Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penerapan Muqhata’ah dalam Meningkatkan Hafalan Qur’an pada Siswa Kelas VIII di Ma’had An-Nikmah Al-Islamiyah Phnom Penh Cambodia Admal Jani AN; Robie Fanreza
Journal on Teacher Education Vol. 4 No. 3 (2023): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v4i3.12132

Abstract

Artikel ini membahas tentang problematika sebagian penghafal al-Qur’an adalah lupanya hafalan dari ingatan karena mengejar kuantitas. Dengan demikian, untuk memperoleh hafalan yang kuat membutuhkan metode tertentu dalam menghafalnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif lapangan (field research) yaitu penelitian yang mengharuskan peneliti berangkat ke “lapangan? untuk mengadakan pengamatan tentang sesuatu fenomena dalam suatu pendidikan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah media yang digunakan mudah difahami. Serta semangat para siswi dalam menghafal al-qur’an yang sangat tinggi dan juga bantuan dari teman-teman asramanya untuk menyimak hafalan siswi atau memuroja’ahkan hafalan siswi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan metode Muqhata’ah dalam meningkatkan hafalan qur’an Siswi kelas VIII di An-Nikmah Al-Islamiyah, untuk mengetahui faktor keberhasilan dan kelemahan penerapan metode Muqhata’ah dalam pembelajaran Al-Qur’an. Faktor penghambat penerapan metode ini ialah kosentrasi siswi yang masih susah dikendalikan.
Sistem Pengawasan Aktivitas Santri di Pondok Pesantren K.H Ahmad Dahlan Sipirok Fadlan Taufiqurrohman; Robie Fanreza
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 8 (2023): September
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8338774

Abstract

The focus of research in this thesis is the system for monitoring student activities at the K.H Ahmad Dahlan Sipirok Islamic Boarding School. To find out this problem, the research method used by researchers is descriptive qualitative. This method is used to describe the actual monitoring system for student activities at the K.H Ahmad Dahlan Sipirok Islamic Boarding School. This research uses data collection techniques by means of interviews, documentation and observation. This research data validity technique uses extended researcher participation in the field, triangulation, and discussion. This research data analysis technique begins with sorting and focusing the data (data reduction), presenting the data (data display), and drawing conclusions. The results of the research on the student activity monitoring system were carried out to ensure that the students participated in carrying out the planned activity program, as well as the principles adhered to by the Islamic boarding school. Student activities that require a monitoring system include entry and exit from the Islamic boarding school, permission to go home and return to the boarding school, tadarus Al-Qur'an, Tahfidzul Qur'an and Hadith, learning in class, congregational prayers, Tapak Suci activities and Hizbul Wathan. The monitoring system implemented is a continuous or ongoing system. The supervision system is carried out by the leadership giving authority to BP4 or Asatidzah to carry out supervision and report it to the leadership in meetings and will be evaluated every month. This monitoring system cannot be separated from providing rewards and punishment.
Implementasi Pengajaran Al-Qur’an dengan Metode Ritme Otak Aisyah Maulina; Robie Fanreza
Journal on Teacher Education Vol. 5 No. 1 (2023): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v5i1.15765

Abstract

Menghafal al-qur’an merupakan salah satu bentuk perbuatan terpuji dan mulia karena menghafal al-qur’an memiliki hukum fardu kifayah. Metode ritme otak merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengajarkan ataupu nmenghafal al-qur’an. Pada metode ini memanfaatkan empat kecerdasasan diri yaitu audiotorial, kinestetik, spiritual, dan visual. Jenis penelitian ini adalah kualitatif lapangan (field research) yaitu penelitian yang mengharuskan peneliti berangkat ke lapangan untuk mengadakan pengamatan tentang sesuatu fenomena dalam suatu pendidikan. Hasil dari penelitian di Sepama, Cambodia pada siswa kelas IV ini yaitu metode ritme otak sangat efektif digunakan karena metode ini dapat membantu seseorang menghafal ataupun mengajar al-qur’an dengan mudah, hal ini dikarenakan pada metode ritme otak memiliki al-qur’an khusus yang disusun perkata sehingga lebih mudah diajarkan kepada para siswai. Sehingga metode ritme otak ini sangat efektif digunakan untuk pada pengajaran al-qur’an.
IMPLEMENTASI ICE BREAKING UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA MTS DARUL ULUM BUDI AGUNG MEDAN Rahma Sinta; Robie Fanreza
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ijtimaiyah.v7i2.17747

