Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT PEMBELIAN ULANG PADA RITEL LOTTE MART SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN MODEL JALUR PARTIAL LEAST SQUARE Hanifah Fitri Izzati; Diana Puspitasari; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.457 KB)

Abstract

Repurchase intention is one of the important factors for the company to achieve profitability. Lotte Mart Semarang is a modern retail is currently experiencing instability have predicted the number of visitors and the number of switching out bigger than any other modern retail. It is based on data about the number of visitors from Customer Service Development Lotte Mart Semarang since 2012 to October 2014 and supported by Brand Switching Analysis sources Frontier Consulting Group Research Division Top Brand Survey 2012. This study aims to examine the factors that affect the interests of repurchase intentions in customer non-members, among others perception of service quality, perceived discounts, perception of price comparisons, perception of product quality, customer trust, perceived value and customer satisfaction. Approach path model Partial Least Square (PLS) is used to construct a model of retail interest in the repurchase intention with linking theoretical hypotheses with the main factors that are taken from 131 customers. The results of the research showed the costumer satisfaction  is the strongest factor affecting repurchase intention which is this factor is also affected by another factor.   ABSTRAK Minat pembelian ulang adalah salah satu faktor penting bagi perusahaan untuk mencapai keuntungan.Lotte Mart Semarang merupakan ritel modern yang saat ini sedang mengalami ketidakstabilan jumlah pengunjung dan diprediksikan memiliki jumlah switching out terbesar dibandingkan dengan ritel modern lainnya. Hal ini didasarkan  pada data jumlah pengunjung  yang didapatkan Customer Service Lotte Mart Semarang sejak tahun 2012 hingga Oktober 2014 dan didukung oleh Brand Switching Analysis sumber Frontier Consulting Group Research Division survei Top Brand tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi minat pembelian ulang pada pelanggan nom-member, antara lain persepsi kualitas layanan, persepsi diskon, persepsi perbandingan harga, persepsi kualitas produk, kepercayaan pelanggan, persepsi nilai, dan kepuasan pelanggan. Pendekatan model jalur Partial Least Square(PLS) digunakan untuk membangun model minat pembelian ulang dengan menghubungkan hipotesis teoritis antara faktor-faktor utama yang diambil dari 131 pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan faktor kepuasan pelanggan merupakan faktor terkuat yang mempengaruhi minat pembelian ulang dimana faktor ini juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya.
USULAN STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK MEBEL ROTAN SINGLE CHAIR DENGAN ANALISIS RANTAI NILAI (Studi Kasus : Klaster Mebel Rotan Kab. Cirebon) Arien Dewi Rakhmawati; Diana Puspita Sari; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri mebel rotan merupakan salah satu andalan sektor industri di Indonesia dimana sentra pengolahan rotan terbesar adalah di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Namun, terdapat beberapa kendala dalam industri mebel rotan di Cirebon ini diantaranya semakin ketatnya persaingan antar produsen dunia dan kebijakan pemerintah memperbolehkan ekspor rotan yang menyebabkan keuntungan di pihak negara pesaing Oleh karena itu, dibutuhkan suatu strategi untuk meningkatkan daya saing  produk rotan di pasar dunia. Strategi ini dapat diperoleh dengan melakukan analisis value chain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis rantai nilai produk mebel rotan dan mendapatkan strategi kompetitif yang tepat untuk diterapkan oleh setiap pelaku rantai nilai. Metode yang dilakukan adalah analisis finansial, analisis SWOT, analisis Competitiveness Diamond, dan analisis Critical Success Factor (CSF). Objek penelitian adalah perusahaan-perusahaan yang merupakan anggota dari Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia (ASMINDO) Cirebon yang memproduksi mebel rotan single chair. Dari hasil pengolahan data dan analisis diperoleh hasil bahwa strategi yang dapat diterapkan di pihak supplier dalam hal ini pengumpul adalah mendirikan anak perusahaan di tempat tersedia bahan baku dan melakukan merger dengan perusahaan. Strategi yang dapat diterapkan di pihak perusahaan adalah menerapkan upah tenaga kerja per unit produk yang dihasilkan, pengalokasian dana untuk promosi, memprioritaskan buyer langganan, sharing informasi dan inovasi dengan buyer, memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam hal kualitas dan harga, bekerjasama dengan asosiasi dan pemerintah dalam kegiatan pameran, dan melakukan merger dengan perusahaan lain ataupun dengan supplier. Sedangkan strategi yang dapat diterapkan di pihak buyer dalam hal ini wholeseller adalah menurunkan harga produk, memaksimalkan promosi dan menjaga hubungan baik dengan perusahaan yang sudah menjadi kepercayaan.   