Claim Missing Document
Check
Articles

PEMILIHAN STRATEGI PEMASARAN PADA PT. NYONYA MENEER DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN METODE ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) DAN TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY SIMILARITY TO AN IDEAL SOLUTION (TOPSIS) Arvianto, Ary; Sari, Diana Puspita; Olivia, Grace
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 9, No.1, Januari 2014
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.539 KB) | DOI: 10.12777/jati.9.1.35-44

Abstract

Dalam mencapai suatu keunggulan kompetitif, suatu perusahaan membutuhkan suatu strategi pemasaran untuk membedakan dan memiliki nilai yang berbeda dari kompetitornya. Karena krusialnya peran strategi pemasaran dalam kelangsungan perusahaan, pihak manajemen akan mengalami kesulitan dalam memilih strategi pemasaran terbaik dari pilihan strategi yang ada. PT. Nyonya Meneer memproduksi banyak jenis produk, salah satu jenis produk unggulannya adalah produk jamu untuk wanita. Penjualan produk jamu wanita tidak menunjukkan peningkatan yang sesuai dengan target, bahkan cenderung stagnan. Kondisi ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang selama ini diterapkan belum memberikan hasil yang maksimal karena tidak tercapainya target penjualan yang ada. Oleh karena itu, perlu adanya suatu pemilihan strategi pemasaran PT. Nyonya Meneer dengan melihat kriteria-kriteria yang mempengaruhi dalam proses pemilihan strategi pemasaran dengan menggunakan metode Analytical Network Process (ANP) dan TOPSIS. Alternatif strategi pemasaran pada penelitian ini berdasarkan strategi generik Porter. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa strategi terpilih bagi PT. Nyonya Meneer adalah strategi segmentasi. Segmen yang direkomendasikan adalah wanita remaja hingga dewasa dengan pendapatan menengah dan menengah ke atas. Kata Kunci : analytical network process (ANP), pemilihan strategi pemasaran, strategi generik porter, TOPSIS Abstract In achieving competitive advantage, a company need a marketing strategy in order to differentiate from its competitor. A marketing strategy decision making is essential for marketing strategist to determine the most appropriate marketing strategy in effecient manner. PT. Nyonya Meneer is one of the biggest company that produce jamu in Indonesia. Jamu for women is the most popular product of PT. Nyonya Meneer. Sales of jamu for women does not show desirable increase, even tend to stagnan. It indicates  that current marketing strategy does not give the best result because there is no achievement of target sales for the past few years. So, there is a need to make marketing strategy selection at PT. Nyonya Meneer with regards of marketing resources using Analytical Network Process (ANP) and TOPSIS. Proposed marketing strategy in this research is based on Porter Generic Strategy. The result of this research is a choosen strategy for PT. Nyonya Meneer is segmentation strategy. The recommended segment is a adolescent to adult women with earning class are middle and upper middle class. Keywords : analytical network process (ANP), marketing strategy selection, porter generic strategy, TOPSIS
EVALUASI PENGARUH KONSTRUKSI MATERIAL, TINGKAT ISOLASI DAN SUHU LINGKUNGAN PADA SISTEM PEMANAS RUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI KONTINYU Prayudo, Sigit B.; Arvianto, Ary
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 4, No. 2, Mei 2009
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.782 KB) | DOI: 10.12777/jati.4.2.99-104

