Claim Missing Document
Check
Articles

PERENCANAAN STRATEGIS SUMBER DAYA SISTEM INFORMASI DI UNIVERSITAS DIPONEGORO Ardanesia Ardanesia; Singgih Saptadi; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.081 KB)

Abstract

Pembangunan sistem informasi (SI) Universitas Diponegoro (UNDIP) masih memiliki kendala, antara lain: pembangunan SI dilakukan secara bottom-up, perencanaan pembangunan SI yang terintegrasi belum rampung, dan adanya organisasi tata kelola (OTK) yang relatif baru menyebabkan SI belum terintegrasi. Hal ini menunjukkan UNDIP membutuhkan suatu perencanaan strategis SI yang dapat mendukung pencapaian visi sebagai universitas riset yang unggul pada tahun 2020 dan memperoleh manfaat penerapan SI. Untuk menjalankan dan mengelola SI, maka dibutuhkan sumber daya SI. UNDIP sebagai institusi pendidikan harus memiliki suatu perencanaan strategis sumber daya SI sebagai kerangka acuan dalam pengembangan SI dan proses dokumentasi yang kredibel mengenai sumber daya yang dimiliki. Perencanaan strategis sumber daya SI penting untuk dilakukan agar sumber daya yang diinvestasikan dapat digunakan secara efektif dan efisien. Sumber daya SI terdiri dari infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM). Perencanaan infrastruktur dilakukan dengan analisis kesenjangan antara kondisi existing dengan ekspektasi yang diinginkan, selanjutnya dilakukan identifikasi prinsip dan tren perkembangan teknologi, sehingga dapat dilakukan usulan pengembangan infrastruktur. Adapun perencanaan SDM dilakukan setelah dilakukan analisis kesenjangan kondisi kemampuan, pengetahuan, dan perilaku pegawai existing dengan ekspektasi yang diinginkan. Hasil perencanaan bersifat adaptif dengan mengadopsi cloud computing sehingga diharapkan proses bisnis UNDIP dapat berjalan efektif, efisien, dan tangkas. Nilai strategis tiap usulan SI dan ketersediaan sumber daya akan dijustifikasi, sehingga akan dapat ditentukan strategi pengadaan untuk tiap usulan SI. Pengadaan usulan SI akan dilakukan dengan strategic partnership, insourcing, outsourcing dan recuperation. Abstract [Title: Strategic Planning for Information Systems’ Resources] Information sytems (IS) development in Universitas Diponegoro (UNDIP) faced several problems which were bottom-up IS development, blueprint of IS development has not been completed yet, and new organization governance, that leaded to unintegrated IS. This showed that UNDIP needs IS strategic planning to support achieving UNDIP’s vision of becoming research university in 2020 and gains advantage of IS implementation. Resources are needed to be IS enablers’. UNDIP as educational institution has to have strategic planning for IS resources as broad outline and credible documentation of owned resources. Strategic planning for IS resources is important in order that  invested resources could be used effectively and efficiently. Resources are consisted of infrastructure and human resources . Infrastructure planning were conducted by performing gap analysis between current infrastructure condition and UNDIP’s expectation, identifying development principle and technology trends, so that it could be concluded as infrastructure development suggestion. Meanwhile, human resources planning were done by performing gap analysis  between current skills, knowledge, and behavior condition of current human resources and UNDIP’s expectation. This resarch resulted adaptive planning by adopting cloud computing which was expected to support UNDIP business process to be effective, efficient, and agile. Strategic value and resources availibility of each IS proposal were justified to decide which sourcing decision would be made. IS proposal should be developed by strategic partnership, insourcing, outsourcing, and recuperation. 
Usulan Model Persediaan Dengan Metode Hadley-Within Dan Chiu Approximation Dengan Mempertimbangkan Pengembalian Pada Produk Farmasi Di RSUD Kardinah Rosi Puspitasari; Ary Arvianto; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.846 KB)

