Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Determinants of Clean Water Accessibility at Muhammad Ali Kasim General Hospital, Gayo Lues: A Comprehensive Analysis Manisha, Manisha; Arnis, Julita; Marta, Syunaha
Jurnal Perilaku Kesehatan Terpadu Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Perilaku Kesehatan Terpadu (Jupiter)
Publisher : Hasanuddin Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61963/jpkt.v3i1.101

Abstract

Introduction: The hospital staff exert an impact on the accessibility of potable water inside the hospital premises. The provision of uncontaminated water is crucial for the provision of essential services in hospitals. Both the quality and quantity of water must meet stringent standards to prevent the spread of infections and diseases within the hospital premises. Similarly, efficient drainage systems are necessary to ensure proper water distribution. Goal: Determine the variables that influence the accessibility of uncontaminated water at the Muhammad Ali Kasim Gayo Lues General Hospital in 2023. Method: This study employs an analytical survey research method utilizing a cross-sectional methodology. The research population consisted of 300 officers and personnel at the hospital. A sample of 75 individuals was selected using the Slovin formula approach. The data analysis included both univariate and bivariate analysis, utilizing logistic regression test statistics. The Analysis Result: The chi-square test analysis revealed that the p-values for each variable were as follows: p-value = 0.010 for method, p-value = 0.000 for machine, p-value = 0.000 for material, and p-value = 0.003 for money. Conclusion: The availability of clean water is influenced by factors such as human activity, techniques used, machinery involved, materials used, and financial resources. It is expected that the hospital will prioritize and foresee the provision of water inside the hospital premises to provide an adequate and high-quality supply for everyday activities.
The Hospital Characteristics (Public and Private) Utilization by Caesarean Section Delivery in Thailand Fitriani, Arifah Devi; Suroyo, Razia Begum; Suharto, Teguh; Manisha, Manisha; Farachdiba, Farachdiba; Maretalinia, Maretalinia
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 23 No 2 (2025): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol23.Iss2.1981

Abstract

Cesarean delivery (C-section) rates continue to rise worldwide, with Thailand showing a significant spike in the past two decades, surpassing WHO recommended rates. Hospital characteristics, such as ownership, financial incentives, and medical staffing patterns, can influence cesarean delivery rates. Private hospitals may be more susceptible to non-medical motivations, while public hospitals often face high patient volumes and resource constraints. This study aimed to investigate the use of cesarean delivery in relation to hospital characteristics, with a comparative focus between public and private hospitals in Thailand. This study used a cross-sectional quantitative approach with secondary data from the Thailand Multi Indicator Survey (MICS) 2022. The study sample consisted of 1,046 women who delivered by cesarean section and 1,720 women who did not, with the dependent variable being hospital utilization by caesarean section delivery. Data analysis was performed using univariate, bivariate (Chi-square test), and multivariate (binary logistic regression) tests to analyze the effect of independent variables on the choice of hospital type. The study findings were that in women undergoing cesarean section, wealth and region of residence were significantly associated with private hospital utilization, with women from the fourth wealth quintile (OR = 14.61; 95% CI: 1.88–113.85) and the richest (OR = 23.67; 95% CI: 3.03–185.09) more likely to use private hospitals than the poorest, while those living outside Bangkok were less likely. In women without cesarean section, living in rural areas (OR = 0.36; 95% CI: 0.16–0.81) and outside Bangkok also significantly decreased the odds of private hospital utilization.
Analysis of Implementation Time Performance Using Earned Value Method Pontan, Darmawan; Daniel, Daniel; Pentagon, Pentagon; Manisha, Manisha; Sumeru, Indrawati
Journal La Multiapp Vol. 6 No. 5 (2025): Journal La Multiapp
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamultiapp.v6i5.2456

