Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Mengidentifikasi Tugas dan Peran Melalui Berpikir Kritis dan Komunikasi Di Kelas 1 Akhmadi, Meizir Akhmadi; Gunawan Santoso; Roudlotul Jannah; Srianah
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i4.625

Abstract

Pendekatan untuk mengidentifikasi tugas dan peran diri dalam kegiatan bersama melalui berpikir kritis dan komunikasi di SD kelas 1 adalah pendekatan pendidikan yang berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, dan pemahaman sosial-emosional pada usia dini. Proses ini memberikan siswa kesempatan untuk memahami tugas dan peran mereka dalam kelompok atau tim, mempromosikan kolaborasi, dan memungkinkan mereka mengembangkan keterampilan berpikir kritis dalam memecahkan masalah dan membuat keputusan yang baik. Selain itu, pendekatan ini juga memberikan wadah bagi pengajaran nilai-nilai sosial seperti keadilan, kesetaraan, dan tanggung jawab sosial.Siswa di SD kelas 1 melalui pendekatan ini memahami pentingnya berpikir secara kritis dalam mengatasi tugas dan peran mereka, memahami cara berkomunikasi dengan baik, dan mengelola konflik secara efektif. Mereka juga mengembangkan keterampilan sosial seperti empati dan kerja sama. Pengajaran nilai-nilai sosial dalam konteks ini membantu siswa menginternalisasi konsep keadilan dan kesetaraan, yang dapat membentuk karakter dan sikap sosial mereka. Pendekatan ini juga memberikan persiapan awal untuk perkembangan siswa sebagai pembelajar yang efektif dan individu yang tangguh secara sosial dan emosional. Dengan demikian, mengidentifikasi tugas dan peran dalam kegiatan bersama di SD kelas 1 melalui berpikir kritis dan komunikasi memiliki dampak positif dalam pengembangan holistik siswa pada usia dini.
Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pencegahan Fluor Albus Patologis Di Sman 3 Tuban Dita Aprilia Nur Kofifah; Binti Yunariyah; Roudlotul Jannah; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1859

Abstract

Fluor albus patologis merupakan keputihan abnormal yang dapat menandakan adanya infeksi atau gangguan pada organ reproduksi wanita. Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami fluor albus akibat kurangnya pengetahuan mengenai kebersihan dan kesehatan reproduksi. Pencegahan sejak dini melalui edukasi sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi. Bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang pencegahan fluor albus patologis di SMAN 3 Tuban. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah siswi kelas 11 SMAN 3 Tuban Tahun Ajaran 2024/2025 yang berjumlah 134 siswi. Sampel 100 siswi. Teknik sampling yang digunakan simple random sampling. Alat yangdigunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner melalui google form. Data analisis deskriptif dengan tabel frekuensi. Hasil Penelitian didapatkan sebagian besar pendidikan orang tua siswi SMAN 3 Tuban berpendidikan SMA, sebagian besar siswi SMAN 3 Tuban belum pernah mendapatkan informasi mengenai pengetahuan pencegahan fluor albus patologis. Hampir setengahnya remaja putri memiliki tingkat pengetahuan cukup. Sebagian besar orang tua yang berpengetahuan baik berpendidikan PT. Dan hampir seluruhnya remaja putri di SMAN 3 Tuban memiliki pengetahuan kurang tidak pernah mendapatkan informasi terkait pencegahan fluor albus patologis. Pengetahuan memiliki peran yang sangat penting dalam mempengaruhi perilaku remaja putri terkait pencegahan fluor albus patologis. Semakin tinggi tingkat pengetahuan yang dimiliki, maka semakin baik pula kemampuan remaja putri dalam mengenali, memahami, dan menerapkan langkah-langkah pencegahan fluor albus patologis secara tepat. Dengan demikian, dapat dilakukan melalui edukasi kesehatan reproduksi secara rutin.
Overview Of Patients' Knowledge About Tuberculosis At The Sumugung Health Center Muhammad Iqbal Tawakal; Yasin Wahyurianto; Binti Yunariyah; Roudlotul Jannah
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 3 (2025): IJHET SEPTEMBER 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberculosis (TB) is a contagious infectious disease that remains a global health problem, with varying levels of public knowledge about the disease. Patients' lack of knowledge about the symptoms, spread, and prevention of TB can worsen transmission rates and affect the success of treatment. This study aims to describe the level of knowledge of TB patients at the Sumurgung Community Health Centre and analyze the relationship between their demographic characteristics and their level of knowledge. The method used was a quantitative descriptive study with a cross-sectional approach, involving 60 respondents selected by purposive sampling. The main instrument was a questionnaire based on indicators of knowledge about the definition, symptoms, causes, transmission, and prevention of TB. The data were then analyzed descriptively and cross-tabulated using frequency statistics and percentages. The results showed that around 40% of respondents had a low level of knowledge, with characteristics of being aged 26–45 years, male, and having a junior high school/high school education, which tended to have low knowledge. In conclusion, the level of knowledge of TB patients in this region still needs to be improved through targeted education programs. Efforts are needed to increase public understanding to support more effective control of transmission and successful treatment of TB.
Pengetahuan Tentang Hipertensi Pada Anggota Prolanis Di Puskesmas Tuban Siti Munawaroh; Binti Yunariyah; Roudlotul Jannah; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1951