Abstract

Keberadaan persediaan bagi suatu instansi merupakan hal yang penting dan tidak dapat dihindari, namun keberadaannya sering dianggap sebagai pemborosan. Oleh karena itu, pengendalian persediaan adalah hal yang penting untuk dilakukan agar kebutuhan akan suatu produk dapat terpenuhi secara optimal. Unit farmasi adalah instalasi pendukung bagi Rumah Sakit sebagai sarana penyedia obat. Obat merupakan salah satu produk yang memiliki masa kadaluwarsa. Pada kondisi manajemen unit logistik farmasi di RSUD Kardinah saat ini terdapat obat yang tidak mengalami penjualan selama 3 bulan berturut-turut atau deathstock akibat obat mengalami slow moving stock sehingga obat-obat tersebut menumpuk terlalu lama digudang dan menyebabkan biaya persediaan yang besar akibat biaya simpan yang besar. Obat-obat yang akan kadaluwarsa harus di lakukan return ke supplier dengan lead time rata-rata 5 bulan, hal ini menimbulkan resiko stockout dan opportunity lost yang tinggi atas penjualan obat-obat tersebut. Maka perlu dilakukan pengendalian persediaan dengan mempertimbangkan demand yang probabilistik, masa kadaluwarsa dan pengembalian produk agar total biaya persediaan minimum. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kuantitas pemesanan obat yang optimal dan meminimalkan kuantitas obat kadaluwarsa yang di return. Dari hasil perhitungan numerik dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan dapat menyelesaikan masalah dari unit farmasi pada RSUD Kardinah yang memiliki suatu sistem persediaan dengan faktor demand probabilistik, kadaluwarsa dan pengembalian produk.
USULAN PERBAIKAN POSTUR TUBUH PEKERJA PADA KEGIATAN PERAKITAN (ASSEMBLY) DI PT. HITACHI CONSTRUCTION MACHINERY INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE RULA (RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT) Bariqi Rahadyan Putera; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.751 KB)

Abstract

Manual material handling merupakan kajian studi yang sangat penting di dunia industri. Tenaga manusia berperan utama dalam aktivitas manual material handling. Fleksibilitas gerakan merupakan salah satu alasan untuk industri yang masih memanfaatkan penanganan material secara manual. Pada PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia (HCMI) memiliki berbagai macam kegiatan pekerjaan secara otomatis ataupun manual. Dalam paper ini akan dibahas tentang kegiatan perakitan (Assembly) yang masih menggunakan pekerja dengan postur yang kurang baik. Disisi lain, postur yang dilakukan pada aktivitas tersebut dapat menyebabkan cidera tulang belakang (Low Back Pain). Oleh karena itu, sebuah rancangan perbaikan akan disarankan agar setiap pekerja kegiatan perakitan (Assembly) menjadi lebih baik dan memiliki tingkat efisiensi dan efektivitas yang baik sehingga para pekerja tidak menjadi korban dari sebuah pekerjaan yang dilakukan. Pada paper ini digunakan metode RULA (Rapid Upper Limb Assessment) yang dapat mengidentifikasi gerakan baru yang diciptakan apakah sesuai dengan tingkat ergonomi yang baik atau tidak sehingga pekerja dapat bekerja dengan nyaman dan aman. Abstract  Manual material handling is a very important study findings in the industrialized world. Manpower play as a key role in the activity of manual material handling. Flexibility of movement is one of the reasons for the industry that still utilize manual materials handling. At the PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia (HCMI) has a wide range of work activities automatically or manually. In this paper will be discussed about the activities of the assembly that were still using workers with poor posture. On the other hand, postures performed on these activities can cause low back pain. Therefore, an improvement plan will be recommended that each worker assembly activities for the better and has a better efficiency and effectiveness so that the workers do not become a victim of a work performed. In this paper used the method of RULA (Rapid Upper Limb Assessment) which can identify whether the new movement created in accordance with the level of ergonomics is good or not so workers can work comfortably and safely.
ANALISIS MODEL LAYANAN PADA AIRLINE INDUSTRY MENGGUNAKAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIS (Studi Kasus: PT Garuda Indonesia Branch Office Semarang) Rayana Andari Bardijan; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Garuda Indonesia merupakan maskapai yang paling unggul dibandingkan dengan maskapai lainnya. Namun, pada kenyataannya PT Garuda Indonesia Branch Office Semarang belum mampu memenuhi target profit (route result) yang telah ditetapkan perusahaan induk. Dalam pencapaian profit banyak hal yang harus dipertimbangkan diantaranya yaitu harga, net revenue dan biaya operasional yang dikeluarkan. Berdasarkan studi literatur, model sistem yang sesuai adalah dengan mengimplementasikan model sistem dinamik karena sistem penerbangan yang diteliti sangat dinamis oleh perubahan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun suatu skenario kebijakan dengan menggunakan pendekatan sistem dinamis untuk mengetahui indikator-indikator apa saja yang harus dikembangkan agar PT Garuda Indonesia Branch Office Semarang dapat mencapai target profit (route result).  Adanya kondisi tersebut dilakukan beberapa skenario kebijakan, yaitu adjustment cost, adjustment harga tiket dan penggabungan adjustment cost dan adjustment harga tiket. Model sistem dinamis yang dibuat disimulasikan untuk mengetahui kebijakan yang paling baik dan paling cepat mencapai target profit  PT Garuda Indonesia selama masa periode 5 tahun kedepan setalah tahun 2012. Kebijakan terpilih adalah adjustment cost dan harga tiket, dengan menggunakan kebijakan ini profit dapat dicapai pada bulan ke-10.  ABSTRACTPT Garuda Indonesia is the most superior as compared to other airlines. However, in reality PT Garuda Indonesia Branch Office Semarang has not been able to meet the profit target (route result) that were set by the parent company. In the achievement of profit many things to consider such as the price, net revenue and operating costs that issued. Based on the study of literature, the corresponding system model is to implement a model of system dynamic because aviation system is very dynamic by changing of the time. This study aimed to develop a policy scenarios using a systems dynamic approach to determine what indicators should be developed so that PT Garuda Indonesia Branch Office Semarang can achieve the profit target (route result). The existence of these conditions was some policy scenarios, cost adjustment, ticket prices adjustment and merger costs adjustment and ticket prices adjustment. System dynamic models made simulated to determine the best policy and the fastest to reach the target profit of PT Garuda Indonesia during the period of 5 years after 2012. The selected policy is the adjustment cost and price of tickets, using this policy profit can achieved in the 10th.
ANALISIS PERBAIKAN KUALITAS KERTAS WHITE TOP LINER MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA), FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA), DAN CRITICALITY ANALYSIS (STUDI KASUS : PT PURA BARUTAMA UNIT PAPER MILL 5) Liem Kevin Renard Wiryono; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.658 KB)

