Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Educational Support for Career Development of South Sulawesi Athletes Arifuddin Usman; Suroto; Nining Widyah Kusnanik; Arimbi; Poppy Elisano Arfanda
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/peshr.v13i2.1136

Abstract

This research aims to evaluate the form of educational services for students who are also pursuing professions as outstanding athletes. In general, outstanding athletes often face a dilemma when faced with the obligations they also have to carry out in their formal education. Starting from class schedules, and assignments to exams that they have to complete during training and match schedules. This research involved 34 outstanding student-athletes who had at least won a bronze medal in a South Sulawesi provincial-level championship event. This research will analyze the context, input, processes, and products of existing educational services, including distance programs, special athlete schools, and programs at sports training centers. The goal is to identify problems and suitability of available special education services and create a destination where athletes can excel in both sports and academics. The conclusion obtained in this research is that at the primary to secondary education level, there are no special regulations made by schools to accommodate outstanding student-athletes as a form of support for student-athlete careers. Another interesting finding in this research was that 90% of student-athlete respondents preferred and understood practical lecture material more easily than theoretical material.
Physical Exercise And Epigenetic: Molecular Mechanisms Anggraeni. M, Andi Sri Dewi; Arimbi; A.Anggriani; Lesbatta, Kezia Josawel; Indriani
Journal of Sport Science and Fitness Vol. 11 No. 2 (2025): JSSF: Journal of Sport Science and Fitness
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v11i2.34037

Abstract

Introduction: Physical exercise is associated with an active lifestyle and offers numerous health benefits. Recent research has shown that physical exercise also influences gene expression through epigenetic mechanisms such as DNA methylation, histone modification, mRNA, and microRNA expression. These changes contribute to physiological changes and disease prevention. Objectives: This review aims to explain how physical activity can affect a person's epigenetic changes to have an impact on the prevention of chronic diseases. Method: This study is a literature review using databases such as PubMed from 2015 to 2025. Result: the review revealed that physical activity can cause epigenetic changes at the stage of DNA methylation, histone modification, RNA methylation and MiRNA. Physical activity modulates DNA methylation, affecting genes related to metabolism and immune function. Understanding this pathway is the basis for developing personalized exercise programs as interventions for the prevention and therapy of chronic diseases. Understanding this pathway is the basis for developing personalized exercise programs as interventions for the prevention and therapy of diseases. Conclusion: This study reveals the relevance of epigenetic changes to physical activity as an alternative non-pharmacological therapy because it is accompanied by a perspective in choosing the type of physical activity that suits the body's condition as a step in implementing a more precise health pattern.
Efektivitas Ice Compress terhadap Doms Otot Quadriceps pada Atlet Futsal Putri, Sitti Azizah Dwi; Arimbi; Mukrim, Harvina
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kerusakan yang memicu respon inflamasi didalam otot, yang kemudian mengakibatkan nyeri otot atau yang dikenal dengan Delayed onset muscle soreness (DOMS). Tujuan penelitian ini ingin melihat efektivitas ice compress terhadap DOMS otot quadriceps. Metode: Penelitian ini merupakan pendekatan kuantitatif menggunakan jenis penelitian Pre-Eksperimental dengan rancangan One Group Pre-test Post-test Design. Sampel dalam penelitian ini merupakan atlet futsal Kota Makassar dengan keluhan nyeri pada otot quadriceps yang berjumlah 15 orang. Sampel diberi perlakuan berupa ice compress selama kurang lebih 10 menit. Instrumen penelitian menggunakan pengukuran nyeri yakni Visual Analogue Scale (VAS). Hasil: penelitian ini didapatkan hasil p=0,001<0,05 yang dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test pada DOMS. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat efek pemberian ice compress terhadap DOMS otot Quadriceps. Kesimpulan: pemberian ice compress pada atlet futsal kota Makassar efektif untuk mengurangi Delayed Onset Muscle Soreness otot quadriceps.
Peningkatan Keterampilan Penanganan Pertama Cedera Sprain Ankle melalui Pelatihan Metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) pada Atlet Sepakbola Surur, Andi Ainun Zulkiah; Arimbi; Mukrim, Harvina; Anggraeni, Andi Sri Dewi; Febriyanda, Andini
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Sprain ankle merupakan jenis cedera yang sering dialami oleh atlet sepakbola. Namun, penanganan yang cepat dan tepat merupakan hal krusial dalam proses pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) terhadap peningkatan keterampilan penanganan pertama pada atlet sepakbola PSM U-18. Metode: Quasi eksperimental dengan desain pre dan post test. Subjek penelitian terdiri dari 35 atlet U-18 yang dipilih menggunakan metode total sampling. Intervensi berupa pelatihan metode RICE dilakukan selama dua sesi. Data keterampilan atlet dikumpulkan menggunakan anket berbasis checklist sebelum dan sesudah pelatihan. Analisis data menggunakan uji statistik paired t-test untuk mengetahui perbedaan signifikan antara hasil pre dan post test. Hasil: terdapat peningkatan yang signifikan (p<0,05) terhadap keterampilan atlet dalam melakukan penanganan pertama cedera sprain ankle setelah diberikan edukasi metode RICE. Kesimpulan: metode RICE dapat menjadi pendekatan edukasi yang bermanfaat dalam penanganan sprain ankle akut, khususnya dalam mengasah keterampilan penanganan cedera di lapangan. Diharapkan para atlet PSM U-18 dapat menerapkan dengan baik edukasi tersebut.
Resistance Training pada Penderita Diabetes Mellitus: Naratif Review Anggraeni M, Andi Sri Dewi; Sarifin G; Arimbi; Zurur, Andi Ainun Zulkiah; Febriyanda, Andini
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik jangka panjang yang ditandai dengan hiperglikemi secara kronis akibat kekurangan produksi insulin atau penurunan respons tubuh terhadap insulin. Diperlukan pengelolaan glikemik yang lebih baik sangat penting bagi penderita diabetes melitus. Aktivitas fisik diketahui dapat meningkatkan kontrol glikemik lebih spesifik dengan melakukan resistance training. Review ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak resistance training bagi penderita diabetes melitus. Metode: Penelitian ini merupakan naratif review menggunakan data sekunder yang diperoleh dari database Pubmed yang membahas terkait resistance training pada penderita diabetes melitus. Dari proses screening dari 201 publikasi, yang memenuhi kriteria adalah 6 jurnal. Hasil: Resistance training efektif memberikan dampak bagi penderita diabetes melitus Kesimpulan: Resistance training dapat diaplikasikan pada penderita diabetes melitus dengan tetap memperhatikan kondisi tubuh pasien
Analisis Wrist Pain pada Pemain Petanque BKMF FIKK UNM Rijal, Syamsul; Arimbi; Badaru, Benny
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/ijspt.v1i2.9417