Abstract

Pengukuran kinerja pada sistem pemanas ruangan merupakan salah satu dari penelitian aplikatif. Sebuah sistem pemanas akan bekerja dengan berinteraksi dengan lingkungannya. Konstruksi material dan suhu lingkungan sangat mempengaruhi performansi sistem pemanas, akibatnya penggunaan bahan bakar akan terpengaruh. Dalam penelitian ini, model sistem pemanas akan memberikan gambaran mengenai performansi sitem nyatanya. Variabel dan parameter yang muncul harus terukur secara terus menerus, berarti variabel status berubah seiring berubahnya waktu sehingga dalam menyelesaikan model yang kompleks ini digunakan metode simulasi kontinyu. Perilaku yang dihasilkan dalam model ini akan di validasi, dan diusulkan dalam dua skenario sebagai eksperimennya. Pada penelitian ini digunakan alat bantu software statistik dan software simulasi powersim. Kata kunci: Kontinyu, Simulasi, Sistem Pemanas   Performance measurement for heating system is one of applicative research. A heating system will work with environment interactions. Materials construction and environment will influence heating system performance and also influence fuel consumption performance. This research will explain the real system by the heating system model behavior. The variables and parameters of the system must continually measurable. Its mean status of the variables become difference along with the time, so the model can be solved by continues simulation. This model will be validate and proposed with two scenarios for the experiment. In this research, statistic software and powersim simulation software will be used. Keyword: Continues,Simulation, Heating System
USULAN STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK MEBEL ROTAN SINGLE CHAIR DENGAN ANALISIS RANTAI NILAI (Studi Kasus : Klaster Mebel Rotan Kab. Cirebon) Arvianto, Ary; Rakhmawati, Arien Dewi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 8, No.2, Mei 2013
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.236 KB) | DOI: 10.12777/jati.8.2.133-142

Abstract

Industri mebel rotan merupakan salah satu andalan sektor industri di Indonesia dimana sentra pengolahan rotan terbesar adalah di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Namun, terdapat beberapa kendala dalam industri mebel rotan di Cirebon ini diantaranya semakin ketatnya persaingan antar produsen dunia dan kebijakan pemerintah memperbolehkan ekspor rotan yang menyebabkan keuntungan di pihak negara pesaing Oleh karena itu, dibutuhkan suatu strategi untuk meningkatkan daya saing  produk rotan di pasar dunia. Strategi ini dapat diperoleh dengan melakukan analisis value chain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis rantai nilai produk mebel rotan dan mendapatkan strategi kompetitif yang tepat untuk diterapkan oleh setiap pelaku rantai nilai. Metode yang dilakukan adalah analisis finansial, analisis SWOT, analisis Competitiveness Diamond, dan analisis Critical Success Factor (CSF). Objek penelitian adalah perusahaan-perusahaan yang merupakan anggota dari Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia (ASMINDO) Cirebon yang memproduksi mebel rotan single chair. Dari hasil pengolahan data dan analisis diperoleh hasil bahwa strategi yang dapat diterapkan di pihak supplier dalam hal ini pengumpul adalah mendirikan anak perusahaan di tempat tersedia bahan baku dan melakukan merger dengan perusahaan. Strategi yang dapat diterapkan di pihak perusahaan adalah menerapkan upah tenaga kerja per unit produk yang dihasilkan, pengalokasian dana untuk promosi, memprioritaskan buyer langganan, sharing informasi dan inovasi dengan buyer, memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam hal kualitas dan harga, bekerjasama dengan asosiasi dan pemerintah dalam kegiatan pameran, dan melakukan merger dengan perusahaan lain ataupun dengan supplier. Sedangkan strategi yang dapat diterapkan di pihak buyer dalam hal ini wholeseller adalah menurunkan harga produk, memaksimalkan promosi dan menjaga hubungan baik dengan perusahaan yang sudah menjadi kepercayaan. Kata Kunci: mebel rotan, value chain, strategi, ASMINDO Cirebon Abstract Rattan furniture industry become one of the leading sector in Indonesia where the biggest rattan processing center palced in Cirebon,West Java. However, there are some constraints in rattan furniture industry in Cirebon which include the increasing of competition among global manufacturers and the government policy that allowed rattan export lead to profits in the competing countries.Therefore, we need a strategy to enhance the competitiveness of rattan products in world markets. This strategy can be obtained by analyzing the value chain. The purposes of this study are to analyze the value chain of rattan furniture products and get the appropriate competitive strategy to be implemented by each actor within value chain. The method is carried out financial analysis, SWOT analysis, Diamond Competitiveness analysis, and analysis of Critical Success Factor (CSF). Object of research are companies which are members of the Association of Indonesian Furniture (ASMINDO) Cirebon that produced single chair rattan. From the results of data processing and analysis, the strategies that can be applied in suppliers are to establish a subsidiary in the available raw materials and merged with the company. The strategies that can be applied in the company are applying its labor costs per unit of product produced, the allocation of funds for promotion, buyers prioritize subscriptions, sharing information and innovation with the buyer, has a high flexibility in terms of quality and price, collaborate with associations and government in exhibitions, and merged with another company or with suppliers. While strategies that can be applied in buyer in this case wholeseller are to lower the price of the product, maximize promotion and maintaining good relationships with companies that already trusted Keywords: rattan furniture, value chain, strategy, ASMINDO Cirebon
PERANCANGAN SISTEM PENILAIAN KINERJA KARYAWAN DAN PEMBERIAN REWARD MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN FUZZY SYNTHETIC DECISION APPROACH (Studi Kasus : Karyawan Administrasi Universitas Diponegoro) Sari, Diana Puspita; Rinawati, Dyah Ika; Arvianto, Ary; Mujur, Marudut
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 9, No.3, September 2014
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.639 KB) | DOI: 10.12777/jati.9.3.181-186