Abstract

Kebutuhan kertas terus meningkat hingga 3% tiap tahunnya. Hal ini mendorong produsen kertas untuk menghasilkan produk kertas yang sesuai dengan permintaan konsumen. Namun, terdapat beberapa kendala dalam produksi kertas diantaranya mesin yang menghasilkan produk cacat salah satunya yaitu jenis cacat warna. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu kebijakan untuk menyelesaikan penyebab terjadinya cacat warna. Kebijakan ini dapat diperoleh dengan mengidentifikasi penyebab yang paling dominan kemudian merumuskan solusi untuk menyelesaikan penyebab tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya cacat jenis warna, menentukan faktor dominan, serta menentukan kebijakan yang sesuai untuk menyelesaikan penyebab dominan tersebut. Metode yang dilakukan adalah Fault Tree Analysis, Failure Mode and Effect Analysis, dan Criticality Analysis. Objek penelitian adalah unit Paper Mill 5 PT Pura Barutama. Dari hasil pengolahan data dan analisis diperoleh hasil bahwa ada 14 minimal cut-set yang dapat menyebabkan jenis cacat warna. Minimal cut-set yang menjadi fokus untuk diselesaikan selanjutnya yaitu pisau refiner yang tumpul atau rusak . Selanjutnya dilakukan perhitungan criticality index dan didapat nilai sebesar 465 yang berarti kebijakan maintenance komponen yang sesuai yaitu dengan corrective maintenance Abstract[Quality improvement analysis in white top liner paper using Fault Tree Analysis (FTA) and Criticality Analysis (case study: PT Pura Barutama unit Paper Mill 5)]  Paper needs continue to increase by 3% annually. This fact encourages paper producers to produce paper products that meet consumer’s increased needs. However, there are some problems in the production of paper such as machines that produce defective products, for example, the color type defects. Therefore, it takes a policy to solve the causes of the occurrence of color defects. This policy can be obtained by identifying the most dominant cause then formulating solutions to solve the cause. The purpose of this study is to determine the factors causing the occurrence of color type defects, determine the dominant factors and determine the appropriate policy to solve the dominant cause. The methods used are Fault Tree Analysis, Failure Mode and Effect Analysis, and Criticality Analysis. The object of research is Unit Paper Mill 5 PT Pura Barutama. After processing and analyzing the data, the result is there are 14 minimum cut-set that can cause color type defects. Minimum cut-set that becomes the focus to be resolved is blunt or damaged refiner blade. Furthermore, the calculation of the criticality index for the minimum cut-set result a value of 465 which means the appropriate maintenance policy is corrective maintenance.
IMPLEMENTASI MODEL PENGENDALIAN PERSEDIAAN EOQ MULTI ITEM DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MASA DEATHSTOCK PADA NON-KONSTAN DEMAND (STUDI KASUS : RUMAH SAKIT X TANGERANG) Dythia Rointan Sianturi; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.366 KB)

