Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Geo-Image Journal

Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Banjir di Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri: Community Preparedness in Facing Flood Disaster in Bulurejo Village, Nguntoronadi Subdistrict, Wonogiri Regency Mayiswa Fatika Sari, Mayiswa Fatika Sari; Andi Irwan Benardi, Andi Irwan Benardi; Erni Suharini, Erni Suharini; Vina Nurul Husna, Vina Nurul Husna
Geo-Image Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Special Edition - The Interwoven Landscape: Spatial, Ecological and Regional I
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v14i2.22660

Abstract

Floods are the most dominant disaster in Indonesia. Community preparedness is essential for effective planning and response to flood disasters, especially in flood-prone areas such as Bulurejo Village, Nguntoronadi District, Wonogiri Regency. The study aims to determine the level of community preparedness and the factors associated with preparedness for flood disasters in Bulurejo Village. This research uses a mixed-method approach, with the population consisting of all household heads in flood-affected neighborhoods using proportional random sampling. Data collection by observation, interviews, documentation, and questionnaires. Data analysis by descriptive percentages and Chi-Square correlation tests. The study results showed that the community preparedness level in Bulurejo Village scored an index of 72, categorized as "Less Prepared". The Chi-Square test results indicate a significant relationship (P Value < 0.05) between preparedness levels and age (0.027) as well as education level (0.028). However, no significant relationship was found between preparedness levels and length of residence (0.209), gender (0.484), and occupation (0.209). The conclusion the high risk of flood disasters requires improved community preparedness. The researchers recommend increasing public awareness, training, and continuous coordination among parties to enhance the preparedness of the Bulurejo Village community.
Analisis Kerentanan Pesisir Di Pantai Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang: Analysis of Coastal Vulnerability in Tanjung Lesung Beach, Pandeglang Regency Azzahra, Aura Syifa; Findayani, Aprillia; Tjaturahono Budi Sanjoto; Vina Nurul Husna
Geo-Image Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Special Edition - The Interwoven Landscape: Spatial, Ecological and Regional I
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v14i2.26738

Abstract

Pantai Tanjung Lesung, sebagai bagian dari KEK pariwisata di Pandeglang, mengalami tekanan lingkungan yang meningkatkan kerentanannya terhadap perubahan alam. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimanakah kondisi parameter kerentanan pesisir di Pantai Tanjung Lesung serta menganalisis bagaimanakah tingkat kerentanan pesisir di Pantai Tanjung Lesung. Penelitian ini menggunakan metode Coastal Vulnerability Index, dengan 6 parameter utama yakni geomorfologi, kemiringan, perubahan garis pantai, pasang surut, gelombang, dan kenaikan muka air laut. Analisis dilakukan pada 17 sel dengan total 34 transek menggunakan citra satelit, data sekunder, serta survei lapangan yang diolah melalui SIG dan DSAS. Hasil menunjukkan bahwa nilai CVI berkisar 14,43–39,53 dengan 70% wilayah tergolong rentan hingga sangat rentan. Akresi terjadi di area yang dilindungi struktur seperti revetment dan breakwater, abrasi tetap dominan di zona terbuka seperti tanjung, belakang breakwater, area wisata tanpa vegetasi, dan sekitar dermaga kecil. Faktor oseanografi seperti pasang surut mikro, gelombang 2,28 m, dan kenaikan muka air laut 4,4 mm/tahun turut memperburuk kondisi. Oleh karena itu, strategi zonasi kerentanan, penguatan vegetasi pantai, serta pengendalian pembangunan sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan wilayah pesisir.
Analisis Spasio-Temporal Kekeringan Lahan Sawah Dengan Metode Normalized Difference Drought Index (NDDI) Dan Hubungannya Dengan Ketersediaan Beras Di Kabupaten Grobogan Tahun 2015-2024: Spatio-temporal Analysis of Rice Field Drought with Normalized Difference Drought Index (NDDI) Method and its Relationship with Rice Availability in Grobogan Regency 2015-2024 Ghoni, Abdul; Vina Nurul Husna; Dewi Liesnoor Setyowati
Geo-Image Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Special Edition - The Interwoven Landscape: Spatial, Ecological and Regional I
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v14i2.30062

Abstract

Kabupaten Grobogan menjadi wilayah dengan tingkat kekeringan tertinggi pada tahun 2024 dengan 34 desa terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persebaran kekeringan lahan sawah di Kabupaten Grobogan periode 2015–2024, mengukur akurasi algoritma Normalized Difference Drought Index, serta menganalisis hubungannya dengan ketersediaan beras. Metode yang digunakan meliputi interpretasi citra satelit Sentinel-2A, analisis sistem informasi geografis, dan uji korelasi menggunakan 89 titik sampel. Data dikumpulkan melalui observasi dan validasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 60% lahan sawah mengalami kekeringan sedang hingga sangat berat, sedangkan sisanya berada pada kategori ringan hingga normal. Tingkat akurasi algoritma mencapai 68,12%. Analisis korelasi menunjukkan hubungan negatif antara kekeringan dan ketersediaan beras, dengan koefisien korelasi -0,576 dan nilai R² sebesar 0,331. Artinya, 33,1% variasi ketersediaan beras dipengaruhi oleh tingkat kekeringan berdasarkan hasil pemetaan spasial.
Efektivitas Edukasi Mitigasi Bencana Berbasis Augmented Reality Terhadap Kesiapsiagaan Bencana Banjir Rob pada Siswa di SD Islam Hasanuddin 04 Semarang Fajar Wahyushi Fuedsi; Cahaya Pramudita; Astria Rachmadani; Nafiatur Riwayati; Ghulamun Jaizun; Vina Nurul Husna
Geo-Image Journal Vol. 13 No. 2 (2024): Spatial - Ecological - Regional
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan rawan bencana. Di sisi lain, budaya literasi di Indonesia masih tertinggal jauh dari negara lainnya. Literasi kebencanaan yang dimiliki masyarakat masih sebatas pada informasi media cetak maupun media elektronik. Literasi bencana menjadi modal penting dalam melakukan mitigasi bencana. Literasi bencana dapat diperoleh melalui edukasi mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dari kegiatan edukasi mitigasi bencana berbasis teknologi augmented reality terhadap kesiapsiagaan bencana banjir rob pada siswa di SD Islam Hasanuddin 04 Semarang. Dalam mengumpulkan data digunakan desain pretest dan posttest. Terdapat 30 siswa sebagai variabel dalam menguji efektivitas kegiatan edukasi mitigasi bencana berbasis augmented reality. Dalam menganalisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam kesiapsiagaan bencana pada siswa. Edukasi berbasis augmented reality terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa terhadap bencana banjir rob. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penerapan teknologi augmented reality  secara luas dalam program edukasi mitigasi bencana di sekolah-sekolah.