Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PELATIHAN PIJAT OKSITOSIN BAGI KADER UNTUK MEMPERBANYAK PRODUKSI ASI Aryani, Yeni; Alyensi, Fatiyani; Fathunikmah, Fathunikmah
EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): EBIMA: Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.809 KB) | DOI: 10.36929/ebima.v2i2.424

Abstract

Alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum dengan cara melakukan pijat oksitosin (Aryani, 2015). kegiatan penerapan pijat oksitosin bertujuan untuk pemberdayaan kader dalam memperbanyak produksi ASI di Kelurahan Bambu Kuning Kota Pekanbaru.Pelaksana kegiatan dengan mengadakan pelatihan kepada ibu ibukader di kelurahan Bambu Kuning di 2 Posyandu pada bulan Februari sampai dengan Juli 2021. Hasil yang diperoleh meningkatnya pengetahuan kader tentang pijat oksitosin pada saat post-test dengan nilai rata yaitu kelompok A = 53,9 menjadi 86,09 kelompok B = 50,43 menjadi 86,52 dan keterampilan pijat ositosin pada observai I yaitu kelompok A 88,58 dan kelompok B 88,03 dan observasi kedua 100% sudah mampu melakukannya. Disarankan perlu melakukan kerjasama dengan Bidan Penanggung jawab wilayah untuk mengingatkan kembali ibu kader untuk selalu memberikan edukasi kepada ibu menyusui tentang pentingnya pemberian ASI dan teknik pijat oksitosin. Kata Kunci :Pelatihan, Pijat Oksitosin,Produksi ASI
PARTISIPASI SUAMI DALAM PELAKSANAAN KELAS IBU HAMIL Fadmiyanor, Isye; Aryani, Yeni; Vitriani, Okta
EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): EBIMA: Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/ebima.v3i1.514

Abstract

Education during pregnancy is important to prepare couples to become parents. In carrying out their role, pregnant women and their partners need good information about the health of both the mother and the fetus. In Indonesia, the program organized by the government to support the increase of knowledge and behavior change of mothers and husbands is a class program for pregnant women. In the implementation of this class, pregnant women are often only attended by pregnant women, even though the husband's activity in attending classes for pregnant women in accompanying mothers greatly influences the physical and psychological changes of pregnant women and supports the implementation of classes for pregnant women. This community service activity is carried out by providing online counseling via zoom meetings and offline which are carried out door to door, which is attended by 10 pairs of pregnant women. The results of community service were obtained that 60% of husbands could not take classes for pregnant women due to work factors, there was an increase in knowledge in husbands, namely from 77 to 95, pregnant women from 75 to 9. Therefore, to increase partner participation in the implementation of pregnant women classes it is necessary to conduct socialization to couples regarding classes for pregnant women and cooperation with local community leaders as well as re-run the pregnant women class program which was not implemented during the Covid-19 pandemic. Keyword: Husband's Participation, Maternity Class
PEMBERDAYAAN KADER MELALUI PELATIHAN KELOMPOK PENDUKUNG ASI ARSYI Aryani, Yeni; Humaroh, Yola; Alyensi, Fatiyani
EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat Vol 5 No 2 (2024): Ebima: Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok pendukung ASI (KP ASI) merupakan salah satu intervensi yang efektif untuk meningkatkan praktik pemberian ASI eksklusif. Kader KP ASI memiliki peran penting dalam menyampaikan layanan kesehatan dasar kepada ibu hamil, ibu menyusui dan keluarga yang merupakan bagian integral dalam penyelenggaraan kesehatan di masyarakat. Pengetahuan dan ketrampilan yang baik diperlukan dalam mendukung tugas kader KP ASI. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader KP ASI di Desa Ranah Sengkuang yang berjumlah 25 orang. Pelaksanaan kegiatan pelatihan Kader KP ASI bertempat di Ruang Posyandu Kasih Bunda Desa Ranah Singkuang pada bulan Februari sampai dengan September 2024. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dilakukan melalui pelatihan dengan meteode ceramah, demonstrasi, role play dan simulasi. Berdasarkan hasil evaluasi tingkat pengetahuan pengetahuan ibu kader KP ASI tentang kelancaran ASI, masalah dalam menyusui dan pijat oksitosin mengalami peningkatan sebesar 5,7 poin, keterampilan kader KP ASI mengalami peningkatan yang signifikan sudah dapat melakukan teknik pemijatan 100%. pada observai I rata- rata 69,74 dan observasi kedua 100% sudah mampu melakukannya. Disarankan perlu melakukan kerjasama dengan Bidan Penanggung jawab wilayah kerja Puskesmas Puskesmas Air Tiris untuk mengingatkan kembali ibu kader untuk selalu memberikan edukasi kepada ibu menyusui tentang pentingnya pemberian ASI dan upaya memperbanyak ASI.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SIKAP KADER POSYANDU DALAM MELAKUKAN DETEKSI DINI PERKEMBANGAN BAYI/BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RUMBAI KOTA PEKANBARU TAHUN 2017 Napitupulu, Margaretha Posma Suryani; Aryani, Yeni; Vitriani, Okta
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Ibu dan Anak. Volume 5, Nomor 1, Mei 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.685 KB) | DOI: 10.36929/jia.v5i1.14