Abstract

Rumah sakit adalah fasilitas pelayanan masyarakat yang disediakan oleh pemerintah. Rumah sakit memiliki tujuan pelayanan yaitu untuk memberikan pelayanan obat-obatan pada waktu yang tepat dan dalam dosis serta cara pemakaian yang tepat. Proses pengelolaan obat di rumah sakit meliputi perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan distribusi. Keempat tahap ini saling terkait dan memiliki dampak yang besar terhadap ketersediaan obat di rumah sakit sehingga harus dikoordinasi dengan baik. Penyakit dan permintaan obat adalah hal yang tidak bisa diramalkan. Oleh sebab itu, pengelolaan persediaan sangat penting dalam menangani kasus non konstan demand seperti permintaan obat. Setiap tahunnya, jumlah deathstock meningkat setiap tahunnya sehingga meningkatkan biaya simpan digudang. Hal ini disebabkan karena pemesanan obat tidak terjadwal sehingga menimbulkan penumpukan obat (deathstock) digudang dan menyebabkan obat menjadi kadaluwarsa. Oleh karena itu pentingnya pengendalian persediaan dirumah sakit. Pengendaliaan persediaan pada penelitian ini menggunakan Model EOQ Multi Item dengan mempertimbangkan kondisi deathstock dan masa kadaluwarsa sehingga rumah sakit memiliki jadwal pemesanan obat yang tepat yaitu setiap 0,406 tahun atau setiap 149 hari sehingga menurunkan total biaya simpan sebesar Rp 10.274.584,52 per siklus.  Abstract The hospital is a community service facilities provided by the government . The hospital has a service goal is to provide medicines at the right time and in the dosage and how to use the right . Medication management process in hospitals include planning , procurement , storage and distribution . These four stages are interrelated and have a considerable impact on the availability of drugs in the hospital so it must be well coordinated . Disease and drug demand is unpredictable . Therefore , the management of inventory is crucial in dealing with cases of non- constant demand as demand for drugs . Each year , the number increases every year deathstock thereby increasing the cost of the warehouse store . This is because reservations are not scheduled drugs , causing a buildup of the drug ( deathstock ) warehouse and cause drug becomes outdated. Hence the importance of inventory control in the hospital . Controlling inventory in this study using Multi- Item EOQ model by considering deathstock conditions and expiry dates so that hospitals have the right medication ordering schedule is 0,406 in every year or once order for 149 days and resulting in lower total cost savings of Rp 10,274,584.52 per cycle.
PEMILIHAN JASA EKSPEDISI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS Putri Fajar Wulandari; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.481 KB)

