Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS IDENTIFIKASI PENYEBAB TERJADI RENDAHNYA PUNCTUALITY ACHIEVEMENT DENGAN MENGGUNAKAN TOYOTA BUSINESS PRACTICE (Studi Kasus: PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia) Martha, Kezia Elyani; Arvianto, Ary
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.753 KB)

Abstract

PT. TMMIN, merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang otomotif yang mengedepankan mutu dan pelayanan terbaik terhadap pelanggannya. Dalam proses produksinya, PT. TMMIN mempunyai beberapa supplier yang berada di beberapa daerah. Proses pengiriman komponen dari suatu mobil tersebut dibantu oleh beberapa Logistic Partner. Namun, tidak dapat dihindari bahwa proses pengiriman parts tersebut tidak selalu sesuai jadwal atau tepat waktu. PT. TMMIN ini merekap performansi tiap Logistic Partner yang bekerjasama dalam pengiriman barang setiap bulannya. Tidak dipungkiri bahwa terjadi delay delivery sehingga menyebabkan score punctuality achievement setiap logistic partner tidak mencapai target yang telah ditetapkan yaitu 95%. Hal ini dapat menyebabkan terhambatnya proses produksi dan penambahan biaya overtime dan biaya operasional. Peningkatan biaya operasional ini sangat berdampak terhadap keuangan perusahaan sehingga perusahaan harus mengetahui penyebab terjadinya delay delivery. Pada penelitian ini score punctuality achievement yang paling rendah terjadi di bulan November 2016 Plant Karawang I dengan logistic partner MML di Route RN 20. Penelitian ini mencari tahu penyebab terjadinya delay delivery yang menyebabkan rendahnya score punctuality achievement yaitu faktor man atau driver yang terlambat berangkat dari pool, terbatasnya jumlah forklift yang digunakan untuk loading unloading, tidak ada nya person in charge (PIC) saat dini hari, dan proses delivery dan proses produksi tidak sesuai dengan schedule. Untuk mengurangi hal tersebut dapat dilakukan hal – hal sebagai berikut : melakukan re-schedule terhadap jadwal produksi dengan jadwal loading unloading barang, menyediakan safety stock pada raw material, mempekerjakan person in charge (PIC) pada dini hari, dan melakukan penjadwalan dan pengaturan waktu secara real time.AbstractPT. TMMIN, is one of the automotive manufacturing company that put forward the best quality and service to its customers. In the production process, PT. TMMIN has several suppliers located in some areas. The process of delivery of components from a car is assisted by several Logistic Partners. However, it is inevitable that the delivery of parts is not always on schedule or on time. PT. TMMIN is recruiting the performance of each Logistic Partner who cooperate in the delivery of goods every month. It is undeniable that there is delay delivery, causing the punctuality achievement score of each logistic partner not to reach the set target that is 95%. This can lead to inhibition of production processes and the addition of overtime and operational costs. Increased operational costs are very impact on corporate finance so the company must know the cause of the delay delivery. In this study the lowest punctuality achievement score occurred in November 2016 Plant Karawang I with logistic partner MML on Route RN 20. This research find out the cause of delay delivery that causes low punctuality achievement score that is the factor man or driver who left late from the pool , limited number of forklifts used for loading unloading, no person in charge (PIC) in the early hours, and the delivery process and production process do not match the schedule. To reduce this, it can be done as follows: re-schedule of production schedule with loading schedule unloading of goods, providing safety stock on raw material, hiring person in charge (PIC) in the morning, and scheduling and arranging time real time.
Implementasi Teknik Relokasi 1-0 pada Pengembangan Algoritma Sequential Insertion Untuk Perbaikan Solusi Awal Model VRP dengan Karakteristik Heterogeneous Fleet Size and Mx Vehicle Routing Perkasa, Dwi Satria; Arvianto, Ary
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.45 KB)

