Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Agrikultura

Respons Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) terhadap Pemberian Pupuk Organik Asal Pelepah Kelapa Sawit dan Pupuk Majemuk NPK Mira Ariyanti; Gita Natali; Cucu Suherman
Agrikultura Vol 28, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.937 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i2.14955

Abstract

ABSTRACTThe growth response of oil palm (Elaeis Guineensis Jacq.) seedling toward the application of organic fertilizer from palm fronds and NPK compound fertilizerThe research was aimed to study the influence between organic fertilizers from palm fronds and NPK compound fertilizer to reduce NPK compound fertilizer in main nursery. The experiment was conducted from January to April 2017 at the Experiment Station Ciparanje, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The experimental design used was Randomized Block Design that arranged in factorial patterns with two factors and three replications. The fisrt factor was dosage of organic fertilizers from palm fronds consisted of three levels of 0 g/polybag, 800 g/polybag, and 1600 g/polybag and the second factor was dosage of NPK compound fertilizer consisted of four levels of 0 g/polybag, 20 g/polybag, 40 g/polybag, and 60 g/polybag. The result of the experiment showed that there was interaction effect between organic fertilizers from palm fronds and NPK compound fertilizer on height of seedling and dry weight of the shoot. The dosage of 1600 g/polybag organic fertilizers from palm fronds with the dosage of 20 g/polybag NPK compound fertilizer showed the best result in dry weight of the shoot.Keywords: Oil palm seedling, Main nursery, Organic fertilizer, Palm frond, NPK compound fertilizerABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara pupuk organik asal pelepah kelapa sawit dengan pupuk majemuk NPK yang baik untuk mengurangi penggunaan pupuk majemuk NPK di pembibitan utama kelapa sawit. Percobaan dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan April 2017 di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas , Universitas Padjadjaran. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan pola faktorial yang diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama meliputi dosis pupuk organik asal pelepah kelapa sawit terdiri dari tiga taraf yaitu 0 g/polybag, 800 g/polybag, dan 1600 g/polybag dan faktor kedua dosis pupuk majemuk NPK yang terdiri empat taraf yaitu 0 g/polybag, 20 g/polybag, 40 g/polybag, dan 60 g/polybag. Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi pupuk organik asal pelepah kelapa sawit dengan pupuk majemuk NPK terhadap tinggi tanaman dan bobot kering tajuk. Perlakuan pupuk organik asal pelepah kelapa sawit 1600 g/bibit dengan pupuk majemuk NPK 20 g/bibit menghasilkan bobot kering tajuk bibit kelapa sawit terbaik.Kata Kunci: Bibit kelapa sawit, Pembibitan utama, Pupuk organik, Pelepah kelapa sawit, NPK
Respon Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferr.) (Coleoptera: Curculinoidae: Scolytidae) terhadap Ekstrak Buah Kopi yang Terinfestasi Hama sebagai Atraktan di Perkebunan Kopi Rakyat Gunung Tilu Rasiska, Siska; Safira, Sania; Hidayat, Yusup; Yulia, Endah; Ariyanti, Mira
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.40277