Abstract

Hipertensi memengaruhi 34,1% populasi di Indonesia, menurut Riskesdas 2018 (Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, 2023). Sebanyak 268.107 orang di Kabupaten Tuban menderita hipertensi, seperti yang dilaporkan dalam Profil Kesehatan Kabupaten Tuban 2023. Menurut Profil Kesehatan Kabupaten Tuban (2023), 13.801 orang di kabupaten tersebut menderita hipertensi, menjadikan Puskesmas Tuban sebagai yang paling terdampak di antara 33 puskesmas di kabupaten tersebut. Salah satu penyebabnya adalah karena masyarakat tidak terlalu memahami tentang hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai tingkat kesadaran hipertensi di kalangan anggota Prolanis Puskesmas Tuban. Metodologi penelitian ini bersifat deskriptif cross-sectional. Di Puskesmas Tuban, 76 anggota Prolanis yang didiagnosis menderita hipertensi menjadi populasi penelitian. Sebanyak 64 individu termasuk dalam sampel. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Pengetahuan tentang hipertensi di kalangan lansia menjadi variabel penelitian. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data, kemudian menggunakan tabel, distribusi, frekuensi, dan persentase untuk menggambarkan hasil penelitian. Dari seluruh anggota Prolanis di Puskesmas Tuban, 41 orang (64%) menunjukkan pengetahuan yang memadai tentang hipertensi, menurut hasil penelitian. Kebiasaan hidup sehat anggota Prolanis dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman tentang hipertensi, yang disebabkan oleh tenaga kesehatan yang tidak memberikan informasi dan pendidikan yang cukup.
Studi Deskripsi Penanganan Dismenore Pada Remaja Putri Di MTs Negeri 3 Tuban Ananda Dwi Octavia; Binti Yunariyah; Roudlotul Jannah; Su’udi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1970

Abstract

Terdapat insiden yang signifikan dari dismenore (64,5%) di Indonesia, yang didefinisikan sebagai ketidaknyamanan pada perut bagian bawah yang dimulai sebelum atau selama menstruasi. Pendekatan farmakologis dan non-farmakologis tersedia untuk pengobatan dismenore. Peneliti di MTs Negeri 3 Tuban bertujuan untuk mendokumentasikan pendekatan farmakologis dan non-farmakologis dalam pengobatan dismenore pada remaja perempuan. Populasi studi terdiri dari 144 murid perempuan dari MTs Negeri 3 Tuban, dan metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Dengan menggunakan kuesioner serta pendekatan Simple Random Sampling, sampel terdiri dari 107 murid. Temuan dari studi diperoleh hampir setengahnya siswi di MTs Negeri 3 Tuban kadang-kadang mengatasi dismenore secara farmakologi dengan sebagian besar remaja putri menggunakan obat feminax dan hampir setengahnya siswi kadang-kadang melakukan penanganan dismenore secara non-farmakologi dengan metode pemijatan. Siswi cenderung memilih penanganan praktis seperti obat bebas dan pemijatan. Minimnya penanganan non-farmakologi menunjukkan kurangnya pengetahuan dan kesadaran mengenai manfaat dan macam-macam terapi non- farmakologi dalam mengatasi dismenore. Hal ini mengindikasikan perlunya edukasi yang lebih intensif dan terstruktur mengenai macam-macam penanganan dismenore secara alami dan non-invasif.
Kebiasaan Konsumsi Jajanan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di MI Al Musthofawiyah Palang Tuban Helmi Chentia; Binti Yunariyah; Roudlotul Jannah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan utama di dunia, terutama di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, anak-anak sering kali tidak mengonsumsi sarapan dan lebih memilih makanan yang rendah kalori atau zat gizi. Kebiasaan ini menunjukkan pola konsumsi jajanan yang buruk dan dapat berhubungan dengan masalah kesehatan seperti diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kebiasaan konsumsi jajanan dengan kejadian diare pada anak-anak usia sekolah dasar di MI Al Musthofawiyah Palang Tuban. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa MI Al Musthofawiyah Palang Tuban sebanyak 230 siswa, besar sampel sejumlah 143 siswa. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner yang mengenai kebiasaan jajan dan kejadian diare. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruhnya siswa yang mengalami diare memiliki kebiasaan konsumsi jajanan yang kurang baik dan sebagian besar siswa mengalami diare dalam 1 bulan terakhir. Berdasarkan hasil uji Chi-Square antara kebiasaan jajan dengan kejadian diare, didapatkan taraf signifikan p=0,001 (p value <0,05) artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi jajanan dengan kejadian diare pada anak. Kebiasaan jajan berkaitan dengan kejadian diare anak. Sehingga semakin baik kebiasaan jajan anak maka tingkat terjadinya diare semakin rendah. Karena dengan kebiasaan jajan yang baik, anak mampu memilih jajanan yang sehat dan terhindar dari penyakit saluran pencernaan seperti diare.
Pengetahuan Penderita Diabetes Melitus Tentang Pencegahan Ulkus Diabetikum Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumurgung Kabupaten Tuban Lenny Putri Yunita Gayatri; Binti Yunariyah; Roudlotul Jannah; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka mortalitas saat ini masih didominasi oleh penyakit tidak menular. Salah satu penyakit tidak menular adalah diabetes mellitus. Penyakit diabetes melitus memberikan berbagai komplikasi yang berhubungan dengan meningkatnya jumlah penderita dan jumlah kematian. Komplikasi yang sering terjadi yaitu ulkus diabetikum, diperkirakan 15% dari total penderita diabetes melitus mengalami komplikasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan penderita diabetes mellitus tentang pencegahan ulkus diabetikum di wilayah kerja Puskesmas Sumurgung Kabupaten Tuban. Desain Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 124 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan penderita diabetes mellitus tentang pencegahan ulkus diabetikum di wilayah kerja Puskesmas Sumurgung Kabupaten Tuban menunjukkan hampir seluruhnya berpengetahuan baik dengan jumlah 99 orang (79.8 %). Penderita diabetes melitus diharapkan untuk konsisten dalam meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan ulkus diabetikum melalui pendidikan kesehatan yang diberikan oleh tenaga medis tentang pengontrolan kadar gula darah dan perawatan kaki melalui kegiatan prolanis agar mencapai kualitas hidup yang lebih baik.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA  MASYARAKAT KELURAHAN PANYURAN, KEC. PALANG, KABUPATEN TUBAN Wahyu Tri Ningsih; Tanty Wulan Dari; Moch Bahrudin; Teresia Retna Puspitadewi; Binti Yunariyah; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Roudlotul Jannah; Su'udi; Yasin Wahyuriyanto; Titik Sumiatin; Siti Maimuna
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v8i2.6569