Abstract

Transportasi dan distribusi erat kaitannya dengan perusahaan dalam mengirimkan produk ke pelanggan. Permasalahan pengiriman produk ke pelanggan ini dikenal dengan Vehicle Routing Problem (VRP). VRP memiliki berbagai varian model seperti yang telah dikembangkan penelitian sebelumnya. Dalam penelitian ini akan mengembangkan model VRP Heterogeneous fleet size and mix vehicle routing (HFSMVR), tujuannya meminimasi jumlah kendaraan, fungsi beban kerja, dan fungsi biaya. Penentuan jumlah dan rute kendaraan penelitian ini tetap mempertimbangkan aspek multiple product, multiple trips, multiple products and compartments, split delivery, dan multiple time windows. Teknik pemecahan masalah dalam penelitian ini menggunakan algoritma sequential insertion dan metode local search, serta improvement  dengan operator relocation 1-0. Berdasarkan perhitungan  model VRP Heterogeneous fleet size and mix vehicle routing (HFSMVR) didapatkan hasil kombinasi jenis kendaraan terpilih kapasitas 2.000 kiloliter dan 4.700 kiloliter yang menghasilkan jumlah tur 2, nilai TCT 265.76 jam dan RCT  70.24 jam dengan fungsi beban kerja  2.266.462,4 dan fungsi biaya sebesar Rp. 1.818.232.000, sedangkan hasil improvement relocation 1-0 didapatkan hasil jenis kendaraan terpilih 2.000 kiloliter dan 4.700 kiloliter yang menghasilkan jumlah tur 2, nilai TCT 272.27 jam dan RCT 63.73 jam dengan fungsi beban kerja yaitu  2.272.907,3 dan fungsi biaya sebesar Rp. 1.899.536.000.  Abstract Transportation and distribution is closely related with company in delivering the products to the customer. The problem of delivering products is known as Vehicle Routing Problem (VRP). VRP has many variants which have been developed in the previous research. In this research we will develop a VRP Model heterogeneous fleet size and mix vehicle routing (HFSMVR), the goal is for minimizing the number of vehicle, workload function, and cost function. determination the number of vehicle and route which is still considering multiple product, multiple trips, multiple product and compartment, split delivery, and multiple time windows aspects. Problem solving techniques in this research using sequential insertion algorithm and local search method, also improvement with operator relocation 1-0. Based on the calculation of VRP Heterogeneous fleet size and mix vehicle routing (HFSMVR) model, showed a combined capacity of 2.000 and 4,700 kiloliters which have a tour number is 2, TCT value is 265.76 hours, and RCT value is 70.24 hours, and the value of workload function is 2.266.462,4 and cost function is Rp. 1.818.232.000. while  the improvement result showed a combined capacity of 2,000 and 4,700 kiloliters which have a tour number is 2, TCT value is 272.27 hours, and RCT is 63.73 hours and workload function is 2.272.907,3 and cost function is Rp. Rp. 1.899.536.000.
PENERAPAN SIMULASI DAN RELIABILITAS PADA MODEL VEHICLE ROUTING PROBLEM (VRP) DENGAN PERMINTAAN PROBABILISTIK Arvianto, Ary; Nartadhi, Rizal Luthfi; Sari, Diana Puspita; Budiawan, Wiwik
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 9, No 1 (2018): JURNAL SIMETRIS VOLUME 9 NO 1 TAHUN 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.969 KB) | DOI: 10.24176/simet.v9i1.1583

Abstract

Vehicle Routing Problem (VRP) memiliki aplikasi yang penting di bidang manajemen distribusi, sehingga  menjadi  salah  satu  contoh  masalah  yang  banyak  dipelajari  dalam  literatur  optimasi kombinatorial dan diakui sebagai salah satu pengalaman tersukses dalam riset operasi. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi dari penelitian [1] dengan memperhatikan varian VRP homogeneous fleet  size and mix vehicle routing, multiple trips, multiple product and compartements, split delivery, dan multiple time windows dan permintaan tidak pasti (Probabilistic Demand). Hasil yang didapatkan bahwa model yang dibuat telah mampu merepresentasikan penelitian sebelumnya [1] dengan verifikasi hasil   yang sama. Permintaan tidak pasti   ditunjukkan dengan melakukan pengurangan kapasitas sebesar 5%   dan 10% dengan hasil bahwa  dengan mengurangi  kapasitas sebesar 5% terjadi permintaan pelanggan yang tidak tercukupi di beberapa pos, sedangkan pada 10% semua   permintaan dapat tercukupi. Namun dari segi biaya pada nilai 10% memiliki biaya yang lebih tinggi daripada 5%   hal ini dikarenakan rute   yang dihasilkan lebih banyak sehingga mengakibatkan penggunaan kapal lebih banyak dilakukan.
TINJAUAN DATA WAREHOUSE DALAM ANALISA KECELAKAAN KERETA API (STUDI KASUS DI PT. KAI DAOP IV SEMARANG) Budiawan, Wiwik; Arvianto, Ary
Rekayasa Vol 7, No 1: April 2014
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.354 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v7i1.2083