Abstract

Penilaian kinerja merupakan proses yang penting dalam sumber daya manusia, karena dari hasil penilaian kinerja akan terukur kompetensi, perilaku kerja dan hasil kerja karyawan dalam periode waktu tertentu sebagai dasar pertimbangan dalam pertimbangan keputusan di bidang sumber daya manusia. Universitas Diponegoro juga melakukan pengukuran kinerja untuk karyawan kontrak, dari hasil penilaian tersebut akan diberikan reward berupa kompensasi langsung yang diberi nama Tunjangan Perbaikan Kinerja (TPK), dan tahun 2014 TPK berubah nama menjadi Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP). Sistem  penilaian saat ini masih berfokus pada aspek kedisplinan, sehingga hasil yang didapatkan belum seluruhnya menggambarkan kondisi karyawan. Maka dari itu,  disusunlah penilaian kinerja yang terdiri dari 6 kriteria utama dan 19 subkriteria yang dibangun dari model penilain kinerja ”Annual Performance Appraisal-Temporary Employee (Classified or Administrative and Professional) University of Texas Dallas”. Dari hasil penelitian pembobotan yang dilakukan dengan menggunakan metode AHP (Analytichal Hierarchy Process) diperoleh bobot untuk kriteia kehadiran/ketepatan waktu (0.248), inisiatif (0.234), tanggung jawab dan ketergantungan (0.194), kualitas kerja(0.139) pengetahuan pekerjaan (0.111) dan hubungan interpersonal (0.075). Lalu dilakukan penilaian dengan pendekatan Fuzzy Synthetic untuk mendapatkan besar TPP. Dari perhitungan TPP yang terbesar ialah terbesar ialah Rp. 979,605,sedangkan TPP yang terkecil Rp.396,000. Besar-kecilnya pemberian TPP dipengaruhi oleh nilai jabatan yang dihasilkan   Kata Kunci : penilaian kinerja; AHP; fuzzy shyntetic decision approach; reward   Abstract Performance appraisal is an important process in human resources, because of the results of the performance appraisal will be measurable competencies, workplace behavior and employee performance within a specified time period as a basis for consideration in the consideration of the decision in the field of human resources. Diponegoro University also conduct performance measurements for a contract employee, from the results of the assessment will be given a reward in the form of direct compensation, named Performance Improvement Allowance (TPK), and in 2014 changed its name TPK Repairs Allowance Income (TPP). The scoring system is still focused on the aspects of discipline, so that the results obtained are not completely describe the condition of the employee. Therefore, formulate performance assessment consisting of 6 main criteria and 19 sub-criteria are built from a model for assessing the performance of "Annual Performance Appraisal-Temporary Employee (Classified or Administrative and Professional) University of Texas Dallas". Based on the result on the research carried out by using the weighting method AHP (Analytichal Hierarchy Process) weights obtained for kriteia attendance / punctuality (0248), initiative (0234), responsibility and dependence (0194), the quality of work (0139) knowledge work (0111) and interpersonal relationships (0075). Then an assessment with Fuzzy Synthetic pendekatan to get big TPP. TPP is the largest of the calculation is the biggest is Rp. 979.605, while the smallest Rp.396,000 TPP. The amount of the provision of the TPP is affected by the value of the resulting position. Keywords: performance appraisal; AHP; fuzzy shyntetic decision approach; reward
USULAN PERBAIKAN OPERATION POINT SHEET PADA MESIN FEEDER AIDA 1100 PT. XXX DENGAN MENGGUNAKAN METODE SMED Arvianto, Ary; Arista, Rheza
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 6, No.2, Mei 2011
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.057 KB) | DOI: 10.12777/jati.6.2.125-136

