Claim Missing Document
Check
Articles

Makrozoobentos as a Bioindicator of Water Quality in Pengujan Village, Bintan Regency: Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Desa Pengujan Kabupaten Bintan Fadilla, Rizkia Nurul; Melani, Winny Retna; Apriadi, Tri
Habitus Aquatica Vol 2 No 2 (2021): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.2.1.83

Abstract

Makrozoobentos adalah salah satu indikator biologi yang dapat dijadikan acuan dalam penilaian kualitas lingkungan di berbagai ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan di Desa Pengujan berdasarkan indikator biologis makrozoobentos. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Februari 2021 yang berlokasi di Desa Pengujan Kabupaten Bintan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling terdiri dari 5 stasiun pengamatan. Pengambilan sampel makrozoobentos menggunakan transek kuadran berukuran 1×1 m2. Parameter yang diamati meliputi kualitas perairan (parameter fisika dan kimia), serta jenis dan kepadatan makrozoobentos. Parameter fisika dan kimia perairan dibandingkan nilai Baku Mutu berdasarkan PP RI No. 22 Tahun 2021, sedangkan analisis AMBI (A Marine Biotic Index) digunakan untuk mengetahui kualitas perairan berdasarkan keberadaan makrozoobenthos. Hasil pengukuran parameter perairan masih berada pada ambang batas baku mutu PP RI No 22 Tahun 2021 kecuali untuk parameter nitrat dan fosfat yang tidak memenuhi baku mutu di setiap stasiunnya. Kepadatan makrozoobentos tertinggi yaitu pada stasiun 3 yang berada pada kawasan dermaga, sedangkan kepadatan terendah yaitu pada stasiun 5 yang berada pada kawasan penangkapan siput gonggong. Kualitas perairan berdasarkan makrozoobentos sebagai bioindikator perairan dengan indeks AMBI semua stasiun termasuk dalam kategori sedikit tercemar.
Makrozoobentos sebagai bioindikator kualitas perairan Pulau Penyengat, Kepulauan Riau Y Rosdatina; Tri Apriadi; W R Melani
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.3.2.309-317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, berdasarkan keberadaan makrozoobentos. Penentuan stasiun penelitian menggunakan metode purposive sampling, yang terdiri dari 5 stasiun yaitu: daerah pelabuhan, pemukiman penduduk, reklamasi, ekosistem mangrove dan tempat pembuangan sampah sementara. Pengukuran parameter fisika dan kimia perairan serta pengambilan sampel makrozoobentos dilakukan sebanyak 3 kali ulangan pada setiap stasiun. Analisis kualitas perairan berdasarkan makrozoobentos menggunakan indeks AMBI (A Marine Biotic Index). Hasil penelitian menggambarkan bahwa parameter fisika dan kimia perairan Pulau Penyengat masih memenuhi baku mutu. Makrozoobentos yang dijumpai sebanyak 14 spesies terdiri dari 6 kelas. Indeks keanekaragaman pada setiap stasiun tergolong rendah, indeks keseragaman tergolong sedang-tinggi, sedangkan indeks dominansi tergolong rendah. Berdasarkan indeks AMBI, perairan Pulau Penyengat tergolong tidak tercemar.
The presence of harmful algae in the coastal waters of Bintan Island, Riau Islands Apriadi, Tri; Melani, Winny Retna; Zulfikar, Andi; Sabriyati, Deni; Muzammil, Wahyu; Pasisingi, Nuralim
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 13, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.1.34135