Abstract

Data Warehouse merupakan salah satu faktor penting dalam penyediaan data untuk proses pengambilan keputusan. Salah satunya, data dan informasi tersebut dimanfaatkan dalam analisa resiko kecelakaan transportasi. PT. Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai perusahaan operator moda transportasi kereta api, tentu terdapat berbagai kendala administratif maupun operasional dalam memberikan pelayanan kepada penumpang. Kendala tersebut dapat berimbas pada jadwal yang tertunda hingga  dampak paling buruk yaitu terjadinya kecelakaan. Ketika  kecelakaan kereta api terjadi, investigasi dilakukan terhadap unit-unit yang diduga terkait terhadap kontribusi kecelakaan. Akan tetapi, proses investigasi saat ini belum dapat berjalan efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan, data dan informasi sebagian masih manual (tidak terkomputerisasi) dan belum tersusun dalam bentuk data warehouse. Penelitian ini merupakan tahap awal dalam pengembangan sistem analisa kecelakaan kereta api yang terintegrasi. Keluaran tahap awal ini dirancang suatu data warehouse yang mampu menyediakan data periodik maupun insidental guna proses pengambilan keputusan terutama dalam analisa kecelakaan. Adapun metode yang digunakan untuk merancang data warehouse adalah dengan Entity Relationship Diagram (ERD) dan menggunakan software MS. SQL Server 2008 R2. Warehouse data is one of the important factors in providing data for decision-making process. One of them, the data and information are used in the analysis of the risk of transportation accidents. PT. Kereta Api Indonesia (KAI) as its operator railway transportation mode, there are of course a variety of administrative and operational constraints in providing services to passengers. Such constraints could impact on the schedule is delayed until the worst impact namely accidents. When the train accident happened, an investigation carried out on the units allegedly linked to the contribution of the accident. However, the investigation has yet run effectively and efficiently. This is because, the data and information is still partly manual (not computerized) and has not been arranged in the form of a warehouse data. This study is an early stage in the development of systems for analysis of integrated rail accident. The output of this initial stage, designed a data warehouse that is able to provide data periodically and incidental to the decision making process especially in the analysis of the accident. The methods are used to design a warehouse data is the Entity Relationship Diagram (ERD) and use MS software. SQL Server 2008 R2.
TINJAUAN DATA WAREHOUSE DALAM ANALISA KECELAKAAN KERETA API (STUDI KASUS DI PT. KAI DAOP IV SEMARANG) Wiwik Budiawan; Ary Arvianto Arvianto
AGROINTEK Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v8i2.2006

Abstract

Data Warehouse is one of the important factors in providing data for decision-making process. One of them, the data and information used in the analysis of transport accident risk. PT. Kereta Api Indonesia (KAI) as a mode of transportation companies train operator, of course there are a variety of administrative and operational constraints in providing services to passengers. These constraints can impact on the schedule is delayed until the worst effects are accidents. When the train accident occurred, an investigation carried out on units allegedly linked to the contribution of the accident. However, the current investigation has not been able to run effectively and efficiently. This is because, the data and information some still manually (not computerized) and has not been arranged in the form of a data warehouse. This study is an initial step in the development of a train accident analysis system integrated. The output of this initial stage designed a data warehouse that is capable of providing data periodically and incidental to the process of decision-making, especially in the analysis of the accident. The method used to design a data warehouse is the Entity Relationship Diagram (ERD) and use MS SQL Server 2008 R2 software.
KAJIAN AWAL SIMULASI KOMPUTER MODEL KEBIJAKAN PENENTUAN JUMLAH OPTIMAL ARMADA BUS RAPID TRANSIT (BRT) SEMARANG Wiwik Budiawan; Ary Arvianto; Nabiel Putra Adam
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 7, No 1 (2016): JURNAL SIMETRIS VOLUME 7 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.786 KB) | DOI: 10.24176/simet.v7i1.531