Abstract

Penggerek buah kopi (PBKo), Hypothenemus hampei Ferr. adalah salah satu hama utama pada tanaman kopi. Persentase serangan hama PBKo pada buah kopi dapat mencapai 100% jika tidak ada pengendalian. Salah satu teknologi pengendalian hama PBKo yang dapat dilakukan adalah penggunaan ekstrak buah kopi yang terinfestasi hama PBKo sebagai atraktan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh esktrak buah kopi yang terinfestasi sebagai atraktan hama PBKo dan memperoleh konsentrasi ekstrak buah kopi terinfestasi yang paling efektif sebagai atraktan imago hama PBKo. Selain itu juga dipelajari serangga arthropoda lain yang tertangkap. Penelitian ini dilakukan di perkebunan kopi rakyat Gunung Tilu, Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada bulan November 2021 hingga Maret 2022. Pembuatan ekstraksi buah kopi terinfestasi dengan menggunakan teknik maserasi dan destilasi air dilakukan di Laboratorium Pestisida dan Toksikologi Lingkungan, sedangkan pengamatan hama dilakukan di Laboratorium Hama Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 8 perlakuan yaitu P0 = kontrol; P1 = 50 mL air sulingan, P2 = 100 mL air sulingan, P3 = 150 mL air sulingan, P4 = 50 mL ekstrak etanol, P5 = 100 mL ekstrak etanol, P6 = 150 mL ekstrak etanol dan P7 = etanol 10 mL dengan masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak buah kopi terinfestasi dengan menggunakan teknik maserasi dan destilasi air tidak dapat menarik hama PBKo serta tidak menurunkan intensitas serangan hama PBKo. Namun, ekstrak buah kopi terinfestasi dapat menarik sejumlah serangga hama dari ordo Diptera famili Drosophilidae dan parasitoid dari ordo Hymenoptera famili Braconidae.
Pengaruh Aplikasi Bacillus sp. dan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Ariyanti, Mira; Rosniawaty, Santi; Nadiyah, Farah
Agrikultura Vol 34, No 2 (2023): Agustus, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i2.43170

Abstract

Salah satu upaya untuk mewujudkan pertanaman kelapa sawit secara berkelanjutan adalah dengan penggunaan bakteri menguntungkan dan pupuk organik berbahan baku tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh bakteri Bacillus sp. dan TKKS terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran dari bulan Februari sampai dengan Agustus 2022. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan sembilan perlakuan yang diulang tiga kali dan setiap unit percobaan terdiri atas dua tanaman. Perlakuan yang diuji meliputi aplikasi A = 12,5 g pupuk NPK, B = 25 ml Bacillus sp., C = 150 g kompos TKKS, D = 25 ml Bacillus sp. + 100 g kompos TKKS, E = 25 ml Bacillus sp. + 150 g kompos TKKS, F = 25 ml Bacillus sp. + 200 g kompos TKKS, G = 35 ml Bacillus sp. + 100 g kompos TKKS, H = 35 ml Bacillus sp. + 150 g kompos TKKS, dan I = 35 ml Bacillus sp. + 200 g kompos TKKS per tanaman pada bibit kelapa sawit yang ditanam pada polybag. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian 25 mL Bacillus sp. yang diberikan bersamaan dengan aplikasi 150 g – 200 g kompos TKKS per tanaman di pembibitan awal (pre nursery) dan awal pembibitan utama (main nursery) menghasilkan kandungan klorofil daun bibit kelapa sawit tertinggi. Pemberian bakteri menguntungkan Bacillus sp. dan TKKS secara tunggal atau kombinasi berpengaruh sama baiknya dengan pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit.
Respons Fisiologis Tanaman Secang (Caesalpinia sappan L.) terhadap Variasi Jarak Tanam dan Aplikasi Metil Jasmonat serta Asam Salisilat Rachman, Annisa Lugina; Rosniawaty, Santi; Mubarok, Syariful; Ariyanti, Mira
Agrikultura Vol 37, No 1 (2026): April, 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v37i1.67820