Abstract

Environmental mitigation measures are being undertaken as a proactive approach to prevent the adverse consequences associated with Harmful Algal Blooms (HABs). Presently, there is a lack of comprehensive information regarding the occurrence of HABs in the waters surrounding Bintan Island, and routine monitoring to assess the potential for eutrophication is absent. This research should begin by gathering information about potential sources that contribute to the emergence of HABs, the specific types of algae with the capacity to trigger HABs The primary objective of this study is to identify the harmful algae species present in the coastal waters of Bintan Island. The research was conducted in August 2023, with the sampling process taking place at four specific locations within the coastal waters of Bintan Island. These sampling stations were selected deliberately to capture the varying activities predominant in each respective area. The microalgae found consisted of four groups, namely Bacillariophyta, Cyanophyta, Dinophyta, and Chlorophyta. Bacillariophyta is a group of microalgae with the highest abundance proportion at all observation stations. Harmfull Algae found in the coastal waters of Bintan Island generally come from the Dinophyta group of the types Ceratium sp., Peridinium sp., Prorocentrum sp., and Dinophysis sp. Harmful microalgae from the Dinophyta group were found at all research stations, with the highest proportion of abundance at Station 2 (6%) and the lowest at Station 3 (1%). The difference in these findings is thought to be due to the dynamics of the hydrosanographic parameters of the waters, especially nutrient concentrations.Keywords:BintanCeratiumDinophytaHarmfulMicroalgae
The presence of harmful algae in the coastal waters of Bintan Island, Riau Islands Apriadi, Tri; Melani, Winny Retna; Zulfikar, Andi; Sabriyati, Deni; Muzammil, Wahyu; Pasisingi, Nuralim
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 13, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.1.34135

Abstract

Environmental mitigation measures are being undertaken as a proactive approach to prevent the adverse consequences associated with Harmful Algal Blooms (HABs). Presently, there is a lack of comprehensive information regarding the occurrence of HABs in the waters surrounding Bintan Island, and routine monitoring to assess the potential for eutrophication is absent. This research should begin by gathering information about potential sources that contribute to the emergence of HABs, the specific types of algae with the capacity to trigger HABs The primary objective of this study is to identify the harmful algae species present in the coastal waters of Bintan Island. The research was conducted in August 2023, with the sampling process taking place at four specific locations within the coastal waters of Bintan Island. These sampling stations were selected deliberately to capture the varying activities predominant in each respective area. The microalgae found consisted of four groups, namely Bacillariophyta, Cyanophyta, Dinophyta, and Chlorophyta. Bacillariophyta is a group of microalgae with the highest abundance proportion at all observation stations. Harmfull Algae found in the coastal waters of Bintan Island generally come from the Dinophyta group of the types Ceratium sp., Peridinium sp., Prorocentrum sp., and Dinophysis sp. Harmful microalgae from the Dinophyta group were found at all research stations, with the highest proportion of abundance at Station 2 (6%) and the lowest at Station 3 (1%). The difference in these findings is thought to be due to the dynamics of the hydrosanographic parameters of the waters, especially nutrient concentrations.Keywords:BintanCeratiumDinophytaHarmfulMicroalgae
Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Desa Busung Kabupaten Bintan Muhammad, Fachry; Melani, Winny Retna; Apriadi, Tri
Akuatiklestari Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i2.5253