Abstract

Keberadaan Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Semarang diharapkan dapat menjadi salah satu solusi akan permasalahan kemacetan, adanya BRT ini terutama pada trayek perjalanan koridor II, ternyata mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat pengguna, terbukti dari meningkatnya permintaan yang terjadi dari tahun 2012 hingga 2013 yakni hampir menyentuh angka 90% dari tahun sebelumnya. Dari hasil pengamatan pada trayek perjalanan Koridor II yang telah dilakukan, ternyata diketahui bahwa pada beberapa shelter (halte) terjadi permintaan yang cukup tinggi, dan akhirnya pada saat peak hour armada BRT tidak mampu menampung seluruh permintaan yang terjadi, sehingga mengakibatkan penumpang harus menunggu lebih lama untuk dilayani oleh armada tersebut. Hal tersebut memicu permasalahan baru yakni kurang optimalnya jumlah armada yang beroperasi dan juga jadwal antar keberangkatan armada yang kurang menyesuaikan kondisi ketika tingginya permintaan pada setiap halte. Adapun metode yang digunakan adalah dengan melakukan pendekatan sistem, yang selanjutnya melakukan pemodelan sistem transportasi dan simulasi computer yang terjadi pada rute perjalanan tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah rancangan model simulasi dalam bentuk model matematis dan simulasi komputer. Variabel pengendali pada model matematis dan simulasi komputer adalah frekuensi waktu antar kedatangan armada BRT, sehingga diharapkan mengurangi panjang antrian penumpang. Kata kunci: sistem transportasi, pemodelan sistem, simulasi komputer.
DAMPAK SERTIFIKASI EKOLABEL TERHADAP SUSTAINABILITAS INDUSTRI FURNITUR Haryo Santoso; Ary Arvianto; Zaenal Fanani
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri furnitur kayu memiliki potensi yang menjanjikan bagi negara-negara berhutan tropis, termasuk Indonesia. Industri ini menyerap banyak tenaga kerja dan mempunyai nilai ‘total linkage’ paling tinggi dibanding industri lainnya. Kerusakan hutan tropis akibat ‘illegal logging’ dan alih fungsi hutan yang tidak terkendali telah memunculkan ekolabeling sebagai salah solusi menuju hutan lestari. Ekolabeling dirasakan industri furnitur sebagai tekanan perdagangan internasional. Negara maju akan menolak produk perkayuan tanpa sertifikat ekolabel. Di Indonesia, ekolabeling CoC termasuk paling lamban dibanding negara produsen pesaing seperti China, Vietnam bahkan Malaysia. Penelitian ini menggunakan metode survei dibantu perangkat lunak SmartPLS dan indepth-interviews terhadap industri furnitur untuk mengetahui dampak sertifikasi ekolabel terhadap sustainabilitas industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekolabel mempunyai dampak positif signifikan terhadap pelestarian hutan, citra perusahaan, pangsa pasar, profit, dan kesejahteraan karyawan. Direkomendasikan agar ekolabeling dapat didorong untuk meningkatkan daya saing ekspor, pangsa pasar dan menjamin hubungan produsen-konsumen yang sustainabel. Kata kunci : ekolabel, hutan lestari, industri furnitur, sustainabel
ANALISIS RANTAI NILAI UNTUK MENENTUKAN STRATEGI DAYA SAING PRODUK MANISAN CARICA DIENG Bibit Setyo Pambudi; Diana Puspita Sari; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Carica merupakan buah khas daerah yang dihasilkan di daerah dieng dan tidak mudah ditemukan di daerah lain. Dengan tanah yang subur dan iklim yang mendukung, carica memiliki potensi yang besar untuk dieksplorasi. Industri pengolahan buah  carica menjadi manisan carica saat ini sudah cukup berkembang. Tetapi masih banyak kekurangan dalam industri manisan carica yang menyebabkan daya saing terhadap produk sejenis sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami tahapan dan kondisi dari rantai nilai (value chain) produk manisan carica yang selanjutnya akan digunakan untuk menentukan