Abstract

Hypertension and diabetes are of concern because of their high prevalence and their role as major risk factors for heart and blood vessel disease. The aim of this community service is to increase public knowledge and awareness of the importance of prevention and early detection of Non-Communicable Diseases.Methods used in this community service are through counseling and interactive discussions. The target is the community of Panyuran Village, Palang District, Tuban Regency. The media used is leaflets. The results of this community service are increased public knowledge and awareness of Non-Communicable Diseases, especially diabetes mellitus and hypertension, as well as prevention and early detection. Counseling activities can be carried out continuously in collaboration with local health centers and health cadres. Monitoring of activities that have been carried out needs to be carried out periodically by conducting examinations of people at risk of experiencing Non-Communicable Diseases by local health cadres.
Pemberdayaan Kader dan Keluarga dalam Social Support dan Pencegahan Komplikasi Diabetes Mellitus: Empowerment of Cadres and Families in Social Support and Prevention of Diabetes Mellitus Complications Su’udi; Wahyuningsih Triana N; Roudlotul Jannah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 4: APRIL 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i4.4368

Abstract

Penyakit DM dan komplikasinya merupakan masalah yang besar terutama di negara berkembang, termasuk Indonesia dan berdampak bagi produktifitas manusia secara langsung. Penyakit ini mengakibatkan penderitanya mengalami keadaan disabilitas, kehilangan produktivitas serta menjadi beban bagi individu, keluarga dan masyarakat. Komplikasi penyakit DM bisa berupa akut yaitu hipoglikemi dan penyakit kronis seperti jantung, stroke, kebutaan, gagal ginjal, impotensi, kaki gangren yang bisa mengakibatkan kaki harus diamputasi, dan penyakit lainnya. Kurangnya dukungan sosial berdampak pada rendahnya aktifitas penyandang DM, distress emosional yang lebih besar, dan ketidakteraturan dalam kebiasaan diet. Tingginya angka kejadian DM di kabupaten Tuban perlu mendapatkan perhatian. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Su’udi, dkk (2021), didapatkan bahwa pemahaman instruksi menjadi faktor yang mempengaruhi kepatuhan mengikuti program prolanis. Pemahaman instruksi yang baik terbukti menjadikan individu lebih patuh mengikuti program prolanis dibandingkan individu yang kurang dalam pemahaman instruksinya. Sedangkan dukungan sosial/keluarga dapat memberikan pengaruh terhadap kepatuhan seseorang dalam mengikuti suatu terapi, termasuk program prolanis. Melalui pengabdian masyarakat ini didapatkan peningkatkan pengetahuan kader kesehatan maupun keluarga pasien diabetes mellitus sehingga komplikasi pada pasien diabetes mellitus dapat dihindari/tidak terjadi.