Rattan furniture industry become one of the leading sector in Indonesia where the biggest rattan processing center palced in Cirebon,West Java. However, there are some constraints in rattan furniture industry in Cirebon which include the increasing of competition among global manufacturers and the government policy that allowed rattan export lead to profits in the competing countries.Therefore, we need a strategy to enhance the competitiveness of rattan products in world markets. This strategy can be obtained by analyzing the value chain. The purposes of this study are to analyze the value chain of rattan furniture products and get the appropriate competitive strategy to be implemented by each actor within value chain. The method is carried out financial analysis, SWOT analysis, Diamond Competitiveness analysis, and analysis of Critical Success Factor (CSF). Object of research are companies which are members of the Association of Indonesian Furniture (ASMINDO) Cirebon that produced single chair rattan. From the results of data processing and analysis, the strategies that can be applied in suppliers are to establish a subsidiary in the available raw materials and merged with the company. The strategies that can be applied in the company are applying its labor costs per unit of product produced, the allocation of funds for promotion, buyers prioritize subscriptions, sharing information and innovation with the buyer, has a high flexibility in terms of quality and price, collaborate with associations and government in exhibitions, and merged with another company or with suppliers. While strategies that can be applied in buyer in this case wholeseller are to lower the price of the product, maximize promotion and maintaining good relationships with companies that already trusted
PENERAPAN CRITICAL CHAIN PROJECT MANAGEMENT UNTUK MENGATASI MASALAH MULTI PROYEK DENGAN KETERBATASAN RESOURCES DI PT BERKAT MANUNGGAL JAYA Ryan Ramanda Nasution; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.089 KB)

Abstract

PT. Berkat Manunggal Jaya adalah perusahaan yang bergerak pada bidang perakitan generator set. Dalam kondisi nyata perusahaan sering dihadapkan dengan kasus multi proyek dengan keterbatasan sumber daya. Dengan menggunakan metode CCPM (Critical Chain Project Management) perusahaan mendapatkan rantai kritis yang masing masing terdapat pekerjaan dari masing-masing proyek yang memiliki konflik sumber daya atau yang dapat menyebabkan bottleneck apabila tidak ditangani. Pada akhir kritis diberi project buffer sebesar 1551,1 menit untuk menjaga pekerjaan yang berada di dalam rantai kritis agar tidak terlambat. Project buffer juga digunakan untuk mengontrol kemajuan proyek dengan penetrasi buffer yaitu dengan melihat tingkat konsumsi pada project buffer. Dengan menggunakan metode CCPM dapat memperoleh durasi yang lebih singkat dibandingkan dengan metode penjadwalan dengan multi tasking dan tidak simultan. Dengan menggunakan metode CCPM durasi yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek BMGS 20 kva dan 500 kva adalah sebesar 4884,6 menit. Dengan  metode multi tasking untuk menyelesaikan proyek BMGS 20 kva dan BMGS 500 kva memerlukan waktu 5769,6 menit sedangkan dengan penjadwalan dengan tidak simultan memerlukan waktu 6265,1 menit. Dapat disimpulkan bahwa penjadwalan dengan metode CCPM dapat menghasilkan durasi yang lebih singkat.  ABSTRACT PT. Berkat Manunggal Jaya is company that engaged in generator set assembly. In actual condition, the company always faced with multi projects problem with resouces constrait. With CCPM (Critical Chain Project Management) metdhod will get critical chain from other projects that have resource constraint that will make bottleneck if not handled soon. At the end of critical chain, it will be gave the project buffer amount 1551,1 minutes tokeep the activity on the critical chain so they don’t late. Project buffer used control project progress with buffer penetration by looking the comsumtion rate on buffer project. With CCPM method the projects will  have shortener duration compare with multi tasking scheduling method and not simultaneous scheduling method. By using CCPM method the required duration to complete the project BMGS 20 kVA and 500 kVA is equal to 4884.6 minutes. With multi-tasking method to complete the project BMGS 20 kVa and 500 kVa  takes 5769.6 minutes while the scheduling with no simultaneous takes 6265.1 minutes. It can be concluded that scheduling with CCPM method can produce a shorter duration.