strategi untuk meningkatkan daya saing industri manisan carica. Analisis value chain memandang perusahaan sebagai salah satu bagian dari rantai nilai produk. SWOT digunakan untuk mengetahui gambaran umum mengenai kondisi industri carica. Sedangkan diamond porter digunakan untuk mendapatkan penjelasan yang lebih detail mengenai faktor kondisi (input), kondisi permintaan, industri terkait dan pendukung, dan konteks persaingan dan strategi perusahaan. Selanjutnya dilakukan survei pasar untuk mengetahui penilaian konsumen terhadap kinerja dan ekspektasi dari 14 indikator dari variabel kepuasan pelanggan. Importance-performance analysis dan customer satisfaction index (CSI) digunakan untuk mengetahui indikator yang perlu diprioritaskan untuk mendapatkan perbaikan kinerjanya. Masih terdapat banyak masalah mulai pada tahap petani carica, produsen, dan juga retail berdasarkan hasil dari analisis kondisi rantai nilai. Dengan mengacu pada permasalahan tersebut, ditentukan strategi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan daya saing industri carica. Integrasi horizontal dan vertikal dalam rantai nilai sangat diperlukan untuk menunjang ketahanan dan daya saing industri manisan carica. Kerjasama antar produsen, antara produsen dengan petani, dan produsen dengan retail akan membuat industri ini semakin berkembang dengan pesat. Peran pihak-pihak dari luar rantai nilai carica seperti lembaga penelitian, lembaga permodalan dan juga pemerintah sangat diharapkan bisa membantu mengembangkan industri carica.  Abstract Carica is typical of the region fruit that produced in the Dieng and not easily found in other areas. With fertile soil and favorable climate, carica has great potential to be explored. Carica fruit processing industry that produce candied carica is currently developed enough. But there are still many shortcomings in the carica confectionery industry leading competitiveness of similar products is very low. This study aims to understand the stages and conditions of the carica confectionery products value chain which would then be used to define strategies to enhance industrial competitiveness candied carica. Value chain analysis view the company as one part of the product value chain. SWOT is used to determine a general overview of the condition of carica industry. While the porter diamond is used to obtain a more detailed explanation of the factor (input) condition, demand conditions, related and supporting industries, and the context of competition and corporate strategy. Subsequently conducted a market survey to determine consumer ratings of performance and expectations from the 14 indicators of customer satisfaction variables. Importance-performance analysis and customer satisfaction index (CSI) is used to determine which indicators should be prioritized to obtain performance improvements. There are still many problems start at the stage of carica farmers, manufacturers, and also retails based on the results of the analysis of the value chain condition. using reference to the issue, that determined the strategy could be applied to enhance industrial competitiveness carica. Horizontal and vertical integration in the value chain is needed to support the resistance and competitiveness of the carica confectionery industry. Cooperation between producers, between producers with farmers, and between manufacturers with retails will make the industry growing by leaps and bounds. The role of external parties of carica value chain such as research institutions and government capital is more expected to help develop the carica industry.  
Pemodelan Sistem BRT Koridor II Semarang sebagai Solusi Permasalahan Transportasi Nabiel Putra Adam; Ary Arvianto; Wiwik Budiawan
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.278 KB)

