Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Rekayasa Sipil

Pengaruh Kandungan Air Hujan Terhadap Nilai Karakteristik Marshall Dan Indeks Kekuatan Sisa (IKS) Campuran Lapisan Aspal Beton (LASTON) Arifin, M. Zainul; Djakfar, Ludfi; Martina, Gina
Rekayasa Sipil Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.752 KB)

Abstract

Dalam proses pelaksanaan konstruksi jalan di lapangan, kemungkinan hujan dapat mengakibatkan campuran beraspal tersiram air. Adakalanya karena hujan yang terjadi hanya dalam intensitas kecil (gerimis) namun pelaksanaan konstruksi tetap dilakukan. Kondisi inilah yang selanjutnya dalam penelitian di laboratorium diidentifikasikan untuk menambahkan air hujan pada campuran beraspal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kandungan air hujan dan untuk mengetahui Indeks Kekuatan Sisa (IKS) pada campuran LASTON.Metode dan desain dalam penelitian ini disesuaikan dengan spesifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Ada dua perlakuan yaitu pembuatan campuran aspal dalam kondisi tanpa tersiram air hujan dan kondisi dengan tersiram air hujan. Kondisi tanpa tersiram air dilakukan untuk mencari Kadar Aspal Optimum (KAO). Pada kondisi tersiram air, kadar aspal yang digunakan berdasarkan KAO. Untuk perlakuannya setelah campuran mencapai suhu pencampuran, kemudian campuran dimasukkan ke dalam mold lalu dilakukan penyiraman menggunakan alat suntik skala 0,1 ml pada permukaan campuran dengan jumlah air hujan masing-masing sebanyak 1ml, 2ml, 3ml, 4ml dan 5ml. Setelah mencapai suhu pemadatan kemudian dipadatkan.Secara keseluruhan nilai karakteristik Marshall mengalami penurunan seiring bertambahnya kandungan air hujan. Rata-rata nilai VIM pada 0 ml kandungan air sebesar 3,7787% menurun mencapai nilai 3,1995% pada kandungan air 5 ml. Rata-rata VMA pada 0 ml kandungan air sebesar 16,9590% menurun mencapai nilai 16,4592% pada kandungan air 5 ml. Rata-rata nilai stabilitas pada 0 ml kandungan air sebesar 941,3337kg menurun mencapai nilai 772,3397kg pada kandungan air 5 ml. Rata-rata nilai flow pada 0 ml kandungan air sebesar 2,25mm menurun mencapai nilai 2,1mm pada kandungan air 5 ml. 
Perencanaan Implementasi Lajur Sepeda Di Kota Tegal Rusmandani, Pipit; Arifin, M. Zainul
Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.906 KB)