Abstract

Single Minute Exchange of Die (SMED) merupakan salah satu alat lean yang penting untuk mengurangi waste dan meningkatkan fleksibilitas dalam proses manufaktur yang memungkinkan dalam pengurangan ukuran lot dan perbaikan aliran manufaktur. SMED mengurangi waktu non-produktif dengan mempersatukan dan standardisasi operasi dalam pergantian alat, dengan menggunakan teknik sederhana dan aplikasi yang mudah. Namun proses tersebut tidak dapat memberikan hasil yang  spesifik dalam pelaksanaannya, dimana masih dapat dilakukan suatu perbaikan. Untuk mengatasi hal ini, data statistik dan alat-alat teknik industri dapat diintegrasikan dalam pendekatan SMED untuk meningkatkan hasil penerapan SMED. Penerapan pendekatan SMED yang diusulkan diuji untuk mesin feeder didalam industri otomotif PT. XXX. Implementasi ini memungkinkan adanya pengurangan waktu setup, melalui reorganisasi sumber daya internal perusahaan tanpa membutuhkan investasi yang signifikan.   Kata kunci: Lean manufacturing systems, Single Minute Exchange of Die, Quick ChangeOver.     Single Minute Exchange of Die (SMED) is one of the essential lean tools to reduce waste and increase flexibility in manufacturing processes that enable the reduction of lot size and improving manufacturing flow. SMED reduces non-productive time by streamlining and standardizing operations in the turn of the tool, using simple techniques and easy application. But the process can not provide a specific result in the implementation, which can still be an improvement. To overcome this, statistical data and tools can be integrated in industrial engineering approaches to improve outcomes SMED SMED implementation. The proposed application of SMED approach was tested for the automotive industry in the feeder machine PT. XXX. This implementation allows for the reduction of setup time, through the reorganization of the company's internal resources without requiring significant investment. Keywords: Lean manufacturing systems, Single Minute Exchange of Die, quick changeover.  
Pengembangan Algoritma Sequential Insertion Untuk Penentuan Rute dan Jadwal Kendaraan Distribusi dengan Karakteristik Heterogeneous Fleet Setiawan, Aditya Hendra; Arvianto, Ary
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penentuan rute dalam proses pengiriman produk atau yang lebih dikenal istilah Vehicle Routing Problem (VRP) sekarang ini mulai sangat diperhatikan oleh perusahaan. Mereka beranggapan bahwa VRP merupakan salah satu masalah yang tidak bisa dihindarkan dalam proses bisnisnya, karena sangat menentukan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan tersebut. Batasan yang digunakan dalam proses pemodelan untuk pemecahan masalah VRP ini semakin kompleks dan mendekati kondisi nyata. Semakin lengkap batasan yang ada di model tersebut, maka model tersebut dianggap sudah mewakili sistem nyata. Model VRP klasik masih menganggap bahwa kapasitas kendaraan adalah sama. Padahal dalam kondisi nyata, suatu perusahaan pasti mempunyai komposisi kendaraan yang berbeda, baik itu jenis maupun kapasitasnya. Penelitian ini melengkapi model VRP yang telah ada sebelumnya, yaitu dengan menambahkan faktor jenis dan kapasitas kendaraan yang berbeda (heterogeneous fleet) dalam proses pemilihan rute dan jadwal kendaraan distribusi. Tujuannya adalah untuk meminimalkan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Pengembangan model dalam penelitian ini menggunakan metode Local Search dengan pembangkitan alternatif solusi menggunakan algoritma Sequential Insertion. Penelitian ini mempunyai dua tujuan fungsi minimasi, yaitu fungsi beban kerja dan fungsi biaya. Model yang telah dikembangkan, diujicobakan pada kasus pendistribusian bahan bakar minyak di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa untuk mendistribusikan produk BBM (premium, solar, dan minyak