Abstract

Secang adalah tanaman berguna dalam bidang farmakologis, namun budidayanya belum banyak dilakukan. Teknik budidaya yang dapat dilakukan yaitu dengan pengaturan jarak tanam dan aplikasi fitohormon berupa asam salisilat (SA) dan metil jasmonat (MeJA). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui interaksi antara jarak tanam dengan fitohormon SA dan MeJA terhadap respons fisiologis tanaman secang. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Pangan dan Perkebunan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran pada bulan Juli hingga Desember 2024. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi, dengan jarak tanam (J) sebagai petak utama dan aplikasi hormon eksogen (H) sebagai anak petak. Penelitian ini dilakukan dengan 3 ulangan. Petak terdiri dari tiga taraf, yaitu jarak tanam: j1 = 1 m x 1 m, j2 = 2 m x 2 m, dan j3 = 3 m x 3 m. Adapun anak petak, yaitu aplikasi hormon eksogen (H) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: h0 = tanpa aplikasi hormon eksogen, h1 = SA 200 ppm, dan h2 = MeJA 100 ppm. Pengamatan fisiologis yang dilakukan meliputi indeks klorofil daun, nilai konduktansi stomata, dan kerapatan stomata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks klorofil daun dipengaruhi secara mandiri oleh h1, dengan interaksi terbaik pada j2 × h2. Konduktansi stomata tertinggi diperoleh pada jarak tanam lebar (j3), baik secara mandiri maupun dalam interaksi dengan AS. Sementara itu, kerapatan stomata dipengaruhi secara mandiri oleh jarak tanam sempit (j1) serta MeJA yang tidak berbeda nyata dengan kontrol, dan interaksi terbaik ditunjukkan oleh j1 × h2. Secara keseluruhan, pengaturan jarak tanam dan aplikasi fitohormon SA serta MeJA berpotensi dioptimalkan sebagai strategi budidaya untuk meningkatkan respons fisiologis tanaman secang secara lebih efektif.
Co-Authors Abdul Halim Luthfi Abdul Halim luthfi Adhani, Rafika Meidya Agus Wahyudin Al- Adawiah, Alin Robial Albert Franscyscus Alin Robial Al- Adawiah Alvi, Bisri Ani Putri Setiasari Anindya Khairunnisa Anne Nuraini Annisa Nuraisah Az Zahra, Fatimah Bahjatien, Isnaini Dzatie Balapradhana, Alvito Krishna Bisri Alvi Bisri Alvi Dalpen Nilmawati Cucu Suherman DANI KURNIAWAN Defri, Ifwarisan Dewi Santika Dewi Santika Ela Rosita Endah Yulia Erika Wahyuni Saragih Erni Suminar Esnakelga Bernadetha Keliat Farida Farida Fatwa Halimah Risandi Febiola, Anita Firma, Farin Gelsbrata Furqan Mubarak Djula Gita Natali Hana Alfianita Utami Hasril Hasan Siregar Hasril Hasan Siregar Henriawaty, R Dwi Puspita Heri Syahrian Khomaeni, Heri Syahrian Ilfa Rini Lubis Intan Ratna Dewi Anjarsari K. Murtilaksono K. Murtilaksono Komariah - Kukuh Murtilaksono M. Arief Sholeh M.Arief Soleh Manggala, Ranu Meidya Adhani, Rafika Moch Arief Soleh Mochamad Arief Soleh Mohamad Arief Mohamad Arief Soleh Muhamad Eza Suprapto Muhamad Rizky Permana Muhammad Rizki Fauzan Musnar Indra Daulay Nadhiya Luqyana Nadiyah, Farah Nadiyanti, Nadiyanti Naufal Fikri Nayla Izza Larasati Nurliawati, Sri Desi Nurmalina Nurmalina, Nurmalina Prayoga, Muhammad Khais Putri, Syifa Djuita Rachmad Akbar Rachman Achmad Indrawan Rachman, Annisa Lugina Rafika Arum Sari Ranu Manggala Rija Sudirja Rosafira Putri Zistalia Rosniawaty, Santy S. Yahya S. Yahya Sa'adah, Dinda Rachmatis Safira, Sania Santi Rosniawaty Silvia Salsabila Nur Indah Sari Siregar, Hasril H. SIska Rasiska, SIska Sudirman Yahya Suseno Amien Suwarto Syariful Mubarok Syfani Fitria Syfani Fitria SYLVIA PUSPA HARJANTI Tommy Ario Sirait Uum Umiyati Yenni Asbur Yudha Arief Chandra Yudhitia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yusup Hidayat Zalfa, Inaz Nuzul