Abstract

 Kejenuhan para peserta didik kerap sangat sering terjadi saat proses belajar mengajar berlangsung. Hal ini disebabkan karena peserta didik kelas 7 dalam tahap usia bermain. Oleh sebab itu, guru harus lebih kreatif untuk membuat kondisi kelas menjadi lebih menyenangkan sepertimempelajari metode Ice breaking. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahui implementasi dari penerapan Ice breaking, manfaat dari penerapan Ice breaking, serta hubungan antara penerapan Ice breaking dengan menarik minat peserta didik. Penelitian kualitatif merupakan model penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dengan teknik analisis melalui dokumentasi. Teknik analisis data yaitu analisis beberapa artikel jurnal atau karya tulis seseorang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ice breaking dapat diterapkan pada semua mata pelajaran, termasuk pendidikan nonformal. (2) Dengan diterapkannya Ice breaking dapat menarik minat belajar siswa, motivasi belajar, daya serap, hasil belajar serta kemampuan komunikasi matematis. (3) manfaat yang didapat dari diterapkannya Ice breaking ini adalah untuk menghilangkan kejenuhan, kebosanan, serta rasa mengantuk dengan hal sederhana yang dapat dilakukan oleh setiap orang tanpa perlu keterampilan yang mumpuni. 
Implementasi Nilai-nilai Muhammadiyah dalam Pengabdian Masyarakat di Daerah Terpencil: Studi Kasus di Desa Muzoi, Kecamatan Lahewa Timur, Nias Utara Hamizan, Muhammad; M. Rofi Zulfikar; Robie Fanreza
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera Vol. 3 No. 3 (2024): September: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/jpmis.v3i3.1673

Abstract

Community service is a manifestation of Muhammadiyah values, especially in 3T areas (Frontier, Remote, and Underdeveloped) such as Muzoi Village, East Lahewa Subdistrict, North Nias. This study aims to analyze the implementation of Muhammadiyah values in community service programs, focusing on education, health, and entrepreneurship. The method used is a case study with a descriptive qualitative approach through direct observation, interviews, and documentation. The results show that the community service program successfully increased the local community's understanding of the importance of clean and healthy living behaviors, entrepreneurial skills through charcoal briquette-making training, and students' motivation to pursue higher education. Despite challenges such as limited infrastructure and cultural barriers, Muhammadiyah values such as independence and social awareness were well-integrated into the daily lives of the Muzoi Village community. This study concludes that the implementation of Muhammadiyah values contributes positively to empowering communities in remote areas.
Pentingnya Pendidikan Karakter di Sekolah Hazizah Isnaini; Robie Fanreza
Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 2 No. 4 (2024): November : Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/semantik.v2i4.1130

Abstract

A serious problem faced by the Indonesian people is the orientation of the current education system which focuses too much on developing the left brain (cognitive) and pays too little attention to developing the right brain (affective, empathy and feeling). The learning process is passive and rigid, which makes it unpleasant for children. Subjects related to character education (such as character and religion) emphasize the left brain aspect (memorization, or just knowledge) in practice. This can damage children's character and hinder their creativity. In fact, character formation must be carried out systematically and continuously involving aspects of knowledge, feeling, loving and acting. Character formation can be likened to the formation of a person into a body builder (bodybuilder) who requires continuous moral muscle training to become sturdy and strong. Apart from that, the success of character education must also be supported by a good and enjoyable educational environment for children. Character education is needed not only at school, but also at home and in social environments.
Peran Guru PAI dalam Meningkatkan Akhlak Siswa di SMP Dharma Utama Desa Sukasari Muhammad Dirar Nst; Robie Fanreza; Syahril Zendrato; Ilham Soleh silitonga
Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 2 No. 4 (2024): November : Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/semantik.v2i4.1134

