Claim Missing Document
Check
Articles

Sebaran Spasial Konsentrasi Klorofil di Perairan Pesisir Utara Kota Tanjungpinang Alief Kurnianto; Winny Retna Melani; Tri Apriadi; Ahmad Zahid
Journal of Marine Research Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i3.52576

Abstract

Perairan pesisir utara Kota Tanjungpinang terletak di wilayah pertemuan Kota Tanjungpinang dengan Kabupaten Bintan, meliputi Sebauk, Kampung Madong, Sei Nyirih, dan Air Raja. Konsentrasi klorofil merupakan indikator penting dalam menilai produktivitas primer perairan dan pengelolaan sumber daya laut. Aktivitas antropogenik seperti restoran, lalu lintas kapal nelayan, budidaya ikan keramba jaring apung, dan permukiman dapat memengaruhi kualitas perairan, yang berdampak pada konsentrasi klorofil. Penelitian ini bertujuan sebagai langkah awal pengelolaan sumber daya laut secara terpadu dan berkelanjutan, dengan pengumpulan data pada Juli 2024 dan Januari 2025 melalui metode survei. Data primer mencakup parameter fisika-kimia seperti suhu, kecerahan, arus, DO, pH, salinitas, nitrat, dan fosfat. Data biologis berupa klorofil diambil dari ke dalaman eufotik menggunakan van dorn water sampler. Penentuan 30 titik sampling dilakukan secara Systematic Random Sampling menggunakan QGIS 3.28.0. Pembuatan peta sebaran klorofil menggunakan software Qgis 3.28.0 menggunakan Inverse Distance Weighted (IDW). Konsentrasi klorofil di Perairan Pesisir Utara Kota Tanjungpinang bulan Juli 2024 klorofil-a sebesar 4,81 mg/m3, klorofil-b sebesar 4,76 mg/m3 dan klorofil-c sebesar 3,41 mg/m3. Sedangkan pada bulan Januari 2025 klorofil-a sebesar 7,30 mg/m3, klorofil-b sebesar 7,06 mg/m3 dan klorofil-c sebesar 6,67 mg/m3. Sebaran spasial klorofil pada daerah pesisir utara Kota Tanjungpinang pada bulan Juli 2024 dan Januari 2025 terdistribusi tinggi di kawasan perairan Kampung Madong dan Sei Nyirih. Sedangkan perairan terluar atau arah perairan laut merupakan wilayah yang terdistribusi rendah.
Sebaran Spasial Fitoplankton Dan Hubungannya Dengan Parameter Lingkungan Perairan Pesisir Utara Kota Tanjungpinang Aji Purnama; Tri Apriadi; Andi Zulfikar; Ahmad Zahid
Jurnal Kelautan Vol 19, No 2: Agustus (2026)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v19i2.31065

Abstract

ABSTRAKPerairan pesisir utara Kota Tanjungpinang berupa estuari yang meliputi daerah Sebauk, Kampung Madong, Sei Nyirih, dan Air Raja. Keberadaan fitoplankton di perairan estuari dapat menjadi gambaran produktivitas primer yang dapat menunjang produksi perikanan. Riset yang dilakukan pada Juli 2024 dan Januari 2025 ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan sebaran spasial fitoplankton serta hubungan parameter lingkungan terhadap kelimpahan fitoplankton di perairan pesisir utara Kota Tanjungpinang. Pengambilan sampel fitoplankton dan air untuk analisis nutrien serta pengukuran beberapa parameter lingkungan dilakukan di 30 titik sampling yang ditentukan secara acak sistematis. Kelimpahan fitoplankton pada Januari 2005 lebih tinggi dari Juli 2024. Sebaran spasial fitoplankton pada bulan Juli 2024 dan Januari 2025 menunjukkan pola yang serupa yaitu kelimpahan tinggi di area tengah perairan (Kampung Madong dan Sei Nyirih), dan kelimpahan yang rendah bagian timur (Air Raja) dan barat (Sebauk). Hal ini juga sejalan dengan sebaran spasial konsentrasi nutrien nitrat dan fosfat. Konsentrasi nitrat dan fosfat menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan kelimpahan fitoplankton pada kedua periode pengamatan. Temuan ini menyoroti peran penting ketersediaan nutrien dalam mengatur dinamika fitoplankton di wilayah studi.Kata kunci : Chaetoceros, fitoplankton, fosfat, nitrat, sebaran spasialABSTRACTThe northern coastal waters of Tanjungpinang City comprise estuarine ecosystems encompassing Sebauk, Kampung Madong, Sei Nyirih, and Air Raja. Phytoplankton communities in estuarine waters are widely recognized as indicators of primary productivity and play a crucial role in supporting fisheries resources. This study was conducted in July 2024 and January 2025 to assess phytoplankton abundance, evaluate the relationships between environmental parameters and phytoplankton abundance, and examine the spatial distribution of phytoplankton in the northern coastal waters of Tanjungpinang. Phytoplankton and water samples for nutrient analyses, together with in situ measurements of environmental parameters, were collected from 30 sampling stations established using a systematic random sampling approach. Phytoplankton abundance was higher in January 2025 than in July 2024. Spatial analysis revealed a consistent distribution pattern during both sampling periods, with the highest phytoplankton abundance occurring in the central waters (Kampung Madong and Sei Nyirih) and lower abundance in the eastern (Air Raja) and western (Sebauk) areas. This spatial pattern corresponded closely with the distribution of nitrate and phosphate concentrations. Furthermore, nitrate and phosphate concentrations were positively and significantly correlated with phytoplankton abundance during both observation periods, highlighting the important role of nutrient availability in regulating phytoplankton dynamics in the study area.Keywords : Chaetoceros, nitrate, phosphate, phytoplankton, spatial distribution
SOSIALISASI LITERASI EKOSISTEM PESISIR PADA SMA/SMK DI KOTA TANJUNGPINANG, KEPULAUAN RIAU Karla Amelia; Tri Apriadi; Nida Mardhiyah Ramdhani; Dhanar Syahrizal Akhmad; Tito Aria Nugraha
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 7 No 1 (2024): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v7i1.7316

