Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

THE INFLUENCE OF SCHOOL CLIMATE AND PRINCIPAL SITUATIONAL LEADERSHIP ON TEACHER PERFORMANCE AT PUBLIC MIDDLE SCHOOLS IN PARIAMAN CITY Abdul Kadir; Roni Faslah; Nursyamsi Nursyamsi; Nurasiah Ahmad; Marfiyanti Marfiyanti
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/rap.v16.i1.57

Abstract

This study aims to analyze the influence of school climate and the principal's situational leadership on the performance of State Junior High School teachers in Pariaman City. A quantitative approach with a correlational method was employed. The population consisted of 194 teachers, with a sample of 112 selected using the Isaac and Michael table. Data were collected through a Likert scale questionnaire and analyzed using simple and multiple linear regression. The results showed that: (1) School climate has a significant effect on teacher performance with a contribution of 8.7%; (2) The principal's situational leadership has a significant effect on teacher performance with a contribution of 9.1%; and (3) Together, school climate and the principal's situational leadership have a significant effect on teacher performance with a contribution of 13%. The conclusion of this study confirms that improving a conducive school climate and the application of situational leadership by the principal can enhance teacher performance. The implication is that school principals are advised to pay more attention to creating a positive school climate and adjusting their leadership style to the maturity level of the teachers.
The Role of Daily Routines in Fostering Independence among Children Aged 4–5 Years Fajri Rahmi; Nurasiah Ahmad; Hilma Nafsiyati; Rana Nabilah; Irawati Irawati
Ahlussunnah: Journal of Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : STIT Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/jie.v5i1.695

Abstract

Independence is an essential aspect of early childhood development as it supports children's ability to regulate themselves, make simple decisions, and take responsibility for their surroundings. This study aims to analyze the role of daily routines in fostering independence among children aged 4–5 years in a kindergarten setting. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving children aged 4–5 years, classroom teachers, and the school principal. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data trustworthiness was ensured through source and technique triangulation. The findings revealed that consistently implemented daily routines provided opportunities for children to develop various aspects of independence, including active participation in school activities, the ability to complete tasks without assistance, responsibility for using and organizing learning materials, independence during mealtimes, and emotional self-management. Routine activities such as lining up, praying together, washing hands, eating together, and tidying up learning materials served as effective habituation practices in fostering independent behavior. The findings highlight that daily routines play an important role in supporting the development of independence in early childhood, with consistent habituation and teacher guidance serving as key factors in their effectiveness. This study suggests that integrating daily routines into learning activities can be an effective strategy for strengthening children's independence in early childhood education settings.
Zakat Digital Di Era Financial Technology (Fintech): Analisis Peluang, Tantangan, Dan Keabsahannya Dalam Perspektif Fiqh Ibadah Maya Sari; Nurasiah Ahmad
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2026): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v2i2.199

Abstract

Perkembangan Financial Technology (FinTech) telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pengelolaan dan pembayaran zakat. Zakat digital hadir sebagai inovasi yang memudahkan umat Islam dalam menunaikan kewajiban zakat melalui berbagai platform digital seperti mobile banking, QRIS, dompet digital, dan aplikasi zakat daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi zakat digital di era FinTech, mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi, serta mengkaji keabsahannya dalam perspektif fiqh ibadah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, artikel, dan karya ilmiah yang relevan dengan tema zakat digital dan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat digital memiliki berbagai peluang, seperti kemudahan akses, efisiensi pengelolaan, transparansi, serta peningkatan penghimpunan zakat. Di sisi lain, terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, antara lain rendahnya literasi digital masyarakat, risiko keamanan transaksi, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap platform digital, dan kebutuhan pengawasan yang lebih optimal. Ditinjau dari perspektif fiqh ibadah, zakat digital dinilai sah selama memenuhi syarat dan rukun zakat, termasuk adanya niat, tamlik, wakalah, dan qabḍ hukmi yang diakui dalam fiqh muamalah kontemporer. Selain itu, zakat digital juga sejalan dengan maqāṣid al-syarī‘ah karena mendukung kemaslahatan umat melalui peningkatan efektivitas dan pemerataan distribusi zakat.
Analisis Fiqih Thaharah terhadap Penggunaan Air PDAM Bermuatan Kaporit untuk Keabsahan Wudhu Mhd Zidan Firmansyah; Nurasiah Ahmad
Jurnal Media Ilmu Volume 5 No. 1 Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmiu.v5i1.8224