Abstract

Each person has a different character, especially within the scope of the school, all students have different behavior and characteristics, so a Pai teacher plays a very important role in improving the honorable morals of each student at Dharma Utama Middle School, Sukasari village. In improving the quality of students' morals towards anyone, a PAI teacher educates and instills nobility by using interesting learning methods so that students do not get bored and fed up. A pai teacher most importantly instills the qualities of honesty, patience in students in studying, and in learning the pai teacher is also required to understand various learning methods so that students are active, responsible and disciplined. Slowly, lazy students will think, their hearts will be touched if the method applied is appropriate and relevant for every student at Dharma Utama Middle School. The first method used is a direct learning strategy and the second is cooperative learning (creating groups in learning).
Membangun Kesadaran Religius Melalui Maghrib Tilawah di Masjid At-Takwa Desa Baru Kabupaten Asahan Alpi Robiah Al Adwiyah Nasution; Robie Fanreza
Ekspresi : Publikasi Kegiatan Pengabdian Indonesia Vol. 1 No. 4 (2024): Publikasi Kegiatan Pengabdian Indonesia
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ekspresi.v1i4.368

Abstract

This community service program aims to build religious awareness in the community through Maghrib Tilawah activities at the At-Takwa Mosque, Baru Village, Asahan Regency. This program focuses on children and adolescents, with the aim of getting them used to reading the Qur'an after Maghrib prayers. In this activity, participants are accompanied by ustadz and Community Service (KKN) students who provide guidance on tajwid and correct reading. In addition to improving the ability to read the Qur'an, this activity also teaches Islamic moral values ​​and behavior through short lectures delivered after the tilawah session. Based on the results of observations, this activity succeeded in attracting the active participation of around 30 participants each night. The positive impact can be seen from the increase in the ability to read the Qur'an and changes in the behavior of participants who become more religious. Some challenges in implementing the program include fluctuations in the number of participants and the need for extra guidance for children who still have limitations in reading the Qur'an. With continuous evaluation and adjustment, this program is expected to continue to contribute to increasing religious awareness in the community, as well as creating a strong foundation for the future Qur'anic generation.
PERAN GURU PAI DALAM MENINGKATKAN KESADARAN SHOLAT LIMA WAKTU SISWA DI MAS AL WASHLIYAH TANJUNG PASIR Khairunisyah Arriddoh; Robie Fanreza
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap pelaksanaan sholat lima waktu di MAS Al Washliyah Tanjung Pasir. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis sebagai pembimbing, motivator, dan teladan dalam membentuk kesadaran ibadah siswa. Strategi yang diterapkan meliputi pembiasaan sholat berjamaah, pendekatan persuasif, serta penanaman nilai spiritual melalui keteladanan. Faktor pendukung keberhasilan pembinaan meliputi konsistensi keteladanan guru, dukungan fasilitas sekolah, keterlibatan keluarga, dan atmosfer religius sekolah. Adapun faktor penghambat mencakup rendahnya kesadaran religius siswa, pengaruh negatif teknologi, padatnya aktivitas akademik, serta terbatasnya pengawasan di luar sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan kesadaran sholat lima waktu memerlukan sinergi antara guru, sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial guna menciptakan karakter religius dan disiplin ibadah yang berkelanjutan.
Strategi Siswa Kelas XII MAS Al-Washliyah Tanjung Pasir Dalam Menyikapi Perkembangan Teknologi dan Akhlak Islami Yuli Pratiwi; Robie Fanreza
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi siswa kelas XII MAS Alwashliyah Tanjung Pasir dalam menyikapi perkembangan teknologi dengan tetap menjaga akhlak Islami. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap beberapa siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi di kalangan siswa cukup beragam. Misalnya, Edy lebih memfokuskan penggunaan teknologi untuk mendukung pembelajaran, sedangkan Tama dan Zulham lebih banyak menggunakannya untuk bermain game. Irma dan Yuli lebih sering membuka media sosial, khususnya TikTok dan platform lain untuk berkomunikasi. Meskipun demikian, seluruh siswa juga memanfaatkan teknologi sebagai media untuk menunjang proses belajar, seperti mencari materi tambahan, menonton video pembelajaran, dan berinteraksi dengan guru melalui platform digital. Namun, di sisi lain muncul tantangan berupa kecenderungan menghabiskan waktu yang berlebihan untuk hiburan digital, sehingga diperlukan kontrol diri yang kuat agar tidak mengganggu kewajiban belajar maupun ibadah. Kesimpulannya, strategi siswa dalam memanfaatkan teknologi masih bersifat campuran antara kebutuhan belajar dan hiburan, sehingga peran guru, orang tua, dan sekolah sangat penting untuk membimbing mereka agar bijak dalam menggunakan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai akhlak Islami.