Abstract

Permasalahan yang ditimbulkan dari sektor transportasi diantaranya yaitu kecelakaan, kemacetan dan polusi. Bertambahnya kendaraan bermotor yang tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan infrastruktur jalan mengakibatkan kemacetan lalu lintas dan tidak jarang juga menimbulkan masalah kecelakaan karena bercampurnya kendaraan dengan karakteristik yang berbeda pada satu ruang jalan yang sama (Mix Traffic) dan tidak dapat dipungkiri polusi udara juga semakin meningkat. Penerapan program Environmental Sustainable Transport (EST) atau transportasi berkelanjutan dan berwawasan lingkungan yaitu pengembangan transportasi massal, pengembangan teknologi kendaraan yang lebih ramah lingkungan, mengakomodasi Non-Motorized-Transport (NMT), pengaturan tata ruang untuk mengakomodasi pengurangan pergerakan, pengurangan pergerakan kendaraan bermotor, program tersebut merupakan langkah awal guna menangani permasalahan yang ada. Mengakomodasi Non-Motorized-Transport (NMT) yaitu dengan menyediakan fasilitas bersepeda diantaranya lajur sepeda, proporsi pengguna sepeda pada ruas jalan di Kota Tegal sekitar 4%-7% dibandingkan pengguna jalan yang lain. Oleh karena itu tujuan kajian ini yaitu mengetahui karakteristik pesepeda berdasarkan kondisi sosial ekonomi, karakteristik pergerakan, kepemilikan sepeda dan perilaku pesepeda, mengetahui hubungan antara persepsi pesepeda terhadap penyediaan lajur sepeda dengan kondisi sosial ekonomi, karakteristik pergerakan dan kepemilikan sepeda, membuat rekomendasi untuk kebijakan penyediaan fasilitas lajur khusus sepeda. Metode yang digunakan dalam kajian ini yaitu Structural Equation Modeling (SEM) PLS dan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Karakteristik pesepeda di Kota Tegal yaitu usia 20-28 tahun sebanyak 38%, jenis kelamin laki-laki 72%, berpendidikan SLTA 34%, bekerja sebagai karyawan swasta 47%, pendapatan perbualan < Rp.1.000.000 sebesar 56%, memiliki sepeda sendiri 76%, jumlah sepeda yang dimiliki 1 buah 76%, jarak tempuh bersepeda 2,5 km- 5 km 40%, waktu yang dibutuhkan 20-30 menit 44%, rutinitas bersepeda 6 kali dalam satu minggu 36%, pesepeda tidak membawa barang 72%, bersepeda sendirian 64%, persepsi pesepeda mau menggunakan lajur sepeda jika tersedia 86%, persepsi pengendara sepeda mau menggunakan lajur sepeda jika mampu membeli kendaraan bermotor yaitu 67%. Hubungan antara persepsi pesepeda terhadap penyediaan lajur sepeda dengan kondisi sosial ekonomi (KSE), karakteristik pergerakan (KP) dan kepemilikan sepeda (KS) dapat dijelaskan pada model Persepsi penyediaan lajur sepeda berikut PPLS= 0,460KSE + 0,163 KS + 0,386 KP; (R² =0,618). Bobot Kriteria Pemilihan lokasi penyediaan lajur sepeda di Kota Tegal yaitu kriteria kebijakan spasial sebesar 42,79%, kebijakan transportasi sebesar 27,51%, kebijakan lingkungan sebesar 17,47 %, aspek teknis sebesar 12,22%. Alternatif I yaitu lajur sepeda permanen pada Jalan Sultan Agung, Jalan AR Hakim, Jalan Diponegoro, Jalan A Yani, Jalan Veteran dan Jalan Pemuda. Alternatif lajur sepeda tipe II yaitu lajur sepeda tidak permanen pada ruas Jalan Kartini, Jalan Panggung Timur, Jalan Kol Sudiarto, Jalan Semeru, Jalan Sumbodro dan Jalan Werkudoro. Potensi persepsi penyediaan lajur sepeda di Kota Tegal yaitu sebesar 66,13%. 
Kajian Arus Jenuh Pada Simpang Bersinyal Di Kota Malang Bagian Selatan Bowoputro, Hendi; Arifin, M. Zainul; Djakfar, Ludfi; Kusumaningrum, Rahayu
Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.107 KB)

Abstract

Salah satu masalah transportasi di kota Malang terjadi pada simpang bersinyal. Permasalahan tersebut ditunjukkan dalam hasil penelitian derajat kejenuhan (DS) pada simpang bersinyal di kota Malang yang sebagian besar melampui nilai 1 bahkan mencapai 2, yang mana nilai derajat kejenuhan yang ditetapkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI)1997 yaitu 0,75. Di dalam MKJI 1997 nilai arus jenuh dasar per meter (S /m) pada suatu pendekat ditetapkan sebesar 600 smp/m. Penelitian ini mengkaji nilai arus jenuh yang sesuai dengan keadaan sebenarnya di kota Malang bagian selatan. Penelitian arus jenuh di kota Malang bagian meliputi 11 simpang bersinyal yang terdiri 34 kaki simpang menggunakan metode time slice dengan interval 6 detik. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 32,3% kaki simpang pada wilayah peneltian memiki nilai S 0 0 /m yang telah melewati standar yang ditetapkan MKJI 1997. Dari hasil tersebut dihasilkan dua buah usulan desain kriteria alternatif formulasi nilai S 0 /m. Usulan pertama menghasilkan persamaan S /m = 1159,407 – (83,523 x lebar pendekat efektif) + (246,169 x bahu jalan) - (9,938 x lebar keluar). Sedangkan usulan kedua dengan menentukan faktor penyesuaian hambatan samping ideal (FSF ideal). Nilai FSF ideal dikelompokkan menjadi beberapa kategori, yaitu: tingkat rendah dengan nilai 0,728 ; tingkat sedang dengan nilai 1,017, tingkat tinggi dengan nilai 1,520, tingkat sangat tinggi dengan nilai 2,551. 
STUDI PENGARUH PENAMBAHAN SERABUT KELAPA TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL PADA CAMPURAN ASPAL PORUS Syaviq, Muhammad Fahrus; Arifin, M. Zainul; Bowoputro, Hendi; Djakfar, Ludfi; Ambarwati, Lasmini
Rekayasa Sipil Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2018.012.02.3