Abstract

Perairan Desa Busung merupakan muara yang memiliki berbagai jenis biota salah satunya yakni makrozoobentos. Makrozoobentos yang hidup di Perairan Desa Busung memiliki karakteristik yang berbeda berdasarkan aktivitas yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencemaran bahan organik berdasarkan kondisi makrozoobentos melalui indeks AMBI (A Marine Biotic Index). Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2022, dengan melihat perbedaan stasiun secara purposive yakni berdasarkan perbedaan aktivitas. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan transek garis dan menggunakan plot ukuran 1x1 m2. Pada setiap plot dilakukan penggalian sedalam 30 cm dan kemudian diidentifikasi jenis dan jumlah makrozoobentosnya, serta diambil sampel substratnya.  Dari hasil penelitian dijumpai sebanyak 12 spesies makrozoobentos yakni; Harpiosquilla sp., Alpheus sp., Macrophtalmus sp., Scylla sp., Uca sp., Anadara sp., Cerithium sp., Nerita sp., Polymesoda sp., Rhinoclavis sp., Corbicula sp., dan Gafrariun sp. Nilai kelimpahan makrozoobentos pada stasiun I mencapai 27,7 ind/m2, sedangkan pada stasiun II yakni sebesar 25,3 ind/m2, dan pada stasiun II sebesar 37,7 ind/m2. Nilai indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi di stasiun I lebih stabil dengan jumlah masing-masig individunya tergolong merata, sedangkan di stasiun II dan III sudah terjadi indikasi adanya dominansi jenis tertentu. Indeks AMBI pada stasiun I sebesar 2,06 pada stasiun II sebesar 2,44 dan pada stasiun III sebesar 2,5. Dari nilai indeks AMBI di semua stasiun menunjukkan terjadinya pencemaran bahan organik dengan skala kecil.
Plankton Abundance in Senggarang Waters as Blue Swimming Crab Catchment Area, Tanjungpinang City, Riau Islands Muzammil, Wahyu; Rahmah, Nurhidayah; Apriadi, Tri; Melani, Winny Retna; Zulfikar, Andi
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 31 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.31.1.127

Abstract

Senggarang waters are a traditional fishing spot for small-scale blue swimming crab (BSC) fishermen in Tanjungpinang City. The fishermen have their own BSC catchment areas to capture this product, which is the primary aim. Plankton, an aquatic microbe that lives floating in the water column and can't move or only move slightly to follow the current, has a high ecological significance as a source of food for fisheries biota. The purpose of this study was to monitor the existence of plankton by determining plankton abundance, diversity index, uniformity index, and plankton dominance index in crab fishermen's traditional fishing grounds in Senggarang seas. This is a quantitative study; planktons were sampled at 10.00−13.00 using the horizontal static method with a plankton net, placed in a sample bottle, and given 10% Lugol, before being identified at the Marine Biology Laboratory, Faculty of Marine Sciences and Fisheries, Raja Ali Haji Maritime University. Samples were collected for five weeks at five locations designated by purposive sampling in the same location as the BSC fishermen who set their traps (bubu). The results revealed 41 genera of planktons classified as Cyanophyceae, Bacillariophyceae, Branchiopoda, Chlorophyceae, Dinophyceae, Sarcodina, Copepods, and Tintinnidae. The largest plankton abundance occurs in the fourth week of Station 5, with 15961 ind.L−1. The plankton diversity index was low, and the uniformity index was inversely proportional to dominance. Keywords: blue swimming crab catchment areas, plankton abundance, Senggarang Waters, Tanjungpinang City
Estimation of Phosphorus Storage in Seagrass in the Coastal Waters of Eastern and Northen Bintan Island Luthvi Nurwulandari; Apriadi, Tri; Zulfikar, Andi
Journal of Marine and Coastal Science Vol. 14 No. 3 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmcs.v14i3.72783

Abstract

The eastern and northern coastal waters of Bintan Island are seagrass conservation areas with high biodiversity and coverage. Seagrass is known to play an essential role in the carbon cycle and has the potential to store phosphorus, but limited information is available regarding its phosphorus reserves. This study aims to estimate phosphorus (P) storage in seagrass and analyze the relationship between seagrass ecological parameters and phosphorus content. A field survey and hierarchical sampling technique were conducted at six locations, with samples of seagrass, substrate, and water analyzed in laboratory. Results showed the highest seagrass density in Pengudang (816 shoots/m²) and the lowest in Berakit 2 (107 shoots/m²); the highest coverage in Teluk Bakau 1 (83.5%) and the lowest in Teluk Bakau 2 (43.1%); and the highest biomass in Pengudang (138.55 gr/m²) and the lowest in Berakit 2 (19.39 gr/m²). The highest phosphorus storage was recorded in Berakit 2 (0.321%) and the lowest in Teluk Bakau 2 (0.258%). A positive correlation was observed between coverage and phosphorus content, indicating that increased seagrass coverage potentially enhances phosphorus storage capacity. These findings offer new insights into the role of seagrass in the phosphorus cycle and its implications for sustainable coastal ecosystem management.
Laju Pertumbuhan Karang Acropora pulchra (Brook, 1891) yang Ditransplantasi dengan Substrat Berbeda di Perairan Bintan Samsudin, Samsudin; Kurniawan, Dedy; Apriadi, Tri
Akuatiklestari Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i1.7566