Abstract

Wilayah pesisir dan laut Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati, mencakup ekosistem seperti mangrove, padang lamun, dan terumbu karang, yang memiliki peran penting dalam mendukung ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Di Provinsi Kepulauan Riau, wilayah laut yang mencapai 96% dari total wilayahnya menyimpan keanekaragaman laut yang tinggi. Ekosistem pesisir memiliki peranan yang sangat penting bagi manusia. Namun, kegiatan manusia banyak yang menyebabkan kerusakan ekosistem. Sosialisasi ekosistem pesisir di sekolah sebagai upaya untuk dapat membantu meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya pengetahuan tentang ekosistem pesisir dan memotivasi mereka untuk terlibat dalam pengelolaan ekosistem secara berkelanjutan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA/SMK tentang konsep dasar ekosistem pesisir, ancaman yang dihadapi dan langkah-langkah untuk menjaga keberlanjutannya melalui sosialisasi berupa presentasi melalui paparan materi dan diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan jawaban benar siswa berdasarkan pre-test dan post-test. Hasil perbandingan pre-test dan post-test menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jawaban benar yang dijawab oleh siswa-siswi SMAN 6 Tanjungpinang, SMKN 5 Tanjungpinang, dan SMA Islam de Green Camp. Pentingnya hasil pengabdian ini terletak pada peningkatan literasi dan pemahaman ekosistem pesisir bagi siswa SMA/SMK, yang dapat menjadi model sosialisasi berulang ke sekolah-sekolah lain.
Co-Authors Abiyya, Nida’ Farah Aditya Hikmat Nugraha Adrian Damora Agung Dhamar Syakti Ahmad Fauzan Ahmad Zahid Ahmad Zahid Aji Purnama Akbar, R. M. Rachmad Rizal Aknes Safitri Al Haddad, Fatmah Aliati Iswantari Alief Kurnianto Alsha, Syahbana Adavani Amelia, Karla Andi Zulfikar Ani Suryanti Ardiansyah, Zulfi Arpas, Heru Diwan Ashari, Irvan Hasan Ayu, Inna Puspa Billa, Nur Salsa Cris Kuntadi Dedy Kurniawan Dhamanda, Fariz Dhanar Syahrizal Akhmad Diana Azizah Dwi Yuni Wulandari Dwita, Dwita Efrina Yanti Fadhil Dwi Prakoso Fadhliyah Idris Febrianti Lestari Fendi Pradana Fitri, Nurul Fitria Ulfah Ginanjar Pratama Ginting, Rio Junaydi Haryoko, Ilham Hasniar, Raja Hertyastuti, Putri Restu Hetty Sari Marlina Silitonga Hidayani, Siti Husna Anisa Indriyani, Yuri Irvan Hasan Ashari Irvan Hasan Ashari Ismail jumiah, jumiah Karla Amelia Kurnia Dwi Handayani Kurniadi, Zefri Khalik Kurnianto, Alief Listia Ningsih Luthvi Nurwulandari M, Niken T Majariana Krisanti Marcelino, Nico Mario Putra Suhana Maulidina, Azzahra Mita Hasteti Muhammad, Fachry Mulyadi Mulyadi Mustaromin, Endang Nengsih, Listia Nida Mardhiyah Ramdhani Nida’ Farah Abiyya Niken T.M. Pratiwi Niken TM Pratiwi Niken Tunjung Murti Pratiwi Normalasari Normalasari, Normalasari Novi Fatmayanti Novita MZ Novrianto Gunawan Nugraha, Tito Aria Nuralim Pasisingi Nurhidayah Rahmah Nurwulandari, Luthvi Ompsunggu, Putri Juniaty Br Panjaitan, Andreas Bona Christian Pratiwi, Wahyuning Purnama, Aji Purwoko, Agus R Luki Karunia R. M. Rachmad Rizal Akbar Rani Fitmadiniyah Reza Ilham Rika Kurniawan Rima Aryani Rio Junaydi Ginting Risandi Dwirama Putra Rizki Aulia Ansari Rizkia Nurul Fadilla Rudiansyah Rudiansyah Rusmiati Rusmiati Sabriyati, Deni Salahuddin Salahuddin Samsudin Samsudin Sigid Hariyadi Sulasteri Sulasteri Sunartri Agung Susiana Susiana Susiana Syafriani, Ria Tina Sitorus Tito Aria Nugraha W R Melani Wahyu Muzammil Widia Kartika Di Sari Putri Winny Retna Melani Y Rosdatina Yoga Oktaliandi Saputra Yulianti, Ismi Dwi Yunita Magrima Anzani Zulfikar, Andi