Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan

Peran Bundo Kanduang dalam Pencegahan Keterlambatan Kegawatdaruratan Kebidanan di Kota Bukittinggi Arneti, Arneti; Sefrina, Yosi
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 3 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i3.446

Abstract

Kematian ibu seringkali dikaitkan dengan penyebab dari determinan sosial yaitu keterlambatan menyadari kebutuhan untuk perawatan dan tanda-tanda bahaya kehamilan; keterlambatan pelayanan karena akses pelayanan tidak tersedia, jarak jauh dan/atau biaya layanan atau hambatan sosial-budaya; dan keterlambatan perawatan yang di terima di fasilitas. Budaya dapat menjadi hambatan dalam pelaksanaan rujukan kebidanan jika komponen dalam kebudayaan tersebut tidak dirangkul dalam pelaksanaannya. Pada Budaya Minang kabau ada perempuan dengan kedudukan istimewa yang dijuluki dengan Bundo Kanduang. Bundo kanduang merupakan “pusek jalo kumpalan tali”, tempat berkumpulnya semua informasi dan permasalahan. Bundo kanduang dituntut mampu membentuk akhlak generasi muda dan menyelesaikan permasalahan – permasalahan sosial lainnya di lingkungan keluarga, sanak famili dan lingkungan tempat tinggal. Tujuan penelitian, menemukan peran bundo kanduang dalam pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan di Kota Bukittinggi tahun 2020. Rancangan penelitian kualitatif, dilaksanakan di kota Bukittinggi pada tahun 2020. Informan penelitian; bundo kanduang, tenaga kesehatan dan ibu PUS. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, Analisa data dilakukan dengan Analisa data kualitatif.Hasil Penelitian, Bundo kanduang sudah mengetahui kematian pada ibu hamil, bersalin dan nifas, tempat terjadinya kematian ibu, di rumah sakit namun belum sepenuhnya memahami faktor risiko terjadinya kematian ibu. Bundo kanduang mengetahui bahwa kegawatdaruratan kebidanan adalah keadaan berbahaya bagi ibu yang dapat mengakibatkan kematian; pengambil keputusan adalah ibu dengan dukungan suami dan keluarga terdekat. Bundo kanduang sudah mengetahui tempat pelayanan kegawatdaruratan adalah rumah sakit. Bundo kanduang berperan dalam upaya kesehatan ibu namun belum terfokus terhadap pengenalan tanda bahaya dan kegawatdaruratan pada ibu.Diharapkan agar dilakukan pelatihan kepada bundo kanduang terkait pengenalan dan deteksi dini tanda bahaya dan kegawatdaruratan kebidanan pada ibu hamil, bersalin dan nifas sebagai upaya pencegahan kematian ibu.
HARAPAN STAKEHOLDER TERHADAP PERAN BUNDO KANDUANG DALAM PENCEGAHAN KETERLAMBATAN KEGAWATDARURATAN KEBIDANAN Sefrina, Yosi; Bachtar, Fitrina; Arneti, Arneti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i3.852

Abstract

Latar Belakang Masalah: Setiap hari di dunia, ada 810 kematian ibu dengan determinan sosial keterlambatan menyadari kebutuhan untuk perawatan dan tanda-tanda bahaya kehamilan, keterlambatan pelayanan karena akses pelayanan mereka tidak tersedia, karena jarak dan/atau biaya layanan atau melakukan hambatan sosial-budaya, dan keterlambatan perawatan yang di terima di fasilitas tepat waktu dan efektif. Budaya Minangkabau menempatkan perempuan pada kedudukan istimewa yang dijuluki dengan Bundo Kanduang. Bundo kanduang merupakan “pusek jalo kumpalan tali”, tempat berkumpulnya semua informasi dan permasalahan. Bundo kanduang dituntut mampu membentuk akhlak generasi muda dan menyelesaikan permasalahan – permasalahan sosial lainnya di lingkungan keluarga, sanak famili dan lingkungan tempat tinggal. Pemerintah kota Bukittinggi sangat konsisten dalam peningkatan kesehatan masyarakat, salah satunya upaya pemerintah melalui peningkatan peran serta masyarakat yaitu bundo kanduang. Bundo kanduang sudah dilibatkan dalam berbagai program dan upaya kesehatan, termasuk program deteksi dini kegawatdaruratan kebidanan.Tujuan menemukan harapan stakeholder terhadap peran bundo kanduang dalam pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan di Kota Bukittinggi tahun 2021. Metode  penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di kota Bukittinggi pada tahun 2021. Informan penelitian; Dinas Kesehatan sebagai pengampu kebijakan, tenaga kesehatan, bundo kanduang dan ibu pasangan usia subur. . Pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Hasil  Bundo kanduang dilibatkan dalam berbagai kegiatan seperti sosialisasi program kesehatan, pelaksanaan posyandu, pemberi edukasi dalam kesehatan serta dilibatkan secara aktif dalam pencegahan keterlambatan penanganan ibu bersalin, dilibatkan sebagai stakeholder, pelaksana kegiatan posyandu, dan volunteer kesehatan keluarga. melalui dasawisma dan majelis taklim serta penyuluh dalam penggunaan buku KIA dan P4K guna mencegah kematian pada ibu hamil, bersalin dan nifas. Harapan stakeholder agar bundo kanduang bisa menjadi fasilitator sebagai pemberi edukasi kesehatan kepada masyarakat, sebagai penggerak masyarakat dengan ikut terlibat langsung dalam setiap program kesehatan terkait kesehatan ibu dan anak, dan motivator yang bisa mendorong ibu dan keluarga untuk mencegah keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan di Kota BukittinggiSimpulan Bundo kanduang sudah berperan dalam upaya kesehatan ibu hamil, bersalin dan nifas namun belum terfokus terhadap pengenalan tanda bahaya dan kegawatdaruratan pada ibu. Agar melakukan sosialisasi kepada bundo kanduang pengenalan dan deteksi dini tanda bahaya dan kegawatdaruratan kebidanan pada ibu hamil, bersalin dan nifas sebagai upaya pencegahan kematian ibu yang diakibatkan oleh komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas, dan melibatkan bundo kanduang secara aktif dalam program pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan di Kota Bukittinggi.
Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan peran bundo kanduang dalam pencegahan kegawatdaruratan kebidanan Arneti, Arneti; Sefrina, Yosi; bachtar, fitrina
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i3.855

