Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

HUBUNGAN KADAR UREUM, KREATININ, DAN HEMOGLOBIN DENGAN TINGKAT FATIGUE PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT BAKTI TIMAH PANGKALPINANG TAHUN 2024 Zahwani, Siti; Faizal, Kgs. M.; Lestari, Indri Puji
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44145

Abstract

Penyakit Chronic Kidney Disease merupakan masalah serius di seluruh dunia. Penderita penyakit Chronic Kidney Disease harus menjalani terapi pengganti ginjal, seperti hemodialisa (HD). Masalah klinis yang sering ditimbulkan oleh Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisa yaitu Fatigue. Fatigue merupakan keluarnya energi diakibatkan proses terapi yang dijalankan pada saat hemodialisa  dan Fatigue juga sering kali berhubungan dengan penurunan kapasitas fisik dan mental pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar ureum, kreatinin, dan hemoglobin dengan tingkat fatigure pada pasien Chronic Kidney Disease di Rurmah Sakit Bakti Timah Pangkal Pinang tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross – sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunkan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang pada bulan agustus tahun 2024 yang berjumlah 90 orang. Sampel dalam penelitian ini yaitu 48 responden.Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara Kadar ureum (p – value = 0,000), Kadar kreatinin (p – value = 0,000), Kadar hemoglobin (p – value = 0,000) dengan tingkat Fatigue pasien Chronic Kidney Disease di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkapinang tahun 2024.Saran dari penelitian ini yaitu diharapkan perawat mampu memahami kondisi pasien secara komprehensif meliputi psikologis, sosial, lingkungan, komunikasi terbuka, pemantauan teratur, dan aktivitas.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DERMATITIS ATOPIK PADA ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELAPA TAHUN 2024 Sapiteri, Meli; Kusumajaya, Hendra; Lestari, Indri Puji
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45026

Abstract

Dermatitis atopik adalah peradangan kulit yang menimbulkan kelainan kelinis berupa eflorisensi polimorik dan keluhan gatal. Dermatitis dapat terjadi pada semua orang dari berbagai golongan umur, ras, dan jenis kelamin. Dermatitis disebabkan, oleh iritasi dan faktor genetik, dermatitis menimbulkan dampak negative terhadap kulit berupa iritasi yang menimbulkan kemrahan pada kulit. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain cross sectional dan bersifat deskriptif analitik. Uji statistic yang digunakan adalah uji Chi Square. Populasi yang digunakan adalah semua anak tanpa batas usia di Wilayah Kerja Puskesmas Kelapa Tahun 2023 sebanyak 38 anak. Tehnik pengambilan sampel penelitian ini adalah simple random sampling dengan rumus slovin berjumlah 28 orang. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan riwayat alergi dengan kejadian dermatitis atopik pada anak (ρ=0,000), ada hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian dermatitis atopik pada anak (ρ=0,000), ada hubungan personal hygiene dengan kejadian dermatitis atopik pada anak (ρ=0,000). Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya menghindari faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis atopk pada anak dan diharapkan pada masyakat untuk dapat menjaga keberaihan diri dan lingkungan agar tetap bersih.
PENGARUH ART DRAWING THERAPY TERHADAP PENGONTROLAN HALUSINASI PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH dr. SAMSI JACOBALIS PROVINSI BANGKA BELITUNG TAHUN 2024 Febrianti, Natasya Dwi; Anggraini, Rima Berti; Lestari, Indri Puji
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45774

