi dan analisis terhadap norma-norma hukum yang berlaku. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa rendahnya kesadaran pejabat pemerintahan dalam melaksanakan putusan secara sukarela dan belum adanya peraturan pelaksana atas upaya paksa dalam peradilan tata usaha negara menjadi kendala utama dalam pelaksanaan eksekusi. Sehingga penulis merekomendasikan untuk agar secepatnya dibentuk Peraturan Pemerintah sebagai aturan pelaksanaan upaya paksa sebagaimana Pasal 116 ayat (7) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Peradilan Tata Usaha Negara
Hubungan Kualitas Peraturan Perundang-undangan dengan Pembangunan Karakter Bangsa dalam Kebijakan Umum Pertahanan Negara (Jakumhanneg) Utama, Anang Puji
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 12 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v5i12.6348

Abstract

Latar Belakang: Pentingnya kualitas peraturan perundang-undangan sebagai instrumen dalam mendukung pembangunan karakter bangsa dan sistem pertahanan negara, yang diatur dalam Kebijakan Umum Pertahanan Negara. Tujuan: Kajian ini akan meneliti dua pokok permasalahan yaitu bagaimana kualitas peraturan perundang-undangan di Indonesia dan bagaimana hubungan kualitas peraturan perundang-undangan dengan pembangunan karakter bangsa dalam Kebijakan Umum Pertahanan Negara. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian hukum normative. Dalam penelitian ini, studi kepustakaan dilakukan untuk menemukan makna sesuai tema tersebut. Hasil: Sistem peraturan perundang-undangan di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 dan perubahannya, yang mencakup hierarki dan jenis peraturan yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga. Meskipun banyak jenis peraturan yang ada, hal ini juga menyebabkan tumpang tindih regulasi dan obesitas regulasi, yang dapat menghambat pembangunan ekonomi dan memperburuk ego sektoral antar lembaga. Upaya perbaikan regulasi melalui kebijakan seperti revitalisasi hukum dan omnibus law diharapkan dapat mengatasi masalah ini, meningkatkan kualitas peraturan, serta menciptakan ketertiban dan stabilitas nasional yang lebih baik. Kesimpulan: Meskipun sistem peraturan perundang-undangan di Indonesia telah diatur secara rinci, masih terdapat masalah tumpang tindih dan obesitas regulasi yang dapat menghambat pembangunan serta menurunkan kesadaran hukum masyarakat.
Aspek Hukum Peran TNI Mengatasi Serangan Siber dalam Rangka Pertahanan Keamanan Nasional Qisty, Fauziah Nauri; Setiawan, Bayu; Utama, Anang Puji
Wajah Hukum Vol 9, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/wjh.v9i2.1949

Abstract

Cyberattacks are a growing and increasingly threatening form of non-traditional threat that endangers national security stability in the digital age. In this context, cybersecurity has become an integral part of the nation's defense system, making the role of the Indonesian National Army (TNI) in facing cyberattacks increasingly relevant and urgent. However, the legal aspects governing the authority of the Indonesian National Armed Forces (TNI) in the cyber domain still raise debate, particularly due to the lack of comprehensive and specific regulations. This research aims to examine and understand the legal basis governing the role of the Indonesian National Armed Forces (TNI) in addressing cyber threats, analyze the limits of its legal authority within the context of national cyber defense, and evaluate the implementation of existing policies. This research uses a normative juridical method, as well as relevant legislation (statute approach) and conceptual (conceptual approach) approaches. The research results indicate that although the role of the Indonesian National Armed Forces (TNI) is highly strategic in facing covert and high-risk cyber threats to national sovereignty, the involvement of the TNI must be based on a clear and firm legal framework, carried out through effective coordination with relevant institutions, and always uphold applicable legal principles.