Abstract

Petanque menjadi salah satu cabang olahraga yang cara melakukannya yang sederhana serta memerlukan fleksibilitas yang baik akan tetapi dapat menyebabkan wrist pain. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui prevalensi jumlah kejadian Wrist Pain pada pemain petanque Biro Kegiatan Mahasiswa Fakultas Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar (BKMF FIKK UNM). Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah rancangan cross-sectional yang akan dilaksanakan di FIKK UNM. Populasi dalam penelitian ini adalah pemain petanque BKMF FIKK UNM dengan total populasi 90 responden, penentuan sampel menggunakan purposive sampling dan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 47 responden dari total populasi. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini kuesioner wrist hand disability index (WHDI) dalam mengukur mengenai masalah nyeri pada pergelangan tangan dengan bobot nilai 0 (tidak ada nyeri) hingga nilai 5 (nyeri hebat). Hasil dalam penelitian ini diperoleh 47 responden yang mengalami wrist pain, sebanyak 42 (89%) responden mengalami kecacatan ringan dan 5 (11%) lainnya mengalami kecacatan sedang pada aktivitas fungsionalnya. Pada kategori kecacatan ringan menunjukkan perempuan sebanyak 23 (48,9%) responden dan laki-laki 19 (40,4%) responden, pada kategori sedang terdapat 3 (6,4%) responden perempuan dan 2 (4,3%) responden laki-laki. Hasil akhir penelitian ini yaitu prevalensi wrist pain pada pemain petanque BKMF FIKK UNM mencapai 52% atau sebanyak 47 pemain petanque mengalami wrist pain dari 90 total populasi, yang menunjukkan bahwa tingkat kejadian wrist pain pada pemain petanque cukup besar.
Analisis Cedera Bahu pada Atlet Panahan Saleda, Hesty Natalia; Hasmyati; Arimbi
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/ijspt.v1i2.9438