tanah) untuk delapan pelanggan, diperlukan kapal tanker dengan kapasitas 4.700 kiloliter sebanyak 2 buah dengan nilai fungsi beban kerja sebesar 4.904.625,83 dan fungsi biaya sebesar Rp. 1.972.930.000,00. ABSTRACTThe problem in route determining on delivery product, mostly known as Vehicle Routing Problem (VRP), is noticed by a company. They believe that VRP is one of the unavoidable problems in their business process because it is relevance by cost. Constrain which is used in modeling process for VRP’s solution more crucial and closed on real condition. The more complete the constrain in the model, the more tangible the model could be. Classic VRP model still concern that vehicles always have same capacity in every condition. On the other hand in the real condition, the company must have various vehicle’s capacity. This research complete VRP model before with add various capacity in vehicle (heterogeneous fleet) in routing selection and vehicle schedule distribution. The point is to minimize cost that company should pay. VRP model in this research using Local Search method with alternative solution development using Sequential Insertion algorithm. This research has two minimation objectives, they are workload and cost function. Model that has been made is tested on fuel distribution case in Kupang, East Nusa Tenggara. From the result was known that for distributing fuel (gasoline, diesel fuel and kerosene) to eight customers is needed two tankers with 4.700 kL capacity. The score of workload function is 4.904.625,83 and the cost function is Rp. 1.972.930.000,00.
PENILAIAN KEPUASAN PASIEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL GUNA MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN DI RSUD UNGARAN Baskoro, R. Ristanto; Arvianto, Ary; Rinawati, Dyah Ika
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.437 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kualitas pelayanan di RSUD Ungaran, serta menganalisa dan memberikan rekomendasi terhadap pelayanan rumah sakit. Terdapat 19 indikator untuk mengukur penilaian pasien dan 15 indikator untuk mengukur standar pelayanan rawat inap RSUD Ungaran. 19 indikator tersebut digunakan untuk mengukur nilai Gap 1 dan Gap 5, sedangkan 15 indikator digunakan untuk mengukur Gap 2 dan Gap 3. Hasil nilai pengukuran gap akan menjadi acuan untuk mengetahui indikator pelayanan RSUD Ungaran yang perlu diperbaiki. Hasil dari penelitian ini berupa rekomendasi perbaikan dari seluruh penilaian gap, dan analisis seluruh gap yang memiliki  nilai gap terbesar. Pada studi kasus RSUD Ungaran, diperoleh informasi bahwa RSUD Ungaran memiliki tingkat pelayanan yang masih kurang.ABSTRACTThe purpose of Assessment Of Patient Satisfaction With Using Servqual Method To Enhance Quality Of Service In Ungaran Hospital is to measure the quality of service in Ungaran Hospital, as well as analyse and give recommendations against the hospital. There are 19 indicators for measuring patient assessment and 15 indicators to measure the standard services inpatient Ungaran Hospital. 19 indicators used to measure the value Gap 1 and Gap 5, whereas the 15 indicators used to measure the Gap 3 and Gap 2. The results of the measurement value gap will be a reference to know the indicators of service Ungaran Hosptial which needs to be fixed. The results of this research in the form of recommendations for the improvement of the whole assessment gap, and analysis the entire gap that has the biggest gap. Case study in Ungaran Hospital, obtained information that Ungaran Hospitals has a level of service that is still lacking.
ANALISIS OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) PADA PULP MACHINE DAN SIX BIG LOSSES DI PT TOBA PULP LESTARI, Tbk Tresia Siahaan, Yohana Sara; Arvianto, Ary
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.503 KB)