Abstract

Kandungan kaporit (klorin) pada air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sering kali menimbulkan keraguan hukum bagi masyarakat urban dalam menggunakannya sebagai sarana bersuci (thaharah), mengingat zat tersebut mengubah aroma dan rasa air secara kasat mata. Penelitian ini mengkaji keabsahan wudhu menggunakan air PDAM berkaporit melalui kacamata fikih thaharah. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), riset ini menelaah pandangan ulama empat mazhab terkait kriteria air muthlaq. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kaporit termasuk dalam kategori zat pencampur (mukhalit) yang berfungsi sebagai pemelihara (shiyanah) kualitas air dari bakteri dan bersifat sulit dihindari (masyaqqah). Merujuk pada ketentuan fikih empat mazhab, perubahan , Kaporit, Keabsahan Wudhu, Air Muthlaq
STRATEGI PEMBIASAAN SHALAT DHUHA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENGAMALAN IBADAH SUNNAH SISWA Abdul Rahman Bintang; Nurasiah Ahmad
Jurnal Media Ilmu Volume 5 No. 1 Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmiu.v5i1.8215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pembiasaan shalat Dhuha dalam meningkatkan kualitas pengamalan ibadah sunnah siswa di tingkat sekolah menengah. Latar belakang penelitian ini adalah tantangan degradasi moral di era globalisasi yang menuntut lembaga pendidikan untuk memperkuat basis spiritual siswa. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah kualitatif deskriptif yang menguraikan perencanaan, pelaksanaan, serta dampak dari program pembiasaan tersebut. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dilakukan melalui empat tahapan utama: perencanaan komprehensif yang melibatkan koordinasi berbagai pihak, pelaksanaan dan pendampingan aktif dengan guru sebagai teladan, evaluasi dan refleksi berkelanjutan berbasis jurnal monitoring, serta pendekatan persuasif yang humanis. Temuan penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan shalat Dhuha yang terstruktur secara signifikan mampu meningkatkan kualitas ibadah sunnah siswa, di mana aktivitas ini bertransformasi dari kewajiban menjadi kebutuhan spiritual intrinsik. Hal ini berdampak positif pada penguatan karakter religius seperti kedisiplinan, ketekunan, dan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari siswa. 
Pembelajaran Fiqih Ibadah Materi Shalat dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik Mei Armisah Tumanggor; Nurasiah Ahmad
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 6 (2026)
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran fikih ibadah materi shalat dalam membentuk karakter religius peserta didik. Shalat merupakan ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam Islam dan berfungsi sebagai sarana pembinaan spiritual serta pembentukan akhlak. Dalam konteks pendidikan, pembelajaran materi shalat tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan tentang tata cara pelaksanaan ibadah, tetapi juga pada penanaman nilai-nilai religius yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pembelajaran shalat memiliki kontribusi yang signifikan dalam membentuk karakter religius peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah, seperti buku, jurnal, artikel, dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pembelajaran fikih ibadah, materi shalat, dan karakter religius. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran fikih ibadah materi shalat berperan penting dalam membentuk karakter religius peserta didik. Melalui pemahaman dan pembiasaan pelaksanaan shalat, peserta didik dapat mengembangkan sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, ketaatan, serta kesadaran spiritual. Selain itu, pembelajaran shalat yang dilaksanakan secara teoritis dan praktis mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan yang berkontribusi terhadap pembentukan karakter peserta didik secara berkelanjutan. Dengan demikian, pembelajaran fikih ibadah materi shalat dapat menjadi sarana yang efektif dalam membentuk karakter religius peserta didik.
Concept and Implementation of Fiqh Education in Schools: Perspective Analysis Maslahah Mursalah Nurasiah Ahmad; Hilma Nafsiyati; Saparia Fitriani; Nursyamsi Nursyamsi; M. Yusuf
International Journal of Multidisciplinary Research of Higher Education Vol 9 No 1 (2026): (January) Theme Education, Religion Studies, Social Sciences, STEM and Economic D
Publisher : Islamic Studies and Development Center in Collaboration With Students' Research Center Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ijmurhica.v9i1.470

Abstract

The integration of fiqh education into schools has increasingly been realized through the practice of qurban as experiential learning, where teachers, staff, and students participate to instill religious values and social responsibility. However, questions arise regarding the legal validity of qurban performed by students who have not reached maturity (baligh) and whose financial obligations are often borne by parents, potentially creating burdens for families with limited economic capacity. This study aims to analyze Islamic legal perspectives on school-based qurban programs through the lens of maslahah mursalah (public benefit). Using a qualitative library research approach and content analysis of normative Islamic legal sources, the findings indicate that such practices are valid and beneficial when they meet the established conditions of qurban and align with maqasid al-shari‘ah, offering educational value in sacrifice, empathy, and communal solidarity. Conversely, if conducted under compulsion, imposing undue burdens, or resulting in greater harm than benefit, these practices may be deemed impermissible (haram). The implications highlight the importance of designing qurban education in schools that balance pedagogical goals with legal and ethical considerations to ensure voluntary participation and genuine benefit.