Abstract

Construction projects often face cost and time constraints, while projects are required to be completed on schedule. To overcome these problems, an accurate management system is needed in a construction project to measure time performance, which refers to the progress of the work. By applying the earned value management (EVM) method, it is possible to project progress and weekly performance indices, making it easier to evaluate when there are deviations from the schedule. This study aims to analyze schedule variations and weekly time productivity, enabling the prediction of when the project will be completed. In the construction project of the Faculty of Law Building at Samratulangi University in North Sulawesi Province, reviews were conducted in weeks 1, 5, 10, 11, 20, and 25, where each review period had different CV, SV, and CPI values, allowing to assess at which time the predicted time was closest to the actual time occurring on-site.
Faktor yang Berhubungan dengan Loyalitas Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Stella Maris Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan Manisha, Manisha; Telaumbanua, Kurniawati; Muhammad, Iman
Jurnal Rekam Medic Vol 7, No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v7i2.6254

Abstract

Latar Belakang; Loyalitas adalah bukti konsumen yang selalu menjadi pelanggan yang memiliki kekuatan dan sikap positif atas perusahaan. Keuntungan loyalitas bersifat jangka Panjang dan kumulatif, yaitu meningkatnya loyalitas pasien dapat menyebabkan sumber pendapatan atau keuntungan yang lebih meningkat, retensi pegawai yang lebih tinggi, dan basis keuangan yang lebih stabil. Berdasarkan survey awal kepada 12 orang pasien menunjukkan bahwa sebanyak 7 orang pasien mengatakan kurang puas dan 5 orang mengatakan puas terhadap pelayanan rumah sakit. Tujuan; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan loyalitas pasien rawat jalan di Rumah Sakit Stella Maris Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan Tahun 2022. Metode; Desain penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif yang dilakukan secara survey analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini diambil dari rata-rata jumlah pasien rawat jalan tiap bulan sebanyak 127 orang, dan  jumlah sampel sebanyak 97 orang. Dalam penelitian menggunakan uji chi-square. Hasil; Hasil penelitian menunjukkan nilai p untuk variabel tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy, citra rumah sakit, fasilitas rumah sakit sebesar 0,000( 0,05).. Kesimpulan; bahwa faktor yang berhubungan dengan loyalitas pasien adalah tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy, citra rumah sakit dan fasilitas rumah sakit. Disarankan kepada Rumah Sakit Stella Maris agar menyediakan kotak saran dan keluhan di rumah sakit, ruang tunggu yang nyaman, memberi pelayanan dengan sopan dan ramah  agar pasien tetap loyal terhadap rumah sakit.
Faktor yang Berhubungan Dengan Keputusan Pelanggan Dalam Memilih Kembali Jasa Pelayanan Rawat Inap Di RSU Mitra Medika Tanjung Mulia Manisha, Manisha; Sulisna, Aida; Fitria, Dilla; Azura, Putri Zalfa; Mawaddah, Mawaddah
Jurnal Rekam Medic Vol 6, No 1 (2023): Edisi Februari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v8i2.6660

Abstract

Pendahuluan: Pelayanan rawat inap merupakan bentuk pelayanan di rumah sakit dimana pasien dirawat didalam ruangan di rumah sakit. Pelayanan Rawat Inap adalah suatu kelompok pelayanan kesehatan yang terdapat di Rumah Sakit yang merupakan gabungan dari beberapa fungsi pelayanan. Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keputusan pelanggan dalam memilih kembali jasa pelayanan rawat inap di RSU Mitra Medika Tanjung Mulia. Metode: Kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang melakukan rawat inap di RSU Mitra Medika Tanjung Mulia yang menggunakan jasa pelayanan rawat inap pada bulan Januari sampai bulan Maret sebanyak 871 pasien.  Sampel penelitian sebanyak 90 pasien  menggunakan teknik Purposive Sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil: kualitas pelayanan memiliki nilai (p = 0,000 0,05), fasilitas Kesehatan (p =  0,027 0,05), dan Loyalitas Pelanggan (p = 0,013 0,05) dengan keputusan pelanggan dalam memilih kembali jasa pelayanan rawat inap di RSU Mitra Medika Tanjung Mulia. Kesimpulan:  ada hubungan kualitas pelayanan fasilitas Kesehatan dan Loyalias Pelangan (p = 0,013 0,05) dengan keputusan pelanggan dalam memilih kembali jasa pelayanan rawat inap di RSU Mitra Medika Tanjung Mulia. Saran: bagi petugas kesehatan sebaiknya lebih mempertahankan fasilitas yang ada agar rumah sakit dapat terus berkembang karena pasien akan merasa lebih dipuaskan dengan adanya fasilitas yang telah di sediakan rumah sakit.
Faktor yang Berhubungan dengan Catatan Keperawatan Rekam Medis Rawat Inap di RSU Hidayah Manisha, Manisha; Ilham, Muhammad Adiul; Irwanto, Hardiansyah
Jurnal Rekam Medic Vol 4, No 2 (2021): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jrm.v4i2.5075