ANALISIS LINGKUNGAN FISIK KERJA PADA DEPARTEMEN FINISHING (Studi Kasus pada PT AUSTENITE FOUNDRY) Torop Nadeak Sihombing; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.326 KB)

Abstract

PT. Austenite Foundry merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang terletak di Kawasan Industri Medan. PT. Austenite Foundry berpengalaman dalam bidang indusri pengecoran/penuangan baja atau logam. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh PT. Austenite Foundry adalah kurang baiknya lingkungan fisik kerja yang ada di PT. Austenite Foundry khususnya di departemen finishing, baik itu faktor pencahayaan, temperatur, maupun kebisingan. Terlihat kesulitan dari para operator ketika melakukan pekerjaan pembubutan yaitu pada saat melihat ukuran maupun angka yang tertera pada gambar teknik. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui kondisi lingkungan fisik kerja aktual dan membandingkan dengan kondisi lingkungan fisik kerja ideal yang ditetapkan oleh pemerintah. Pengukuran pencahayaan, temperatur, dan kebisingan pada 5 (lima) titik ruangan yang berbeda pada departemen finishing dilakukan dengan menggunakan Luxmeter, Termometer, dan Sound Level Meter. Dari hasil penelitian diperoleh tingkat pencahayaan sebesar 156,6 Lux, tingkat temperatur sebesar 30,18 0C, dan tingkat kebisigan sebesar 89,8 dB yang artinya adalah untuk kondisi lingkungan fisik kerja pada departemen finishing PT. Austenite Foundry masih terdapat di luar Nilai Ambang Batas yang ditetapkan oleh pemerintah. ABSTRACT[Analysis of work physical environment in finishing department, Case Study : PT. Austenite Foundry]. PT. Austenite Foundry is a manufacturing company located in the Medan Industrial Area. PT. Austenite Foundry is experienced in the steel or metal casting industry. One of the problems faced by PT. Austenite Foundry is a physical work environment that is not good at PT. Austenite Foundry, especially in the finishing department, both lighting, temperature and noise. The difficulty of the operators when doing the turning work is seen when looking at the size and number shown on the technical drawing. Therefore, research is conducted to find out the physical condition of the actual work and compare it with the physical conditions of the ideal work set by the government. Measurement of lighting, temperature, and noise at 5 (five) different room points in the finishing department was done using Luxmeter, Thermometer, and Sound Level Meter. From the results of the study obtained a level of lighting of 156.6 Lux, a temperature level of 30.18 0C, and a noise level of 89.8 dB which means that for the physical environmental conditions of work in the finishing department of PT. Austenite Foundry is still outside the threshold value set by the government.
UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE SINGLE MINUTE EXCHANGE OF DIE (SMED) (Studi Kasus : PT. Purinusa Eka Persada) Try Aji Wisnubroto; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.1 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.743 KB)

Abstract

PT. Purinusa Eka Persada adalah salah satu perusahaan dari Sinarmas Grup yang bergerak dibidang industri kemasan dan paper tube dari kertas dan karton. Penggunaan mesin yang tidak effective menyebabkan dalam pemenuhan target produksi yang telah ditetapkan pada tahun 2013 yaitu sebesar 33465 ton, lini produksi flexo PT. Purinusa Eka Persada  hanya mampu memenuhi 84,1% dari target yang telah ditentukan yaitu sebesar 28143,45 ton. Hal ini dapat dilihat nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) dari keempat mesin flexo, mesin flexo 2 yang memiliki nilai OEE terkecil yaitu 44,04%. Kecilnya nilai OEE mesin flexo 2 disebabkan setup yang terlalu lama dan performance yang rendah yang dapat dilihat nilai six big losses dari mesin flexo 2. Untuk meningkatkan nilai OEE hal yang harus dilakukan yaitu memperbaiki waktu setup menggunakan metode Single Minute Exchange of Die (SMED) dan mencari penyebab rendahnya performance menggunakan Failure Mode Effect Analysis (FMEA). Sehingga setelah melakukan penelitian hasil dari SMED mengurangi waktu setup dari 81861,968 menit dalam satu tahun menjadi 39075,648 menit setahun dan hasil dari FMEA didapatkan faktor penyebab rendahnya performance yaitu penurunan speed, mati listrik, kabel kontrol mesin putus terkena gear, pen hydrolist garpu semi auto feeder tidak berfungsi, pneumatic backstop macet, sistem hidrolis lambat, register kocak dan bearing ambrol. ABSTRACTT. Purinusa Eka Persada is one of Sinarmas Group company engaged in the packaging industry and the paper tube of paper and cardboard. Effective use of the machine which does not lead to the fulfillment of production targets that have been set in 2013 in the amount of 33 465 tonnes, the production line flexo PT. Purinusa Eka Persada only able to meet 84.1% of the targets set in the amount of 28143.45 tons. It can be seen the value of Overall Equipment Effectiveness (OEE) of the fourth flexo machine, flexo machine 2 which has the smallest value is 44.04% OEE. The small value of OEE flexo machine 2 due setup too long and low performance that can be seen the value of the six big losses of flexo machine 2. To increase the value of OEE thing to do is fix the setup time using the Single Minute Exchange of Die (SMED) and search for the causes of low performance using Failure Mode Effect Analysis (FMEA). So after doing research results of SMED reduces setup time of minutes in a year 81861.968 39075.648 minutes into the year and the results obtained from the FMEA are the causes of low performance decline in speed, power failure, dropping the engine control cables exposed gear, pen hydrolist fork semi auto feeder does not work, pneumatic backstop jams, slow hydraulic system, registers hilarious and bearing collapsed..
Pengembangan Aplikasi untuk Menginvestigasi Human Error pada Kecelakaan Kereta Api Muhammad Hani; Singgih Saptadi; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human error merupakan faktor terbesar dibalik berbagai kejadian kecelakaan kereta api di Indonesia. Terjadinya human error sendiri bukan semata-mata karena kesalahan petugas di lapangan namun juga dipengaruhi oleh banyak faktor dari berbagai aspek. Untuk menganalisa faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya human error diperlukan suatu metode yang terstruktur dan lengkap. Salah satu metode analisa human error tersebut adalah HFACS-IR (Human Factors Analysis and Classification System-Indonesian Railroad). Pada metode HFACS-IR ini, suatu tindakan (error) yang dilakukan oleh operator dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor dari segi kondisi operator itu sendiri, aspek pengawasan, aspek organisasi, hingga faktor-faktor dari luar organisasi. Untuk mengerjakan proses analisa ini hingga diperoleh hubungan-hubungan faktor penyebab suatu human error akan memakan waktu yang cukup lama dan rumit jika dikerjakan secara manual. Oleh karena itu, diperlukan suatu aplikasi sistem informasi terkomputerisasi untuk mempermudah pekerjaan ini. Pada penelitian ini, dikembangkan suatu aplikasi berbasis web untuk menganalisa human error yang terjadi pada suatu kecelakaan kereta api. Keluaran utama dari aplikasi ini berupa skenario rantai penyebab munculnya suatu human error. Skenario yang dihasilkan oleh aplikasi ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pihak yang terkait dalam memfokuskan upaya perbaikan yang dilakukan agar kejadian yang sama tidak terulang lagi pada masa mendatang.