Abstract

Kualitas mutu suatu produk sangat berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. PT Toba Pulp Lestari Tbk  merupakan salah satu perusahaan yang kegiatan utama Perseroan adalah memproduksi rayon pulp dan viscose bertempat di Porsea, Medan. Pada area Pulp Machine perusahaan ini, Ketidakmampuan mesin-mesin yang digunakan oleh PT  Toba Pulp Lestari,Tbk dalam melakukan produksi sesuai dengan target yang telah ditetapkan memperlihatkan bahwa masih terdapat faktor-faktor yang menyebabkan mesin bekerja secara tidak efektif. Menurut data historis mesin, sering terjadi downtime seperti felt rusak, vacum mesin trip, pressure down, speed down,power trip, consistency down,dll, sehingga mengakibatkan sheetbreak, sehingga perusahaan dalam memenuhi permintaan klien tidak dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung tingkat availability, performance, dan quality dari mesin Pulp Machine, memperoleh nilai OEE dari mesin Pulp Machine, mengidentifikasi Six Big Losses pada mesin Pulp Machine dan mengajukan strategi-strategi pemecahan masalah yang terjadi dengan melakukan analisis Overall Euipment Effectiveness (OEE) dan melakukan analisis Six Big Losses.Penelitian ini dibatasii hanya  untuk mengetahui tingkat keefektifitasan mesin produksi yang digunakan dalam menghasilkan pulp dengan melakukan pengamatan  pada Pulp Machine PT Toba Pulp Lestari,Tbk.Untuk mendapatkan nilai OEE yang standar menurut Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM) sebesar 85%, maka untuk mencapainya harus memenuhi nilai minimal untuk setiap variabel perhitungan OEE yaitu Availability Rate sebesar 90%, Performance Efficiency sebesar 95%, and Quality of Product sebesar 99,9%. ABSTRACT [(Overall Equipment Effectiveness (OEE) on Pulp Machine and Six Big losses at PT Toba Pulp Lestari, Tbk) ] Quality of a product is very influential on customer satisfaction. PT Toba Pulp Lestari Tbk is one of the companies whose main activity is to produce rayon pulp and viscose located at Porsea, Medan. In the Pulp Machine area of this company, the inability of the machines used by PT Toba Pulp Lestari, Tbk in doing production in accordance with the target set has shown that there are still factors that cause the machine to work ineffectively. According to the historical data of the machine, frequent downtime such as broken felt, trip engine vacuum, pressure down, speed down, power trip, consistency down, etc., resulting in sheetbreak, so the company in meeting the client's request can not reach the target set. The purpose of research is to calculate the level of availability, performance, and quality of Pulp Machine machine, obtaining OEE value from Pulp Machine machine, identifying Six Big Losses on Pulp Machine machine and propose problem solving strategies that occur by analyzing the Overall Euipment Effectiveness OEE) and do a Six Big Losses analysis. This study is limited only to determine the level of effectiveness of production machinery used in producing pulp by making observations on Pulp Machine PT Toba Pulp Lestari, Tbk. To get the standard OEE value according to Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM) of 85%, then to achieve it must meet the minimum value for each OEE calculation variable that is Availability Rate of 90%, Performance Efficiency of 95%, and Quality of Product is 99.9%
PEMILIHAN SUPPLIER MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DIBANTU DENGAN SOFTWARE EXPERT CHOICE 11 PADA UKM DIANA BAKERY SEMARANG Samosir, Rian Simon; Arvianto, Ary
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.676 KB)