Abstract

Perusahaan pasti menginginkan berupaya untuk mengirimkan produknya ke konsumen dengan waktu yang tepat, berkualitas, dan harga seminimum mungkin. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memilih jasa ekspedisi dari pihak luar perusahaan yang terbaik. Pemilihan jasa ekspedisi merupakan aspek penting bagi perusahaan untuk meningkatkan performa logistiknya. Penelitian dilakukan di PT Aries Indo Global Semarang yang merupakan perusahaan perakitan ponsel. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kriteria yang lebih penting dibandingkan kriteria lainnya dalam pemilihan jasa ekspedisi. Kriteria tersebut digunakan untuk mengevaluasi tiap jasa ekspedisi yang digunakan sehingga dapat diperoleh jasa ekspedisi yang terbaik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuisioner perbandingan berpasangan kepada para ahli. Dari penelitian ini diperoleh bahwa kriteria harga merupakan kriteria paling penting dalam pemilihan jasa ekspedisi, dibandingkan dengan kriteria responsivitas, pengalaman, dan kualitas pelayanan. Kemudian untuk sub-kriteria dari responsivitas, sub-kriteria respon terhadap klaim cacat dan keterlambatan lebih penting daripada respon pesanan dan tracking pesanan. Sedangkan untuk sub-kriteria dari kualitas pelayanan, sub-kriteria barang tidak hilang lebih penting dibandingkan pengiriman barang tepat waktu dan barang tidak cacat. Kriteria dan sub-kriteria digunakan untuk mengevaluasi jasa ekspedisi sehingga diperoleh jasa ekspedisi yang terbaik adalah FPE.   Abstract All enterprises must be trying to deliver their products to consumers with the right time, right quality, and the right price. One of the method is choosing the best expedition services from the firm outer. Thus, expedition services selection is an important aspect to improve enterprises’ logistics performance. The research was done in PT Aries Indo Global Semarang, a cell phone assembly enterprise. The purpose of this research is determining which criteria is more important than the others in an expedition services selection. Therefore, these criteria used to evaluate each expedition services so the best expedition services is obtained. Methods used in this research is analytical hierarchy process (AHP). Research conducted using pairwise comparison to experts through questionnaire. The result of this research is price criteria is more important in an expedition services selection compared than responsiveness, previous experiences, and services quality. Then on responsiveness sub-criteria, response to defect claim is more important than response order and tracking order. While on services quality sub-criteria, not losing products is more important than on-time delivery and not defect products. These criteria and sub-criteria used to evaluate expedition services then the best expedition services is obtained which is FPE.
Analisa Pemilihan Supplier Ramah Lingkungan dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Pada PT X Khairunnisa Hanan Yancadianti; Nia Budi Puspitasari; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.223 KB)

Abstract

Isu mengenai lingkungan telah menjadi tren bagi industri maupun masyarakat. Pemilihan pemasok merupakan masalah pengambilan keputusan penting agar mendapatkan pemasok yang dapat meningkatkan daya saing perusahaan. Kriteria pemilihan pemasok umunya hanya didasarkan pada aspek cost, delivery, dan quality. Dalam melakukan pemilihan supplier perlu diketahui posisi item dan jumlah supplier yang tersedia untuk item tersebut. Metode yang digunakan dalam menentukan kategori item bahan baku adalah Kraljic Portfolio Matrix. Dalam pemilihan green supplier digunakan metode Analytcal Hierarchy Process (AHP). Dari 9 item bahan baku yang dikelompokkan 3 item berada pada kategori  critical, 1 item pada leverage, 3 item pada bottleneck dan 2 item pada kategori noncritical. Pada pemilihan green supplier kriteria kualitas memiliki bobot 0,413, kriteria biaya memiliki bobot 0,241, kriteria lingkungan 0,189, kriteria pengiriman 0,085 dan kriteria pelayanan 0,054. Rekomendasi supplier yang diberikan adalah PT Sejong karena memiliki bobot terbesar yaitu 0,268.  Abstract Indonesia with 250 million of population, has became potensial land for cosmetics market. These industries is growing with 14% increase in sales in 2012. Nowadays, environmental issues is becoming a trend in society. The decision in  supplier selection will be very important in order to get suppliers who can improve competitiveness of the company. The criteria selection of supplier generally based only on aspect of cost, delivery, and quality. In choosing a supplier, it necessary to know the item position and the number of which available for these item. The methode which is used to determine basic material item category is Kraljic Portfolio Matrix. Kraljic. The selection of green supplier use Analytcal Hierarchy Process (AHP). From 9 item of basic material which are have been grouped, 3 item are on critical category, 1 item on leverage, 3 item on bottleneck, and 2 item on noncritical category. In green supplier selection, quality criteria weighs 0,413, cost criteria weighs 0,241, environment criteria 0,189, delivery criteria 0,085, and service criteria 0,054. The recommended supplier given is PT Sejong because it has the greatest weight of 0,268.
Analisis Repair Policy dan Preventive Maintenance Policy untuk Mengetahui Biaya yang Optimal pada Mesin Pompa PT. PERTAMINA TBBM SEMARANG GROUP Dhana Antasari; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.77 KB)