Abstract

Latar Belakang Masalah: AKI Indonesia sampai tahun 2019, 305 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan target sampai tahun 2015, 102 per 100.000 kelahiran hidup (Susiana, 2019). Salah satu faktor yang menjadi penyebabnya tingginya Angka Kematian Ibu ini adalah karena adanya faktor keterlambatan dan hambatan sosial budaya. Untuk meningkatkan satus kesehatan masyarakat di Minangkabau dilakukan dengan menghidupkan kembali identitas kultural lokal dengan meningkatkan partisipasi masyarakat melalui peran tokoh masyarakat. Salah satunya adalah Bundo kanduang. Bundo kanduang memiiki peran yang kompleks dalam massyarakat dan sangat dihargai di masyarakat. Bundo kanduang selalu mendapat tempat dan pengakuan dalam pelaksanaan program di Kota Bukittinggi termasuk program di bidang kesehatan. Hal ini terlihat dari keikutsertaan bundo kanduang dalam berbagai pelatihan dan kegiatan di berbagai bidang termasuk bidang kesehatan.Tujuan Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan peran bundo kanduang dalam pencegahan kegawatdaruratan kebidanan di kota Bukittinggi.Metode Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey eksplanasi.Penelitian dilaksanakan di Kota Bukittinggi pada bulan Januari sampai November tahun 2021 . Sampel pada penelitian ini adalah bundo kanduang yang ada di Kota Bukittinggi yang berjumlah 60 orang, dan diambil dengan menggunakan teknik randomize simple random sampling (acak sederhana). Data yang telah dikumpulkan dianalisis untuk melihat hubungan antar variabel digunakan uji Chi- Square. Analisis multivariat dilakukan dengan menggunakan uji regresi logistik.Hasil Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pelaksanaan peran bundo kanduang dalam pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan pada ibu hamil, bersalin dan nifas (p-value 0,000). . Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan pelaksanaan peran bundo kanduang dalam pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan pada ibu hamil, bersalin dan nifas (p-value 0,061). Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor peran serta dengan pelaksanaan peran bundo kanduang dalam pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan pada ibu hamil, bersalin dan nifas (p-value 0,020). tidak ada faktor yang memiliki pengaruh dominan terhadap pelaksanaan peran bundo kanduang dalam pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan karena memiliki nilai signifikansi regresi >0,05.Simpulan: Penetahuan dan Faktor peran serta memiliki hubungan yang signifikan dengan pelaksanaan peran bundo kanduang. Diharapkan Bundo kanduang agar lebih aktif untuk meningkatkan pengetahuan dalam pencegahan kegawatdaruratan kebidanan dengan aktif mengikuti pelatihan dan workshop yang diadakan oleh dinas kesehatan serta diharapkan pemerintah kota Bukittinggi melakukan sosialisasi kepada bundo kanduang pengenalan dan deteksi dini tanda bahaya dan kegawatdaruratan kebidanan pada ibu hamil, bersalin dan nifas sebagai upaya pencegahan kematian ibu yang diakibatkan oleh komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas, dan melibatkan bundo kanduang secara aktif dalam program pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan di Kota Bukittinggi.