Abstract

Rian Simon Samosir, Pemilihan Supplier menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Dibantu dengan Software Expert Choice 11 pada UKM Diana Bakery Semarang, Pemilihan Supplier merupakan suatu kegiatan penting yang berpengaruh terhadap suatu kegiatan industri. Pembelian bahan baku harus memperhatikan banyak aspek penting agar mendapatkan supplier yang dapat memenuhi kebutuhan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas pembelian bahan baku pada setiap supplier. Melalui metode AHP yang dibantu dengan penggunaan software Expert Choice 11, diperoleh kriteria penilaian performa supplier untuk masing-masing supplier. Dari hasil penelitian didapat 5 kriteria dan 8 subkriteria pemilihan supplier, yaitu kualitas, harga, ketepatan pengiriman, fleksibilitas, dan responsibiltas. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan metode AHP yang dibantu oleh software Expert Choice didapat bobot masing-masing kriteria, yaitu bobot kualitas sebesar 0.532, bobot harga 0.258, bobot kriteria ketepatan pengiriman sebesar 0.085, bobot fleksibilits sebesar 0.054, dan responsibilitas sebesar 0,017. Dari perhitungan didapat juga bobot tiap alternative yaitu PT Guna Layan Kuasa dengan bobot sebesar 0.570, PT Sugarindo sebesar 0.168, PT Sungai Budi sebesar 0.187, dan PT Gunung Madu sebesar 0.075 Abstract [Supplier Selection Using Analytical Hierarchy Process Method Assisted By Expert Choice 11 Software in UKM Diana Bakery Semarang]Supplier selection is an important activity that affects an industrial activity. Purchasing of raw materials should consider important aspects in order to get a supplier that can meet the needs of the company. This study aims to determine the quantity of raw material purchases at each supplier. Through AHP method assisted by Expert Choice 11 software, obtained supplier performance appraisal criteria for each supplier. From the results of this research, obtained 5 criteria and 8 subcriteria for supplier selection, namely quality, price, delivery, flexibility, and responsiveness. From the result of calculation by using AHP method assisted by Expert Choice software, retrieved the weight of each criterion, that is weight of quality equal to 0.532, weight of price 0,258, weight of criteria of delivery accuracy equal to 0.085, flexibility weight equal to 0.054, and responsiveness equal to 0,017. This study get the weight of each alternative, the weight of PT Guna Layan Kuasa is 0.570, PT Sugarindo 0.168, PT Sungai Budi 0187, and PT Gunung Madu is 0.075 of weight. 
ANALISIS PREVENTIVE DAN CORRECTIVE MAINTENANCE LOADING ARM PADA PT. PERTAMINA TBBM SEMARANG GROUP Permana, Imam Indra; Arvianto, Ary
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.762 KB)