Perancangan Ulang Tata Letak Gudang Raw material Produksi Granule (Studi Kasus di PT. Bina Guna Kimia Ungaran) Suci Farida Astuti; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Bina Guna Kimia adalah perusahaan yang memproduksi berbagai macam pertisida dan melayani pelanggan baik dalam maupun luar negeri. Untuk mendukung perusahaan dalam mengembangkan usahanya, PT. Bina Guna Kimia akan melakukan spesialisasi terhadap fasilitas gedung produksi granule dan powder. Sehingga lokasi produksi untuk produk granule dan powder yang awalnya berada dalam satu bangunan akan dilakukan pemisahan. Adanya perluasan area penyimpanan raw material produksi granule karena pemindahan raw material produksi  powder ke fasilitas yang baru mendorong adanya perancangan ulang terhadap tata letak penyimpanan raw material produksi granule. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan tata letak gudang penyimpanan raw material produksi granule yang baru yang dapat mengoptimalkan total jarak perpindahan raw material dan utilitas penggunaan ruang gudang. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dalam penelitian ini akan diusulkan penggunaan kebijakan penyimpanan tetap berdasarkan faktor popularity dengan kriteria nilai rasio R/S (receiving/shipping) dan penggunaan sistem penyimpanan racking dan block stacking juga dipertimbangkan.Berdasarkan perancangan yang dilakukan dalam penelitian ini, terpilihlah alternatif tata letak yang memiliki total jarak perpindahan raw material paling minimum sebesar 29.703,11 meter per bulan dengan utilitas penggunaan ruang yang maksimum sebesar 45,67% dengan kombinasi sistem penyimpanan racking dan block stacking.    ABSTRACTPT. Bina Guna Kimia is a company that manufactures a wide range of pesticides and serve customers both domestic and foreign . To support the company in developing its business , PT . Bina Guna Kimia will specialize on building production facilities granule and powder . So the production location for granule and powder products are initially located in one building will be separation . The expansion of the production of raw material storage area for transfer of raw materials in granule powder production facility to a new push for the redesign of the layout of raw material storage granule production. This study aims to provide a proposed layout of the raw material warehouse production of new granule that can optimize the total distance moved by the raw material and the utility use of warehouse space. To achieve these objectives , it will be proposed in this study the use of permanent storage policies based on the criteria of popularity factor ratio R/S (receiving/shipping) and the use of storage racking systems and block stacking are also considered .Based on the design performed in this study , alternat elected e layout that has a minimum total distance moved of most raw materials of 29.703.11 meters per month with a maximum space usage utility of 45.67 % with a combination of storage racking systems and block stacking .
USULAN REDESIGN LAYOUT TATA LETAK GUDANG AKSESORI NAGAI LEBEN BERDASARKAN KRITERIA KOMODITI BARANG (Studi Kasus di PT. Bina Busana Internusa, Semarang) Adhitya Sulistyawan; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Bina Busana Internusa Semarang (PT.BBI) merupakan perusahaan yang bergerak dibidang garmen. Salah satu pelanggan tetapnya adalah Nagai Leben yang merupakan perusahaan yang memesan pakaian rumah sakit memiliki gudang khusus di PT. BBI Semarang yang dipakai sebagai sarana penyimpanan aksesoris kebutuhan pembuatan produk Nagai Leben. Luas gudang aksesoris Nagai Leben pada saat ini adalah 14,8 m x 9,25 m. Pada saat ini, gudang penyimpanan aksesoris Nagai Leben yang merupakan tempat penyimpanan aksesoris yang didapat langsung dari perusahaan buyer dinilai memiliki tata ruang yang kurang efisien. Untuk memperbaiki tata ruang pada gudang Nagai Leben, maka dilakukan pengaturan layout gudang berdasarkan faktor komoditi bahan yaitu faktor popularity dan similarity. Sebagai alat bantu pembuatan layout, digunakan Activity Relationship Chart dan Activity Relationship Diagram. Setelah layout dari kedua kriteria komoditi bahan dibuat, maka dilakukan pemilihan alternatif layout berdasarkan parameter jarak perpindahan rata-rata dan jarak total rata-rata perpindahan perbulan dari kedua kriteria dan layout yang ada pada saat ini. Dari parameter jarak perpindahan rata-rata kriteria similarity menunjukkan hasil yang paling kecil yaitu sebesar 106.738 m dan dari parameter jarak total rata-rata perpindahan perbulan kriteria popularity menunjukkan hasil yang paling kecil yaitu sebesar 534,817 m. AbstractPT. Bina Busana Internusa Semarang (PT.BBI) is a company engaged in the garment industry. One of their regular customers, Nagai Leben which