Abstract

Halusinasi merupakan gangguan persepsi yang membuat seseorang mendengar, merasa, mencium aroma dan melihat sesuatu yang kenyataannya tidak ada ataupun ketidakmampuan untuk membedakan antara rangsangan internal (pikiran) dan rangsangan eksternal menghasilkan halusinasi (dunia luar). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya pengaruh art drawing therapy terhadap pengontrolan halusinasi pasien skizofrenia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain pre-eksperimental dan uji T-test dengan hasil berupa univariat dan bivariat. Dengan menggunakan teknik purposive sampling. Populasi pada penelitian ini adalah pasien skizofrenia dengan halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Samsi Jacobalis Provinsi Bangka Belitung. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian berjumlah 19 orang. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa skoring halusinasi sebelum diberikan art drawing therapy rata-rata 10,32 sedangkan setelah diberikan art drawing therapy rata-rata 4,42. Kemudian berdasarkan uji statistik menunjukkan nilai p-value yaitu 0,007 (p-value<0,05) yang berarti terdapat perbedaan nilai rata-rata skoring halusinasi sebelum dan sesudah pemberian art drawing therapy terhadap mengontrol halusinasi pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Samsi Jacobalis Provinsi Bangka Belitung Tahun 2024. Saran dari peneliti adalah dapat menjadi acuan untuk rumah sakit jiwa mengambil kebijakan tentang penerapan pemenuhan kebutuhan terapi seni yaitu art drawing therapy untuk pasien skizofrenia dalam mengalihkan halusinasi.
PENGARUH SENAM KEBUGARAN JASMANI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TOBOALI TAHUN 2024 eldapasya, eldapasya; Fitri, Nurwijaya; Lestari, Indri Puji
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.34268

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi ketika seseorang mengalami peningkatan tekanan darah melebihi 140/90 mmHg pada dua kali pengukuran atau lebih. Penyakit ini sering kali tidak menunjukan gejala, sehingga dapat dialami oleh siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki dengan kisaran usia 30-70 tahun. Ada banyak metode non farmakologi digunakan untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, seperti melakukan aktivitas fisik yaitu berupa senam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata tekanan darah pada pasien hipertensi sebelum dan setelah diberikan SKJ di Wilayah Kerja Puskesmas Toboali Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre post eksperimental. Populasi yang diteliti dari pasien hipertensi di wilayah kerja puskesmas toboali. Sampel penelitian terdiri dari 23 responden yang dilakukan dengan metode purposive sampling. Data ini dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Test. Hasil penelitian menggunakan uji wilcoxon test p-value 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan nilai rata-rata tekanan darah sebelum dan setelah diberikan senam kebugaran jasmani. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa senam kebugaran jasmani dapat menurunkan hipertensi. Penelitian ini sangat dianjurkan bagi individu yang kesulitan menurunkan hipertensi. Oleh karena itu, program ini dapat menjadi bagian penting dari kegiatan di Puskesmas.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BALITA DI RUMAH SAKIT SILOAM BANGKA TAHUN 2024 Permisa, Evi; Lestari, Indri Puji; Nurvinanda, Rezka
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v11i1.805

Abstract

Imunisasi dasar adalah salah satu upaya pemeliharaan kesehatan pada anak dan balita yang dilakukan sejak janin masih dalam kandungan, hingga anak berusia 18 tahun dengan cara dimasukan kedalam tubuh untuk membentuk suatu antibodi. Berdasarkan data WHO pada tahun 2021, sebanyak 25 juta anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap ditingkat global. Data ini menunjukkan 5,9juta lebih banyak dari tahun 2019 dan jumlah tertinggi sejak tahun 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahauan ibu Tentang Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Balita di Rumah Sakit Siloam Bangka tahun 2024. Metode pada penelitian ini menggunakan metode desain kuantitatif dan menggunakan rancangan penelitian observasional dengan pre-experiment one group pretest-posttest. Pemberian Pendidikan kesehatan dilakukan dengan menggunakan leafleat. Populasi dari penelitian ini adalah Ibu yang mempunyai balita yang sedang Imunisasi di Rumah Sakit Siloam Bangka tahun 2024. adapun sampel pada penelitian ini sebanyak 20 responden. Hasil penelitian menunjukan adanya Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap tingkat Pengetahuan ibu tentang Kelengkapan Imunisasi Dasar pada balita sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan. Saran untuk Ibu yang mempunyai balita Diharapkan ibu dapat memahami pentingnya imunisasi bagi anaknya serta tidak percaya dengan berita hoax tentang imunisasi.
The Relationship Between Parental Knowledge, Parenting Style, and Nutritional Status with Cognitive Development in Children Aged 4–6 Years Hartono, Ali; Lestari, Indri Puji; Maryana, Maryana
Genius Journal Vol. 6 No. 2 (2025): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v6i2.793