Abstract

Desa Teluk Bakau merupakan daerah dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai nelayan. Di Desa Teluk Bakau juga terdapat beberapa lokasi pariwisata. Kondisi tersebut menjadikan Desa Teluk Bakau merupakan jalur lalu lintas kapal nelayan, penangkapan ikan, dan kegiatan pariwisata yang dapat memengaruhi kondisi alami terumbu karang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan, dan tingkat kelangsungan hidup karang Acropora pulchra yang ditransplantasi dengan substrat berbeda di Perairan Bintan, Kepulauan Riau. Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai bulan Desember 2023 di Perairan Desa Teluk Bakau, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Media transplantasi karang menggunakan substrat karang mati, substrat semen, dan substrat botol kaca. Setiap substrat terdiri dari 5 sampel karang sebagai ulangan. Pengamatan karang dilakukan setiap 7 hari sekali, dengan memonitoring pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup, serta pembersihan pada media dan sampel karang. Berdasarkan hasil penelitian selama tiga bulan pengamatan didapatkan rata-rata pertumbuhan mutlak karang dengan media substrat karang mati sebesar 1,90 cm, media substrat semen sebesar 1,68 cm, dan media substrat botol kaca sebesar 1,63 cm. Laju pertumbuhan karang menggunakan media substrat karang mati sebesar 0,63 cm/bulan, media substrat semen sebesar 0,56 cm/bulan, dan media substrat botol kaca sebesar 0,54 cm/bulan. Tingkat kelangsungan hidup karang dengan media substrat karang mati sebesar 100%, media substrat semen dan media substrat botol kaca sebesar 80%.
Growth and biomass of Vallisneria giganteas leaf in Senggarang River flow, Tanjungpinang City, Riau Islands Nengsih, Listia; Apriadi, Tri; Muzammil, Wahyu
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 8: No. 3 (December, 2021)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v8i3.3671