Abstract

Latar belakang : Olahraga panahan adalah suatu kegiatan menggunakan busur panah untuk menembakkan anak panah ke permukaan target ( target muka ) setepat mungkin. Olahraga panahan merupakan cabang olahraga yang sangat memerlukan kekuatan, koordinasi, daya tahan, kelenturan, panjang tarikan, dan keseimbangan untuk membentuk teknik memanah. Dalam jangka waktu olahraga, seorang atlet sangat dipengaruhi oleh kondisi dan latihan fisik. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian cross-sectional untuk menyebabkan cedera bahu yang terjadi pada atlet panahan. Variabel pada penelitian ini yaitu cedera bahu. Dengan sampel 67 responden. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini menggunakan kuesioner indeks nyeri dan disabilitas bahu (SPADI). Hasil : penelitian ini menunjukkan bahwa atlet yang mengalami nyeri bahu didominasi oleh nyeri bahu dan disabilitas berat sebesar 39,7%, nyeri bahu dan disabilitas parah sebesar 20,6% dan sisanya nyeri bahu dan disabilitas ringan yang dapat mengganggu aktivitas fungsionalnya. Kesimpulan : Cedera yang terjadi pada atlet panahan dipengaruhi oleh aktivitas yang berulang dalam durasi yang lama tanpa jeda dan pemanasan yang dilakukan oleh para atlet sehingga pencegahan cedera dalam olahraga panahan merupakan kunci dalam penatalaksanaan cedera untuk memastikan peforma tetap optimal dan tubuh terhindar dari masalah fisik jangka panjang.
Perbandingan Tingkat Risiko Jatuh pada Lansia yang Aktif Senam dan Tidak Aktif Senam Amalia Mulya, Masvira; Arimbi; Mujari Wahid, Wahyana
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/ijspt.v1i2.9501

Abstract

Latar belakang: Populasi lansia di Indonesia terus meningkat, dan seiring bertambahnya usia, mereka sering mengalami penurunan keseimbangan yang meningkatkan risiko jatuh. Meskipun senam terbukti efektif untuk meningkatkan keseimbangan dan mencegah jatuh, penelitian ini dilakukan karena rendahnya partisipasi lansia dalam kegiatan senam untuk membandingkan tingkat risiko jatuh antara lansia yang aktif dan tidak aktif senam. Metode: Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, mengumpulkan data melalui kuisioner Physical Activity Scale for Elderly (PASE) dan Time Up and Go Test (TUGT). Sampel dalam penelitian ini yaitu 40 responden (Purposive Sampling) dari 51 populasi lansia di Klinik Madising Telkomas. Hasil: Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara skor TUGT pada kedua kelompok (p > 0,05), dengan faktor-faktor seperti indeks massa tubuh dan frekuensi senam yang rendah berkontribusi pada hasil tersebut. Kesimpulan: Meskipun senam dapat meningkatkan keseimbangan, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam risiko jatuh antara lansia yang aktif dan tidak aktif senam. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan program senam yang efektif untuk lansia.
Gambaran Pola Jalan pada Anak Down Syndrome Al Fariq, Farhaq; Rusli; Arimbi
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 1 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/ijspt.v1i2.9502

Abstract

Latar belakang: Perkembangan motorik merupakan kemampuan untuk mengendalikan gerakan tubuh melalui koordinasi sistem saraf pusat, otot, dan urat saraf. Aktivitas ini melibatkan motorik kasar seperti berjalan, yang memerlukan koordinasi neuromuskular dan fungsi psikis. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui gambaran pola jalan pada anak Down syndrome di SLB Negeri 1 Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan pendekatan observasional. Sampel berjumlah 12 anak Down syndrome yang dipilih dari 38 populasi di SLB Negeri 1 Makassar menggunakan teknik purposive sampling. Variabel tunggal adalah pola jalan, dengan instrumen gait analysis untuk menilai fase gait dan timed up and go test untuk keseimbangan. Hasil: Fase gait kategori “ada” ditemukan sebesar 62,89%, “lemah” 20,62%, dan “hilang” 16,49%. Fase mid-swing dan loading Gresponse paling stabil, sedangkan terminal stance dan mid-stance paling terganggu. Simpulan: Diperlukan intervensi fisioterapi untuk menguatkan fase stance agar meningkatkan stabilitas dan efisiensi berjalan pada anak Down syndrome.
Speed play training toward changes hematocrit value and cardiorespiration basket athlete: Bahasa Indonesia Arimbi; Usman, Arifuddin; Sukamto, Anto; Irvan
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 7 No 4 (2021): Special Issue 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1623.33 KB) | DOI: 10.29407/js_unpgri.v7i4.16955

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of regular exercise with the speed play method in increasing cardiorespiratory capacity and blood hematocrit levels in Pinisi basketball athletes. The research method used was the one-group pre-post test design experiment. The instruments used in this study were the Multistage Test (MFT) for cardiorespiratory and hct meter to measure blood hematocrit levels. This study found that the percentage of blood hematocrit after the intervention of the speed play training method for the Pinisi basketball athletes was 44.94% higher than the average hematocrit level before being given the speed play training method for the Pinisi basketball athletes, which was 41.64%. There was a change with an average value of 3.3% per 100 mg of blood, meanwhile the average cardiorespiratory capacity after the implementation of the speed play training program in Pinisi basketball athletes was 43.49 ml/kg/minute, which means an increase from the average capacity cardiorespiratory training before being given speed play training in phinisi basketball athletes of 40.95 ml/kg/minute experienced an average change of 2.54 ml/kg/minute.