Abstract

Porous asphalt is a solution to avoid puddles on the road because it has a pore large enough to drain the surface water. However, porous asphalt has low stability, so it is necessary to improve the Marshall stability on a porous asphalt mixture. The purpose of this research is to know the optimum composition of the asphalt content, the coconut fiber content and the coconut fiber length and to determine whether or not there is an effect of adding coconut fiber to the Marshall properties on a porous asphalt mixture. In this study, the treatment used is by making porous asphalt mixture with a variation of the asphalt content of 4%, 5% and 6% and a variation of the coconut fiber content of 0.5%, 0.75% and 1% and a variation of the coconut fiber length of 2.5 mm 5 mm and 7.5 mm to determine the optimum composition of the porous asphalt mixture. The gradation standard used in this study is the Australian Asphalt Gradient Standard and for its specifications using the Marshall characteristics of the Australian Standard (AAPA). Using the response surface method, the optimum value for the asphalt content is 4% and the optimum value of the coconut fiber is 0.75%. The addition of coconut fiber was able to increase the MQ value by 119% from 112.56 kg / mm to 246.64 kg / mm and the stability value 61.56% from 388.32 kg to 627.38 kg. However, the addition of coconut fibers decrease the VIM rate by 18.6% from 20.27% to 18.6% and the flow value by 20% from 3.24 mm to 2.7 mm. These values meet the requirements of porous asphalt?s Marshall characteristics for Australian gradation standard. It is necessary to do a further research using other gradation standard.
Co-Authors A. Wicaksono A. Wicaksono, Achmad A., Ramadhan Ridlo Abdi Adiguna, Berino Ikhwananta Nurwahid Achmad Wicaksono Afiyat, Ahmad Afif Afrianto Afrianto, Afrianto Agus Suharyanto Ahmad Fahmi Aini, Inayatul Akbar, Rendy Zesario Anggraeni, Khoiriyah Riska APRIANSYAH SAPUTRA, APRIANSYAH Arifin Arifin Bietrix Rosalina, Bietrix Cahyani, Dina Ayu Chamora, David Christinanda, Mitchell Onesimus Darwito, Haryadi Amran Devani, Andrea Ayu Eko Supriyanto Eny Setyaningsih, Eny F, Rizki Wahyu Fambella, Bayu Chandra Ferry Fairul, Ferry GIAN FARISKY, LALU MUHAMAD Gina Martina Hakum, Fadhil Ahnaf Taufiqul Harnen Sulistio Harnen Sulistyo, Harnen Hartasantoso, Fakhrul Hendi Bowoputro Hendri Widonoto Hidayah, Lutfia Nur Hidayati, Larantika Imma Widyawati Agustin Ita Suhermin Ingsih Khanifah, Farach Kusumaningrum, Rahayu Kusumaningrum Lailatul Fitriyah Lasmini Ambarwati Lazuardi, Khalid Lestari, Paramita Ludfi Djakfar M Rizqi Novianto, Rezki Setiawan , M Sa’dillah Maria Warokka, Janette Anastacia Moh. Mashudi Moh. Prima Sudarmo, Arbillah Saleh, Muna, Nailul n, Ridhwan Falih Napitupulu, Melyona Febriani Nugroho Panji Triatmojo Nurahman, Garin Nurhidayati, Istiqomah Pipit Rusmandani, Pipit Pradhana, Bintang Pradita, Fajrin Prasetya Utama, Ody Wahyu Pratiwi, Kholis Hapsari Prima Yoga, Deby Eka Putra Pradana, Ahmad Rizaldi Putro, Bayu Bimantoro Rahayu K Rahayu Kusumaningrum Rahmat Hidayat H, Fikhry Prasetiyo, Rahmawan, Rizhal Adi Ramandha, Bima Rina Puspita Wahyuningaji, Rina Puspita Riski Fajar Nur Kholis, Raulya Riyantama Rizki, Aris Bahari Rizki, Ramadhani Putri Rizqi, Karisma Nur Romadhon, Firdausy Ilham Romaidha, Iqlila Rora Istidamatul Mahbubah, Rizky Apriastini Roro Sulaksitaningrum S, M F Safrida Safrida Safrida Sahara, Ahmad Satria Darma Satrio, Gilang Sayekti, Sukma Priya Septian, Dody Tri Septiawati, Oky Sugianto, Agus Suparno, Hari Wahyuningrat Susanto, Andriyas Susanto, Awaluddin Syahroni, Nanang Syaviq, Muhammad Fahrus Tanaya Putri, Nourma Ayudia Tanjung Hidayat S.H, M. Rizal alfadin Tasmat, Djulianto Titon Dutono Ubaidillah, Khafid Wicaksono, Syahrul Widyastuti, Ika Yuliyanti Zahra, Najwa Az Zeyan, Bima Fitra Prasetya