Abstract

The objective of this study were to determine the density, the growth rate, and growth of biomass of Vallisneria gigantea. This research was conducted on May-June 2020 in a river in Senggarang, Tanjungpinang City. This research was used random sampling method of 30 points using transect quadrant (50x50 cm). The results showed that V. gigantea had a density value of 148.80 ind/m2. The growth rate of V. gigantea was 0.06 cm/day and biomass growth were 21.71 gr/m2. Light intencity was the principle component of V. giganteas leaf growth rate while  pH, velocity, and temperatur were principle component for growth biomass leaf.Keywords: Density; Giant Vallisneria; Growth; Macrophyte; Productivity
STRUKTUR KOMUNITAS PERIFITON SEBAGAI PENENTU KUALITAS AIR DI PERAIRAN HUTAN MANGROVE KAMPUNG BULANG Abiyya, Nida’ Farah; Apriadi, Tri; Azizah, Diana
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 08 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i08.658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas perifiton dan mengetahui status kualitas air berdasarkan struktur komunitas perifiton yang terdapat pada perairan hutan mangrove Kampung Bulang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – April 2023. Lokasi pengambilan sampel ditentukan dengan cara purposive sampling. Jumlah titik sampling sebanyak 15 titik yang setiap titk sampling didasari oleh zonasi mangrove yang berdekatan dengan laut serta oleh pasang surut air laut dan intesitas cahaya yang masih memungkinkan untuk pengambilan sampel. Pengambilan sampel diambil dari akar mangrove Rhizopora sp, yang setiap titik diambil 1 sampel dengan interval waktu 2 minggu. Sampel perfiton di akar mangrove diambil dengan cara dikerik menggunakan transek kerikan seluas 2x2 cm. Pada penelitian ini jenis perifiton yang dijumpai yaitu ada 6 kelas dengan jumlah 13 genera. Kelas yang memiliki genus terbanyak yaitu: Bacillariophyceae (8 genera). Nilai kelimpahan perifiton mulai dari 2,739 – 763 ind/cm² dengan nilai kelimpahan tertinggi pada minggu ke 1 kemudian minggu ke 2 dan minggu ke 3. Penurunan kelimpahan pada setiap minggunya disebabkan karena terjadi pengkikisan terhadap substrat pada akar. Nilai keanekaragaman perifiton berkisar 1,52 – 1, 95 dengan nilai keanekaragaman tertinggi mulai minggu ke 1 dan minggu ke 2, terrendah minggu ke 3, dengan kategori rendah. Tingkat kesuburan pada perairan hutan mangrove Kampung Bulang termasuk kategori ß/?-mesosaprobik yang artinya tingkat pencemaran zat organik dan anorganik sedang.
Co-Authors Abiyya, Nida’ Farah Aditya Hikmat Nugraha Adrian Damora Agung Dhamar Syakti Ahmad Fauzan Akbar, R. M. Rachmad Rizal Aknes Safitri Aliati Iswantari Alsha, Syahbana Adavani Amelia, Karla Ani Suryanti Ardiansyah, Zulfi Arpas, Heru Diwan Ashari, Irvan Hasan Ayu, Inna Puspa Billa, Nur Salsa Cris Kuntadi Dedy Kurniawan Dhanar Syahrizal Akhmad Diana Azizah Dwi Yuni Wulandari Dwita, Dwita Efrina Yanti Fadhil Dwi Prakoso Fadhliyah Idris Fadilla, Rizkia Nurul Febrianti Lestari Fendi Pradana Fitri, Nurul Fitria Ulfah Ginanjar Pratama Ginting, Rio Junaydi Haryoko, Ilham Hasniar, Raja Hertyastuti, Putri Restu Hetty Sari Marlina Silitonga Hidayani, Siti Husna Anisa Irvan Hasan Ashari Irvan Hasan Ashari Ismail jumiah, jumiah Kurnia Dwi Handayani Kurniadi, Zefri Khalik Kurnianto, Alief Listia Ningsih Luthvi Nurwulandari M, Niken T Majariana Krisanti Marcelino, Nico Mario Putra Suhana Maulidina, Azzahra Mita Hasteti Muhammad, Fachry Mulyadi Mulyadi Mustaromin, Endang Nengsih, Listia Nida’ Farah Abiyya Niken T.M. Pratiwi Niken TM Pratiwi Niken Tunjung Murti Pratiwi Normalasari Normalasari, Normalasari Novi Fatmayanti Novita MZ Novrianto Gunawan Nugraha, Tito Aria Nuralim Pasisingi Nurhidayah Rahmah Nurwulandari, Luthvi Ompsunggu, Putri Juniaty Br Panjaitan, Andreas Bona Christian Pratiwi, Wahyuning Purwoko, Agus R Luki Karunia R. M. Rachmad Rizal Akbar Rahmah, Nurhidayah Ramdhani, Nida Mardhiyah Rani Fitmadiniyah Reza Ilham Rika Kurniawan Rima Aryani Rio Junaydi Ginting Risandi Dwirama Putra Rizki Aulia Ansari Rudiansyah Rudiansyah Rusmiati Rusmiati Sabriyati, Deni Salahuddin Salahuddin Samsudin Samsudin Sigid Hariyadi Sulasteri Sulasteri Sunartri Agung Susiana Syafriani, Ria Tina Sitorus W R Melani Wahyu Muzammil Widia Kartika Di Sari Putri Winny Retna Melani Y Rosdatina Yoga Oktaliandi Saputra Yulianti, Ismi Dwi Yuri Indriyani Zulfikar, Andi