Abstract

Salah satu indikator kesehatan bayi/balita adalah perkembangan yang tak jarang terjadi masalah/keterlambatan. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup anak padamasaproduktifnya di masadepan. Deteksi dini terhadap masalah perkembangan telah menjadi kegiatanp okok di posyandu yang dapat dilakukan oleh kader.Namun, cakupan rata-rata kegiatanini di Puskesmas Wilayah Kota Pekanbaru masih rendah yaitu sebesar 13% pada tahun 2016. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap kader posyandu dalam melakukan deteksi dini perkembangan bayi/balita di Wilayah KerjaPuskesmasRumbai.Jenis penelitian iniadalahkuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Sampeldiambil secara total sampling yaitu 60 orang kader di kelurahan Meranti Pandak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square.Hasil penelitianmenunjukkansikapkader negative (58,3%), lama menjadikaderlebihdari 5 tahun (70%), saranatidaklengkap (66,8%), tenagakesehatantidakmendukung (75%), tidakada hubungan antara variabel kelengkapan sarana (p= 0,001) dan dukungan tenaga kesehatan (p= 0,001) dengan sikap kader posyandu dan tidak ada hubungan dengan variabel lama bekerja (p=1,000).Untukparatenagakesehatan agar dapat memberikan dukungan penuh pada kader posyandumelalui pelatihan dan penyediaan sarana.
EFEKTIFITAS KOMPRES HANGAT DAN SELF AROMATHERAPY MASSAGE TERHADAP INTENSITAS DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI DI SMA MUHAMMADIYAH 1 PEKANBARU Erman, Dini Wahyuni; ., Lailiyana; Aryani, Yeni
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Ibu dan Anak VOLUME 6, NOMOR 2, NOVEMBER 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.53 KB) | DOI: 10.36929/jia.v6i2.93

Abstract

Berdasarkan survei yang pernah dilakukan di SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru, sebanyak 96,74% remaja pernah mengalami dismenorea sehingga mengganggu aktivitas keseharian mereka termasuk aktivitas belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektifitas kompres hangat dan self-aromatherapy massage terhadap intensitas dismenorea pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah Quasy Eksperimen dengan desain penelitian Pre-test Post-tes Design yang dilaksanakan bulan September 2017 s/d Juni 2018 di SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswi SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru yang mengunjungi UKS yaitu sebanyak 44 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 30 orang dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Mann Whitney-Upada derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitianmenunjukkan rata-rata intensitas dismenore sebelum dilakukannya kompres hangat adalah sebesar 4,07 (SD = 1,223) dan sesudah dilakukanadalah sebesar 1,20 (SD = 0,941). Rata-rata intensitas dismenore sebelum selfaromatherapy massage adalah sebesar 4,00 (SD = 1,309) dan sesudah dilakukan adalah sebesar 2,13 (SD = 1,125). Hasil uji statistik dengan Mann-WhitneyU menunjukkan tidak terdapat perbedaan intensitas dismenorea sebelum diberikannya kompres hangat danselfaromatherapy massage (p = 0,898) dan terdapat perbedaan intensitas dismenorea sebelum diberikannya kompres hangat danself-aromatherapy massage (p = 0,026). Disarankan dalam penelitian ini agar mensosialisasikan metode penanganan dismenorea khususnya kompres hangat dan self aromatherapy massage pada remaja putri.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SIKAP KADER POSYANDU DALAM MELAKUKAN DETEKSI DINI PERKEMBANGAN BAYI/BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RUMBAI KOTA PEKANBARU TAHUN 2017 Napitupulu, Margaretha Posma Suryani; Aryani, Yeni; Vitriani, Okta
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 6 No 1 (2018): JURNAL IBU DAN ANAK VOLUME 6, NOMOR 1, MEI 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.509 KB) | DOI: 10.36929/jia.v6i1.112