is a company that ordered the hospital apparel have a special warehouse in PT. BBI Semarang that utilizes as a storage of accessories which is needed to manufacture Nagai Leben apparel. Nagai Leben existing accessory warehouse area is 14.8 m x 9.25 m. At this time, the  Nagai Leben accesory warehouse which is a warehouse that stores accessories are obtained directly from the company buyer is considered to have a inefficient layout. To improve spatial Nagai Leben accesory warehouse layout, then the warehouse layout settings are going to be improved based on material commodity factors with popularity factor and similarity factor. As a tool to create layout, Activity Relationship Chart and Activity Relationship Diagram is used. Once the layout of the two criteria is made, then the selection of alternative layouts is done based on parameters of the average moving distance and total distance of the average monthly moving distance of both the criteria and existing layout. From the distance moving average parameter showed that the similarity criteria has the smallest amount,  in the amount of 106.738 m and from the total distance parameter average monthly moving distance showed that popularity criteria has the smallest amount, in the amount of 534.817 m.
APLIKASI UNTUK MENGHITUNG SWAT DENGAN METODE PARTICIPATORY DESIGN (PD) Faiz Hanif Kurniawan; Sriyanto Sriyanto; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1133.838 KB)

Abstract

Pengukuran beban kerja mental merupakan salah satu bidang kajian untuk beberapa mata kuliah peminatan Human Integrated System. Dari sekian banyak metode penghitungan beban kerja, salah satunya adalah metode Subjective Workload Assessment Technique(SWAT). SWAT merupakan metode yang digunakan untuk menganalisa beban kerja mental yang dimiliki oleh seseorang ketika melakukan sebuah pekerjaan ataupun aktivitas. SWAT menggunakan penskalaan secara subjektif yang digunakan untuk menghitung beban kerja seseorang dengan melihat 3 faktor penting, yakni : (1) waktu, (2) mental, dan (3) psikologis. Penghitungan metode SWAT masih dilakukan secara manual dibeberapa instansi pendidikan, hal ini sangat memakan waktu serta tidak efektif. Sebenarnya, sudah terdapat sebuah aplikasi untuk menghitung SWAT, namun aplikasi ini terakhir dikembangkan tahun 1988 sehingga menyebabkan beberapa masalah sehingga sudah tidak relevan digunakan. Maka dari itu, diperlukan sebuah aplikasi baru yang dapat mempermudah perhitungan SWAT serta dapat menghilangkan permasalahan yang ditimbulkan oleh aplikasi sebelumnya. Aplikasi SWATez merupakan sebuah aplikasi yang dirancang menggunakan Microsoft Office Excel yang dapat membantu menyelesaikan perhitungan SWAT, aplikasi ini berbentuk aplikasi desktop, mobile, dan berbasis web sehingga dapat digunakan dan diakses dimana saja. Pengembangan aplikasi ini menggunakan metode Participatory Design(PD). Participatory Design adalah sebuah pendekatan desain Software yang menggunakan partisipasi orang-orang dalam pengembangan sistem, dan pendapat mereka digunakan sebagai tujuan dan dasar pengembangan. Para partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa peminatan Human Integrated System Teknik Industri Universitas Diponegoro. Dengan adanya aplikasi SWATez ini, dapat menyelesaikan permasalahan perhitungan metode SWAT dilingkungan teknik industri universitas ABSTRACT [Application Design for Measuring SWAT with Participatory Design (PD)] Mental workload measurement is one of focus study in Human Integrated System specialization. There are many methods for measuring mental workload, one of them is Subjective Workload Assessment Technique (SWAT). SWAT is used to measure mental workload at people’s activities or work. SWAT use subjective approach to measure mental workload with 3 factors : (1) Time, (2) Effort, and (3) Psychology. Measuring SWAT is done with manual approach in many of educational institutions, this method is time consuming and ineffective. In fact, there is already  an application for measuring SWAT, but its last development in 1988 cause many problems for nowaday use. Therefore, we need new application that not only help measuring SWAT method, but also fix the problems caused by latest application. SWATez app is an application designed with Microsoft Office Excel to help measuring SWAT Method. This app is available in Desktop, mobile, and web-based version, making SWATez literally useable anywhere and anytime. This app is developed with Participatory Design (PD) method. Participatory Design is software design  approach that use users’ participation to help develop the system, their opinion is highly valued and used as the research’s goal and  foundation. The participants of this research are recruited from Students of  Industrial Engineering Diponegoro University that have taken Specialization in Human Integrated System. With SWAtez app, it is hoped that the measuring problem in industrial engineering diponegoro university will be solved