Abstract

Pendahuluan; rekam medis berupa catatan yang menguraikan tentang identitas, pemeriksaan pasien, diagnosis, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang dilakukan oleh dokter dan dokter gigi maupun tenaga kesehatan lainnya sesuai dengan kompetensinya. Berdasarkan data rekam medis RSU Hidayah pada tahun 2019 tercatat sebanyak 756 rekam medis pasien yang sudah pulang yang masuk ke dalam unit rekam medis. Dari hasil survei awal pada bulan Januari 2020 di Unit Rekam Medis, peneliti menemukan beberapa berkas rekam medis yang tidak lengkap tercatat. Tujuan; untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan catatan keperawatan rekam medis rawat inap. Metode; penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi pada penelitian ini seluruh seluruh perawat yang memiliki STR atau Serkom sebanyak 20 orang dengan sampel yang diambil menggunakan tehnik total sampling sebanyak 20 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan statistik uji chi-square. Hasil; hasil analisis uji chi-square menunjukkan bahwa nilai p masing-masing variabel antara lain pendidikan perawat diperoleh p-value = 0,017, pengetahuan perawat diperoleh p-value = 0,006 dan pengalaman perawat diperoleh p-value = 0,004. Kesimpulan; ada hubungan pendidikan, pengetahuan dan pengalaman perawat tentang rekam medis dengan catatan keperawatan rekam medis rawat inap
Pengaruh Kepatuhan Petugas Terhadap Pelaksanaan Pengelolaan Linen Di RSU Mitra Medika Amplas Manisha, Manisha; Winarno, Erik; Sapriadi, Sapriadi; Zendrato, Arlin Windy Nuranida; Nasution, Rizka Amanda
Jurnal Rekam Medic Vol 8, No 2 (2025): Edisi Agustus
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v8i2.6705

Abstract

Pendahuluan: Unit laundry merupakan salah satu unit penunjang non medis yang memberikan pelayanan linen terutama kepada pasien rawat inap, unit laundry yang melakukan pengelolaan linen di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepatuhan petugas laundry terhadap pelaksanaan pengelolaan linen di unit laundry RSU Mitra Medika Amplas. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif  dengan metode penelitian deskriptif, mengamati secara langsung  dan mengumpulkan bukti  dan fakta menggunakan instrumen penelitian berupa wawancara, dan observasi langsung. Informan dalam penelitian ini adalah 1 orang kepala laundry dan 6 orang prtugas laundry. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 6 orang petugas laundry cukup untuk mengelola linen di RSU Mitra Medika Amplas namun belum semua petugas laundry mematuhi SOP pengelolaan linen, pencucian linen menggunakan 1 mesin cuci untuk semua jenis linen kotor,  kurangnya pengetahuan petugas laundry, sikap petugas laundry yang positif juga harus dibarengi dengan tindakan mereka yang baik. Petugas laundry masih lalai dalam penggunaan alat pelindung diri seperti masker, sepatu boot, sarung tangan. Petugas laundry tidak mendapatkan pelatihan pengelolaan linen dan tidak melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Sebaiknya pihak rumah sakit melakukan pengawasan yang lebih untuk meningkatkan kepatuhan petugas terhadap SOP pengelolaan linen.
Enhancing Patient Satisfaction Among Coronary Heart Disease Patients Through Islamic Spiritual Care with Murottal in Nursing Practice Wisuda, Aris Citra; Suraya, Citra; Suzanna, Suzanna; Saputra, Muhamad Andika Sasmita; Manisha, Manisha; Desvitasari, Helsy; Emiliasari, Dian; bin Sansuwito, Tukimin
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 28 No 3 (2025): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v28i3.1270

