Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ners

Faktor Determinan yang berhubungan dengan Penanganan Program Tuberkulosis (TB) di Lombok Tengah Saimi Saimi; Nanang Kosim; Lalu Abdul Khalik; Dita Retno Pratiwi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49438

Abstract

Introduction: Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis, mainly attacking the lungs, but can affect other organs. The disease remains a significant global and national health problem, including one of the world's top 10 causes of death and the deadliest infectious disease. TB cases in Central Lombok in 2022–2024 fluctuated, rising from 1,220 to 1,538 and then dropping to 1,467 cases. Pediatric TB increased significantly, the success of therapy increased, but the rate of dropouts, failed treatment was high, and mortality also increased. The main potential barriers include low knowledge, stigma, poor access to services, and limited facilities, these conditions underscore the urgency of research on national TB elimination strategies. Purpose: to analyze determinant factors related to the Handling of the Tuberculosis (TB) Program in Central Lombok. Result: It was found that patient knowledge, access to TB services, social stigma, and medication adherence had a significant effect on the success of TB treatment (p < 0.005). Patients with low knowledge were at risk of 3.97 times of barriers, of difficulty of access increased risk 7.23 times, of stigma 8.13 times, and of low adherence 4.54 times. These findings underscore the need for TB control strategies that prioritize patient education, improved access to services, reduced social stigma, and support for ongoing treatment adherence to improve the success of TB programs. Conclusion: This study shows that successful TB treatment is significantly influenced by patient knowledge, access to services, social stigma, and medication adherence. The risk of treatment barriers increased nearly four times in low-knowledge patients, more than seven times in difficult access, and eight times in high-stigma. Low drug adherence also has a significant impact. TB control strategies must prioritize education, increased access, stigma reduction, and patient compliance assistance on an ongoing basis.
Eksplorasi Kualitas Layanan Antenatal (ANC) Pada Ibu Hamil: Studi Kasus DI Puskesmas Kuta Lombok Tengah Baiq Hikma Rahmatien; Menap Menap; Sismulyanto Sismulyanto; Dita Retno Pratiwi; Saimi Saimi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49767

Abstract

Pelayanan antenatal care (ANC) merupakan intervensi penting untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui deteksi dini risiko kehamilan, pemantauan kesehatan ibu, serta pemberian edukasi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kualitas pelayanan ANC di Puskesmas dengan pendekatan kualitatif desain studi kasus. Informan terdiri dari tenaga kesehatan (dokter, bidan, pimpinan Puskesmas) dan ibu hamil yang pernah menerima layanan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis dengan metode tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan ANC masih menghadapi keterbatasan, terutama terkait ketersediaan tenaga bidan yang kompetensinya belum sesuai rasio kebutuhan. Sarana pemeriksaan seperti Doppler dan USG tidak dikalibrasi berdampak tidak akurasi, serta ruang periksa belum memenuhi standar pelayanan. Selain itu, faktor non-teknis juga memengaruhi mutu layanan, antara lain sikap petugas yang kurang ramah, minimnya edukasi kepada ibu hamil, serta lamanya waktu tunggu yang menimbulkan ketidakpuasan pasien. Kesimpulan menekankan pentingnya penguatan sumber daya, peningkatan kompetensi, dan perbaikan sistem pelayanan untuk mengoptimalkan kualitas ANC di Puskesmas.