ANALISIS BEBAN KERJA MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX DAN BERDASARKAN KEPMENPAN NO.75 TAHUN 2004 PADA KARYAWAN KEUANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Budiman Nurhidayat; Bambang Purwanggono; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.652 KB)

Abstract

Fakultas Teknik Universitas Diponegoro merupakan fakultas terbesar oleh karena itu organisasi didalamnya harus efisien dan efektif agar semua kegiatan berjalan dengan baik. Pada penelitian ini masalah yang terjadi yaitu keluhan beban kerja yang dirasakan oleh pegawai khususnya pada pegawai keuangan. Pada Pegawai keuangan terlihat adanya masalah karena performa atau kinerja pegawai yang kurang cepat baik dari segi birokrasi maupun pelayanan. Selain itu tidak adanya penambahan pegawai selama kurun waktu 5 tahun padahal seharusnya pekerjaan semakin meningkat apalagi dengan adanya 34 jurusan dan 407 dosen yang terdapat di Fakultas Teknik membuat semua orang yang berada di bagian keuangan memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga stabilitas keuangan dengan baik. Oleh karena itu Universitas Diponegoro khususnya Fakultas Teknik memerlukan perbaikan dalam pelaksanaan manajemen kepegawaian ke arah yang lebih baik dan terarah.Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh gambaran beban kerja pegawai yang selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan sumberdaya manusia di Fakultas Teknik Undip. Metode pengukuran beban kerja menggunakan metode pendekatan subjektif. Penelitian Ini dilakukan selama 4 Bulan dengan menggunakan metode survey yang melibatkan 9 orang reponden dengan cara mengisi kuisioner yang telah disediakan selama periode pengamatan. Selain itu pengukuran beban kerja ini berdasarkan Kepmenpan no. 75 tahun 2004. Kedua metode ini akan digabungkan kedalam satu perhitungan yang berguna untuk menentukan jumlah optimal karyawan. Perhitungan ini menggunakan variabel X dan Y yaitu variabel beban kerja mental dan beban kerja fisik untuk mendapatkan nilai Z, Koefisien beban kerja. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa terdapat beban kerja tinggi baik fisik maupun mental yang terjadi pada pegawai keuangan. Rekomendasi  diarahkan untuk penambahan karyawan yang sebelumnya berjumlah 9 orang menjadi 11 orang kemudian disarankan  untuk menjaga kondisi karyawan agar tetap prima baik dengan cara meningkatkan kompetensi pegawai melalui program pelatihan maupun memantau kondisi kesehatan fisik dan mental secara rutin.  ABSTRACTDiponegoro University Faculty of Engineering is the largest faculty therefore in this organization must be efficient and effective for all of the runs well. In this study the problem occurred, is the complaint of workload to the employees, especially in the finance officer. Employee seen their financial problems due to the performance or the performance of employees is less rapidly both in terms of bureaucracy and ministry. Besides the absence of additional employees during the period of 5 years when it should be the job is increasing especially with the 34 majors and 407 faculty contained in the Faculty of Engineering made everyone who was in the finance department has a great responsibility to safeguard the financial stability well. Therefore, Diponegoro University Faculty of Engineering particularly require improvements in the implementation of personnel management into a better direction and directed.The objective of this research is obtaining the description of employee workload where it will be as consideration to HR development in engineering faculty of Undip. We use Nasa- Tlx Measurement method, a subjective assessment method for human workload measurement for collecting and analyzing data. This research carried out for 4 months and it was involving 9 respondents with  filled the quisionnaire during observation period. Besides that measuring of workload is based Kepmenpan no. 75 in 2004. Both of these methods will be combined Into a useful calculation to determine the number of optimal employees. This calculation uses the variables X and Y these are variable workload of mental and physical workload for get value Z, coefficient workload. From this study showed that there is high workload  of  both physical and mental that occurs in finance officer. The recommendation is directed to the addition of employees from 9 persons to 11 personsand then  geared to maintain the condition of the employees to stay fit well with how to improve the competence of employees with  training programs and monitoring of the physical and mental health condition regularly.  