Abstract

Spiritual care is essential in nursing, especially for patients with chronic or palliative conditions such as coronary heart disease. Although medical intervention is crucial, Islamic spiritual therapy using murottal has a significant impact on patient satisfaction. This study aims to evaluate the effectiveness of murottal in enhancing patient satisfaction among individuals with coronary heart disease. A quasi-experimental pretest-posttest design was used with 52 participants at Siti Khadijah Islamic Hospital, Palembang, Indonesia. Total sampling was applied, and data were analyzed using the paired sample t-test. Patient satisfaction was measured using a Likert-scale questionnaire to assess the impact of murottal spiritual care. The results showed that the control and intervention groups had a mean age of 54 ± 6.33 and 56 ± 8.65 years, with a disease duration of 10 ± 6.38 and 9 ± 4.33 years, respectively. Most participants were male (78.8% -control, 73.1% -intervention), had low education levels, and were unemployed. Before the intervention, dissatisfaction was reported by 84.6% of the intervention group and 88.5% of the control group. Afterward, 80.8% of the intervention group expressed satisfaction, while 76.9% of the control group remained dissatisfied. The t-test yielded a p-value of < 0.05 (0.000), indicating that murottal significantly increases patient satisfaction. Integrating murottal into nursing can enhance spiritual well-being and improve patient satisfaction, particularly in chronic and palliative care settings. Keywords: coronary heart disease, murottal, nursing care, patient satisfaction, spiritual care   Abstrak Peningkatan Kepuasan Pasien Jantung Koroner melalui Pelayanan Spritual Islami dengan Murottal dalam Praktik Keperawatan. Perawatan spiritual sangat penting dalam keperawatan, terutama bagi pasien dengan kondisi kronis atau paliatif seperti penyakit jantung koroner. Meskipun intervensi medis sangat krusial, terapi spiritual Islam menggunakan murottal memiliki dampak yang signifikan terhadap kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas murottal dalam meningkatkan kepuasan pasien pada individu dengan penyakit jantung koroner. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pretest-posttest pada 52 partisipan di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah, Palembang, Indonesia. Teknik total sampling diterapkan, dan data dianalisis menggunakan paired sample t-test. Kepuasan pasien diukur menggunakan kuesioner skala Likert untuk menilai dampak dari perawatan spiritual Murottal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi dan kontrol memiliki rata-rata usia 54 ± 6,33 dan 56 ± 8,65 tahun, dengan durasi penyakit masing-masing 10 ± 6,38 dan 9 ± 4,33 tahun. Sebagian besar partisipan berjenis kelamin laki-laki (78,8% kontrol, 73,1% intervensi), memiliki tingkat pendidikan rendah, dan tidak bekerja. Sebelum intervensi, ketidakpuasan dilaporkan oleh 84,6% kelompok intervensi dan 88,5% kelompok kontrol. Setelah intervensi, 80,8% kelompok intervensi menyatakan puas, sementara 76,9% kelompok kontrol tetap tidak puas. Uji t menghasilkan nilai p < 0,05 (0,000), yang menunjukkan bahwa murottal secara signifikan meningkatkan kepuasan pasien. Integrasi Murottal dalam praktik keperawatan dapat meningkatkan kesejahteraan spiritual dan kepuasan pasien, terutama dalam perawatan kronis dan paliatif. Kata Kunci: kepuasan pasien, murottal, pelayanan keperawatan, pelayanan spiritual, penyakit jantung koroner