Abstract

PT. Pertamina (Persero) merupakan badan usaha milik negara yang begerak pada bidang penyediaan minyak dan gas bumi. Kegiatan Pertamina dalam melaksanakan usaha dibidang energi terbagi dalam sektor Hulu dan Hilir, serta ditunjang oleh kegiatan anak perusahaan.Pada PT. Pertamina TBBM Semarang Group terdapat loading arm yang berfungsi untuk menyalurkan minyak dari tangki timbun ke mobil tangki sebelum disalurkan ke berbagai SPBU. Jumlah loading arm  yang tersedia adalah 21 buah. Selama periode Januari hingga Desember 2016 jumlah breakdown loading arm pada PT. Pertamina TBBM Semarang Group sebanyak 103 kali. Penelitian ini membahas mengenai gambaran distribusi frekuensi breakdown selama bulan Januari hingga Desember 2016 dan alternatif jadwal perbaikan atau perawatan dengan biaya terkecil. Frekuensi breakdown selama tahun 2016, mengikuti distribusi frekuensi breakdown 2, dimana waktu breakdown sulit diprediksi. Perhitungan biaya perawatan untuk preventive maintenance dan corrective maintenance policy dilakukan dengan membandingkan keduanya, sehingga diperoleh jadwal perawatan atau perbaikan yang optimal. Dari hasil perhitungan, diusulkan jadwal perawatan sesuai preventive maintenance policy dengan periode tiap 5 bulan sekali.ABSTRACT [Title: Analysis of Preventive and Corrective Maintenance Loading Arm at PT. Pertamina TBBM Semarang Group ]  PT. Pertamina (Persero) is a state-owned enterprise engaged in the supply of oil and natural gas. Pertamina's activities in carrying out business in the energy sector are divided into upstream and downstream sectors, and are supported by the activities of its subsidiaries. At PT. Pertamina TBBM Semarang Group has a loading arm that functions to distribute oil from the storage tank to the tank car before being distributed to various gas stations. The number of loading arms available is 21 pieces. During the period January to December 2016 the number of breakdown loading arms at PT. Pertamina TBBM Semarang Group is 103 units. This study discusses the description of breakdown frequency distribution during January to December 2016 and the alternative schedule for repairs or maintenance with the smallest cost. The frequency of breakdown during 2016 follows the frequency distribution of breakdown 2, where breakdown times are difficult to predict. Calculation of maintenance costs for preventive maintenance and corrective maintenance policy is done by comparing the two, so that an optimal maintenance or repair schedule is obtained. From the results of the calculation, a maintenance schedule is proposed according to the preventive maintenance policy with the period every 5 months.
Co-Authors Adhitya Sulistyawan Aditya Hendra Aditya Hendra Setiawan Aditya Hendra Setiawan Ahmad Karami Ahmad Muzakki Alamanda, Novia Anatashia Rosa Ferella Ardanesia Ardanesia Arfan Bachtiar, Arfan Arien Dewi Rakhmawati Arien Dewi Rakhmawati Arya Anantama R, Arya Anantama Bambang Purwanggono Bariqi Rahadyan Putera Bibit Setyo Pambudi Budiman Nurhidayat Cahyani, Dihan Chofifah Damar Jiwo Kuntoprasetyo Darminto Pujotomo Desmond Ryan Khrisnanda Dhana Antasari Diana Puspita Sari Dina Tauhida Dina Tauhida Dinar Enggar Puspita Dwi Satria Perkasa, Dwi Satria Dyah Ika Rinawati Dythia Rointan Sianturi Dzulfikar, Rifki Daris Fachrul Rozi Faiz Hanif Kurniawan Findy Nurlitasari Nampira Firmansyah, Muhammad Bintang Fithria Khoirunnisa Galih Setyo Pambudi, Galih Setyo Grace Olivia Hanifah Fitri Izzati Hapsari, Chaterine Alvina Prima Haryo Santoso Heru Prastawa Hery Suliantoro I Ketut Suada Izzuddin Naufal Jose Daniel Marthin Khairunnisa Hanan Yancadianti Liem Kevin Renard Wiryono Maizar Rizki Biruni Martha, Kezia Elyani Marudut Mujur Muhamad Firman Prayogi Muhammad Hani Nabiel Putra Adam Nabiel Putra Adam Nabiel Putra Adam, Nabiel Putra Naniek Utami Handayani Nartadhi, Rizal Luthfi Nartadhi, Rizal Luthfi Nia Budi Puspitasari Nugraha, Restu Adi Opan Pardiyana Parhusip, Yohana Natalia Putri Gani Permana, Imam Indra Pramumardani, Ery Vita Prasetyo Adi W Purnawan Adi W Purnomo Setyo Kusumo Putri Fajar Wulandari Putri, Ade Aisyah Arifna R. Ristanto Baskoro, R. Ristanto Ratna Purwaningsih Rayana Andari Bardijan Rheza Arista Rifki Muhammad Rosi Puspitasari Ryan Ramanda Nasution Samosir, Rian Simon Saputra, Dhimas Wachid Nur Sarsa Surya Rizkita Setyawan, Rafly Zuhdi Shintyastuti, Annisa Rahma Sigit B. Prayudo Singgih Saptadi Sri Hartini Sriyanto Sriyanto Sriyanto Sriyanto Suci Farida Astuti Torop Nadeak Sihombing Tresia Siahaan, Yohana Sara Try Aji Wisnubroto Wiwik Budiawan Wiwik Budiawan Wiwik Budiawan Zaenal Fanani Zekben S, Meikel