Abstract

PT. Pertamina (Persero) merupakan perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki Pemerintah Indonesia yang begerak pada bidang penyediaan minyak dan gas bumi. Kegiatan Pertamina dalam melaksanakan usaha dibidang energi terbagi dalam sektor Hulu dan Hilir, serta ditunjang oleh kegiatan anak perusahaan.Pada PT. Pertamina TBBM Semarang Group terdapat pompa yang berfungsi untuk memompa minyak dari tangki timbun ke mobil tangki sebelum disalurkan ke berbagai SPBU. Jumlah pompa  yang tersedia adalah 21 buah. Selama periode Januari hingga Desember 2016 jumlah breakdown pompa pada PT. Pertamina TBBM Semarang Group sebanyak 103 buah. Penelitian ini membahas mengenai gambaran distribusi frekuensi breakdown selama bulan Januari hingga Desember 2016 dan alternatif jadwal perbaikan atau perawatan dengan biaya terkecil. Frekuensi breakdown selama tahun 2016, mengikuti distribusi frekuensi breakdown 2, dimana waktu breakdown sulit diprediksi. Perhitungan biaya perawatan untuk preventive maintenance dan corrective maintenance policy dilakukan dengan membandingkan keduanya, sehingga diperoleh jadwal perawatan atau perbaikan yang optimal. Dari hasil perhitungan, diusulkan jadwal perawatan sesuai preventive maintenance policy dengan periode tiap 5 bulan sekali. ABSTRACTPT. Pertamina (Persero) is an oil and gas company owned by the Government of Indonesia which operates in the field of oil and gas supply. Pertamina's activities in carrying out business in the energy sector are divided into upstream and downstream sectors, and are supported by the activities of its subsidiaries. At PT. Pertamina TBBM Semarang Group has a pump that functions to pump oil from the storage tank into the tank car before being distributed to various gas stations. The number of pumps available is 21. During the period January to December 2016 the number of pump breakdowns at PT. Pertamina TBBM Semarang Group is 103 units. This study discusses the description of breakdown frequency distribution during January to December 2016 and the alternative schedule for repairs or maintenance with the smallest cost. The frequency of breakdown during 2016 follows the frequency distribution of breakdown 2, where breakdown times are difficult to predict. Calculation of maintenance costs for preventive maintenance and corrective maintenance policy is done by comparing the two, so that an optimal maintenance or repair schedule is obtained. From the results of the calculation, a maintenance schedule is proposed according to the preventive maintenance policy with the period every 5 months.
Usulan Penjadwalan Dan Optimasi Maintenance Pada Komponen Mesin Ketel Uap Menggunakan Mixed Integer Nonlinier Programming Di PG. Madukismo Yogyakarta Maizar Rizki Biruni; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PG Madukismo merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri pertanian dengan hasil utamanya berupa gula. Selama musim giling mesin-mesin PG Madukimo beroperasi selama 24 jam. Beroperasinya mesin secara terus menerus menyebabkan menurunnya tingkat keandalan peralatan dan menyebabkan terjadinya downtime yang tinggi terutama pada mesin ketel uap, sehingga kegiatan proses produksinya terhambat yang mengakibatkan timbulnya biaya kehilangan produksi yang cukup banyak. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan preventive maintenance. Dari hasil perhitungan data-data kegagalan yang diolah dengan diagram Pareto,  ditemukan ada lima komponen kritis yaitu rantai KAD, lager blower, impeller pompa, dust collector, dan v belt. Komponen tersebut masih memiliki nilai reliability yang rendah yaitu rata-rata dibawah 50% sedangkan target perusahaan adalah sebesar 93%. Pemecahan ini dimodelkan menggunakan Mixed Integer Nonlinier Programming (MINLP) dari Moghaddam dan Usher. Penjadwalan preventive maintenance dilakukan dengan 3 faktor perbaikan yang berbeda. Dari ketiga faktor perbaikan penjadwalan maintenance ini, yang terbaik adalah faktor ke 3 dengan menggabungkan antara biaya dan umur komponen. Hasil yang didapat dari perhitungan lima komponen kritis adalah reliability sebesar 93% dan total biaya sebesar Rp 30.258.660,00  pada model 1 dan anggaran sebesar Rp 27.290.000,00 dengan rata-rata reliability sebesar 92.72% pada model 2.  