Abstract

Kota Semarang sebagai salah satu pusat bisnis dan ekonomi di wilayah Jawa Tengah menyebabkan naiknya arus urbanisasi ke kota Semarang. Hal ini yang mendasari terjadinya peningkatan kebutuhan akan sarana dan prasarana transportasi terutama moda transportasi umum. Namun, kondisi pengelolaan transportasi umum terutama armada bus dan juga angkutan kota (angkot) yang kurang baik menyebabkan masyarakat cenderung menggunakan moda transportasi pribadi (Agatha, Nurcahyanto, & Musawa, 2011). Pengadaan armada BRT merupakan salah satu solusi yang diterima dengan baik oleh pengguna transportasi umum, hal tersebut diketahui dari peningkatan permintaan yang signifikan yakni pada tahun 2012 adalah sebesar 136.848 sedangkan pada tahun 2014 menjadi 659.444. Seiring dengan bertambahnya permintaan, muncul permasalahan baru yakni terjadi penumpukkan antrian pada beberapa halte yang beroperasi di trayek BRT terutama pada Koridor II. Oleh karena itu, dilakukan pemodelan sistem transportasi BRT berdasarkan proses – proses yang terjadi dalam kondisi nyata. Dengan menggunakan software ProModel 6.0 dihasilan model simulasi sistem transportasi BRT yang telah terverifikasi dan mampu menggambarkan kondisi nyata dari proses operasional armada BRT. Adapun solusi yang ditawarkan adalah dengan memanipulasi frekuensi antar kedatangan armada BRT sehingga dihasilkan panjang antrian penumpang yang lebih rendah.i AbstractSemarang city as one of the business and economic center in the region of Central Java, causes the increasing of urbanization rate on Semarang city. and made the need of facilities and infrastructure increase too, especially for public transportation. However, the deficient condition of public transport management especially for buses and city transport causes people tend to use private transportation modes (Agatha, Nurcahyanto, & Musawa, 2011). The existence of Bus Rapid Transit (BRT) became well accepted solution by the public transportation users, and could be seen from the significant increase of BRT demand. For example, in the year of 2012 the demand was 136.848 whereas in 2014 the demand increased to 659.444. Along with that, the new problem emerged in the queue of BRT passengers on Corridor II. Therefore, this research will apply system modelling of transportation system based on the processes of the real condition. The modelling process with the use of ProModel 6.0 simulation software develop a verified model of transportation system simulation and could perform the real condition of BRT operational processes. And the result from this research is how to achieve the lower result of passenger queues by manipulating the arrival cycle of Bus Rapid Transit.
ANALISIS KAPABILITAS PROSES TRIAL 1 PADA TOP COVER CM-219 (Studi Kasus: PT.Techpack Asia) Findy Nurlitasari Nampira; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.99 KB)

