Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penerimaan Sistem Informasi Dapodik Menggunakan Metode Webqual dan EUCS Zakinah, Annisa Gatri; Prasetiyanto, Ari Eka; Khairani, Fatihatul; Wijaya, Adrianto Mahendra; Ariatmanto, Dhani
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i1.901

Abstract

Aspek pendidikan merupakan salah satu yang terdampak perkembangan teknologi, contohnya sistem informasi di mana merupakan media yang sangat penting dalam penyampaian informasi dari satuan Pendidikan. Salah satu aplikasi yang digunakan untuk komunikasi antara pemerintah pusat dengan tiap satuan Pendidikan adalah Aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Selama penggunaan Aplikasi Dapodik di kalangan operator sekolah masih terdapat beberapa keluhan. Penelitian ini mencoba melakukan analisis terhadap penerimaan Aplikasi Dapodik yang ditinjau dari segi kualitas sistem dan kepuasan pengguna dengan pendekatan WebQual 4.0 dan EUCS. Hasil analisis menunjukkan nilai gap tertinggi pada aspek usability quality sebesar -1,94 artinya kualitas sistem pada aspek penggunaan masih belum maksimal sesuai harapan sedangkan tingkat kepuasan pengguna pada sistem berada di level puas untuk semua aspek. Berdasarkan hasil analisis, diharapkan dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan dari Aplikasi Dapodik sehingga bisa berfokus pada kelemahan dan mempertahankan kelebihanya.
Performance Improvement of CNN Algorithm with Data Augmentation for Tobacco Leaf Disease Classification Agung Nurhidayatullah, Rizqy; Ema Utami; Dhani Ariatmanto
Jurnal Teknika Vol 18 No 1 (2026): MARET
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v18i1.1639

Abstract

Pengolahan citra digital daun tembakau merupakan pendekatan penting dalam deteksi dini dan akurat penyakit tanaman, khususnya untuk komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi. Penelitian ini mengusulkan pendekatan augmentasi data multi-strategi untuk meningkatkan akurasi klasifikasi penyakit daun tembakau menggunakan Convolutional Neural Networks (CNN). Tiga teknik augmentasi diterapkan: augmentasi tradisional, augmentasi sampel campuran, dan augmentasi berbasis model pada tiga arsitektur CNN (MobileNetV2, EfficientNetB0, dan VGG16). Dataset terdiri dari 400 citra daun tembakau dengan lima kelas penyakit yang dikumpulkan dari Kabupaten Wonosobo. Eksperimen dilakukan dengan dua skenario pembagian data: 70:30 dan 80:20. Hasil menunjukkan bahwa penerapan augmentasi multi-strategi berhasil meningkatkan akurasi klasifikasi hingga 81,25% pada MobileNetV2 dengan rasio 80:20, yang mewakili peningkatan 20% dibandingkan dengan model tanpa augmentasi. Selain itu, teknik augmentasi secara efektif mengurangi overfitting dengan menurunkan selisih antara akurasi pelatihan dan validasi dari 0,5-0,7 menjadi 0,1-0,2.
ANALYSIS OF DIGITAL IMAGE RECOGNITION OF INDONESIAN SIGN LANGUAGE USING THE DEEP LEARNING CNN ARCHITECTURE VGG19 METHOD Prayoga, Dimas; Utami, Ema; Ariatmanto, Dhani
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i3.7353

Abstract

This study examines the application of the CNN method with the VGG19 architecture for digital image analysis in recognizing Indonesian sign language. The data used in this study is the BISINDO data set type, with 8,814 samples divided into 26 alphabetical categories. Implementing sign language recognition using the VGG19 architecture produces good accuracy results, reaching 93.24% with epoch 25 (without hyper-parameters tuning).These results confirm the model's extraordinary ability in image recognition and performing precise analysis. However, the results of this study can be improved again by performing Hyper parameters tuning on the architecture used, namely VGG19, by changing certain variables that affect increasing accuracy. Other aspects can be improved to achieve optimal performance, considering the excellent results. By integrating modern hyper-parameter tuning approaches and incorporating a variety of additional data, the model generalization is expected to be improved, leading to higher accuracy in many real-world settings
Evaluasi Strategis Keberlanjutan Aplikasi Layanan Publik Berbasis Cobit 2019 dengan Pendekatan MCDM-SAHP pada Pemerintah Daerah Purnama, Sigit; Dhani Ariatmanto
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 13 No 4: Agustus 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.134