Abstract PG Madukismo is one company operating in the agricultural industry with the main product in the form of sugar. PG Madukimo machines operate for 24 hour. During the milling season PG Madukimo machines operate for 24 hours. Continuous operation of the machines causes reduced levels of equipment reliability and high downtime caused mainly on the boilers machine, so that the activities of the production process is hampered and that result in lost production costs are quite much. Therefore, the necessary preventive maintenance actions. From the calculation of the data processed by the failure of Pareto diagram, it was found that there are five critical components KAD chain , lager blowers, pumps impeller, dust collector, and v belt. The components still have a low reliability value is below the average of 50 % while the target company amounted to 93 %. This solution is modeled using Mixed Integer Nonlinear Programming (MINLP) of Moghaddam and Usher. Scheduling preventive maintenance done with three different repair factors. Of the three repair factors for maintenance scheduling, it is best to factor 3 to combine to cost and component life. The results of the calculation are the five critical components of reliability by 93% and the total cost of Rp 30.258.660,00 in model 1 and a budget of Rp 27.290.000,00 with an average reliability of 92.72% in model 2 
Co-Authors Adhitya Sulistyawan Aditya Hendra Aditya Hendra Setiawan Aditya Hendra Setiawan Ahmad Karami Ahmad Muzakki Alamanda, Novia Anatashia Rosa Ferella Ardanesia Ardanesia Arfan Bachtiar, Arfan Arien Dewi Rakhmawati Arien Dewi Rakhmawati Arya Anantama R, Arya Anantama Bambang Purwanggono Bariqi Rahadyan Putera Bibit Setyo Pambudi Budiman Nurhidayat Cahyani, Dihan Chofifah Damar Jiwo Kuntoprasetyo Darminto Pujotomo Desmond Ryan Khrisnanda Dhana Antasari Diana Puspita Sari Dina Tauhida Dina Tauhida Dinar Enggar Puspita Dwi Satria Perkasa, Dwi Satria Dyah Ika Rinawati Dythia Rointan Sianturi Dzulfikar, Rifki Daris Fachrul Rozi Faiz Hanif Kurniawan Findy Nurlitasari Nampira Firmansyah, Muhammad Bintang Fithria Khoirunnisa Galih Setyo Pambudi, Galih Setyo Grace Olivia Hanifah Fitri Izzati Hapsari, Chaterine Alvina Prima Haryo Santoso Heru Prastawa Hery Suliantoro I Ketut Suada Izzuddin Naufal Jose Daniel Marthin Khairunnisa Hanan Yancadianti Liem Kevin Renard Wiryono Maizar Rizki Biruni Martha, Kezia Elyani Marudut Mujur Muhamad Firman Prayogi Muhammad Hani Nabiel Putra Adam Nabiel Putra Adam Nabiel Putra Adam, Nabiel Putra Naniek Utami Handayani Nartadhi, Rizal Luthfi Nartadhi, Rizal Luthfi Nia Budi Puspitasari Nugraha, Restu Adi Opan Pardiyana Parhusip, Yohana Natalia Putri Gani Permana, Imam Indra Pramumardani, Ery Vita Prasetyo Adi W Purnawan Adi W Purnomo Setyo Kusumo Putri Fajar Wulandari Putri, Ade Aisyah Arifna R. Ristanto Baskoro, R. Ristanto Ratna Purwaningsih Rayana Andari Bardijan Rheza Arista Rifki Muhammad Rosi Puspitasari Ryan Ramanda Nasution Samosir, Rian Simon Saputra, Dhimas Wachid Nur Sarsa Surya Rizkita Setyawan, Rafly Zuhdi Shintyastuti, Annisa Rahma Sigit B. Prayudo Singgih Saptadi Sri Hartini Sriyanto Sriyanto Sriyanto Sriyanto Suci Farida Astuti Torop Nadeak Sihombing Tresia Siahaan, Yohana Sara Try Aji Wisnubroto Wiwik Budiawan Wiwik Budiawan Wiwik Budiawan Zaenal Fanani Zekben S, Meikel