Abstract

PT. Techpack Asia merupakan perusahaan kemasan kosmetik yang diresmikan pada tanggal 23 Juli 2003. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang berasal dari negara Perancis. Dalam memenuhi keinginan pelanggan, PT.Techpack Asia terutama pada Departemen Development Engineering melakukan beberapa analisa sebelum produk diproduksi agar produk yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan spesifikasi pelanggan, serta melakukan pengujian terhadap beberapa sampel produk tersebut dengan melakukan 2 kali trial sebelum melakukan produksi sesungguhnya guna mencapai kesesuaian produk baik untuk kepentingan pelanggan sendiri dengan produk yang sesuai dengan desain yang diinginkan serta untuk kepentingan perusahaan sendiri dengan memberikan produk yang berkualitas tinggi. Oleh sebab itu, akan dilakukan analisa kapabilitas proses berdasarkan pengukuran panjang, lebar, tebal serta berat dari top cover produk CM-219 dengan menentukan apakah proses dianggap capable serta menentukan indeks performansi kane berdasarkan sigma dari produk. Dengan melakukan analisa tersebut, diharapkan dapat diperoleh spesifikasi yang optimum, cara mencapai spesifikasi tersebut serta dapat didapatkan beberapa saran alternatif. Metode yang digunakan adalah metode kapabilitas proses untuk mengukur kapabilitas pada proses injeksi khususnya unutk produk CM-219 pada bagian top cover.  Pengolahan data yang dilakukan untuk melakukan uji visual dari top cover CM-219 untuk melihat apakah produk yang dihasilkan semua sesuai dengan spesifikasi yang diberikan pelanggan atau tidak, kemudian desain sesuai keinginan pelanggan, bahan, warna serta kualitas yang diinginkan pelanggan. Diperoleh hasil pada kapabilitas proses untuk panjang adalah sebesar 0,89, lebar 2,32 , tinggi 1,44 , dan berat 2,00 namun hasil Cpk masih berada di bawah nilai 1. Alternatif perbaikan yang disarankan terdapat empat alternatif, yaitu melakukan perubahan ukuran produk, melakukan pemesanan mold yang baru, pemilihan material yang digunakan serta melakukan penyetingan mesin kembali. Pemilihan alternatif juga memperhatikan beberapa aspek selain aspek ketepatan dalam menciptakan produk sesuai spesifikasi juga memperhatikan aspek waktu dan biaya.AbstractPT. Techpack Asia is a cosmetics packaging company that was inaugurated on July 23, 2003. The company is a French company. In order to satisfy the customers' wishes, PT.Techpack Asia, especially in the Department of Engineering Development, conducted some analysis before the product was produced so that the product produced was really in accordance with the customer's specification, and tested several samples of the product by doing 2 trials before doing real production in order achieve product suitability both for the benefit of the customers themselves with products that fit the desired design and for the benefit of the company itself by providing high quality products. Therefore, a process capability analysis based on measuring the length, width, thickness and weight of the top cover of CM-219 product by determining whether the process is considered capable and determines the kane performance index based on the sigma of the product. By doing the analysis, it is expected to get the optimum specification, how to reach the specification and can get some alternative suggestion. The method used is process capability method to measure capability in injection process especially for CM-219 product on top cover. Data processing is performed to perform visual test of CM-219's top cover to see whether the product is all in accordance with customer's specification or not, then design according to customer's desire, materials, color and quality desired by customer. The results obtained on the process capability for the length is 0.89, width 2.32, height 1.44, and weight 2.00 but the result of Cpk is still below 1. Alternative improvements suggested there are four alternatives, namely to change the size product, ordering new molds, selection of materials used and re-engine setup. Alternative selection also paid attention to several aspects other than the aspect of accuracy in creating products according to specifications also pay attention to aspects of time and cost.
Co-Authors Adhitya Sulistyawan Aditya Hendra Aditya Hendra Setiawan Aditya Hendra Setiawan Ahmad Karami Ahmad Muzakki Alamanda, Novia Anatashia Rosa Ferella Ardanesia Ardanesia Arfan Bachtiar, Arfan Arien Dewi Rakhmawati Arien Dewi Rakhmawati Arya Anantama R, Arya Anantama Bambang Purwanggono Bariqi Rahadyan Putera Bibit Setyo Pambudi Budiman Nurhidayat Cahyani, Dihan Chofifah Damar Jiwo Kuntoprasetyo Darminto Pujotomo Desmond Ryan Khrisnanda Dhana Antasari Diana Puspita Sari Dina Tauhida Dina Tauhida Dinar Enggar Puspita Dwi Satria Perkasa, Dwi Satria Dyah Ika Rinawati Dythia Rointan Sianturi Dzulfikar, Rifki Daris Fachrul Rozi Faiz Hanif Kurniawan Findy Nurlitasari Nampira Firmansyah, Muhammad Bintang Fithria Khoirunnisa Galih Setyo Pambudi, Galih Setyo Grace Olivia Hanifah Fitri Izzati Hapsari, Chaterine Alvina Prima Haryo Santoso Heru Prastawa Hery Suliantoro I Ketut Suada Izzuddin Naufal Jose Daniel Marthin Khairunnisa Hanan Yancadianti Liem Kevin Renard Wiryono Maizar Rizki Biruni Martha, Kezia Elyani Marudut Mujur Muhamad Firman Prayogi Muhammad Hani Nabiel Putra Adam Nabiel Putra Adam Nabiel Putra Adam, Nabiel Putra Naniek Utami Handayani Nartadhi, Rizal Luthfi Nartadhi, Rizal Luthfi Nia Budi Puspitasari Nugraha, Restu Adi Opan Pardiyana Parhusip, Yohana Natalia Putri Gani Permana, Imam Indra Pramumardani, Ery Vita Prasetyo Adi W Purnawan Adi W Purnomo Setyo Kusumo Putri Fajar Wulandari Putri, Ade Aisyah Arifna R. Ristanto Baskoro, R. Ristanto Ratna Purwaningsih Rayana Andari Bardijan Rheza Arista Rifki Muhammad Rosi Puspitasari Ryan Ramanda Nasution Samosir, Rian Simon Saputra, Dhimas Wachid Nur Sarsa Surya Rizkita Setyawan, Rafly Zuhdi Shintyastuti, Annisa Rahma Sigit B. Prayudo Singgih Saptadi Sri Hartini Sriyanto Sriyanto Sriyanto Sriyanto Suci Farida Astuti Torop Nadeak Sihombing Tresia Siahaan, Yohana Sara Try Aji Wisnubroto Wiwik Budiawan Wiwik Budiawan Wiwik Budiawan Zaenal Fanani Zekben S, Meikel