Co-Authors Adhitya Sulistyawan Aditya Hendra Aditya Hendra Setiawan Aditya Hendra Setiawan Ahmad Karami Ahmad Muzakki Alamanda, Novia Anatashia Rosa Ferella Ardanesia Ardanesia Arfan Bachtiar, Arfan Arien Dewi Rakhmawati Arien Dewi Rakhmawati Arya Anantama R, Arya Anantama Bambang Purwanggono Bariqi Rahadyan Putera Bibit Setyo Pambudi Budiman Nurhidayat Cahyani, Dihan Chofifah Damar Jiwo Kuntoprasetyo Darminto Pujotomo Desmond Ryan Khrisnanda Dhana Antasari Diana Puspita Sari Dina Tauhida Dina Tauhida Dinar Enggar Puspita Dwi Satria Perkasa, Dwi Satria Dyah Ika Rinawati Dythia Rointan Sianturi Dzulfikar, Rifki Daris Fachrul Rozi Faiz Hanif Kurniawan Findy Nurlitasari Nampira Firmansyah, Muhammad Bintang Fithria Khoirunnisa Galih Setyo Pambudi, Galih Setyo Grace Olivia Hanifah Fitri Izzati Hapsari, Chaterine Alvina Prima Haryo Santoso Heru Prastawa Hery Suliantoro I Ketut Suada Izzuddin Naufal Jose Daniel Marthin Khairunnisa Hanan Yancadianti Liem Kevin Renard Wiryono Maizar Rizki Biruni Martha, Kezia Elyani Marudut Mujur Muhamad Firman Prayogi Muhammad Hani Nabiel Putra Adam Nabiel Putra Adam Nabiel Putra Adam, Nabiel Putra Naniek Utami Handayani Nartadhi, Rizal Luthfi Nartadhi, Rizal Luthfi Nia Budi Puspitasari Nugraha, Restu Adi Opan Pardiyana Parhusip, Yohana Natalia Putri Gani Permana, Imam Indra Pramumardani, Ery Vita Prasetyo Adi W Purnawan Adi W Purnomo Setyo Kusumo Putri Fajar Wulandari Putri, Ade Aisyah Arifna R. Ristanto Baskoro, R. Ristanto Ratna Purwaningsih Rayana Andari Bardijan Rheza Arista Rifki Muhammad Rosi Puspitasari Ryan Ramanda Nasution Samosir, Rian Simon Saputra, Dhimas Wachid Nur Sarsa Surya Rizkita Setyawan, Rafly Zuhdi Shintyastuti, Annisa Rahma Sigit B. Prayudo Singgih Saptadi Sri Hartini Sriyanto Sriyanto Sriyanto Sriyanto Suci Farida Astuti Torop Nadeak Sihombing Tresia Siahaan, Yohana Sara Try Aji Wisnubroto Wiwik Budiawan Wiwik Budiawan Wiwik Budiawan Zaenal Fanani Zekben S, Meikel