Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Internalization of Social Values in the Village Clean Tradition in Javanese Communities in the Lama Village of Sei Lepan Sub-District, Langkat District Novi Kartika Sari; Eka Darliana; Deni Hartanto
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v14i2.2204

Abstract

Internalization refers to the process of instilling certain values, which takes place in three stages: transformation, transaction, and trans-internalization. In the case of the clean village tradition in the Old Village, this process occurs during the month of Syuro/Muharram. The aim of this research is to examine the transformation of social values within the clean village tradition in the Old Village Javanese community, the transaction of these values, and the internalization of these values in the community. The research uses a descriptive qualitative approach, with purposive sampling for informants. Data collection methods include interviews, observations, and documentation, while data analysis follows the approach of Miles, Huberman, and Saldana. The results of the research reveal that the transformation of social values within the community of Lama Village, Sei Lepan District, generates positive values, particularly from a religious standpoint, communicated through the clean village tradition. These teachings encourage individuals to live cautiously, avoid violating Allah's religious laws, and maintain a strong sense of faith. The transaction of social values during the clean village ritual enhances the community's faith, tolerance, understanding of almsgiving, concern for the environment, respect for elders, and ability to cleanse negative traits from the heart. The trans-internalization process has become ingrained in the daily lives of the Lama Village community, with social and religious values actively practiced. Deliberation to achieve mutual consensus and the practice of helping and cooperating in times of need remain highly valued in Lama Village, Sei Lepan District.
DAMPAK PENGGUNAAN GADGET TERHADAP BUDAYA LOKAL Lubis, Rizki Ayunda Utari; Sri Wulandari; Serina Defani Br Purba; Eka Darliana
Jurnal Berbasis Sosial Vol 6 No 2 (2025): JBS
Publisher : Prodi Pendidikan IPS STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang berlangsung sangat cepat, disertai dengan intensitas penggunaan gawai yang semakin tinggi, menjadikan kajian mengenai pengaruhnya terhadap budaya lokal sebagai isu yang semakin penting dan mendesak. Kondisi ini terutama relevan bagi masyarakat yang sedang berada dalam pusaran globalisasi dan kecenderungan homogenisasi budaya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis bagaimana penggunaan gadget memengaruhi keberlanjutan budaya lokal, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam memediasi hubungan antara teknologi digital dan praktik budaya tersebut. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis tematik dan diperkuat melalui triangulasi sumber guna memastikan validitas temuan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa penggunaan gadget cenderung menurunkan tingkat keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam aktivitas budaya tradisional. Kesimpulan penelitian menekankan urgensi penguatan literasi digital yang berlandaskan nilai-nilai budaya serta penerapan teknologi secara reflektif sebagai strategi pelestarian budaya lokal. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan dilakukannya studi lanjutan dengan pendekatan longitudinal dan komparatif guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika perubahan budaya dalam jangka panjang di era digital.
SOSIALISASI PEMANFAATAN MUSEUM SEBAGAI LABORATORIUM PEMBELAJARAN BUDAYA UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN PELESTARIAN WARISAN BUDAYA KEPADA SISWA DI KABUPATEN LANGKAT Siregar, Zulham; Kahar Mashuri; Eka Darliana; Hasibuan, Fadli Ihsan Arbas; Nasution, Unita Sukma Zuliani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelestarian warisan budaya pada siswa di Kabupaten Langkat melalui sosialisasi pemanfaatan museum sebagai laboratorium pembelajaran budaya. Museum memiliki peran strategis sebagai sumber belajar kontekstual yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai sejarah dan budaya lokal ke dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode sosialisasi, pemaparan materi edukatif, diskusi interaktif, serta pengenalan fungsi dan koleksi museum yang relevan dengan materi pembelajaran. Materi sosialisasi difokuskan pada pemahaman peran museum sebagai media pembelajaran budaya, penguatan identitas lokal, serta pentingnya pelestarian warisan budaya di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan sikap apresiatif siswa terhadap keberadaan museum dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Siswa mulai memahami museum tidak hanya sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai laboratorium pembelajaran yang mendukung pembelajaran bermakna. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan aktif siswa dalam upaya pelestarian warisan budaya serta pemanfaatan museum secara berkelanjutan dalam pembelajaran di sekolah.
SOSIALISASI PENTINGNYA PEMBATASAN DALAM PENGGUNAAN SOSIAL MEDIA PADA PELAJAR Haryati; Purba, Azrina; Anisa Noverita; Eka Darliana; Nasution, Unita Sukma Zuliani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2026): JPKM
Publisher : LPPM STKIP AL MAKSUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa penelitian yang terbaru, banyak pelajar yang termasuk dalam kategori kecanduan memakai handphone terutama penggunaan media sosial. Semakin meningkat dengan derajat kecanduan paling ringan maupun paling berat. Dengan pesatnya perkembangan teknologi dan internet saat ini telah memudahkan kita dalam melakukan interaksi atau komunikasi sesama manusia, namun perkembangan internet yang cepat tidak hanya membawa dampak positif namun juga membawa dampak negatif seperti Cyber Sex, Bullying, dan Brainwash Terrorisme. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim pengabdi yang dilaporkan dalam penelitian ini fokus pada sosialisasi pembatasan media sosial kepada pelajar. Media sosial dipilih karena resiko dan bahayanya lebih besar untuk pelajar karena sifat komunitas online tidak interaksi secara langsung dan anonim. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah partisipasi aktif. Kegiatan ini menyarankan beberapa hal untuk para siswa yaitu mendorong keterbukaan para siswa terhadap media sosial apa saja yang mereka gunakan, berhati-hati terhadap data-data pribadi ketika berada dalam media sosial.