Abstract

Introduction: Early childhood is a critical period for cognitive growth, where development is strongly influenced by environmental and parental factors. Parents’ knowledge, parenting patterns, and nutritional status play a major role in shaping children’s cognitive abilities during this stage. Objective: Child growth and development encompass two aspects: growth and development. This growth is seen through increases in size and weight, such as height and weight gain. Development is defined as a progressive series of regular changes, focusing more on psychological and intellectual development. Children's cognitive development is part of the growth and development process. The purpose of this study is to determine the relationship between the level of knowledge, parenting patterns, and nutritional status with cognitive development in early childhood aged 4-6 years at Cahaya Mulia PAUD, Pebuar Village, West Bangka Regency in 2025. Method: This research method was carried out using Cross Sectional and Chi Square test with the results in the form of univariate analysis and bivariate analysis. The population in this study were students at PAUD Cahaya Mulia, Pebuar village, Jebus district in 2024. The sample of this study was all students totaling 30 respondents. Result: The results of the study showed that there was a relationship between knowledge (ρ = 0.002), parenting patterns (ρ = 0.029) and nutritional status (ρ = 0.018) with the cognitive development of children at PAUD Cahaya Mulia, Pebuar village, Jebus district in 2025 Conclusion: The conclusion is that cognitive development is influenced by various factors including knowledge, parenting patterns, and nutritional status. Each factor has a significant relationship.
The Relationship Between Family Knowledge and Attitudes Toward the Prevention of Dengue Fever in Children Putri, Dhian Eka; Nurvinanda, Rezka; Lestari, Indri Puji
Genius Journal Vol. 6 No. 2 (2025): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v6i2.799

Abstract

Introduction: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health concern in tropical countries, including Indonesia, where recurring outbreaks continue to contribute significantly to morbidity and mortality rates. Despite various preventive programs, such as mosquito nest eradication (PSN) and public education, the increasing incidence of DHF—especially among children—indicates that community knowledge and attitudes toward prevention remain insufficient. Objective: This study aims to determine the relationship between family knowledge and attitudes toward the prevention of DHF in children in the working area of Puskesmas Mentok in 2025. Method: This study used a cross-sectional design with a correlational analytic approach. The sampling technique was purposive sampling, involving 100 respondents who were families with children in the working area of Puskesmas Mentok. Data were collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted through univariate and bivariate analysis using the Chi-Square test with a significance level of 0.05 Result: The results of this study showed a significant relationship between family knowledge and DHF prevention in children (p=0.001). There was also a significant relationship between family attitudes and DHF prevention in children (p=0.001). This indicates that family knowledge and attitudes positively influence preventive actions against DHF. Conclusion: The conclusion of this study is that the higher the level of family knowledge and attitudes, the better the preventive actions for DHF in children. It is recommended that Puskesmas and related institutions continuously enhance health promotion and family health education programs through counseling, healthy environment campaigns, and family education to increase public awareness in DHF prevention.
Perbedaan Efektivitas Terapi Musik Klasik Mozart Dengan Terapi Musik Nature Sound Terhadap Respon Fisiologis (Heart Rate, Respiration Rate, Oxygen Saturation) Pada Bayi Prematur Lestari, Indri Puji; Hariyanto, Rohadi; Apriliawati, Anita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v14i1.409