Abstract

Transformasi digital dalam pemerintahan daerah menuntut keberlanjutan aplikasi layanan publik yang andal, adaptif, dan terdokumentasi. Dalam konteks Pemerintah Provinsi Banten, tantangan tersebut terlihat pada keberadaan lebih dari 450 aplikasi digital yang dikembangkan secara mandiri oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sedangkan hanya 95 aplikasi tercatat sebagai aset digital yang mampu dipertahankan dan dikelola aktif. Penelitian ini mengevaluasi sustainabilitas aplikasi layanan publik pemerintah daerah pada konteks empiris Pemerintah Provinsi Banten menggunakan kerangka COBIT 2019, sedangkan prioritas perbaikan ditentukan melalui Multi-Criteria Decision Making-Simplified Analytic Hierarchy Process (MCDM-SAHP). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, pemilihan subdomain dilakukan melalui penilaian multi-kriteria oleh pemangku kepentingan lintas-OPD, pengumpulan data melalui triangulasi (wawancara, observasi, telaah dokumen), dan penyusunan indeks sustainabilitas berbobot. Hasil menunjukkan lima subdomain prioritas APO01, APO07, BAI02, BAI08, dan DSS02, dengan mayoritas proses berada pada Level 1-2, mencerminkan implementasi yang belum konsisten dan belum terlembaga. Uji sensitivitas menunjukkan komposisi lima subdomain prioritas teratas tetap stabil pada variasi skor -5% hingga -10%. Gap analysis berbasis kondisi aktual-target dan Enterprise Goals-Alignment Goals (EG-AG) menegaskan ketiadaan helpdesk terpusat dengan SLA dan jalur eskalasi, belum optimalnya knowledge management, serta ketergantungan pada pihak eksternal. Rekomendasi diarahkan pada penguatan komitmen pimpinan, tata kelola TI, SDM TI, serta pengembangan helpdesk dan knowledge repository. Penelitian ini menyumbang kerangka praktis yang menjembatani pengukuran kapabilitas COBIT 2019 dengan prioritisasi berbasis SAHP dan gap analysis, menghasilkan peta prioritas dan rekomendasi perbaikan yang aplikatif bagi pemerintah daerah.   Abstract Digital transformation in local government requires public service applications to be reliable, adaptive, and well documented. In the context of the Banten Provincial Government, this challenge is reflected in more than 450 digital applications independently developed by various Regional Government Organizations (OPD), while only 95 applications are recorded as digital assets that can be sustained and actively managed. This study evaluates the sustainability of public service applications in local government using the Banten Provincial Government as the empirical context and the COBIT 2019 framework, while improvement priorities are determined through the Multi-Criteria Decision Making-Simplified Analytic Hierarchy Process (MCDM-SAHP). A qualitative descriptive case study is employed, subdomains are selected via multi-criteria ratings by cross-OPD stakeholders; data are triangulated through interviews, observations, and document reviews; and a weighted sustainability index is computed. Findings identify five priority subdomains APO01, APO07, BAI02, BAI08, and DSS02, with most processes at Capability Levels 1-2, indicating inconsistent implementation and limited institutionalization. Sensitivity checks show the top five prioritiy subdomains remain stable under -5% to -10% score perturbations. Gap analysis based on current-target conditions and Enterprise Goals-Alignment Goals (EG-AG) highlights the absence of a centralized helpdesk with service-level agreements and escalation paths, weak documentation/knowledge management, and reliance on external consultants. The recommendations focus on strengthening leadership commitment, IT governance, IT human resources, and helpdesk development, and knowledge repository. This study contributes a practical framework that bridges COBIT 2019 capability measurement with SAHP-based prioritization and gap analysis as a basis for improving regional government application governance.