Abstract

Salah satu indikator kesehatan bayi/balita adalah perkembangan yang tak jarang terja di masalah/ keterlambatan. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup anak pada masa produktifnya di masa depan. Deteksi dini terhadap masalah perkembangan telah menjadi kegiatan pokok di posyandu yang dapat dilakukan oleh kader. Namun, cakupan rata-rata kegiatan ini di Puskesmas Wilayah Kota Pekanbaru masih rendahnya itu sebesar 13% pada tahun 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap kader posyandu dalam melakukan deteksi dini perkembangan bayi/ balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rumbai. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Sampel diambil secara total sampling yaitu 60 orang kader di kelurahan Meranti Pandak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sikap kader negative (58,3%), lama menjadi kader lebih dari 5 tahun (70%), sarana tidak lengkap (66,8%), tenaga kesehatan tidak mendukung (75%), tidak ada hubungan antara variabel kelengkapan sarana (p= 0,001) dan dukungan tenaga kesehatan (p= 0,001) dengan sikap kader posyandu dan tidak ada hubungan dengan variabel lama bekerja (p=1,000). Untuk para tenaga kesehatan agar dapat memberikan dukungan penuh pada kader posyandu melalui pelatihan dan penyediaan sarana.
HUBUNGAN TEMPAT PENGASUHAN ANAK DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 36 s/d 48 BULAN DI KELURAHAN TUAH KARYA KECAMATAN TAMPAN KOTA PEKANBARU Laila, Ani; Aryani, Yeni; Utami, Santi Tri
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 7 No 2 (2019): JURNAL IBU DAN ANAK Volume 7, Nomor 2, November 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.755 KB) | DOI: 10.36929/jia.v7i2.203

Abstract

Anak di Indonesia dipekirakan 13-18% mengalami masalah perkembangan seperti motorik, berbahasa, perilaku, autisme dan hiperaktif. Tumbuh kembang anak tergantung pada stimulasi yang diberikan oleh orang tua dan orang terdekat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tempat pengasuhan anak dengan perkembangan anak usia 36 s/d 48 bulan di Kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Jenis Penelitiian ini Kuantitatif dengan desain Crosssectional. Populasi penelitian ini seluruh anak usia 36 s/d 48 bulan yang ada di kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan berjumlah 126 orang. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Maret 2019. Sampel penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling. Instrumen penelitian menggunakan pengamatan pada lembar KPSP dengan jumlah sebanyak 10 item. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan Karakteristik anak usia 36 bulan s/d 48 bulan menurut jenis kelamin perempuan (52,1%) dan usia anak 36 bulan (39,6%), anak usia 36 bulan s/d 48 bulan anak yang diasuh di TPA dan anak yang diasuh di rumah masing-masing berjumlah (50%), usia 36 bulan s/d 48 bulan anak yang diasuh di TPA dengan perkembangan yang sesuai (85,4%), dan anak yang diasuhdi rumah dengan perkembangan yang meragukan (43,8%). Hasil uji analisis menunjukkan Ada hubungan antara tempat pengasuhan anak dengan perkembangan anak usia 36 s/d 48 bulan (p value=0,000). Disarankan bagi pendidik TPA dan PAUD untuk membuat program mengenai tumbuh kembang anak secara berkelanjutan dan bagi yang Rumah untuk dapat memantau pengetahuan perkembang anak secara optimal.
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN PADA BAYI USIA 1-2 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DURI KOTA KECAMATAN MANDAU TAHUN 2017 Aryani, Yeni; Hamidah, Hamidah; Diana, Hesti
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Ibu dan Anak. Volume 5, Nomor 2, November 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.442 KB) | DOI: 10.36929/jia.v5i2.211