Abstract

Bayi prematur sangat berpotensi mengalami sindrom distres napas ditandai dengan adanya perubahan respon fisiologis seperti heart rate, respiration rate, oxygen saturation. Salah satu cara untuk menstabilkan respon fisiologis adalah dengan pemberian terapi musik klasik mozart dan terapi musik nature sound. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan efektifitas antara terapi musik Mozart dengan terapi musik Nature Sound dalam meningkatkan respon fisiologis (Heart Rate, Respiration Rate, Oxygen Saturation) pada bayi prematur. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimental dengan rancangan pre-test and post-test designs with two comparison treatments. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel 30 bayi dibagi menjadi 2 kelompok. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan menunjukan terdapat perbedaan bermakna respon fisiologis (heart rate, respiration rate, oxygen saturation) sebelum dan sesudah diberikan terapi musik klasik Mozart dan musik Nature Sound dengan masing-masing kelompok memiliki nilai p-value <0,05. Kedua kelompok sama-sama terjadi perubahan respon fisiologis (heart rate, respiration rate, oxygen saturation) sesudah diberikan terapi musik Mozart dan musik Nature Sound dengan p-value >0,05. Tetapi dilihat dari selisih terapi musik Mozart memiliki nilai lebih besar. Maka dapat disimpulkan terapi musik klasik Mozart lebih efektif dalam menstabilkan respon fisiologis pada bayi prematur.Kata Kunci: Bayi Prematur, Heart Rate, Respiration Rate, Oxygen Saturation, Terapi Musik Klasik Mozart, Terapi Musik Nature Sound.
Pengaruh Terapi Pursed Lips Breathing terhadap Perubahan Respiratory Rate pada Anak dengan Pneumonia Adriadi, Satrian; Lestari, Indri Puji; Nurvinanda, Rezka
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.4095

Abstract

Pneumonia dapat menimbulkan gejala ringan hingga berat. Beberapa gejala yang umumnya terjadi pada penderita pneumonia adalah sesak napas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pursed lips breathing terhadap perubahan respiratory rate (RR) pada anak dengan pneumonia. Penelitian ini menggunakan desain quasy experiment dengan desain pretest and posttest with control group design. Populasi semua anak dengan pneumonia yang berobat di Wilayah Puskesmas Kenanga tahun 2023 sebanyak 132 orang. Besaran sampel sebanyak 16 orang yaitu 8 kelompok intervensi dan 8 kelompok kontrol. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Instrument lembar observasi untuk mencatat hasil pengukuran RR sebelum dan sesudah dilakukan Pursed Lips Breathing. Data dianalisis secara univariat dan bivariat mengunakan uji Paired sampel T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan nilai rata-rata respiratory rate pada kelompok intervensi sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti ada perbedaan yang signifikan perubahan RR sebelum dan setelah dilakukan terapi pursed lips breathing. Perbedaan nilai rata-rata perubahan respiratory rate pada kelompok kontrol sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti ada perbedaan yang signifikan perubahan RR sebelum dan setelah dilakukan terapi pursed lips breathing. Kesimpulan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pemberian terapi Pursed Lips Breathing terhadap perubahan Respiratory Rate (RR) pada anak dengan pneumonia di wiayah Puskesmas Kenanga Tahun 2024.
Pengaruh Pemberian Air Rebusan Jahe (Zingiber Officinale) terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Amalina, Nisa; Lestari, Indri Puji; Safitri, Nurwijaya
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4203

Abstract

Hipertensi yaitu penyakit kardiovaskular dimana penderita memiliki tekanan darah tinggi, dengan pengukuran tekanan darah dua kali dengan selang waktu lima menit dan didapatkan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Hipertensi dapat diberikan penatalaksanan secara farmakologis maupun non farmakologis. Terapi Non farmakologis yang dapat digunakan yaitu pemberian rebusan air jahe putih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh air rebusan jahe jahe putih terhadap penurunan tekanan darah pada penderita Hipertensi di puskesmas Gerunggang Kota Pangkalpinang. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest with control group dengan uji T-test dengan hasil berupa univariat dan bivariat. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien penderita hipertensi di puskesmas gerunggang kota pangkalpinang. Dalam pemilihan sampel menggunakan metode Purposive sampling didapatkan sampel 22. Hasil penelitian ini diketahui ada pengaruh rata-rata tekanan darah mengalami penurunan dari 166.36/129.27 mmHg menjadi 105.82/89.09 mmHg setelah pemberian perlakuan. Hasil analis data menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada tekanan darah sistolik p-value yaitu 0.000 (p-value <0.005) kelompok intervensi yang diberikan air rebusan jahe putih selama 5 hari berturut-turut. Saran dari peneliti adalah dengan adanya jahe putih dapat menjadi alternatif untuk menurunkan tekanan darah pada Hipertensi.