Abstract

Masa bayi merupakan masa tumbuh kembang yang optimal. Indikator untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan adalah dengan melihat berat badan. Hasil laporan dari posyandu Puskesmas Duri Kota banyak bayi yang penambahan berat badannya setiap bulan masih di bawah standar KBM (Kenaikan Berat Badan Minimal). Salah satu cara untuk menaikan berat badan bayi adalah melakukan pemijatan. Pemijatan dapat meningkatkan hormon gastrin dan insulin yang berperan dalam penyerapan makanan sehingga berat badan bayi naik lebih cepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan pada bayi usia 1-2 bulan di Kota Duri Kecamatan Mandau Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest .Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Juli tahun 2017 di Puskesmas Duri Kota. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi usia 1-2 bulan dengan jumlah sampel 20 orang dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan timbangan berat badan bayi, Sebelum dipijat bayi ditimbang, setelah dipijat selama dua minggu bayi ditimbang kembali. Pengolahan data menggunakan uji T dependen, Hasil penelitian adalah rata-rata berat badan bayi sebelum dipijat 4135 gram, rata-rata berat badan bayi setelah dipijat 4642,50, terdapat pengaruh pemijatan pada bayi dengan kenaikan berat badan bayi p value=0,000. Di sarankan kepada bidan untuk dapat menerapkan pijat bayi dan memberikan motivasi kepada ibu dengan cara memberikan penyuluhan tentang manfaat pijat bayi.
PERBEDAAN PIJAT WOOLWICH DAN PIJAT OKSITOSIN TERHADAP KELANCARAN ASI PADA IBU NIFAS HARI KE 1 – 3 DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN DINCE SAFRINA KOTA PEKANBARU Aryani, Yeni; Hasan, Zuchrah; Atikasari, Pratiwi
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Ibu dan Anak. Volume 7, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.991 KB) | DOI: 10.36929/jia.v7i1.220

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pertama dan utama untuk bayi diawal kehidupannya. Salah satu kendala dalam pemberian ASI secara dini adalah ketidaklancaran pengeluaran ASI pada ibu setelah melahirkan sebesar 67%. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk melancarkan ASI adalah dengan melakukan pijat woolwich dan pijat oksitosin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pijat woolwich dan pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI pada ibu nifas hari ke 1-3 di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan two group post test design, penelitian ini dilakukan dari bulan Maret-Juni 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas normal di PMB Dince Safrina, sampel diambil dengan metode purposive sampling,jumlah responden 30 orang ibu nifas, kelompok intervensi pijat woolwich 15 responden dan kelompok intervensi pijat oksitosin 15 responden. Hasil penelitian didapatkan rata-rata pijat woolwich adalah 9,00 dan rata-rata pijat oksitosin adalah 9.93. Hasil uji statistik Mann Whitney U dengan taraf signifikansi 95%didapatkan hasil bahwa ada perbedaan kelancaran ASI antara ibu yang dilakukan pijat woolwich dan ibu yang dilakukan pijat oksitosin dengan p-value 0.001. Disarankan kepada para bidan untuk dapat menerapkan intervensi pijat oksitosin pada ibu nifas sebagai alternatif untuk melancarkan produksi ASI.
Knowledge And Attitude of Pregnant Women About Antenatal Care (ANC) Examination During the Covid-19 Pandemic Aryani, Yeni; Pransiska, Tety Mega; Hindratni, Findy
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ibu dan Anak, Volume 10, No.1, Mei 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jia.v10i1.509

Abstract

ANC (Antenatal Care) services are health services provided by health workers to pregnant women in accordance with established service standards. The current COVID-19 has greatly affected ANC services. The number of ANC service coverage in Indonesia has decreased to 84.6% from 88.54%, residents are worried that they will be exposed and the government's call for the Implementation of Restrictions on Community Activities (PPKM) to stay at home more to limit interactions. This resulted in decreased visits to health facilities. The purpose of this study was to determine the knowledge and attitudes of pregnant women about ANC examinations during the COVID-19 pandemic. This type of research is descriptive analytic with a cross sectional approach. The population of 365 pregnant women in PMB Rosita Pekanbaru City in 2022 with a sampling technique using accidental sampling with a total of 100 samples. The instrument used is a questionnaire sheet that has been provided. Univariate data analysis. The results showed that the knowledge of pregnant women about ANC examinations during the COVID-19 pandemic was mostly good as much as 47%, and the attitudes of pregnant women about ANC examinations during the COVID-19 pandemic were mostly positive as much as 66%. It is recommended that pregnant women continue to pay attention to health protocols and increase knowledge about ANC examinations during the COVID-19 period